Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Siapa Dia?


__ADS_3

Xion sangat tak ingin emosinya terpancing dan memilih menjauh dari dua kakak kelas yang sangat dibencinya itu. Dia memilih tempat yang tenang, disaat dia seharusnya berada dilokasi untuk ujian uji coba dilaksanakan. Dari kejauhan dia mengincar satu bangku taman, untuk dijadikannya tempat beristirahat sementara.


Tapi saat ingin melangkah, ada perasaan aneh yang mengganjal. Seolah-olah ada seseorang yang sedang memantau gerak-geriknya. Hanya bermodalkan jenis tipe spiritnya, dia mampu mendeteksi kehadiran sang pemantau itu. Bukan tipe spirit tanah, yang ahli dalam bidang lapangan. Ataupun tipe angin yang bisa mendeteksi perubahan dari pergerakan udara.


Xion* [Dua puluh langkah, arah barat daya, tepat dibelakang pohon. Posisi berjongkok dengan tangan menggenggam sesuatu.]


Xion : " Keluarlah!!.... Kau tak bisa bersembunyi lagi.... Xino! " (berjalan menghampiri bangku, lalu duduk tanpa memperdulikan)


SREKK! WUSSH! (tiba-tiba menghilang, dan muncul tepat dibelakang Xion)


Xino : " Wahh.... Wahh.... Kau tepat sasaran sekali Xion. Padahal aku sudah menggunakan jurus terbaruku.... Ahhh.... (duduk berjarak disampingnya) Bagaimana kau bisa mengetahuiku?. " (melemparkan sebuah kantong)


Xion : " Kau berdiri didekat Oleander merah muda. " (menangkapnya)


Xino : (menoleh memastikan, ditempat awal dia bersembunyi) " Owhh!.... Bunga cantik yang ada disebelah pohon itu. (menunjuk) Padahal itu sekitar tujuh langkah dariku.... "


Xion : " Aku bisa mendeteksi dengan memanfaatkan arah akarnya untuk mengetahui keberadaanmu. Dan memperluas jangkauan racunnya. "


Xino : " Kau sudah seperti pengguna dimensi spassial saja, dengan memperluas wilayah. "


Xion : " Yahh.... Mau gimana lagi, ibu adalah pengguna spassial terhebat. Walaupun aku sudah dipastikan menuruni tipe spirit ayah seratus persen, tetapi tidak mustahil bukan kalau aku sedikit bisa melakukannya. Meskipun, aku tak sehebat dirimu. "


Xino : " Begitu pun, kau sudah termasuk hebat bisa menguasai dua tipe spirit tahu!! Jangan sok-sok an merendah begitu!! Sangat menjengkelkan!! (mukanya cemberut) Kau memang hebat, tapi akan kalah jauh dibandingkan aku!! Hahaa.... " (percaya diri)


Xion : " Terserah.... (berdiri) Kalau begitu aku pergi bersenang-senang dulu.... Sampai nanti.... "


Xino : " Mau kemana?.... Apa kau sudah ingin menyelesaikan anak-anak didalam? Apa kau sudah mengembalikan mood mu yang liar itu?. Kalau begitu aku harus melihatmu!. "


Xion : " Tidak usah mencari masalah!! Aku akan dikomentari olehmu kalau aku, secara tidak sengaja mengeluarkan kekuatan spassial lagi! Lagipula aku akan kehilangan semangat bertarung kalau aku melihatmu ada diarena uji coba. Muka mu sangat memuakkan ku!!. " (pergi menjauh)


Xino : " Haha.... Dasar tidak tahu diri!! Padahal wajahmu lah yang lebih mencerminkan seorang psikopat tahu!!. " (menghilang)


Xion berjalan terus sampai akhirnya sampai dihalaman gedung olahraga. Disana sudah sangat banyak sekali anak-anak yang berkumpul untuk mempersiapkan tesnya. Tetapi saat ingin memasuki gedung lagi-lagi perasaan menjanggal menyapanya lagi.


WENGG! (aura aneh menyebar)


Xion* [Ckk!.... Apa Xino mengikutiku lagi sampai sini? Dasar keras kepala, dimana dia.... (memerhatikan tiap detail seluruh anak-anak disekitarnya) Tapi, aura ini sangat berbeda dari Xino.... Tapi kenapa keberadaannya semakin lama semakin terasa berat, seakan-akan dia ada disampingku. Apa itu sebenarnya....? (memperhatikan sekelilingnya)]


Xion* [Mungkin hanya perasaanku saja.... Tidak mungkin ada anak yang bisa menguasai tipe spirit sepertiku, diusia yang muda seperti diriku, mereka tidak akan mampu. Kecuali....]


(Melintaslah seorang anak perempuan bersama anak laki-laki yang berjalan sangat terburu-buru tepat didepan Xion)

__ADS_1


" Rame sekali ya kak.... Kita akan kewalahan masuk! "


WUSHH....


DRAPP!! (Xion seketika terbelalak, tubuhnya terpaku, tangannya dingin gemetar, matanya spontan memperhatikan punggung gadis yang baru saja lewat itu)


Xion* [Hawa apa itu barusan.... (masih terpaku) Sangat berat.... Berat sekali.... Berat.... Apa yang terjadi.... Tubuh gadis itu!.... Seakan diselimuti racun yang sangat pekat!! Aku harus mencari tahu.... Aku harus mengikutinya.... Tapi aku akan ketinggalan tesku, nanti saja.... Akan ku selidiki nanti....]


" Yahh.... Para calon siswa dan siswi....!!! Untuk tes ujian uji coba, akan dilaksanakan sepuluh menit lagi!! Harap kepada seluruh calon segera berkumpul didalam gedung olahraga dan menempati tempat duduk yang sudah disiapkan.!!! "


" Di depan pintu masuk nanti akan ada panitia yang akan membagikan nomor tes untuk kalian!!! Ingat!! Gedung olahraga pertama hanya untuk para calon yang mendaftar di Jurusan LTE!!! Dan gedung olahraga kedua untuk calon yang mendaftar di Jurusan PTE!! "


Setelah seluruh calon memasuki gedung, tempat duduk hampir diisi penuh oleh para siswa. Gedung olahraga itu membentuk lingkaran dengan atap yang tinggi dan lampu yang menyoroti panggung yang berada ditengah-tengah lapangan. Arena yang akan digunakan untuk bertanding sudah dipasang perisai pengaman agar tidak membahayakan para siswa yang menonton.


Eter : " Hey kalian bertiga!! Berapa nomor urut pertandingan kalian!! Aku tiga puluh delapan! " (penasaran)


Syler : " Dua belas. " (singkat, padat, jelas)


Faren : (tidak menjawab, pandangannya sengaja dialihkan, ekspresinya seperti sedang mengejek)


Eter : " Hey Faren!! Berapa nomor mu?!! Cepat beritahu kami!! " (menatap datar, menahan emosi)


Faren : " TIDAK MAU!!! " (menutup kartu antrian tesnya dengan kedua tangan, didepan dadanya)


Eter : " CEPAT BERITAHUU....!!! BERITAHU NOMORMU!! CEPATLAHH....!!! " (berusaha merampas kartunya, mukanya berubah kesal bercampur greget)


Faren : " AKU TIDAK MAU!! ETER KAU TIDAK BOLEH MEMAKSAKU!!! " (ekspresinya histeris seperti ingin dicabuli)


Eter : " AKU SUDAH MEMBERITAHU PUNYAKU!! SEKARANG GILIRANMUUU....!!! " (tetap memaksa merebutnya)


Faren : " TIDAK!.... TIDAK AKAN!!! PERNAAAHH....!!! " (memaksa merebut)


(tiba-tiba sebuah luncuran tonjokan mengarah tepat dipipi kananya)


BUUK!!.... BRUKK!! (Faren langsung tersungkur kelantai)


Syler : (menarik paksa kerah baju Faren, dan mengoyang-goyangkan tubuhnya) " SEBERAPA SUSAH JUGA, TINGGAL MENYEBUTKAN NOMOR ANTRIAN!!! HUHH....?!! (memelototinya, lalu mengambil paksa nomor antriannya) DASAR MUKA ANEH MENJENGKELKAN....!!!. "


(darah mengalir dari hidung Faren)


Eter : " Berapa Syler nomornya....? " (menunggu jawaban)

__ADS_1


Syler : " Enam puluh tiga!!. " (terkejut)


Eter : " APA?!! Nomor paling terakhir?! Jauh sekali nomormu, faren.... "


Syler : " Dan disini tertulis, kalau lawannya hanya satu orang?!. "


Eter : " Mungkin itu hanya untuk menggenapkan angkanya menjadi dua ratus lima puluh peserta. Makanya diakhir pertandingan hanya tersisa dua orang. "


Syler : " Ha, Haa.... Disaat kau masih bertarung, mungkin kami sudah memulai pelajaran dikelas.... " (meliriknya dingin)


Faren : " Cihh!! Kalian jahat sekali, (mengusap darah yang menetes dihidungnya sambil berkaca-kaca) Tidak adakah yang memberiku sedikit motivasi....? Dezyl! Lihatlah mereka, kau seharusnya membelaku.... (memperhatikan, kebingungan dengan sikapnya) Dezyl....? Ada apa? Apa ada masalah....? "


(mereka bertiga mengalihkan pandangan ke arah Dezyl)


Eter : (mendekatinya) " Dezyl... Kenapa? Kenapa kau terlihat sangat gugup?! Kau sudah mengambil nomor antrianmu kan....? Sebutkan, berapa?. " (pelan)


Faren* [Sikapnya terhadapku dan dia sungguh berbeda drastis... Heehh....]


Dezyl : (tangannya bergetar)


Faren : " Hey!! Hey!! Jangan katakan kalau kau mendapat yang pertama.... "


Dezyl : (langsung menatap wajahnya tajam)


Faren* [(tersentak) HAHH....!! APA AKU SALAH BICARA.... ?!! Mengapa aku merasa selalu menjadi yang tidak benar saat berada bersama mereka.... Huhuu....]


Dezyl : (menggangguk kencang)


Faren " Ehh.... Benar?! " [* Hmphh.... Terima kasih tuhan!!... Aku tarik kembali kata-kataku....!!]


Dezyl : " AHHH....!! AKU TIDAK TERIMA INI!! KENAPA HARUS AKU YANG PERTAMA....? " (mukanya pucat, memperlihatkan nomornya)


Eter : " Wahh.... Memang benar!! "


Syler : " Ini buruk.... Satu orang mendapat yang pertama.... Dan satu lagi mendapat paling terakhir.... Lengkap sudah.... "


Sementara itu disisi lain....


Xion* [Apa ini?! Nomorku paling terakhir?? Yang benar saja....?! Kalau kutahu lebih awal, mending aku mengikuti anak itu saja!!]


Xion : " Huuh.... (menghela nafas) Keluar saja....!! "

__ADS_1


* * * * * *


__ADS_2