
" Owh.... (menatap tajam) Sekarang Vingent kita sudah mulai berani lancang ya!, dari sikapmu barusan sepertinya kau memang sudah siap untuk dipukuli ya!.... Hahaha..... Kalau itu yang kau inginkan.... (tersenyum) Aku tidak akan segan lagi!!! "
Bos dari mereka mulai menyerang Vingent dengan penuh amarah. Vingent berusaha menghindar semampu yang ia bisa.
BUK!!! BUK!!! (pukulan pertama dan kedua mengenai perutnya denga keras)
" Ayo bos.... Tunjukkan padanya, siapa yang lebih hebat. "
BUK!!! (pukulan ketiga mengenai wajahnya, hingga meninggalkan bekas lebam pada pipi sebelah kanan)
Vingent hanya diam membisu. Usaha untuk menghindarinya pun dirasa sia-sia. Vingent yang sudah tersungkur ke tanah hanya bisa mengeraung kesakitan, menahan rasa sakit pada perutnya. Ia juga terbatuk-batuk sembari berusaha mengatur nafasnya, sekarang dadanya terasa sangat sesak dan berat.
" Kau sudah tahu kan sekarang dengan siapa kau berbicara. (meremehkan).Dan kau juga tahu akibatnya jika kau bersikap lancang. "
Bos sombong itu tak berhenti begitu saja, ia terus menghakimi Vingent tanpa belas kasihan sedikit pun. Mereka justru senang melihat Vingent mulai terluka.
BUK!!! (pukulan keempat mengenai dagunya, membuat darah mengalir banyak dari mulutnya)
" Hahaha....!!! Lihat lah wajahnya, sangat menyedihkan. "
BUKK!! BUKK!!! (dan untuk yang terakhir, dia menginjak pinggang Vingent yang sudah terlungkup)
" Hahaha... Bagus bos. Buat dia menyesal telah mengeluarkan kata-kata sombongnya itu bos!!!
Anak-anak lainnya hanya memperhatikan Vingent, tanpa ada rasa peduli sedikitpun. Pandangan Vingent mulai memburam. Tidak ada jalan keluar lagi, ia hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Vingent* [kenapa.... Nasibku sial sekali!! Baru kali ini aku dipukuli hingga parah begini... Uhhh (merintih kesakitan). Sakit sekali... UHUK! UHUK (batuk). Dadaku terasa berat.... Tolong... Tolong.... Siapa saja.... Aku mohon.... Tolong aku....! (berharap)]
Tetapi tuhan berkehendak lain, ketika bos mereka ingin memukuli Vingent lagi, ia mendapat hadiah tak terduga.
" Pukulanku yang satu ini, selanjutnya akan membuatmu ketakutan jika bertemu denganku!!! Hahaha.... Rasakan akibatmu!!! "
__ADS_1
Saat bos itu melayangkan tangannya dan bersiap untuk memukul, tiba-tiba....
TAKK!!! (sebuah batu entah dari mana mengarah ke dahinya, membuatnya terjatuh, dan dahinya mulai bercucuran darah)
" AHHH!!! SIAPA ITU.... AHHH SAKIT!!!.. SAKIT SEKALI!!! BERANI SEKALI DIA MENYERANGKU!!! " (memegang dahinya)
Anak-anak itu langsung mendekati dan mengerumuni bos mereka. Vingent yang sudah tidak memiliki energi hanya bisa terbaring tak berdaya. Ia berusaha mengatur nafas dan menahan rasa sakit ditubuhnya.
" Bos... Ada apa? " (anak kesatu)
" Siapa itu, berani sekali dia menyerang bos kita. " (anak kedua)
" Bos apa kau tidak apa-apa? " (anak ketiga)
" APA KALIAN HANYA DIAM SAJA?! CEPAT CARI DIA DAN BUNUH ORANG YANG MENYERANGKU ITU!!! " (marah)
" HEI....! Siapa kau?! Keluarlah....! Jangan seperti pengecut yang hanya bisa bersembunyi!. " (anak kesatu, mencari)
Hening sesaat.... Lalu tak lama, tiba-tiba ada suara yang memecah keheningan.
" Tak perlu repot-repot mencari... Aku sudah diatas kalian. " (lantang)
Mereka melihat ke atas pohon yang berada dekat dengan mereka. Ternyata suara itu berasal dari seorang anak perempuan yang tengah duduk manis memperhatikan mereka. Tapi tatapannya seolah-olah mengeluarkan aura yang sangat menusuk.
" HEY GADIS KECIL!!! .... NYALI MU BESAR SEKALI SAMPAI BERANI MELUKAI BOS KAMI!!! " (anak ketiga, menunjuk ke arah gadis itu)
" Itu benar... Kami tidak akan mengampuni mu.... Jadi berikan alasan terbaik untuk mengadu kepada ibumu ya.... Jika kau terluka ... Hahaha!!! " (anak kedua)
" SUDAH CUKUP TERTAWANYA.... (marah) TUNGGU APA LAGI?! HAJAR DIA!!! " (bos mereka mengamuk)
" BAIK BOSS!!.... AYOO TEMAN-TEMAN SERANG DIA...!!! " (anak keempat)
__ADS_1
" Owhh... Menyerang bersamaan ya!.... Mmmm....(tersenyum) Semakin menarik.... " (berkata pelan)
WUSSS....
Ia mulai melompat... Lalu mendarat menggunakan kedua tangannya, pada bahu salah satu anak dari mereka. Dengan posisi badan terbalik, ia memutar di udara dengan cepat. Dan melancarkan tendangan dari arah belakang dengan keras, lalu mengenai tepat di pinggangnya, hingga terdengar suara seperti retak. Ia melakukannya tanpa ada keraguan sedikitpun. Hingga anak yang ditendangnya tadi pun terlempar jauh, dan tak bergerak lagi.
Ia yang sudah berdiri kembali diatas tanah, dengan gerakan cepat ia bisa berpindah, berpindah, dan berpindah lagi. Dan tak segan-segan untuk melakukan perlawanan yang lebih serius. Di satu sisi, meskipun pandangan Vingent sudah kabur, tetapi dalam kondisi setengah sadar, Vingent hanya bisa menonton dari kejauhan. Hanya terbesit rasa kagum dan takjub akan kemampuan gadis kecil itu.
" Berani sekali kau melukai temanku!!! RASAKAN INI !!! "
Lima anak lainnya, mulai mengajukan kepalan tangan, gadis kecil yang membelakangi mereka, dengan sigap membalikkan badan dan menahan kepalan mereka dengan cepat. Gadis itu lalu menyerang balik dengan menendangnya, melempar, dan membanting satu-per satu dari mereka. Tak butuh waktu lama, mereka semua sudah tumbang.
Bos mereka, yang melihat anak buahnya berhasil dikalahkan hanya bisa terdiam tak menyangka.
Bos sombong* [Ba... Bagaimana bisa?! Me... Mereka kalah? (terkejut) TIDAK!! TIDAK!! TI... TIDAK MUNGKIN!! Dia mengalahkan semua anak buahku?! Hanya dalam waktu kurang dua menit?! BAGAIMANA BISA?!. (tidak percaya) Mereka semua adalah murid dari perguruan kerajaan!! Mustahil!.... Mustahil mereka bisa kalah!! Mengapa....?! Mengapa bisa?!! (tidak terima) Siapa dia sebenarnya?! (kesal) DIA ITU BUKAN MANUSIA BIASA!! Dia itu monster!!....(ketakutan) DIA ITU IBLIS...!!]
" Hey... Kakak jahat....! " (menunjuk)
" Seluruh anak buahmu sudah kalah. Sekarang (ia menyentuh tangan kanannya).... Giliranmu.... (berkata lirih) "
Seketika saja, bos itupun terbaring tanpa sebab. Gadis kecil hanya bisa memandangnya dengan terheran-heran. Ia pun lalu memeriksa lehernya, memastikan apa bos itu masih hidup apa tidak.
Vingent* [Tunggu.... (terkejut) Bagaimana dia bisa mengalahkan tujuh orang sekaligus?! (tak percaya) Bahkan lawannya saja tidak sepadan dengannya.... Dan juga, apa yang terjadi pada mereka? (melihat satu-per satu) Mengapa mereka tiba-tiba terjatuh? (heran) Aku tak melihat dengan pasti tadi, apa yang ia lakukan.... ]
Gadis kecil itupun berdiri, menepuk-nepuk kan tangannya yang penuh pasir. Ia juga mengibaskan bajunya dan membersihkan lututnya. Lalu ia berbalik. Hanya terdiam. Pandangannya tertuju pada Vingent. Ia berjalan pelan ke arahnya. Jongkok, lalu meraba pipi Vingent yang sudah bengkak membiru.
Vingent* [Badanku lemas sekali.... Rasanya tak ada satupun tenaga yang tersisa.... Bahkan menggerakkan lenganku saja, terasa sangat berat... Tunggu...! Ap.... Apa yang sedang dia lakukan?! (Heran) Awww!!.... Aww... Itu sakit tahu!! (menahan) Mengapa dia mengelus pipiku!! (gugup) Tolong!! Mau apa dia? (khawatir) Tolong jangan apa-apakan aku... (berharap) Aku bukan salah satu dari mereka!!!.... Jadi tolong!.... Jangan memukul aku!! Aku masih ingin jadi jadi dewasa!! AKU TIDAK MAU MATI MUDAAA... !!! TUHAN.... TOLONGLAH AKUU!! (memejamkan mata). ]
" Kakak tampan.... Sepertinya kau terluka cukup parah ya!, (melihat setiap bagian yang terluka) Mari..! Sini aku bantu.... " (tersenyum tulus)
Vingent* [Ehh?.... Apa? (heran) ]
__ADS_1
* * * * * *