
" Hey.... Hey.... Para yang mulia sekalian.... (membungkuk hormat) Bagaimana tempat baru kalian....? "
Seorang anak laki-laki bertubuh gemuk dan diikuti tujuh anak di belakangnya. Berparas sangar dan terlihat sekali aura keangkuhannya. Dezyl saja sudah bisa menebak, jikalau kelompok anak itu adalah golongan anak-anak penyalahgunaan kekuasaan.
Lihat Bagaimana sikapnya saat ini. Spontan duduk di sofa yang menghadap ke arah Dezyl dan Eter, dengan kaki diatas meja. Sungguh perlakuan yang tidak sopan untuk menyapa orang baru apalagi pangkatnya lebih rendah dibandingkan keduanya. Sikap lancangnya kepada anggota kerajaan seperti itu, bila terlihat oleh pasukan kerajaan, mereka bisa diringkus oleh para prajurit. Sedangkan anak-anak lainnya, hanya berdiri mengerumuni sambil melempar senyum tak jelas.
" Bagaimana.... Di sini lebih nyaman bukan?! (mengeraskan suaranya) Salah satu hadiah atas status tinggi yang sudah pangeran dan putri dapatkan.... (tersenyum arogan)
Dezyl : (berbisik) " Apa dia lebih senior dari kita? Jikalau bukan. Bolehkah ku hajar dia di sini?! " (tersenyum jahat)
Eter : (terkejut) " Hei.... Jangan bertindak semena-mena gadis tanah. Cari tahu dulu sebelum bertindak.... Nanti kau menyesal.... " (nada lembut nan pelan khasnya)
Dezyl : " Baik.... Baik.... (nada datar yang dibuat-buat sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, tanda menurut) Aku akan diam saja.... "
Eter : " Nah.... Begitu terus ya. Haha.... " (tertawa kecil)
" Hei....! Aku sedang bicara dengan kalian.... Para tuan muda! Apa kalian mengacuhkan ku?! " (menegakkan badannya)
Eter : " Mmm.... Maaf, maaf ya. (menggaruk kepala) Bukan seperti itu.... Ka... Kami, hanya merasa tempat ini biasa-biasa saja. " (tersenyum tulus)
* [APA?!! BIASA-BIASA SAJA?!! (sangat terkejut) Apa kehidupan super mewah nan berkecukupan tingkat tinggi, dengan tempat tinggal istana yang begitu megah dan luasnya melebihi satu sekolah ini tak mampu membuatnya merasakan kenikmatan di Asrama Mille ini?!! Yang Bahkan asrama ini selalu menjadi incaran dan idaman setiap kalangan manapun?!!] (tak ada jeda)
* [Sungguh....!! Semakin membuatku penasaran tentang kehidupannya.... (terheran-heran) Bagaimana cara pihak Bangsa WhiteSylfe dari Istana Bawah Laut dan Istana Bumi memperlakukan mereka, hingga membuat mereka sampai melontarkan kalimat seperti itu.(mengerutkan kening)]
Eter* [Sungguh.... Sebenarnya ini lebih mirip dengan neraka.... Satupun tidak ada yang menyenangkan di sini. " (bosan)
Dezyl* [Ada apa dengan anak itu, tiba-tiba berekspresi seperti terkejut dengan pembicaraan eter. Di mana muka angkuhnya tadi.... Dasar makhluk bermuka dua!! Hmpph!!]
__ADS_1
" Jika kalian mau.... Kalian bisa bergabung bersama kelompokku dan teman-temanku lainnya (bangga menunjuk mereka) Kami adalah orang terpenting di sini setelah kalian! Jadi, ini adalah undangan kehormatan kalian agar bisa bergabung loh....!! Hahaha.... "
Dezyl* [Haaah....!! Lama-lama tambah memuakkan.]
Dezyl : " Maaf saja.... (menarik tangan eter pergi menjauhinya) Aku dan dia lagi tidak ingin memiliki teman! Jadi tolong!! Menjauhlah!! (menarik paksa tubuh Eter yang setengah malas bergerak) "
Eter : " Hey! (melihat ke arah Dezyl, lalu melihat anak-anak yang ditinggalnya pergi) Mm, maaf! Maaf! Tolong maafkan dia! (melihat kearah Dezyl yng menarik tangannya) Hey.... Dezyl.... Apa boleh seperti itu? Bukannya tadi sudah kuperingati? Jaga sikapmu lain kali ya....! "
Dezyl : " Ayolah.... Aku lelah mendengar omong kosongnya, lebih baik kita bertemu Faren dan Syler daripada harus berbicara dengan mereka yang terus-terusan membual.... " (kesal)
Akhirnya Eter hanya pasrah ditarik oleh Dezyl yang pergi ke Asrama Star tempat Faren dan Syler tinggal. Dari luar saja bangunannya sudah tampak sesederhana itu. Untungnya eter dan Dezyl sudah mendapatkan informasi di lantai berapa, dan di nomor berapa kamar yang sudah mereka dapat. Begitu pula halnya dengan Faren, yang dimana ia mendapat nomor kamar yang berdekatan dengan Syler, yaitu 22. Dan Syler sendiri 24. Nah, di kamar Syler lah Dezyl dan Eter memberitahu mereka tentang rencana untuk nanti malam.
* * * * * *
Sementara itu, Xion dan Xino berada di dalam satu kamar yang bernomorkan 23. Berada di lantai 2, tepat diantara kamar Syler dan Faren. Di sana mereka masih belum selesai berdebat, membicarakan masalah identitas yang tertukar.
Xino : " Selanjutnya bagaimana?!! Apa kau mau menggantikanku di Akademi Nonu?! Dan melanjutkan misi dari klan?! Kau harus terima mau tidak mau!! Ini salahmu!! Ini kecerobohanmu!! Seharusnya pikirkan dahulu sebelum kau bertindak bodoh!! " (ketus)
Xion* [Huuh.... (menghela nafas) Ckkk! Tak masalah lah!! Dipikir-pikir, aku juga belum pernah terjun langsung ke medan perang, setelah aku terlepas dari rantal klan yang menjengkelkan ini. Bagus juga untuk melihat, seberapa baik aku mengontrol dan mempersiapkan semua setelah pelatihan keji itu.]
Xion : " Lalu, bagaimana tentang mata-mata klan yang selalu melihat perkembanganmu?. " (datar)
Xino : "Ahh bener juga.... Tak terpikirkan olehku.... (melihat ke arah Xion) Seberapa baik sudah, kau menguasai kekuatan ruang mu? "
Xion: " Tidak tahu. Aku sama sekali tidak pernah melatihnya. "
Xino : " Haaahh.... Sudahlah.... Tidak ada harapan.... " (pasrah)
__ADS_1
Xino : " Mungkin itulah pr-mu.... Pelajarilah jika kau ingin.... (terputus) "
Xion : " Hei!! Itu sama saja bunuh diri, jika menyerang musuh menggunakan amatiran sepertiku!! Aku bukanlah dirimu!! "
Xino : " Huhhh.... Tapi kau juga harus mempelajarinya sedikit-sedikit, untuk berjaga-jaga. Berjaga-jaga dari mata-mata klan yang kapan saja bisa mengecek mu.... Aku pengguna ruang, jadi seluruh akademi sudah aku bentengi dengan 'Pelindung Radar' yang bisa memberitahuku siapa saja yang keluar masuk wilayah akademi.... "
Xion : " Tunggu.... Apa pelindung itu akan tetap aktif meski kau sedang menggunakan kekuatanmu untuk lainnya? "
Xino : " Tentu! Tapi aku tetap harus berlatih untuk memperpanjang masa waktu bertahannya. Ketika dalam Double Power Mode (mode dua kekuatan) pencapaianku terakhir 30 menit. "
Xion : " 30 menit?!! Benarkah?!! Membuat pelindung satu Akademi saja sudah teramat tidak mungkin, jika di sepantarkan dengan umur kita. Apalagi Double Power!! " (terkejut)
Xino : " Hahah.... Pertanda kau harus lebih ekstrem lagi dalam latihanm, jika tidak ingin tertinggal denganku.... " (bangga)
Xion : " Sial!! Tunggu sampai aku menghabisi semua yang ada di sana. "
Xino : " Hahaha, tidak asal main bunuh orang loh. Aku akan memberitahumu mekanismenya. Aku akan melindungimu dari sin. Yahh mungkin aku harus lebih ekstrem lagi nanti malam. Dan sisanya.... Tinggal bergantung padamu.... (memegang pergelangan tangan Xion, dan membuat sebuah tato 'Segel Hubungan'.)
*//Tato Segel Hubungan adalah teknik tingkat atas dalam Dimensi Spassial, yang menyimpan setengah kekuatan Roh hidupmu sebagai gantinya pada objek yang akan dituju. Dengan adanya tato ini, Xino dapat memantau Xion dengan menyatukan setengah kekuatan Roh hidupnya pada tubuh Xino. Sehingga Xino dapat mengatur, kapan ia harus melindungi Xion dengan pelindung radarnya.
Pelindung radarnya juga dapat menghalusinasikan siapa saja sesuai dengan keinginan Xino. Xino bisa membuat musuhnya tak berkutik jika sang musuh tiba-tiba melewati pelindungnya. Ibaratnya, seperti perangkap jaring laba-laba yang tidak akan melepaskan musuhnya sampai sang laba-laba itu sendiri turun tangan.//*
Xion : "HEII....!! HEII...!! (menepis tangan Xino, seperti ingin membatalkan apa yang Xino lakukan, tapi Xino berhasil melakukannya) HEII!! (marah) KAU TAK PERLU MELAKUKAN SEJAUH INI....!! (mendorongnya) BATALKAN KEMBALI!! APA KAU SUDAH GILA?!! "
Xino : " Cukup! (hening sesaat dan saling memandang) Bertaruhlah denganku atas nama Ibu.... (menatapnya serius) Aku sudah memperjuangkan hasil kerja kerasku dan juga kerja keras ibu mengajariku.... "
Xino : " Lihat!! (menunjukkan pergelangan tangan Xion) Tidak sia-sia kan?!! Jadi lakukan hal yang sama dengan caramu sendiri!! Ingat.... Kalau mereka (mata-mata klan) sampai tahu kita bertukar, habislah sudah. Kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan dengan cepat.... "
__ADS_1
Xino : " Jika saat kau berada di sana mendapat kesulitan, apalagi saat bertarung, panggil saja aku. Kau tidak bisa memaksa perbedaan pada kita. Meski kembar, spiritku denganmu tetap berbeda. Apalagi sikapmu.... Lebih berhati-hatilah dengan itu. "
* * * * * *