Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Prolog (4)


__ADS_3

Di kawasan Kerajaan Bumi, pada waktu yang sama, terdengar beberapa kali hentukan pedang. Seseorang didalam area pelatihan tak henti-hentinya mengeluarkan teriakan semangatnya. Meskipun keringat membasahi tubuhnya, ia tak gencar menghindari setiap serangan pedang yang bertubi-tubi mengarah kepadanya. Fokus dan fokus untuk memperhatikan kemana arah datangnya pedang.


" Hiyyaah...!!! " TANGG !! (suara hentukan pedang)


" Bagus!!.... Lagi!!.... Lagi!!... Ayunkan pedangmu lebih kuat !!! "


" Haiyaah.... " TANGG !!


" Terus.... Arahkan ke kanan!.... Lalu kiri!!.... Bagus!!.... Gerakan memutar!!..... Oke, berhenti.... Hahaha!! Bagus Dezyl.... Kau semakin bagus menguasai gerakan tadi... Hahaha... Putri Ayah sekarang tambah berkembang.... Bagus, tingkatkan yaa! Hahaha... " (ceria)


Gadis kecil tadi menepi ke pinggiran arena, lalu terbaring terlentang. Sepertinya dia sangat kelelahan. Keringatnya masih saja bercucuran dari keningnya. Nafasnya tersengal-sengal, pedang yang ia genggam ditaruh begitu saja.


" Haih... Putri kecil Ayah sudah lelah?. Ayah belum lagi mengajarimu teknik khusus perlawanan terbaik. Teknik ini turun temurun dari bangsa kita, teknik terbaik sepanjang masa.... Hahaha.... Bagaimana kau akan menjadi seorang Srikandi perang jika kau sudah lelah, padahal ini baru latihan dasar, Hahaha.... "


" Yang Mulia Ku, jangan samakan putriku denganmu, ia jelas berbeda denganmu. Dia masih kecil.... Jangan terlalu memaksakannya. " (suara yang lembut)


" Ibu?!.... Sejak kapan ibu ada disini? " (duduk)


Mendekati Putrinya, lalu duduk disebelahnya sembari membenahi pengikat rambut Putrinya yang sudah acak-acakan. Ia juga mengelap keringat Dezyl dengan sapu tangan


" Beberapa menit yang lalu sayang, apa kamu tidak melihat Ibu dari tadi?. Yaah... Sepertinya Putri Ibu, yang satu ini sangat serius dalam latihanya ya, sampai-sampai, ia tidak menyadari keberadaan Ibunya. "


" Bukan seperti itu Ibu... Hihi.. " (tertawa kecil)


" Istriku ada apa kau menemui kami. Biasanya kau tidak mau jikalau kami mengajakmu kesini. Lalu sekarang, tiba-tiba datang kemari pasti ada sesuatu yang tidak biasa bukan?! Hahaha.... Ada apa wahai Ratuku... Hahaha.... " (menggoda)


" Suamiku.... (nada yang lebih lembut) Ohh bukaaan!.... Rajaku tercinta.... (mendekat kearah sang Raja dengan wajah tersenyum) Apa kau tidak merasa melupakan sesuatu? " (balik menggoda)


" Sesuatu...? Apa dia, wahai Istriku.... " (nada menggoda, tapi mengerikan, dengan lemparan senyum)


" Ohh.. Ya ampuunn.... Ternyata memang pelupa yaa! (menyesal telah memancing). Suamiku..., bukankah malam nanti kau akan mengadakan pertemuan di Kerajaan Laut?!, sore ini kau dan Dezyl harus sudah bersiap dan berangkat. "


" Oh.... Iyaa!! Itu benar!!.... Ya ampunn... Bagaimana aku bisa lupa!!! (Melepas pakaian pelindung) .... Sebaiknya, aku harus segera bersiaaap. Istriku....! Suruh para pelayan-pelayan itu menyiapkan keretaku. (Berjalan pergi) Dezyl.... Kau pun juga harus bersiap.... Ayoo!!... Jangan sampai terlambat!! " (buru-buru pergi)

__ADS_1


" Iya... Baiklah Ayah. " (berdiri lalu meninggalkan area pelatihan)


Ratu* [ Sifat pelupanya tidak pernah berubah ya... , (tersenyum) masih sama seperti dulu... Hehe (tertawa lirih)]


(Sang Raja kembali) " Owhh.... Ada apa suamiku?...Apa ada yang terting... " (terputus)


(Mencium pipi sang Ratu) "Terima kasih.... Istriku.... Engkau sudah mengingatkanku. Kalau begitu aku bersiap-siap dulu, lalu aku akan pergi. " (berjalan menjauh)


" Hanya untuk beberapa hari saja, Istriku.... Jangan sampai kau mencari ya!.... Hahaha!. "


Sang Ratu hanya bisa tersenyum bahagia, melihat tingkah laku sang Raja. 'Tingkah laku uniknya, selalu membuat orang disekitarnya bahagia.' Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Raja Laut, yang sekarang ia pegang. Mereka berdua telah berkawan baik sejak masih di akademi menengah. Hingga dewasa pun, mereka tetap saling mengunjungi.


* * * * * *


Selepas menyelesaikan tugas dari Ayahnya, Syler dihampiri oleh seorang pembantu, posisinya sebagai pengurus anggota keluarga yang lebih muda. Pembantu tersebut mengatakan agar Syler segera bergegas, bersiap menyambut kedatangan Raja Tanah. Syler dibantu untuk mengenakan pakaian formal kerajaan. Walaupun Sylersun bukan bagian anggota keluarga kerajaan, tetapi Yang Mulia Raja menyuruhnya untuk tetap hadir saat penyambutan nanti.


Syler sangat senang, apalagi jika Raja mengetahui bahwa Eter, Syler dan Dezyl adalah sahabat baik, mungkin itulah penyebab Raja membuat Syler ikut dalam kegiatan makan malam bersama pihak anggota Kerajaan Tanah.


Di balkon istana lantai dua, Sylersun berdiri melihat pemandangan sore dengan matahari yang sudah berada di ufuk. Menyinari biru nya langit, yang sudah bercampur dengan warna jingga keunguan. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Terlebih jika disaksikan dari atas, bersama semilirnya angin pantai.


Di balkon tersebut terdapat dua pengawal istana yang sedang berjaga, dan juga seorang wanita pengurus yang sedang menata Syler. Hanya terdengar suara arahan dari sang pembantu saja, sedangkan Syler hanya terdiam dan menurut apa yang dikatakan pembantu tersebut. Hingga pada akhirnya Syler merasa jenuh, terus-terusan diam tanpa bicara, lalu ia memberanikan diri untuk mengobrol dengan sang pembantu.


" Mmm.... Bibi pengurus, apa pendapatmu, melihatku?. Apa... Aku masih kurang tampan?. " (dengan muka polos)


" Haha.... (tertawa kecil). Syler kecil.... (menyentuh hidungnya), kau itu sangat tampan. Kau juga memiliki wajah yang indah, terutama rambutmu ini yang menjadi ciri khas mu di istana (sambil menyisir rambut). Di istana kerajaan laut, hanya kau sajalah satu-satunya orang dengan warna rambut kuning pirang, tetapi kau memiliki bola mata berwarna abu-abu seperti kebanyakan orang disini. " (menjelaskan perlahan)


" Lalu apa artinya itu?. " (bingung)


" Mungkin saja warna rambutmu nantinya, bisa menunjukan tipe spiritmu. Bahkan sampai-sampai ketika Yang Mulia Raja melihatmu untuk pertama kalinya, tepat saat ayahmu baru bekerja disini, mungkin usiamu saat itu tiga tahun, Yang Mulia tampak sangat senang denganmu, apalagi ketika mengusap rambutmu. Sangat berkilau dan lebat. Kamu saja sudah seperti dianggap anak sendiri oleh Yang Mulia, Syler. Sungguh hebat bukan?! " (antusias)


" Mungkin kehilangan pangeran pertama, membuat Yang Mulia berpikir kalau kamu itu ibarat reinkarnasi dari pangeran pertama. Terlebih.... Ketika melihat Pangeran Eter sangat senang berada di sekitarmu. Itu merupakan kebahagian tersendiri. Kau itu sangat istimewa Syler, jangan merasa kecil hati ya!... "


" Istimewa...? Aku saja masih belum mendapatkan tipe spiritku, aku juga tidak bisa masuk sekolah gara-gara itu. (menunduk) Aku diejek aneh, aku juga kerap dituduh anak sampah yang dipungut Ayahku.... Karena aku lahir dengan penampilan yang berbeda dengan Ayah, dan lebih terlihat bukan seperti bangsa dari White Syllfe. Apa istimewanya aku?. " (sedih)

__ADS_1


{ White Syllfe adalah negara yang dihuni oleh dua bangsa, satu bangsa dengan elemen dasar yaitu (bangsa air) dan satu bangsa lagi dengan elemen turunan (bangsa es). Di negara ini juga, rumornya memiliki Klan Kuno Elf, klan yang masuk dalam deretan tiga klan kuno paling bersejarah di benua ini. Klan Elf juga masih menjadi misteri hingga saat ini. Karena keberadaan mereka masih menjadi teka-teki hingga saat ini. Tetapi masyarakat sekitar memang percaya bahwa anggota kerajaan masih memiliki darah dari Klan Elf}


" Syler kecil.... walaupun kamu belum menemukan tipe spiritmu, bibi yakin....! (antusias) Kamu pasti bakal menjadi orang yang memiliki tipe spirit paling berbeda, dan luar biasa hebatnya di kerajaan ini. Jadi teruslah berusaha ya...! Jangan patah semangat gitu dong... Anak tampan tidak bagus kalau cemberut, jadi Syler harus selalu tersenyum yaa! Hah... " (menggerakkan mulut Syler agar tersenyum)


" Dan kamu tahu tidak? siang tadi bibi tidak sengaja mendengar percakapan Yang Mulia saat melewati ruang tahta, Yang Mulia Raja mengatakan, jika Pangeran Eter sudah lulus dari sekolahnya, pangeran, Syler, dan Putri Dezyl akan dimasukkan ke dalam Akademi Kwon. Kalian bertiga akan belajar bersama-sama di sana, jadi tak usah khawatir jika kamu tidak bisa bersekolah lagi ya?!! . "


(Menundukkan kepala).


" Hei... Jangan murung, tersenyumlah. Teman baikmu akan segera sampai, apa kau mau memperlihatkan wajah murung mu itu kepadanya?. "


(Mengangkat kepala, lalu tersenyum) " Tentu saja tidak. "


" Uhh...!! Manisnya.... (mencubit pipi Syler) tak heran bila Yang Mulia Raja menyukaimu. "


" Bibi pengurus....!!!. " (suara yang berbeda)


(menoleh) " Mm...?!! Ah pangeran?. Salam Yang Mulia Muda (membungkuk memberi hormat). Ada yang bisa saya.... "


" Bibi.... Kau hanya memuji Syler, bagaimana denganku?. " (cemburu)


" Ahh... Haha... (tertawa lirih) kau juga sangat manis pangeran, dan kau juga sangat lucu. (tersenyum)."


" Hmmm...!! Tapi ketampananku ini tidak mau disamakan dengan Syler lohh... Bibi. Bibi aku mendengar pembicaraanmu dengan Syler tadi, apa sungguh aku dan Syler akan ke Akademi Kwon?. " (berseri-seri)


" Emm... Itu... (bingung). Itu.... Itu mungkin pangeran. (tersenyum) tetapi saya tidak tahu pasti, karena ini kehendak dari Yang Mulia. "


Eter yang mendengar sangat senang.


" Wah....! Syler (menghampirinya sambil memegang bahunya). Kita akan sekolah bersama, aku akan punya teman disekolah nanti... Wah!!.... Aku sudah tidak sabar lagi lulus dan bersekolah bersamamu!!! (menggoyangkan goyangkan bahu Syler). Dan Dezyl juga akan satu sekolah dengan kita... Wah....!! Itu sangat menyenangkan!!!. " (memeluk kegirangan).


(Syler membalas pelukan Eter) " Kau benar Eter, Setelah itu, aku pasti akan menjagamu. Kau tidak akan kesepian lagi nanti disekolah. " (bahagia)


Syler nampak tersenyum rekah, senyuman yang begitu tulus. Eter juga sangat gembira bahwa Syler akan bersamanya nanti. Bukan itu saja, bagian terpentingnya adalah, bagaimana Eter bisa menerima Syler, tanpa memandang derajatnya. Perhatian yang teramat besar dari diberikan Keluarga Eter kepada Syler selama ini padanya, merupakan sesuatu yang sangat berarti untuknya.

__ADS_1


* * * * * *


__ADS_2