Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Selepasnya mereka makan, Vingent dan Voltha segera bersiap lalu berpamitan kepada Paman Vir. Paman Vir juga memberikan sebuah gelang untuk Voltha sebagai hadiah perpisahan. Ia berpesan kepada Voltha untuk selalu memakainya, dan jangan melepasnya jika benar-benar tidak dalam keadaan darurat.


Voltha awalnya kebingungan dengan ucapan paman Vir, tapi di mengiyakannya saja dengan anggukan. Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan mereka pun pergi. Paman Vir memperhatikan mereka yang perlahan semakin menjauh.


Paman Vir* [ Apa benar anak itu orangnya?. Semua kejadian ini sedikit berhubungan. Tapi.... (ragu) Bukankah mereka semua telah binasa? Namun... Jika memang orang yang kucari selama ini belum tiba, maka cepat atau lambat, akan datanglah dimana semua antar benua ini akan mengalami perpecahan dan pertempuran hebat. Haahh.... (menghela nafas) Segeralah datang.... Wahai Pendamai dunia]


Paman Vir* [ Dengan adanya dia, akan bisa membuat seluruh kehidupan dibenua menjadi damai kembali. Aku memang merasa dia telah tiba. Aku bisa merasakan aura terpendamnya, walau hanya setitik. Anak itu memang sangat misterius, ia sama sekali tak memiliki apa yang dia miliki..... Aku akan melakukan penyelidikan.... Sang Pendamai Benua]


* * * * * *


Sepanjang perjalanan mereka saling berbincang dan bercanda. Tertawa, berlarian kesana kemari. Tingkah usil Voltha, juga permainan teka teki Vingent, membuat mereka semakin menjadi akrab. Walau mereka akan berpisah, namun tak menyulutkan kebahagiaan mereka untuk melakukan perjalanan yang sangat jauh.


Mereka harus melewati alun-alun Kota Bingla, yang letaknya di tengah kota. Setelah berjalan cukup jauh, mereka juga beristirahat sejenak pada bangku-bangku dipinggiran jalan, dan ditemani minuman lemon yang Vingent beli. Cuaca pagi itu memang cerah, tak heran bila banyak penjual makanan dan minuman yang berkumpul di sekitar alun-alun.


SLRUUP... (menyeruput) " Waaah.... Minumannya segar banget.... Apalagi diminum saat panas begini.... Terima kasih ya kak Vingent sudah membelikan aku ini. (tersenyum) "


" Hah... Iya sama-sama. Kalau masih haus beli lagi saja. " (meminum)


" Tidak usah, satu gelas saja sudah cukup kok, lagipula hausku juga sudah hilang... (melihat pergelangan tangan kiri Vingent) Bukankah gelang itu sama seperti punyaku? (Menunjukkannya) Lihat ini...!! Apa ayahmu juga memberikannya? "


" Ahh.... Gelang ini sudah ada sejak aku lahir. "


" Benarkah? Aku baru menyadarinya. Tapi mengapa ayahmu juga memberinya padaku?. "

__ADS_1


" Entah... Mungkin dia punya alasan tersendiri. Tapi kamu termasuk beruntung bisa memilikinya. Ayahku bilang gelang ini dibuat dengan sangat spesial, didalamnya terdapat campuran batu pemusat energi. "


" Batu pemusat energi? Benda apa itu?. "


" Yah.... Batu itu mampu memusatkan energi roh spiritmu sehingga kamu bisa mengatur jangkauan pemakaiannya menjadi lebih efektif, tenang, terkontrol, dan pastinya kekuatanmu akan berefek lima kali lipat dari sebelumnya. Meski dalam tekanan seberat apapun, jika kamu sudah sangat handal dalam mengenali tipe roh spiritmu, baik itu kelemahannya maupun kelebihannya, kamu akan dengan mudahnya melakukan pemusatan energi. " (melihat orang-orang yang berlalu lalang)


(menarik tangan Voltha) " Ayo aku akan menjelaskan padamu sambil berjalan. Sampai dimana tadi yaa.... Oh iya!!! ... Selain itu, batu pemusat energi juga dicampurkan dengan pil taring silver, yang mampu menciptakan sebuah perisai kuat nan padat. Terlebih pada susunan partikelnya yang juga sangat kuat."


"Perisai itu hanya mengandalkan ketenangan batinmu. Semakin pintar kamu menyatukan ketenangan dalam pikiran, hati, serta roh spiritmu, maka kamu akan bisa membentuknya secara langsung. Tanpa melalui tahapan atau perantara apapun. (melihat wajah Voltha) Apa kau mengerti penjelasanku? " (mengedipkan satu mata)


" Aku.... Mengerti.... " (menjawab pelan)


(Melihat Voltha) " Hey! Mengapa tiba-tiba murung begitu? Apa ada yang salah dari penjelasanku?! "


(terdiam sejenak) " Ketika anak baru saja lahir, tipe spirit mereka akan muncul langsung di tempat semisal dahi mereka. Bahkan ada yang muncul pada telapak tangan, ataupun dilehernya. Dan momen itu akan menjadi kebahagian tersendiri bagi orang tua mereka. Apa kau sudah menanyakan hal itu pada orang tuamu? Mungkin mereka yang menyembunyikan informasi perihal tipe spiritmu. "


" Aku sudah menanyakannya berkali-kali, tapi ayah ibuku, tidak mengetahuinya. Setiap aku menanyakannya mereka, mereka selalu mengalihkan topik. Aku juga tidak tahu mengapa. Aku sedih kak, terkadang aku iri dengan teman-temanku lainnya. Aku selalu diejek dengan mereka. Kau tak memercayaiku karena kamu sudah bisa menguasai spiritmu yang hebat itu kan.! "


Vingent menghentikan langkahnya. Dia terdiam cukup lama dengan pandangan tertunduk. Voltha ikutan menghentikan langkahnya, melihat sikap Vingent yang aneh, Voltha merasa bersalah akan perkataannya barusan. Tapi Vingent merasa bahwa apa yang dikatakan Voltha itu memang salah. Ia menghadap Voltha seraya memegang bahunya.


" Salah!!!.... Kau salah!!, (menggoncang pelan bahunya) Kamu itu bisa lebih hebat dariku!!!. Kamu hanya belum mengetahui spiritmu saja! Bukan berarti kamu tak memilikinya. Justru akulah yang lebih buruk darimu, karena aku ditakdirkan untuk tak memiliki roh spirit sama sekali!!!. " (kembali tertunduk)


" Hah?!! Kak Vingent.... Jadi Kak Vingent... Ka.... Kamu.... " (sangat merasa bersalah)

__ADS_1


" Benar.... Aku lahir sebagai abnormal. Orang yang terlahir demikian akan memiliki peluang besar menjadi buruan, atau korban dari para master elemen, untuk dijadikan budak atau bahan eksperimen. Terlebih untuk masa-masa sekarang ini, aku dan ayahku statusnya adalah.... (memelankan suara) Buronan istana.... "


(sangat terkejut) " HAHH!!.... (memelankan suara).... Buronan istana? Ba.... Bagaimana bisa? Aa.... Apa kamu dan ayahmu berbuat suatu kesalahan besar? " (simpati)


" Itu.... Terjadi karena sebelum aku pindah ke kota atas, aku tinggal disalah satu desa yang berada dikota Fervent, aku, ayah dan ibu dikenal sebagai keluarga sang jenius. Ayahku membuat beberapa penemuan yang sangat unik dan berguna. Ibuku tugasnya mendesain sekaligus memperhitungkan kekurangan serta kelebihannya."


" Dan aku biasanya yang menguji coba, serta melakukan analisa penyempurnaan, sebelum akhirnya layak untuk digunakan. Lalu tiba-tiba kabar ini terdengar sampai ke telinga Raja Api, Raja Delphafire. "


" Suatu hari, Raja mengundang ayahku ke istana, Raja ingin mengajukan beberapa kontrak besar kepada keluarga kami. Raja ingin agar ayah mau menyetujui untuk bekerja sama dalam pembuatan dua senjata rahasia, dan satu meriam khusus. Raja mengatakan bahwa dia akan mengembangkan senjata itu yan berasal dari sebuah klan yang telah binasa beberapa tahun yang lalu. "


" Raja Kemudian memperlihatkan gambaran desain rangkaian dari beberapa senjata dan meriam tersebut. Setelah melihat lebih rinci, ayahku sangat terkejut. Saking terkejutnya, ayahku langsung membatalkan kontrak dengan Raja api. Raja terus berusaha membujuk ayahku dengan umpah, seperti uang dengan nominal yang besar, sekantung tas berlian dengan berbagai rupa, atau bahkan sampai-sampai ingin memberinya seperempat dari kekayaan Bangsa Api. Namun akhirnya, ayah tetap pada pendiriannya, dan menolak. "


" Hingga sesampainya dirumah, aku masih bingung dan bertanya-tanya. Mengapa ayahku menolaknya?. Bagiku senjata itu tergolong sangat mudah untuk dibuat. Tapi hanya saja, pembuatannya menggunakan beberapa teknik khusus, yang sangat rahasia. Aku saja bahkan sudah menguasai semua tekniknya. Apa lagi yang salah dari senjata tersebut? "


" Lalu ayah berkata jika senjata dan meriam itu adalah benda paling tidak bisa untuk disebar luaskan untuk bangsa lain, karena itu adalah peninggalan berharga dari bangsaku. Sehidup semati pun kita tidak boleh melakukannya, itu sama saja dengan mengkhianati bangsa sendiri. "


" Beberapa menit kemudian, kabar buruk tak terduga pun datang menghampiri kelurgaku. Ada seorang wanita yang datang tergesa-gesa dan tampak ketakutan. Begitu sampai, ia mengatakan bahwa ibuku sudah dibawa ke istana untuk dibunuh. Alasannya karena ibu telah mencuri sebuah kertas penting milik kerajaan. Wanita tersebut rupanya adalah salah satu rekan dari ibu yang pada saat itu menemaninya berbelanja dipasar. "


" Wanita itu memberikan sebuah kertas yang dimaksud, rupanya kertas itu adalah ketiga gambaran yang diperlihatkan Raja Api untuk dijadikan kontrak dengan ayah. Wanita itu berkata jika dia mendengar prajurit kerajaan mengatakan, 'Benda Penting Tersebut Hilang Setelah Keluargaku Berkunjung Kesana' . "


" Dan wanita itu juga menyampaikan pesan ibu untuk yang terakhir kalinya, bahwa kami harus secepatnya pergi dari sini sebelum pihak kerajaan menemukan kami, dan tetap menjaga ketiga kertas penting tersebut untuk tidak diberikan kepada siapapun. Ahirnya, pada hari itu juga, aku dan ayahku bergegas untuk mengasingkan diri dan pindah ketepian Kota Bingla yang lumayan sepi, yaitu kota atas. "


* * * * * *

__ADS_1


__ADS_2