
Ratu Yinya : " Raja Dust sudah memberikan izinnya, aku hanya menunggu izin darimu juga Yang Mulia. Bagaimanpun segala keputusan ada ditanganmu. " (tersenyum)
Raja Altergust : (terdiam) " Apapun itu, selama baik untuk semuanya, aku akan memberikan izinku. Apalagi.... (melihat ke arah Raja Dust) Sepertinya ini pertanda dari dimulainya persiapan untuk menyambut kawan lama kita. Benarkan Dust?. "(tersenyum jahat)
Raja Dust : " Hahaha.... Ternyata kau masih mengingatnya. Al.... Al.... kurasa dendammu masih membara. Hahah.... " (memakan manisan)
Raja Altergust : " Membinasakan satu bangsa yang bisa dibilang mempunyai pengaruh besar terhadap seluruh benua ini, tentu sangat tidak bisa dimaafkan. Mereka harus membayarnya dengan sepadan. "
Raja Altergust : " Bangsa Petir bisa dikatakan sebagai bangsa yang paling dihormati, dijunjung dan sangat ditakuti. Karena mereka sangat cerdas dalam bidang apapun. Pertahanan, penyerangan, pembunuhan diam-diam, juga ciptaan mesin-mesin perang yang mengerikan, dan ilmu bela diri mereka yang tidak perlu diragukan. "
Raja Altergust : " Kebanyakan dari mereka memiliki otak yang sangat jenius, mereka bahkan sejak kecil sudah dibiasakan memegang pedang, dan diwajibkan untuk bisa menguasai bahasa-bahasa dari bangsa lain. Walaupun masih kecil, tapi anak-anak disana sangat mengerti kapan mereka harus menggunakannya dan kapan tidak. Para waganya pun sangat disiplin dan mereka sangat memegang erat rasa keharmonisan. "
Raja Dust : " Terlebih itu, dibalik segala kehebatan bangsa petir, mereka juga memiliki Klan kuno yang sangat terkenal sangarnya. Apalagi klan tersebut berada diperingkat pertama dari tiga klan kuno terkenal lainnya. Itu jadi pendukung di balik layar mereka. Setelah terdengar kabar, mereka telah lenyap dalam semalam, kurasa itu cuma karangan dari cerita orang-orang bodoh.....! Aku sangat mengenal pimpinan bangsa itu!! Itu pasti mustahil. "
Ratu Yinya : " Itu benar.... Yang Mulia. Huuuft.... (menghela nafas) Rasanya memang mustahil bila mereka telah binasa. Tapi pada kenyataannya yang bisa kita percaya saat ini memanglah begitu. "
Raja Dust : " Tenang saja kakak ipar, aku akan membantumu untuk menemukan orang itu. Aku akan mengerahkan seluruh kekuatan bangsa tanah bila diperlukan untuk melindunginya. "
Bangsa Petir, pernah menjadi perbincangan yang sangat panas dan sensitif sekitar 6-7 tahun yang lalu. Setelah pembantaian, pemberontokan, dan pengkhianatan hari itu. Seluruh orang-orang berbangsa Petir hilang dalam semalam. Banyak rumor-rumor yang belum dipastikan kebenarannya.
Tapi tak semua orang berbangsa Petir ikut menghilang secara menyeluruh, ternyata beberapa nya, berhasil menyelamatkan diri, dan pindah ke negara tetangga untuk menyambung hidup. Raja Altergust pernah menggali informasi lebih dalam mengenai peristiwa tersebut, dengan Anggota Pencari Informasi dan para relawannya, yang khusus ditugaskan untuk menemukan apapun yang bisa dijadikan petunjuk.
Tidak membuahkan hasil banyak selain, bagaimana cara mereka, dan apa yang mereka gunakan untuk meluluh-lantahkan kerajaan itu. Namun setelah berselang tiga tahun kemudian tidak ada juga perkembangan yang bisa didapatkan, hingga datanglah seseorang nelayan yang mengaku, bahwa dulunya dia adalah seorang prajurit cadangan di Kerajaan Petir.
Dia mendatangi raja setelah melihat sebuah poster kerjaan yang disebar disekitar area kerajaan. Poster itu berisikan mengenai pengumpulan informasi untuk membantu dan meluruskan berita tidak benar yang dibuat-buat terhadap Bangsa Petir. Dari situlah Anggota Pencari Informasi menemukan banyak fakta yang mengejutkan.
Diantaranya :
- Hanya sekitar 10% orang saja yang berhasil selamat dari peristiwa mengerikan tersebut.
- Geng Tengkorak Pembantai, dan beberapa kelompok kecil (berbahaya) lainnya, adalah dalang dari semuanya.
- Ada sekitar sepuluh Ksatria Elemen yang mendukung pemberontakannya.
__ADS_1
- Anak terakhir dari raja dan ratu berkemungkinan besar selamat.
Dan yang lebih mengejutkan :
- Salah satu orang yang berperan penting dalam peristiwa itu adalah pangeran tertua dari sang raja, yang menjadi pengkhianat untuk bangsanya sendiri.
- Ada kemungkinan besar bahwa seluruh keluarga kerajaan masih ada hingga sekarang. Namun tidak ada bukti yang bisa dipastikan.
Perihal ini hanya diketahui oleh kedua pimpinan kerajaan, Ratu Yinya saja, dan beberapa anggota yang telah terpecayakan. Mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Bangsa Petir membuat mereka tidak mau berdiam diri dan bendengar semua omong kosong orang-orang.
Diskusi yang sangat lama dan keseriusan dalam membahasnya, membuat Raja Dust memecah keheningan sesaat dengan bunyi perutnya. Membuat Raja Altergust dan Ratu Yinya memandang kearahnya dengan pandangan ingin tertawa tapi berusaha ditahan.
Raja Dust : " Kakak ipar....!! Bukankah kau mengundangku untuk jamuan makan malam bersama? Sepertinya sudah waktunya!! Hehehe... " (memancing)
Raja Altergust : " HAHAHA....!!! DUST... DUST!! Ternyata kau masih saja sama seperti dulu.... " (tertawa tak menduga)
(Ratu Yinya menahan tawa)
Raja Dust : " Hehe.... Aku tidak menyempatkan makan siang sebelumnya, karena aku harus mengajari Dezyl.... (teringat) Oh iya....!!! Dimana putriku, dia tidak bersamaku daritadi?. " (melihat kekanan dan kiri)
Raja Altergust : " HAHA... (Tertawa lepas) Istriku, kau ada benarnya juga.... HAHAAH.... Baiklah.... Baiklah, Dust, ayo kita ke meja makan. (berdiri) Istriku, tolong beritahu pelayan agar memanggil anak-anak ke meja makan. "
Ratu Yinya : " Tentu, Yang Mulia. " (tersenyum)
Para pemimpin kerajaan tersebut keluar ruangan, berjalan menuju ruang makan keluarga. Sepanjang jalan mereka saling berbincang dan bercada. Ratu Yinya menghampiri perdana menteri yang menunggu di depan pintu. Memberikan arahan kepadanya untuk menyuruh pelayan memanggil anak anak.
Ratu Yinya pun menyusul, dan setelah sampai disana, mereka terkejut ternyata anak-anak sudah ada di meja makan. Mereka bahkan sudah mulai memankannya. Walapun makanan di meja masih banyak tetapi....
Raja Altergust : (terkejut) " ETER....!! Ada apa ini, (menghampiri) kamu seharusnya menunggu tamumu kemari!! Lalu kita bisa makan bersama. Seharusnya dahulukan tamu terlebih dahulu mengerti?!! " (berusaha tenang)
Raja Dust : " Dezyl!! Putriku.... Kamu mengerti tata krama bukan. Apa sikap seperti ini pantas untuk ditunjukkan?. " (tegas dan serius)
Ratu Yinya : " Ahh.... Yang Mulia Dust.... Suamiku.... Sudahlah tidak apa-apa.... Mungkin mereka sangat lapar jadi tidak bisa menunggu kita. " (tersenyum)
__ADS_1
Eter : " Benar ibu, perutku sangat lapar, kami bertiga juga belum makan. Dan kami tidak tahu jikalau semua ini untuk dimakan bersama nanti. Kami berpikir ini disiapkan khusus untuk kami. Benarkan Dezyl, Syler?. "
Syler : " Eter....(dingin) Bukankah ini sedikit agak lancang Eter jika memakannya? Jika kau memang tak mengetahuinya, seharusnya tidak usah memakannya kan?! " (sedikit memelankan suara)
Dezyl : " Ap.... Apa!! Mengapa kau berkata seperti itu?!! (memandangnya dengan kesal) "
Dezyl* [ Tidak bisakah dia sedikit membela? (sangat kesal) Dan berkata sesuai waktu yang tepat? Huuh!! ]
Eter : " Dezyl benar!! Bukankah tadi kau juga yang mengajak kami makan?! " (Eter jadi terbawa suasana)
Ratu Yinya : " Ehh.... Anak-anak.... (mendekat) kenapa kalian jadi berkelahi seperti ini?. Sudah tidak apa-apa jika kalian memakannya, tapi perlu diingat juga ya... kita harus menunggu semuanya berkumpul di meja makan. Tapi untuk kali ini Eter, sikapmu ibu maafkan, dan jangan mengulanginya lagi yaa.... Dan untuk kalian bertiga makanlah saja.... Bibi akan mengantarkan para raja di meja lain saja. Mengerti semuanya? " (tersenyum manis)
Eter : " Tapi ibu dia kann.... " (berusaha membela)
Raja Altergust : " CUKUP ETER!!.... Tidak seharusnya kamu bersikap seperti itu saat di meja makan. Pertama kamu makan mendahului para tetamu, dan kamu juga masih berkelahi saat dimeja makan. Kamu sudah melanggar aturan, kamu harus dihukum. Setelah makan malam ini, ayah ingin kamu berdiri semalaman di halaman luar!! Bawa buku pelajaranmu dan pelajari, ayah ingin agar kau bisa menyadari dimana letak kesalahanmu itu. " (berjalan pergi)
Eter : " Apa?!! Bahkan ayah pun membela Syler? Dan ayah menghukumku semalaman? Bagaimana dengannya? " (marah, menunjuk Syler)
Raja Altergust : " Ayah tidak membela siapapun. Apa yang Syler katakan benar. "
Ekspresi Eter tampak sangat marah, lalu ia pergi meninggalkan meja makan sambi mengepalkan kedua tangannya.
Eter* [ Apa-apaan si-Syler itu!! Dia keterlaluan!! Memojokkan teman sendiri dan berusaha mencuri sorotan!! HAAH!! MENJENGKELKAN!! ]
Raja Dust : " Dezyl....!! Kau sudah mendengar apa yang dikatakan Raja Altergust kan? Selesaikan makananmu lalu temui Pangeran Eter dan jalani juga hukumanmu!! " (tegas)
Raja Altergust : " Tapi Dust.... Aaku hanya menghukum Eter seorang, mengapa kau juga.... " (terpotong)
Raja Dust : " Tidak apa-apa sahabatku, anggap saja ini sebagai pelajaran juga dariku, kau tak perlu khawatir. " (berbisik)
Dezyl memandangi wajah ayahnya sebentar dengan sangat kesal. Dia masih berdiri teridiam, lalu pergi dengan tenang. Suasana seketika berubah total menjadi hening. Syler menundukkan kepalanya, melihat teman-temannya menerima semua kesulitan darinya, membuat dia sangat merasa bersalah. Dia menyadari bahwa perkataannya barusan malah membuat keadaan semakin memburuk.
Syler : " Raja Dust.... (berdiri) Aku minta maaf (membungkuk hormat) Karena terjadi banyak sekali keributan di kedatanganmu hari ini.... Aku.... Aku sungguh minta maaf. " (meletakkan tangan kanan didada kiri seraya membungkuk)
__ADS_1
Raja Dust : " Ah itu tidak perlu nak, aku juga meminta maaf atas kelakuan yang tidak menyenangkan dari putriku. " (menurunkan tangannya)
* * * * * *