Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Permainanku (2)


__ADS_3

Sang gadis* [Apa yang anak itu lakukan?! Tatapannya tajam dan sangat menusuk... Aku jadi ngeri melihatnya. Saat dia melihatku tadi seakan dia ingin menjadikanku korban selanjutnya... Ini tidak boleh dibiarkan, aku harus memberitahu kakak.]


Sang gadis : " Kak....! (menggoyangkan tangannya, lalu mendekat diteliganya, dan berbisik) Kak Vingent.... Lihatlah anak yang dibelakang itu, dia menggunakan kekuatan kepada anak yang duduk disebelahnya. "


Vingent : (menatap mukanya sambil tersenyum) " Itu tidak mungkin Voltha, kamu mungkin salah lihat. Tenanglah, kamu pasti gugup yaa... Anak yang sudah memiliki tipe spirit tidak akan dapat tempat disini.... " (mengalihkan agar Voltha hanya fokus pada tesnya)


Voltha : " Aku tak mungkin salah lihat kak....! Dia berbicara kepada anak itu dan menyuruhnya pulang. Padahal aku sangat yakin sekali kalau anak itu pasti juga akan mengikuti tes ini!. Tidak mungkin kan ada anak yang bisa masuk digedung ini tidak bukan tujuannya hanya tes, iya kan?! " (berusaha meyakinkan)


Vingent : (melihat dimana yang dimaksud Voltha) " Dimana.... Dimana Voltha....? Tidak ada tuh.... Tidak ada siapa-siapa disana (Voltha memberanikan melihat) Apa aku bilang, kau hanya salah lihat, mungkin karena efek kamu belum sarapan ya?! Ya sudah makanlah dulu selagi menunggu giliranmu yah.... "


Voltha* [Tapi aku sangat yakin sekali kalau anak itu tadi disitu.... Jelas-jelas aku memperhatikan kalau dia tengah mengobrol.... Huftt.... (menghela nafas) Mungkin Kak Vingent benar, aku paling berhalusinasi.... Apa karena aku terlalu memikirkan tesnya?!]


Voltha : " Aku masih belum lapar.... " (masih kepikiran)


Xion* [Yang benar saja!! Sejak kapan dia memperhatikan ku?. Kenapa aku tidak bisa menyadari kalau dia disitu....! Aku sama sekali tak merasakan aura beratnya itu. Haahh.... Semoga tak menimbulkan masalah.... Untung saja aku bisa pindah sebelum dia memberitahukan ke lainnya. Hampir saja.... ]


Xion* [Anak yang tadi, nomor urutnya lima belas. Dalam waktu dua puluh menit, soal uji cobanya sekitar lima puluh soal, dan harus bertanding melawan lima orang sekaligus.... Apa kira-kira aku bisa mengerjakannya tidak yah.... Jujur saja aku belum mempersiapkan, untuk tes tertulis seperti ini.]


Sementara di gedung olahraga pertama, pertandingan pembukaan akan dimulai, yaitu dengan nomor urut pertama. Seluruh calon peserta dengan nomor urut pertama secara spontan berpindah tempat dengan sendirinya ke dalam arena. Otomatis mereka terkejut karena tiba-tiba berpindah tempat. Dan nomor yang mereka pegang juga perlahan hancur seiringnya waktu mereka berada didalam arena.


Panggung arena juga telah diubah kebentuk arena tanding, keempat peserta sudah diposisikan didalam empat ubin kotak masing-masing. Peraturannya, seluruh peserta tidak boleh melewati garis ubin apapun bentuknya selama bertanding. Mereka hanya diperbolehkan menyerang tidak lebih dari garis ubin.


Jika melanggar, melewati garis ubin, ataupun melakukan kekerasan berlebih, maka akan didiskualifikasi langsung ditempat. Peserta dipersilahkan memperkenalkan diri, cukup nama dan tipe spirit. Peserta didalam arena mulai memperkenalkan diri, hingga giliran Dezyl tiba.


Dezyl : " Dezyl Grown Dust, tipe spiritku tanah!! " [*satu disana tipe spiritnya air, satu lagi tanaman, dan yang satu itu.... Tipe spiritnya.... Es! Aku mungkin akan sedikit repot dengannya. (khawatir)]


Wasit : " Baiklah!! Persiapkan diri kaliaaan...!! Pertandingan akan dimulai.... Dalam hitungan.... Tiga....(seluruh penonton ikut menghitung) Dua.... Satu.... Mulai....!! " (penonton bertepuk tangan riuh diikuti dengan sorakan-sorakan)


Dezyl memasang posisi siap penuh waspada, si anak dengan tipe spirit tanaman itu sedari tadi memperhatikannya. Dezyl sadar, sepertinya anak itu mengincarnya. Begitu pula anak dengan tipe spirit air, di sudah melakukan gerakan jurus nya, entah siapa yang akan menjadi targetnya. Pandangan Dezyl tidak akan pernah lepas dari pergerakan lawan-lawannya.

__ADS_1


Dezyl* [Aku sudah sering berlatih bersama ayah, tak mungkin akan ku sia-siakan perjuangan, dan harapan ayah kepadaku. Akan kuselesaikan ini dengan cepat!! Agar kalian bisa tahu, siapa yang sedang kalian hadapi!!]


(beberapa dari penonton menyoraki Dezyl)


" Hei.... Lihatlah bukankah gadis itu yang turun dari kereta kerajaan tadi? "


" Alaah.... Dia hanya seorang bangsawan biasa....!! "


" Anak itu tadi yang berjalan bersanding dengan Pangeran Sherk!! Kau tidak pantas....!! Seberapa hebat juga kemampuan mu?!! "


" Dialah yang membuat keributan di lorong tadi, padahal kepala sekolah sedang bersamanya.... "


(tapi beberapa diantaranya juga memujinya)


" Anak perempuan itu cantik sekali... "


" Pembukaan saja sudah melawan anak bangsawan!! Pasti bakal keren!! "


" Dia itu anak dari Kerajaan Bumi.... Wahhh mari kita lihat seberapa hebat kemampuannya....!! "


Dezyl* [Yahh!! Benar....!! Akan ku tunjukkan kemampuan dan hasil latihanku!!]


Tipe Air : Heyy.... Gadis bangsawan!! Kau tidak akan pernah bisa lolos dengan seranganku!! HIYAAAH!! "


Dia melontarkan dua pusaran bola air yang lumayan besar, meski tak sebesar yang pernah dibuat Eter, tapi pergerakannya sangat cepat dan akurat menuju arah Dezyl. Mata Dezyl dengan cergap menangkap pergerakannya, lalu dia membuat pergerakan jurus perlawanan dengan membuat benteng pertahanan dengan tanahnya yang muncul dari bawah.


Dezyl tahu satu serangan dari arah depan berhasil dia lumpuhkan tapi satu serangan lagi sengaja dilesetkan olehnya menjadi kearah atas Dezyl. Dezyl yang sudah membaca serangannya, membalasnya dengan serangan empat serpihan besar tanah padat, yang berasal dari benteng yang telah dia hancurkan itu.


Selaginya sang penyerang terfokus dengan serangan atasnya, Dezyl juga kembali membidiknya dengan dua serpihan sedang, tanah padat yang keras kearahnya. Menghentak tanah dengan kaki kirinya, sehingga membuat dua serpihan itu naik, dan spontan ditendang Dezyl dengan kecepatan tinggi kearahnya.

__ADS_1


Bersamaan dengan serangannya yang dibatalkan Dezyl, sang penyerang justru terlempar ke luar panggung, dan secara otomatis anak dengan tipe spirit air itu gugur. Tinggalah dua orang lagi yang akan dia hadapi. Tepuk tangan dari para penonton juga terdengar riuh, sambil beberapa menyorakinya semangat.


Faren : " DEZYL....!!! AYOO!! KALAHKAN MEREKA SEMUAA!! KALAU BERHASIL.... AKAN KU TRAKTIR MAKAN SIANG!! HAHA... AYOO!! "


Tukk!!


Faren : " APA INI....!!! SAKIT SEKALI... !!! Ya ampunn.... Sakitt.... " (mengusap-ngusap dahinya yang lecet)


Sebuah batu berukuran sedang menghantuk dahinya, disitu tertulis....


' Bagus! Kutunggu! '


Faren : " HAHH?? JADI DIA BISA MENDENGARNYA?!! TAPI.... BAGAIMANA BISA?!! (tak percaya) KAN.... AKU CUMA.... " (Faren tak menduganya, padahal niatnya hanya ingin bercanda)


Eter : " HAHAHA....!! (tertawa puas terbahak-bahak) Nahh.... Siap-siap keluar uang yah.... HAHAHA....!! "


Faren : " HEY....!! HEY....!! Kalian juga jangan mendukungnya dong!!!. " (ekspresi memelas)


Faren : (memandang Syler) " APA?!!.... Kau tidak mau membela kan?! Diam saja sana!! " (muka nya menunjukkan rasa penyesalan mendalam seperti baru saja ditimpa karma)


Syler : (mengangguk-ngangguk sambil tersenyum, tangannya menepuk pelan bahunya) " Selamat yah...!! "


Faren : " Selamat apa?!! Kau salah tempat, dan salah orang tahu....!! Seharusnya kau bicara nanti ke Dezyl!! " (mengacuhkannya)


Syler : " Tidak! Tidak sama sekali. Selamat yang ku maksud adalah, selamat menabung kembali....! " (tersenyum dingin)


Faren : " APAA KATAMU?!! " [*Kata-katamu memang tidak ada yang benar.... Nusuk semua!! Entah apa yang Paman Aratasun berikan ke mulutmu sejak kecil hingga menjadi begitu.... Sungguh disesali.... (sedih)]


* * * * * *

__ADS_1


__ADS_2