
Keesokan paginya, ketiga orang anak itu sudah berada di masing-masing tempat tidur mereka yang bersebelahan. Mereka dibawa dan di istirahatkan di ruang pengobatan. Terdapat dua orang dokter yang tengah mengecek keadaan masing-masing dari mereka. Kedua Raja yang menunggu anak-anaknya sadar, merasa sangat cemas.
Bahkan Ratu Yinya, yang sedari malam tidak tidur demi merawat dan menjaga mereka, masih tak ingin beranjak dari sisi mereka. Raut wajahnya tampak sedih. Ayah Syler juga menunggu di ruangan dengan harapan besar agar anaknya baik-baik saja.
Raja Altergust : " Arata.... (berjalan menuju ayah Syler). Aku benar-benar minta maaf telah membuat anakmu menjadi seperti ini. (sedikit menunduk hormat) Aku terlalu keras padanya. Aku akan bertanggung jawab penuh atas kesehatannya dan apa saja yang mungkin terjadi padanya. Serahkan saja semuanya padaku... "
Aratasun : " Yang Mulia.... (berdiri dan hormat tunduk kembali) Saya tahu anda hanya ingin membantu Syler untuk mendapatkan tipe spiritnya. (kembali ke posisi awal) Saya kerap merasa khawatir jika gejala anehnya itu muncul, tetapi saya sendiri tidak tahu harus berbuat apa....Tapi berkat bantuan Yang Mulia, kini Syler sudah mendapatkan apa yang selama ini ia inginkan. Seharusnya saya berterima kasih, atas bantuanmu Yang Mulia.... " (berlutut hormat)
Raja Altergust : " Aku sejak lama memang sudah mengetahui jika perkembangan spiritnya terhambat. Lalu aku memikirkan banyak cara supaya Syler bisa mengeluarkan secara penuh kekuatan spiritnya. Namun cara pertama sepertinya tidak benar, dan dari disitulah aku berprasangka bahwa ada sesuatu yang istimewa lagi, di dalam dirinya. Setelah ku selidiki, ternyata Syler memiliki potensi spirit yang berbeda dengan bangsa kita.... " (bahagia)
Raja Altergust : " Selamat Arata, kau sudah menurunkan kemampuan yang luar biasa padanya! Aku turut berbangga padamu. " (menepuk bahunya)
Aratasun : " Maaf Yang Mulia.... Bukan saya yang menurunkan kemampuan hebat ini padanya, (tersenyum) Tetapi ibunya lah yang menurunkan hal seistimewa ini kepadanya. "
Raja Altergust : " Owhh.... Jadi begitu. Haha.... (tersenyum), pantas saja.... "
Ditengah perbincangan, terdengar suara Dezyl yang memanggil ayahnya dengan suaranya yang lemah. Hanya Dezyl lah orang pertama yang sadar dari pingsannya. Kemudian setelah beberapa menit, akhirnya Eter pun membuka matanya. Walaupun ia masih tak bisa banyak bergerak dan bangkit dari tempat tidurnya, kondisinya sekarang jauh lebih baik.
Ratu Yinya melihat anaknya sudah sadarkan diri sangat bersyukur berterima kasih. Raut wajahnya kembali bahagia, menawarkan Eter dan Dezyl sarapan, bahkan dia mau untuk menuruti semua kemauan anak-anak. Ayahnya, Raja Altergust yang menganggap sikap istrinya terlalu memanjakan anaknya, merasa bahwa itu tak perlu ditunjukkan. Dia mendekati Eter dan menasihatinya.
Raja Altergust : " Eter... Mengapa kau begitu ceroboh! (berjalan mendekati tempat tidur Eter) Kau belum memasuki tahap kelima, dan kau sudah mengeluarkan bola energi, itu sangat berbahaya. Kau bisa kehilangan nyawamu detik itu juga. Apalagi.... " (terputus)
Ratu Yinya : " Suamiku....!! (mendorongnya menjauh dari Eter). Kau menganggap dia baik-baik saja?!!.... Setelah apa yang kau perbuat padanya!! Dia baru saja sadar.... (tidak terima) Jadi janganlah mengacau, atau memarahinya dulu.... Lagipula, Eter pasti terpaksa menggunakannya untuk melindungi dirinya dan teman-temannya. Aku sarankan...!! Jika kau terus menyalahinya aku akan membunuhmu!! " (menatapnya sadis)
Raja Altergust : (tersentak dengan perkataan istrinya) " Ahh... Haha.... (tertawa pelan). Baiklah istriku, (mengalihkan pandangan) Padahal aku baru saja ingin memujinya... Baiklah... Aku akan diam. Aku tak akan bersuara lagiii...." (berjalan menjauh)
Raja Dust : " Hmph!!... Hmph! (menahan tawanya) HAHAHA.... Rasakan itu!! Dasar orang tidak tahu menahu waktu dan tempat.... Haha... " (tertawa puas)
Kemudian, Ratu Yinya menyuruh para pembantu agar menyiapkan kamar untuk mereka beristirahat. Ketika Ratu Yinya ingin menyuapi Eter dan Dezyl, keduanya tidak mau makan. Tapi Dezyl menolak dengan alasan cuma menginginkan agar ia pulang ke rumah saja. Raja Dust pun mengiyakan permintaan putrinya. Ia mengerti bagaimana putrinya hanya ingin beristirahat di rumah.
Tapi ia berpesan agar putrinya menghabiskan sarapannya terlebih dahulu agar bisa pulang. Karena perjalanan pulang untuk sampai di Kerajaan Bumi lumayan lama dan jauh. Demi untuk menghindari perut Dezyl yang kosong. Raja Dust meminta kepada pelayan yang ia bawa untuk menyiapkan kereta kepulangan mereka.
Setelah Dezyl menghabiskan makannya, Raja Dust segera berpamitan kepada Raja Altergust dan Ratu Yinya. Raja Altergust lah yang mengantarkan Raja Dust keluar sampai di keretanya.
__ADS_1
Sejak kepulangan Raja Dust siang tadi hingga malam hari pun tiba, Syler masih belum sadarkan diri. Eter yang dibantu pemulihan oleh ayahnya, sekarang ia sudah bisa beranjak dan berjalan kesana-kemari, walaupun tidak selincah biasanya.
Eter menunggu Syler agar ia segera sadar, ia merasa risau. Suhu tubuhnya masih terbilang lumayan dingin. Padahal perapian dikamar Eter sudah dinyalakan, begitu pula dengan selimut yang berlapis-lapis menyelimuti tubuhnya. Sesekali Eter juga mengkompresnya dengan air hangat.
Wajah Syler tetap memucat, bibir tipisnya kering pecah-pecah, tubunya tak berhenti menggigil, detak jantungnya juga melambat. Karena kondisi Syler semakin lama semakin memburuk, Raja Altergust memerintakan kepada perdana menterinya untuk mencarikan dokter terbaik darimanapun juga.
Perintah ini telah menyebar dengan cepatnya hingga keseluruh penjuru wilayah kekuasaan Kerajaan Laut. Namun dalam tiga hari kedepan tidak ada satupun orang yang berhasil lolos dari uji coba seleksi keamanannya. Dan pada akhirnya....
Perdana Menteri : " Yang Mulia.... (sikap hormat) Sebenarnya ada banyak orang yang berdatangan untuk mengikuti seleksinya. Tapi tak ada satupun dari mereka yang berhasil lolos, baik dari segi keamanan, bahan pengobatan yang dipakai, serta skill dari pengobatan mereka juga buruk. "
Perdana Menteri : " Dan siang ini kita kedatangan seorang pemuda yang mengaku mampu mengobati Syler. Aku merasakan ia masih berada ditahap dua spirit Yang Mulia. Ia juga tidak ingin memberitahu identitasnya sebelum Yang Mulia menemuinya. " (risau)
Raja Altergust : " Baiklah suruh dia menemuiku di ruanganku. " (lantang)
Perdana Menteri : " Tapi Yang Mulia, banyak orang yang mengaku-ngaku mampu mengobati, tapi pada akhirnya.... Aku takut itu akan mengecewakanmu Yang Mulia. " (khawatir)
Raja Altergust : " Kita lihat saja dulu apa yang pemuda itu bisa, kita belum mengenalnya, kenapa kita terlebih dahulu berprasangka buruk terhadapnya. Mungkin dia bisa menjadi yang paling berbeda diantara lainnya kan?!! " (tegas)
Perdana Menteri : " Baik Yang Mulia, segera saya laksanakan.... " (pergi)
TOK!! TOK!!
Perdn Menteri : " Yang Mulia.... Ini dia orang yang ingin menemuimu. Apa perlu saya menyuruh beberapa pengawal untuk berjaga disini? Yang Mulia?. "
Raja Altergust : " Tidak perlu. " (padat dan singkat)
Perdana Menteri : " Baiklah jikalau begitu, saya izin keluar ruangan. Silhkan masuk.... " (membuka lebar pintu dan mempersilahkan pemuda tadi masuk)
Raja Altergust* [Pemuda itu menggunakan jubah hitam panjang yang menutupi wajahnya. Tinggi badannya.... Hampir setara dengan Eter?!. Apa ia masih anak-anak? Dari aura tipe spiritnya saja masih rendah, mengapa dia mengaku-ngaku mampu untuk menyembuhkan gejala Syler? (curiga)]
" Salam hormat untukmu Yang Mulia Raja.... " (berlutut hormat, dengan kepala tertunduk)
(Hening)
__ADS_1
Raja Altergust* [Hmm... Sepertinya... Pemuda kecil yang satu ini mengerti tata krama kerajaan. Biasanya setiap orang luar bicara padaku, begitu hormat mereka langsung menyatakan apa tujuan mereka. Tetapi pemuda ini tidak, ia seakan menungguku memberikannya perintah untuk berbicara.... Sungguh pemuda yang misterius, siapa dia sebenarnya.]
Raja Altergust : " Engkau mengajukan dirimu sendiri, dan sangat yakin mampu untuk menyembuhkan salah satu anggota keluargaku. Dokter terakhir yang berhasil mendapatkan kesempatan tersebut masih tak mampu untuk menyembuhkannya. Aku harap engkau sudah mempertimbangkan kembali keputusanmu. " (memberikan pertimbangan)
Sang Pemuda : " Tentu Yang Mulia. Jika tidak, aku mungkin tidak akan berani datang kemari. " (menjawab mantab)
Raja Altergust : " Bagus....!!! Bangkitlah dan tunjukkan wajahmu. Perkenalkan juga padaku darimana kau berasal. "
Sang Pemuda : (berdiri) " Terima kasih Yang Mulia sudah menerimaku, tapi sebelum aku memperlihatkan wajahku, apa aku bisa meminta imbalan sebagai hadiah dari usahaku? "
" Imbalan? Tentu aku akan memberi apa yang kau inginkan jika kau berhasil menyembuhkannya selama masih masuk diakal. "
" Sepakat!! Tapi aku hanya ingin meminta imbalanku setelah aku bisa membuktikan pada Yang Mulia (membuka penutup kepala dan masker) bahwa aku bisa menyembuhkan anak itu. " (tersenyum)
" Kaauu...!!! (Mengerutkan kening), mengapa kau ada disini?! pangeran, apa tujuanmu sebenarnya!!! " (berdiri)
" Tenang saja Yang Mulia, aku tidak akan membuat masalah. Bukankah tujuanku kemari hanya untuk menyelamatkan seorang anak yang merupakan sahabat dekat dari putramu?!!. " (sedikit terbata-bata)
Raja Altergust terdiam, ia masih berpikir panjang. Ia tidak ingin berurusan dengan orang-orang dari pihak luar wilayahnya. Apalagi hubungan bangsa air dengan bangsa api sedang tidak baik-baik saja. Namun ia sudah terlajur mengajukan kesepakatan dengan pangeran kedua, Raja Api tersebut.
" Baiklah, aku percaya padamu. Dan jangan mengecawakanku, jika sesuatu yang lebih buruk terjadi padanya, aku akan bertindak tegas dan tidak akan main-main lagi. " (serius)
" Terima kasih Yang Mulia atas kepercayaan yang kau beri. " (menunduk hormat)
" Perdana menteri....!!! (mengeraskan suara). Masuklah kedalam ruangan!! "
" Ada apa tuanku? (menoleh ke arah pangeran), Hahh..!!! Yang Mulia.... Dia.... Dia adalah Pangeran Firedree?! (terkejut) Pengawal....!!! "
" Tidak!! Itu tidak perlu perdana menteri, dia memiliki tujuan yang baik. Bawa dia menemui Syler. "
" Ah.... Baik Yang Mulia (menunduk). Mari ikuti saya pangeran. "
Perdana menteri menuntun Pangeran Firedree kedalam kamar Eter. Ratu Yinya yang ada di ruangan juga terkejut melihat kehadiran pangeran. Dia sempat memasang sikap bersiaga. Namun Raja Altergust menyusul masuk dan menjelaskan semuanya. Setelah mendapatkan izin, Pangeran Firedree bisa mendekati tempat tidu.
__ADS_1
* * * * * *