
Kanaya dilaporkan hilang saat terjadinya penyerangan brutal yang menyerang Klan Rayshawn (bangsa penjaga, dan merupakan klan asli, tempat ibunya berasal). Penyerangan itu dipimpin oleh 'Kelompok Pebantai' yang diperkirakan sudah mengincar kehidupan anak-anak Tharquest. Bahkan, semenjak mereka baru lahir sekalipun. 'Kelompok Pebantai' itu pun sudah menyusun rencana keji ini, sejak berjahun-tahun lamanya. Setelah tersebarnya informasi dari seorang 'Peramal Bintang dan Mimpi '.
Peramal itu mengirim surat kepada pemimpin 'Kelompok Pebantai' yang dimana, kelompok tersebut sudah sejak lama dicap sebagai kelompok kriminal paling berbahaya dan paling dihindari. Isi pesan dari 'Peramal Bintang dan Mimpi' tersebut adalah :
Salam dan hormatku
Kepada Pimpinan Kelompok Pebantai
Dengan ini surat kan kuberikan,
Demi matahari dengan kesucian cahayanya
Demi bintang dengan kedipan pancaran keindahannya
Demi bulan dengan keagungan selimut malamnya
Kan ku beritahu kau, hai wahai sang pimpinan!
Tak ada tempat bagimu selain ruang
Tak ada hidup bagimu selain waktu
Tak ada berlian bagimu selain sehatmu
Tak ada emas bagimu selain tiga cahaya
Tak ada bayangan bagimu selain mimpimu itu sendiri
Jangan pagar mata didalam lumpur
Jangan pagar mulut didalam lempung
Tetapi rendamlah hati didalam bara api!
Sebelum jurang kan menjadi bekal mati
Dariku,
__ADS_1
Sang Peramal Bintang dan Mimpi
Membaca ini, sang pimpinan marah besar. Ia melempar segala sumpah serapah, dan mengumpat habis-habisan sang pengirim surat didepan anggota-anggotanya. Namun amukannya berhasil di tenangkan oleh seorang tangan kanannya. Yang sekaligus menjadi informan untuknya dan juga untuk 'Kelompok Pebantai'.
Dia membawa seorang Ahli Sastra dan Tafsir Mimpi, yang menjadi saran kuatnya untuk menangani surat kiriman dari sang peramal tersebut. Informan tersebut yakin, jika seseorang yang ia bawa tersebut mampu untuk mengungkap kerahasiaan informasi, yang berusaha si peramal tersebut ingin ungkapkan.
Baginya, menjadi Informan selama bertahun-tahun, mampu membuka cakrawala wawasannya, juga pandangannya. Mengenai bagaimana rangkaian kata, mampu menipu banyak penerjemah sastrawan, dan pembaca intuitif untuk memasuki 'lubang' dari sudut pandang yang berbeda.
Pesan itupun diterjemahkan bedasarkan hasil penangkapan 'logika dan ilmu pengetahuan' yang sudah Ahli Sastra dan Tafsir Mimpi itu pelajari :
\= Demi Matahari dengan kesucian cahayanya
\= Demi bintang dengan kedipan pancaran keindahannya
\= Demi bulan dengan keagungan selimut malamnya
Sang tafsir : " Peramal melihat sebuah cahaya, yang dimana cahaya ini akan menjadi bagian dari serpihan penyelamat dunia, dalam satu bagian mimpinya. "
Sang tafsir : " Matahari, bintang, dan bulan. Akan menjadi lambang dari kejayaan kegelapan. "
Pimpinan : " Hei.... Sang tafsir....! Mengapa itu dijadikan lambang kegelapan? Tetapi, akan menjadi serpihan sang penyelamat dunia? Jikalau itu bagian dari kegelapan...., seharusnya itu menghancurkan! Matahari juga termasuk? Sedangkan, ia menerangkan kegelapan....! " (beragumen penuh keyakinan)
Sang tafsir : " Dan kekuatan inilah sang penghancur sesungguhnya. Lalu kekuatan ini pula berada dalam satu galaksi. Ku tegaskan lagi! Hanya satu galaksi yang menguasainya, yaitu Bima Sakti. Dan yang menjadi bima sakti pada sesungguhnya ialah si pemilik julukan 'Dimensial dari Surga' " (Tharquest)
Sang tafsir : " Dan benih-benihnya lah (anak-anaknya) yang akan menjadi bagian dari ketiga lambang kejayaan kegelapan!! Ataupun melebihi segalanya. "
//Maksudnya, mereka bukan hanya mencerminkan satu lambang dari yang mereka kuasai bahkan bisa dua ataupun ketiganya (sebut saja misalnya xion). Kekuatan Dimensial, dikatakan menurut beberapa pengalaman para Kesatria Elemen, jika berhasil menguasainya, kekuatan kegelapan akan menyertainya. Namun itu hanyalah mimpi belaka, karena untuk meraihnya harus menghadapi kematian ditangan Klan Rayshawn (bangsa penjaga).//
\= Matahari diibaratkan ruang
\= Bulan diibaratkan waktu
\= Bintang diibaratkan mimpi
Dari sini, pimpinan beserta anggotanya sudah mengerti, siapa yang dimaksud. Dan siapa juga yang dituju dalam pesan rumit si peramal.
Pimpinan : " Lalu bacakan mengenai tulisan selanjutnya! " (merasa tertarik untuk terus menantikan terjemahan dari sang ahli tafsir)
__ADS_1
Sang tafsir : " Tak ada tempat bagimu selain ruang . Maknanya adalah, tempatmu yang sekarang ada dalam genggaman ruang! "
Sang tafsir : " Tak ada hidup bagimu selain waktu. Maknanya, hidupmu tidak akan ada selain atas kehendak waktu. "
Sang tafsir : " Tak ada berlian bagimu selain sehatmu. Maknanya, berlianmu yang merupakan bentuk perumpamaan dari harta kekayaan, tak akan senilai dengan 'obat sehatnya' "
//Yang dimaksud adalah racun, karena ia bisa menyembuhkan, dan bisa mematikan bagi nyawa. Ia bisa menjadi kawan, dan bisa menjadi musuh bagi kesehatan. Dan juga, banyak yang mendambakan kekuatan racun tersebut, karena dianggap lebih penting dari apapun.//
Sang tafsir : " Tak ada emas bagimu selain tiga cahaya. Maksudnya adalah, emas merupakan bentuk kejayaan mu, yang akan hilang atas tingginya 3 kuasa yang mendahului mu."
//Yang dimaksud, kekuasan dari 3 klan, kalau tidak ditangan Klan Rayshawn (bangsa penjaga), atau ditangan Klan Rykor (bangsa pembunuh), ataupun dari Klan Leonard (klan kerajaan yang telah hilang beberapa tahun yang lalu).//
Sang tafsir : " Tak ada bayangan bagimu selain mimpimu itu sendiri. Maksudnya, diibaratkan seperti keserakahan dan keegoisan mu. Sehingga semua yang kau mau, akan menjadi mimpi. Bagi dirimu ataupun mimpi dari orang lain yang menginginkan itu. "
Sang tafsir : " Jangan pagar mata didalam lumpur. Maksudnya, jangan terbutakan atas ilusi dari hasratmu. Tundukkan! Lalu tunduklah! "
Sang tafsir : " Jangan pagar mulut didalam lempung. Maksudnya, jangan karena perintahmu, membuat orang-orang disekelilingmu, tergelincir dalam jurang yang sama dengan mu. "
Sang tafsir : " Tetapi rendamlah hati didalam bara api! Sebelum jurang kan menjadi bekal mati. Maksudnya, rendahkan hatimu pada sesuatu yang kau benci. (Sikap kebaikan, kejujuran, dsb) Sebelum penyesalan yang akan menyambutmu.... "
Itulah hasil terjemahan dari sang ahli tafsir. Pimpinan itu menunjukkan ekspresi meluapnya. Sambil menunggu sang ahli tafsir tersebut selesai membacakan terjemahannya. Merasa digertak dan diperintah oleh sang peramal, ia menjadi tambah murka. Dan, dari sinilah awal mula rencana keji itu dimulai.
* * * * * *
Selain diperkirakan akan menuruni kemampuan hebat milik Tharquest, dan beberapa prakiraan mengenai beberapa bahaya yang akan datang dimasa depan. Alasan kuat itulah, yang akan menjadi titah tanpa bantah dari tetua Klan Rayshawn (bangsa penjaga).
Tetua memerintahkan dirinya (Tharquest), suaminya, beserta anak-anaknya, tanpa terkecuali, untuk meninggalkan kawasan klan dan pergi mengasingkan diri. Ketempat yang sangat jauh, agar kelompok itu tak bisa menemukan Keluarga Tharquest dan anak-anaknya.
Namun apa daya, niat untuk pergi jauh sudah ia lakukan. Tetapi, justru anak bungsunya (Kanaya Tharqi Darnizoe) harus hilang dari genggamannya. Ia sangat tidak menduga hal itu akan menimpa ananknya, meski ia sudah berlari jauh. Tharquest sudah tidak bisa berbuat banyak lagi.
Takdir tuhan telah menyelamatkan dirinya dan keluarganya, tapi tidak untuk putri bungsunya, Kanaya. Yang harus ia relakan sebagai gantinya.
Lalu bukan sampai disitu saja masalah keluarganya silir berganti. Setelah kehilangan putrinya Kanaya, kehidupannya menjadi normal selama tiga tahun berlangsung. Namun tak berapa lama, masalah baru pun kembali hadir. Hampir serupa dengan yang sebelumnya. Namun ini atas kehendak putri sulungnya sendiri.
Ya, benar. Nagci, atau yang bernama Ignacia Darnizoe, yang merupakan satu-satunya anak perempuan yang ia miliki, telah pergi secara diam-diam dari rumah. Tharquest menganggap bahwa putrinya tersebut hilang, diculik sama halnya dengan putri bungsunya. Kemudian, ditelusuri lah setiap desa-desa terdekat yang mengelilingi tempat tinggalnya.
Selama kurang lebih 7 hari berturut-turut, tak kunjung ia menemukan putri tersayangnya tersebut. Pikirannya tak henti-hentinya digentayangi oleh ke-khawatiran yang tak berhujung. Hingga sampailah ia menemukan secarik kertas yang terselip diantara lipatan baju didalam lemari anaknya.
__ADS_1
Setelah membacanya, isakan tangis tak bersuara menjadi hasil, atas pencariannya selama tujuh hari berturut-turut. Secarik kertas menjadi bukti atas kelengahannya. Kamar tidur Nagci menjadi saksi atas kesedihan seorang ibu yang telah membesarkannya hingga detik ini.
* * * * * * *