
Malam hari tiba, seluruh pasukan bersiap ditempatnya. Menjajar dengan rapinya di sepanjang halaman istana hingga menuju pintu masuk istana. Seluruh anggota kerajaan sudah menunggu momen tersebut di aula pertemuan kerajaan untuk menyambutnya. Para pengurus keluarga, dan para pembantu juga sudah berpakaian serba rapi dan elegant. Mereka semua dituntut untuk selalu siap apapun keadaannya.
Mereka sangat bekerja keras seharian. Menyiapkan segala kebutuhan serta menyelesaikan apapun masalah dengan hati-hati. Apa yang diperintahkan atasan, berhasil mereka lakukan dengan cepat dan tanggap.
Jam menunjukkan pukul delapan malam, seseorang berlari tengah-tengah menuju ruangan aula pertemuan, pintu dibuka, salam hormat dia ucapakan untuk sang raja dan keluarganya. Pria tersebut menghampiri sang raja untuk menyampaikan bahwa rombongan para tamu akan segera sampai. Raja pun memberikan arahan, untuk seluruh keluarga dan semua yang bersangkutan untuk menuju ke teras istana.
Tak lama, beberapa iring-iringan kereta kuda pun datang. Ada sekitar sepuluh kereta berkuda, yang setiap keretanya dijaga ketat oleh para pengawal. Masing-masing kereta itu, digiring oleh dua kuda berwarna coklat, kecuali untuk kereta yang didalamnya membawa Raja Gristha Dust dan Puteri Dezyl, kuda yang membawanya berjumlah enam ekor dan semuanya berwarna putih.
Ketika sampai dihalaman depan, Raja Dust dan putrinya turun dari kereta. Perdana menteri kerajaan memberikan sambutan selamat datang kepadanya, lalu membimbing mereka menuju istana. Dari kejauhan sudah tampak banyak orang yang menunggunya. Para pengurus dan pelayan istana yang berbaris disepanjang jalan memberikan salam dan hormat seraya membungkukkan badan.
Raja Dust berjalan dengan gagahnya. Perawakan tubuh yang kekar, rambut coklat uniknya, tinggi badan yang bahkan lebih tinggi dari Raja Laut, wajahnya yang selalu ceria dan sifat humorisnya menjadi poin plus tersendiri untuk menambah aura karismatik nya.
Putri tunggal satu-satunya itu, berjalan mengekor dibelakangnya. Walaupun masih kecil, aura kebangsawanannya sangat terasa, hingga siapapun menatapnya akan terkagum-kagum dengan tampilan menawannya. Dari pakaian yang dia kenakan saja bisa diketahui bahwa Putri Dezyl adalah anak yang tomboy. Tetapi banyak orang menilai bahwa sang puteri adalah tipikal orang yang jarang berbicara.
Sang perdana menteri menuntunnya sambil mengatakan beberapa kata-kata sambutan dan ucapan terima kasih karena sudah berkenan hadir menjemput undangan dari Sang Raja Laut.
" Yang Mulia Dust, Tuan sudah menunggu sejak tadi.... Beliau sangat menanti kedatangan anda. " (sopan)
" Wahh.... Hahaha!! Baiklah.... Baiklah.... Sudah lama tidak bertemu yaa!!.....Hahaha!!.... Tuntun aku menemuinya, sudah tidak sabar aku bertemu dengannya. " (bahagia)
" Tentu, Yang Mulia. "
Selangkah demi selangkah, raut bahagia sang raja dari kejauhan semakin terlihat jelas. Begitu pula dengan keluarga kerajaan yang sangat senang atas kehadirannya. Ketika jarak bertemunya mereka sudah semakin dekat, Raja Dust membuka kalimat pertamanya.
__ADS_1
" OHH.... Itu diaa kawan baikku!! (setengah berteriak) HAHAHA....! Apakah dirimu sudah begitu kangennya untuk bertemu denganku, sampai-sampai menantikan kedatanganku... Hahaha!! (meledek) Bagaimana kabarmu? Tidak sering sakit kan?!.... Hahah... " (tertawa lepas, sambil menjabat tangan dengan kompak)
" Haha.... Kau masih saja seperti biasanya, selalu bertanya kabar.... Kabarku selalu baik Dust!! (memberi pelukan kawan). Hahaha...!!! "
" Selamat datang kembali Yang Mulia Dust, Salam hormat untukmu (ucap Ratu Yinya, sambil tersenyum tipis). "
Ratu Yinya adalah Ibu Eter, ia bernamakan Ratu Flate Yinya Sherk Erkla. Ratu Yinya dikenal banyak orang sebagai Ratu yang lembut, penuh kasih sayang, dan juga bijaksana. Ratu yang memiliki kecantikan bak seorang bidadari, dan juga memiliki darah dari Suku Elf (yang selalu melahirkan generasi emas dalam kriteria penampilan) membuatnya layak disebut sebagai ' Wanita Sempurna '.
" Salam Hormat kembali kakak iparku.... Apa hari-harimu selalu baik didekatnya....?! HAHAHA... !!!. " (meledek)
" Hei...! (menepuk bahu) Sudahlah.... Jangan menggoda istriku... Ayoo kita masuk dan berbicara didalam. Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Mari.... Masukk....! " (berjalan)
" Tentu saja aku tidak berani, Hehehe... " (mengikutinya)
Mereka bertiga mengikuti rombongan masuk ke istana, Membicarakan apa saja, dan menertawakan lelucon aneh Dezyl. Dezyl juga bercerita soal kesehariannya berlatih bersama ayahnya. Lalu mereka menuju kamar Eter sebagai tempat persinggahan untuk menghabiskan waktu mengobrol dan bermain bersama.
Sedangkan kedua pimpinan kerajaan tersebut bersama Ratu Yinya memasuki ruangan kerja khusus milik Raja Altergust. Ruangan itu memang disiapkan untuk membicarakan perihal sesuatu yang bersifat penting dan rahasia. Sang Raja mempersilahkan Raja Dust duduk, dan meminta kepada perdana menteri, agar para pelayan menyiapkan beberapa makanan manisan dan juga beberapa minuman.
Lalu, setelah semuanya tersaji, perdana menteri menyuruh para pelayan agar keluar ruangan. Begitu pula dengan dirinya. Sang perdana menteri hanya menunggu Sang Raja dari balik pintu luar ruangan. Dan perbincangan penuh rencana dan rahasia pun dimulai.
" Begini Dust.... Eter sebentar lagi akan lulus dari sekolahnya, aku berencana ingin memasukkannya di Akademi Kwon. Bukan hanya dia saja, sahabatnya Syler dan juga putrimu.... Aku ingin agar mereka bersekolah bersama di sana. Bagaimana pendapatmu?. Bukankah putrimu juga akan lulus dari sekolahnya?. "
" Hehe.... Putri kecilku tidak bersekolah.... Akulah yang mengajarinya sekaligus menjadi guru untuknya. " (bangga)
__ADS_1
" Semoga kau mengajarinya ilmu yang benar ya!, HAHAHA....!! (membalas meledeknya) jadi bagaimana?. " (mulai serius)
" Mmm.... Apa kau punya alasan tertentu, mengapa kau lebih memilih Akademi Kwon?. Bukankah masih ada dua akademi terbaik? Akademi Xian dan Akademi Nonu misalnya..... "
" Maaf menyela Yang Mulia, (Ratu Yinya angkat bicara) aku bisa menjawab pertanyaan mu. Kami memilih Akademi Kwon sebab disitulah murid-muridnya akan dilatih lebih serius. Mereka lebih berfokus, pada dasar pelatihan spirit dan pengembangannya. Itu akan bagus untuk anak-anak seusia mereka. Lagipula Akademi Xian dan Akademi Nonu hanya terbaik dalam bidang fasilitasnya, tapi kualitas pembelajarannya akan sedikit kalah bersaing dengan Akademi Kwon. " (menjelaskan rinci)
" Bukan hanya itu, beberapa hari yang lalu, saat aku berada di pasar, saat itu aku dalam kondisi sedang menyamar sebagai rakyat biasa dengan tujuan untuk melihat keadaan pasar. Tapi tak disangka, aku bertemu dengan seorang peramal yang berasal dari Klan Elf. Dia bisa langsung tahu jikalau aku seorang ratu hanya dengan melihat sekilas. Mungkin dia bisa merasakan aura yang sama dari sesama sukunya. "
" Dia berkata, bahwa 'Sang pembawa kedamaian akan muncul di Akademi Kwon, untuk waktu kapannya dan siapa orangnya aku juga tidak tahu pasti. Namun aku sangat yakin dari akademi itulah, ia akan membuka hidupnya yang kelam sedikit demi sedikit. Seperti layaknya seekor singa yang keluar dari sarangnya selepas tidur panjang, untuk mencari mangsa!!'. "
" Peramal dari Klan Elf?, jadi mereka benar-benar ada.... Tunggu.... (berpikir). Pembawa perdamaian?. Maksudmu kakak ipar.... Seseorang dari bangsa petir itu?, bukankah mereka semua sudah terbantai habis tak tersisa?. " (terheran)
" Sepertinya aku rasa tidak semua, salah satunya pembawa perdamaian tersebut orangnya!. Karena itulah aku berencana agar Eter, Syler dan putrimu Dezyl bisa bersekolah di sana, lalu mencari orang tersebut. Kita harus bisa menjaganya, mungkin dialah orang terakhir dari bangsanya. Apalagi kita berhutang budi banyak pada mereka, sudah sepantasnya kita membalas kebaikan mereka. "
" Syler? Siapa dia?. Apa dia adalah sahabat putramu yang tadi ada disebelahnya?. "
(tersenyum) " Iya.... Benar, tepat sekali. Anak itu mungkin saat ini belum menemukan tipe spiritnya, tapi setelah ia berada di Akademi Kwon, aku yakin ia kan menjadi lebih hebat juga dengan spiritnya. Istriku.... Pikirkan kembali konsekuensi yang akan terjadi, kau mengatakan bahwa anak itu akan keluar dari sarangnya, dalam artian dia akan menunjukan siapa dirinya. Jika banyak orang yang mengetahui semua hal itu sebelum waktu yang tepat, maka akan banyak pula masalah yang akan terjadi. "
" Yang Muliaku.... Sebab itulah aku ingin mengirim ketiga anak-anak kita untuk menjemputnya, dan menuntunnya secara perlahan. Kita harus bisa menemukan orang itu, ini adalah kesempatan kita untuk memulihkan bangsa mereka, atau kita tidak akan pernah bisa melihat mereka lagi. "
" Apa yang kau katakan ada benarnya.... Aku selalu mendukung mu kakak ipar. (tersenyum) Hemmm.... Jikalau karena itu,(berpikir) Baiklah.... Aku menyetujuinya, dan mengizinkan putriku bersekolah di sana. "
* * * * * *
__ADS_1