
Syler : " Faren....! Ikut aku kebawah.... Ayoo!! " (membuka kuncian sepeda)
Faren : " Mau kemana....?! " (berteriak dari dalam kamar mandi)
Syler : " Ke pantai, dibawah kerajaan. Ayoo! Cepatlah.... (membawa sepeda ke luar rumah)
Faren : (buru-buru keluar kamar mandi) " TUNGGUU....!! (mengambil tas selempang digantungan) Syler...! Tunggu....! " (berlari keluar menyusul)
Syler : " Ayoo!! Naik!! (Faren duduk diboncengan sepeda belakang) Heyy....!! Bukan disini.... Di sepedamu sendiri sana!! (menunjuk ke sepeda lain)
Faren : " Wahh.... Sejak kapan kau punya dua sepeda? (melihat dari ujung ke ujung) Tapi.... Yang ini seperti punya perempuan...."
Syler : " Yaa sudah, kalau tidak mau, jalan kaki saja ke sana!! " (pergi)
Faren : " Heyy tunggui....! " (naik)
Faren mengekor dibelakang sepeda Syler, meskipun Syler membawanya dengan sedikit mengebut tak beraturan. Pedal sepedanya tak berhenti dikayuh, meski jarak untuk sampai disana bertambah menjadi tiga setengah kilometer. Rasa penasaran Faren terhadap tempat yang dikatakan indah, membuatnya tak goyah sedikitpun untuk berhenti mengayuh.
Syler mengatakan jika nanti disana mereka akan berlatih bersama seorang pelatih yang merupakan mantan dari guru besar di Akademi Kwon. Beliau telah pensiun sejak tiga tahun yang lalu, dan telah bekerja disana selama dua belas tahun lamanya. Tidak hanya mereka berdua, Eter juga mengundang Dezyl untuk latihan bersama.
Dua jam kemudian, sampailah mereka di Pantai Hasay, pantai terindah yang terhampar luas, pasir putih bersih dengan perpaduan air laut biru toscanya. Ditambah dengan pemandangan megahnya Kerajaan Bawah Laut diatas tebing yang berada diarah kanan pantai, dan aneka makanan laut di ujung timur pantai.
Pantai Hasay setiap sorenya selalu ramai pengunjung. Hampir tiap seluk beluk bagian pantai dikunjungi para wisatawan. Tapi tidak untuk bagian barat pantai, yang dimana bagian itulah pengunjung dilarang untuk mendekat, karena diarea itu sudah termasuk kedalam wilayah Kerajaan Bawah Laut.
Wilayah itu dibatasi dengan pagar besi dan benton yang kuat juga tinggi. Di area itu selalu dijaga ketat oleh penjagaan para pengawal kerajaan. Biasanya para pengawal juga melakukan latihan terbuka ditempat ini. Tetapi, selama musim panas, para prajurit jarang melakukan kegiatan pelatihan di luar kerajaan.
__ADS_1
Karena itu, Eter memanfaatkan ruang kosong arena pelatihannya, untuk persiapan tes pendaftaran nanti. Eter juga meminta bantuan kepada ibunya, agar dicarikan pendamping yang bisa mengajarkan mereka, meski dalam waktu singkat. Dan ora yang dimaksud adalah Oron, 'Si Guru Galak' yang mengajari anak kelas tiga di Akademi Kwon.
CKRIKK!!! Bunyi pengunci sepeda, tanda mereka sudah sampai ditempat. Gerbang terbuka, beberapa prajurit menyambut kedatangan mereka. Diantaranya ada yang membantu memasukkan sepeda keduanya kedalam. Mereka dituntun masuk kedalam karang-karang yang didalamnya merupakan tempat pelatihan. Ada beberapa anak tangga yang mengarah ke dalam tanah, seperti ada banyak jalan dibawah.
Setelah masuk lebih dalam lagi, mereka menemukan pintu besar yang persis menyerupai karang sebelumnya. Salah satu pengawal yang menemani mereka, menarik salah satu tuas diantara tiga lainnya, yang ada disisi kiri pintu. Tanah bergetar seiring terbukanya pintu keatas.
Hanya kegelapan yang memenuhi seluruh ruangan didepan mereka. Satu... Dua... Tiga... Lampu seketika menyala. Berdiri tiga orang dihadapan mereka, disertai tatapan sinis mematikan. Terlebih orang yang tinggi semampai dengan tubuh kekarnya berdiri didepan Dezyl dan Eter. Menatap sangat dalam ke kedua anak tadi.
" TERLAMBAAAT!!..... (mendekat, melotot) Apa ini dia anak-anak yang akan ikut dalam latihan kita.... Juga orang-orang yang payah ini juga yang akan ikut tes di Kwon nanti? SUNGGUH TAK LAYAK!!! (menggertak) Baru latihan saja sudah TERLAMBAT...!!! (berbalik) Push up dua puluh kali! CEPAT!! Dasar orang-orang payah. "
Faren : (ingin maju tapi langkahnya ditahan Syler) "KAMI BUKAN ORANG PAYAH!!! Apa kau tidak tau, berapa lama dan jauhnya perjalanan kami?!! Seenaknya saja kau langsung menilai kami orang payah yang tidak berguna!! "
" Lihat!! Bukannya kalian sudah diberitahu untuk datang jam berapa, HAHH?!! (menoleh) Apa dirumahmu tidak punya jam, ini sudah LEWAT!! CEPAT... push up tiga puluh kali!! " (berjalan menjauh)
Raut wajah Faren sangat terlihat marah dan kesal pada orang itu. Tapi dia faham mungkin dia hanya ingin menguji dirinya dan Syler. Syler hanya Menganggukkan kepala, seperti mengisyaratkan untuk melakukan apa yang diperintahkan. Faren harus mengalah dan merendahkan egonya.
Syler : " Ckk!... Jangan terpancing, biarkan dia melakukan apa yang dia suka, tapi apa yang diperintahkan kita anggap saja sebagai latihan.... Jangan terbawa emosi. " (lirih)
Faren menatap Syler disusul dengan anggukannya. Menarik dalam-dalam nafasnya, menghembuskan perlahan, mulailah dia menjalankan semua yang orang itu perintah dengan rasa lapang. Setelah selesai berlari, orang itu menyuruh mereka untuk berbaris lurus didepannya. Memberi komando sikap tegap.
" Oke.... Baiklah!! Kita kan menjalani latihan rutin ini selama lima hari! Selama menjalani latihan, kalian harus fokus dan konsentrasi pada latihan. Aku tidak mau mendengar ada diantara kalian yang izin apalagi tidak hadir selama latihan ketat ini. Datang harus tepat waktu!!! Dan mulai saat ini dan seterusnya panggil aku dengan OronDa, di Akademi Kwon, Da adalah sebutan untuk pelatih dan para pengajar disana. KALIAN MENGERTI?!! " (tegas)
" Siap!! Mengerti, OronDa!! " (keempatnya serentak menjawab)
OronDa : " Pertama, perkenalkan dulu nama panggilan dan jenis tipe spirit kalian! Mulai dari kanan! " (menunjuk)
__ADS_1
Eter : " Siap! (lantang) Nama, Eter, tipe spirit air. "
OronDa : " SELANJUTNYA!! "
Dezyl : (maju selangkah) " Nama!, Dezyl. Tipe spirit tanah! " (mundur kembali)
Faren : " Nama.... Faren. Tipe spirit, api.... "
Syler : " Nama Syler, tipe spirit...." (bingung ingin menjawab apa)
OronDa : " Kenapa hanya diam saja, APA TIPE SPIRITMU?!! " (menggertak)
Dezyl : " Maaf, OronDa, Syler belum mendapatkan tipe spiritnya. " (jelas)
OronDa* [Darimana apanya! Dia belum mendapatkan tipe spiritnya!.... Padahal sudah jelas dan terasa, bahwa dia memiliki tipe spirit cahaya. Apa tidak ada yang memberitahunya?]
OronDa hanya terdiam merenung keanehan itu, biasanya tipe spirit tanpa diberitahu pun, pemiliknya akan menjadi yang pertama mengetahuinya. Dia akan melakukan uji coba terhadap Syler nanti saat latihan pribadi. Untuk saat ini, OronDa akan menjelaskan tentang Akademi Kwon dan bagaimana cara kerja mereka dalam memilih calon-calon bibit unggul.
Lalu tibalah untuk waktunya latihan masing-masing dengan tipe spirit mereka. Semuanya dipencar ditempat yang berbeda, kecuali Syler yang tetap berada diposisi awalnya. Dibawah lampu yang besar, OronDa menyuruhnya untuk duduk dan merasakan kehangatan yang dipancarkan lampunya.
Sedangkan Eter berada di timur ruangan, dan disekelilingnya hanya dikerumuni api yang membara. Dia hanya dibekali sebuah botol berisikan air penuh. Dan misinya, dia harus memadamkan apinya tanpa harus menghabiskan airnya. Jikalau perlu, air yang ada didalam botol tidak boleh berkurang semilipun. Jika dia gagal. Eter akan beresiko terbakar dalam bara api.
Sisi barat, ada Dezyl yang diperintahkan menghadap pintu karang yang kokoh, dengan misi dia harus mampu mengumpulkan sepuluh batuan kecil yang berasal dari serpihan karangnya. Tetapi dengan syarat dia tidak boleh merusak, ataupun menghancurkan pintu karangnya. Tetapi syarat lain memperbolehkan pintunya retak. Dan itupun jikalau dia mampu. Karena pintu karang itu sangat keras dan juga kuat sekali.
Lalu disisi selatan, ada Faren yang berendamkan air yang sangat dingin yang mencapai sepinggangnya. Air itu akan terus bertambah naik dan naik. Misinya, dia harus bisa menghabiskan air yang menyentuh tubuhnya hingga dia tidak merasakan dingin. Selagi dia tidak bisa melakukannya, Faren bisa-bisa akan tenggelam didalam wadah. Jadi dia harus bisa memikirkan cara terbaik untuk melakukannya.
__ADS_1
Dan Syler?, dia hanya terus fokus merasakan energi yang dipancarakan lampu. Selagi dia tidak bisa merasakan panas dan sejenisnya, dia tidak diperbolehkan berdiri dan akan terus duduk. Seandainya jika sampai besok Syler belum bisa merasakannya. Maka sampai besok jugalah dia akan terus duduk ditempat.
* * * * * *