Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Kesederhanaan Misi Yang Menghanyutkan


__ADS_3

Semua berusaha dengan misi yang diberikan, waktu untuk melakukannya hanya tiga puluh menit. Eter yang berkerumunkan api, mencari cara bagaimana agar air yang digunakannya bisa penuh sedia kala. Saat botol dibuka, dan air didalam botol dikeluarkan, mungkin saat belum penggunaannya saja, airnya sudah habis karena terkena panasnya.


OronDa menggunakan tiga serpihan batu yang keluar dari gunung berapi, Syran, yang terletak dibawah laut bagian utara perbatasan wilayah negara EliveTrivall dan Lectoris. Batu itu akan terus mengeluarkan api yang sangat panas dan tidak akan berhenti jika tidak mendapatkan tekanan besar dari kekuatan alamiahnya, yaitu air.


Dan untuk memadamkannya tentu tidak mudah, seperti memadamkan api unggun. Untuk air sebotol saja, terkadang untuk mematikan bara api unggun saja masih kurang, bagaimana dengan api yang berasal dari api yang hampir mustahil untuk dipadamkan, karena suhunya yang sangat tinggi.


Gunung Syran memang terkenal dengan api yang tak pernah padamnya.


Eter dibuat kesulitan dengan misinya, jangankan menyerang, untuk bertahan dari panasnya saja dia kewalahan. Semakin lama energinya semakin terkuras, bagaimana dia bisa mengendalikan setetes air yang bahkan lebih rentan dari kaca?.


Eter* [Kalau seperti ini terus, akulah yang akan termakan oleh apinya (keringatnya terus bercucuran). Fokuslah Eter.... Huhh... Huh.... Huh.... (nafasnya tersengal-sengal) Fokus pada cara memadamkannya!.... Bukan bertahan!.... (mengatur nafasnya)]


Sedangkan keadaan Faren disana juga sama, sama-sama dibuat kewalahan oleh misi sederhana. Berendamkan air didalam tabung kaca, baginya sudah seperti berendam didalam lumpur hisap. Belasan tangan seakan menariknya perlahan masuk kedalam air yang semakin dalam. Ditambah suhu air yang sangat dingin sekali untuk tipe spirit api sepertinya.


Berkali-kali Faren mengeluarkan kepalanya dari air yang terus melahapnya. Air dikawasan Kerajaan Bawah Laut, memang berbeda dari lainnya. Energinya jauh lebih kuat dan liar ketimbang air biasanya. Tipe spirit yang bertolak belakang dengan elemen air, akan sangat merasakan bagaimana liarnya energi yang menusuk pertahanan roh spiritmu.


Bluup! Bluupblup! Gelembung udara terus bermain bersama air yang terus menenggelamkan kepalanya. Pikirannya sudah tidak bisa diajak untuk tenang disaat seperti ini. Kakinya terus menendang air, dan begitu juga dengan tangannya yang tiada henti mengepak-ngepakan air.


Disisi yang berbeda, Dezyl terlihat sangat tenang, meraba kesana kemari, mencoba mencari bagian yang berbeda. Tapi dirasa usahanya sia-sia, karang ini memang sangat keras, bahkan tak ada sedikitpun bagian yang terkikis.


OronDa : " Apa yang ingin kau perbuat sekarang?! Terus meraba tanpa berpikir?! "(berjalan mendekati Syler)


Meskipun sekitas tampak tak seperti ada yang terjadi, tapi entah mengapa setiap Dezyl menyentuhnya energi spiritnya terkuras dengan begitu cepat. Sedangkan untuk mengumpulkan bebatuan dari karang itu, maksimal harus membuatnya retak dengan pukulan sangat keras.

__ADS_1


Pintu karang itu seperti tidak ingin didekati, dan membungkus dirinya dengan kekuatan besar yang bisa membuat lawannya perlahan menyerah tanpa harus menyerangnya terlebih dahulu. Energi sarkas dari pintu karang itu membuat pertahanan roh spirit Dezyl habis seiringnya waktu berjalan. Lututnya mulai melemas, tapi dia terus memaksa berdiri.


Dezyl* [Aku sudah belajar keras bagaimana mempertahankan diriku dari beragam serangan. Tapi ini hanya pintu karang biasa! Bagaimana bisa, aku tak mampu bertahan....? Dia saja tidak menyerang, masa dengan beradu energi spirit saja aku bisa kalah?! Yang benar saja!! (menegakkan lututnya)]


OronDa : " Jangan hanya duduk Syler!! Kosongkan pikiranmu, dan rilekskan tubuhmu.... Rasakan setiap energi yang perlahan masuk kedalam tubuhmu. Bagaimana kau bisa merasakannya, jika kau tidak bisa menerima segala hal-hal aneh disekitarmu!! Coba satukan roh spirit yang membentengimu untuk menyatu dengan energi disekelilingmu.... " (menghampiri Faren)


OronDa : " FAREN!! Jangan membuat tubuhmu panik dengan sekitarmu!! Tenang dan menyatulah dengan mereka!! FOKUS PADA MISIMU!! BUKAN DIRIMU SENDIRI!!. "


OronDa : " Eter!! (berteriak dari kejauhan) kau adalah pengendali air, lawan terbaik dari api bukanya tipe spirit air sepertimu?! MENGAPA MALAH DIRIMU YANG DILAWAN BUKAN KAU YANG MELAWAN?!!. " (tegas)


Eter* [OronDa memang benar!! Sekarang aku mengerti tujuan misi ini sesungguhnya.... Api bisa lebih dominan, karena energinya sangat besar. Jika aku ingin mendominasi dalam perlawanan.... Seharusnya aku juga bisa membuat energi ku, sebanyak api itu mendominasi. (memejamkan mata, berpikir) Yahh....!! Benar....!! Kalau begitu, aku bisa memperbanyak molekul air tanpa repot-repot menghabiskannya kan?!!]


OronDa : " SEMUANYA!! Jangan biarkan pikiran kalian teralihkan dengan sekitar kalian!!. Gabungkan energi yang datang untuk memperluas kekuatan kalian!!. "


Syler, Faren, Eter, Dezyl, OronDa : " KONSENTRASI GANDA!!!. "


Syler, Faren, Eter, Dezyl* [DAN ITU AKAN MENJADI AWAL MULA DARI SERANGAN BALIK!! (serentak menutup mata)]


OronDa merasa sekarang semua muridnya sudah paham bagaimana cara kerja untuk mengalahkan lawan mereka sendiri. Ini mungkin adalah pertarungan 'Energi Spirit' yang bisa membuat sang lawan kewalahan karena menjadi umpan dalam kemenangan mereka.


Eter memejamkan matanya, pikirannya jauh lebih rileks dan tenang. Energi lawan terus-menerus memasok pertambahan energi spiritnya yang tadi sudah hampir habis. Kedua tangannya memutar dari atas kekiri, diikuti gerak kakinya yang mendayung lentur.


Memperluas potensi kekuatannya dan mengumpulkannya dibawah titik ketenangan. Aliran air dalam botol keluar dan menyebar diatas kepalanya, lalu perlahan membentuk pusaran air yang memutar deras hingga menutupi tubuhnya. Pusaran itu terus meluas dan melebar hingga api yang mengurungnya harus beradu dengan pusaran air Eter. Dan seketika, BOOM!! Pusaran itu meledak dengan kekuatan yang kuat hingga batu dari Gunung Syran yang menjadi sumber api tadi terlempar jauh keujung ruangan lainnya.

__ADS_1


Faren yang di bagian selatan juga fokus memejamkan matanya, dan bermain dengan kosentrasinya. Membiarkan dirinya sendiri tenggelam, hingga bisa menapak pada dasar tabung. Dia mengepalkan kedua tangannya. Detik demi detik berlalu, tak butuh lama, air seakan mendidih dan mengeluarkan uap panas. Bahkan OronDa yang berjarak sepuluh langkah darinya bisa merasakan panas yang dikeluarkan.


Lalu dari kepalan kedua tangannya, tampak cahaya yang menyala. Dan benar, perlahan api merah membakar tangannya dan juga air disekelilingnya. Dan hanya dalam waktu kurang dari semenit, air didalam tabung sudah habis tak tersisa. Tabung tempatnya bermain pun berakhir retak dan kemudian hancur seiringnya Faren membuka mata.


Dezyl masih asik dengan permainan adu energi spirit, meski hanya dengan pintu belaka, rasa tidak ingin kalahnya sangat menggebu. Permainannya dimulai dengan mata terpejam tenang. Hembusan nafasnya mengembun pada pintunya, Dezyl membuka telapak tangannya lebar dengan cepat, disusul tanah yang bergetar.


Tangan kanannya dikepal naik kedepan dada, sedangkan tangan kirinya mengayun ke belakang. Dia membuka matanya, tersenyum manis, seperti akan memberi kejutan pada lawannya. Lalu matanya dipejamkan lagi dan diikuti tarian menggertak tanah, melompat sekali, lalu diakhiri pukulan pada tangan kanan ke tangan kirinya.


Dan.... Gemuruh beserta asap debu berterbangan menutupi pandangan seisi ruangan. OronDa seketika terkejut sekaligus takjub, pintu karang yang kokoh dan tangguh saja, prajurit pemula ataupun menegah pun belum tentu bisa melakukannya, tak disangka-sangka pintunya sudah terbelah menjadi dua dalam beberapa menit saja. Sungguh bakat yang mengesankan bagi OronDa.


Begitu pula dengan kemampuan Syler, diluar dugaan dan tidak diketahui bagaimana dia melakukannya. Yang OronDa lihat dari Syler sejak belasan menit yang lalu, dia hanya duduk terdiam dalam pejaman matanya. Tak ada satupun reaksi darinya.


Tapi bagaimana bisa dinalar, jika dia hanya diam, sedangkan lampu diatasnya sudah terbakar hampir separuhnya. Bahkan Syler yang dibawahnya saja tidak terkena serpihan kaca yang perlahan meledak satu-per satu. Lagi-lagi OronDa dibuat takjub dengan kemampuan anak-anak didiknya.


Eter* [Fokus! Dan buka pertahanan roh spiritmu untuk bisa menyerap energinya.... Lalu....]


Dezyl* [Disaat energimu sudah terpenuhi karena menyerap energinya....]


Faren* [Maka disaat itulah.... SERANGAN BALIK, AKAN MEMATAHKAN HARAPAN MEREKA!!]


Syler* [Dan menjatuhkan mereka dihadapan sang terkuat!!]


* * * * * *

__ADS_1


__ADS_2