
Dua saingan Dezyl yang akan dia lawan memasang posisi waspada semenjak Dezyl melempar sang pemilik spirit tanah keluar arena. Serangan pertama dimulai dengan si pemilik tipe spirit tanaman, yang menyerang Dezyl dengan tumbuhan merambat berdurinya.
Dezyl menghindar sebisa yang dia mampu, tetapi sebab pergerakannya yang tak bisa membuatnya melihat sekitar, dan hampir saja menginjak garis ubin, membuat Dezyl terkena serangan lilitan tanamannya. Duri yang menyebar disepanjang tanamannya juga ikut merobek baju Dezyl dan menyayat kulitnya.
" Lihatlah.... Gadis bangsawan itu hanya beban... Hahaa.... " (ucap salah satu penonton)
Pergerakan Dezyl sudah dihambat oleh si anak dengan tipe tanaman, sekarang anak satunya lagi dengan tipe es melihat ada peluang nya. Si anak es itu seketika membekukan lilitan tanaman yang melilit tubuh Dezyl, bahkan darah yang menetes disetiap lukanya juga membeku. Dezyl berusaha bergerak, tapi itu hanyalah sia-sia.
Dezyl* [Serangan ini sama seperti perangkap tanahku, tapi ini jauh lebih keras dan dingin. Terlebih beberapa luka yang kudapat dari serangan duri-duri itu membuat timbul sensasi rasa dingin berlebih pada lukaku. Kalau aku berlama-lama disini, aku bisa gagal dan kalah dalam tesnya.]
Eter : " Bagaimana ini, Dezyl tampaknya kewalahan mengahadapi mereka.... " (khawatir)
Syler : " Tenanglah, dia pasti bisa!!. " (singkat dan yakin)
Dezyl* [Inilah kombinasi serangan kuat yang sempurna untuk spirit yang berlawan sepertiku menghadapi dengan mereka. Aku tidak bisa mengeluarkan jurus jikalau aku tak bisa bergerak.... Kecuali....]
Dezyl* [Teknik konsentrasi ganda yang diajarkan OronDa semasa latihan.... Hanya oerlu mengandalkan pikiran dan biarkan konsentrasimu yang memainkan permainan ini.]
Faren : " Apa Dezyl akan kalah?! Berarti makan siang nanti tidak jadi kan?! "
__ADS_1
Syler : " Sepertinya kau terlalu cepat menyimpulkan! "
Eter : " Benar!! Tidak mungkin dia hanya berdiam diri seperti itu tanpa menyerang.... Pasti dia tengah memikirkan cara bagaimana mengatasinya. Bukan cara Dezyl kalau hanya bisa menyerah tanpa mencoba lebih keras....!! "
Syler : " Kau benar! "
Dezyl* [Konsentrasi Dezyl.... (memejamkan mata) Lupakan apa yang terjadi disekelilingmu sejenak! Fokus.... Fokus.... Pusatkan pengumpulan energi spiritmu, lalu.... Bayangkan serangan itu... Dan....]
Kraak!! Kreek!! (suara retakan es) Boom!! Prang!! Semua yang menghambat gerak Dezyl hancur berkeping-keping dengan jurus andalan yang membelah pintu karang yang super kokoh menjadi dua. Kedua anak itu seketika berwajah pucat tak menyadari serangan balasan Dezyl yang mengejutkan.
Tanpa mengulur waktu, dia akhirnya mendominasi arena. Dezyl melakukan serangan balasan dengan menangkap kaki-kaki anak-anak itu dengan tanahnya, lalu meminimalisir serangan balasan kembali dengan mengunci tubuh, tangan hingga sampai kemulut mereka. Lalu tanah yang dibawah kaki anak-anak itu dihancurkan hingga menyerupai pasir hisap. Setelah itu baru dia menjebak mereka dengan tanah penjebaknya.
Dezyl : " Jangan berusaha menghancurkannya, atau kalian hanya akan terhisap lebih jauh kedalam tanah! "
Dezyl* [Itu adalah taktik dan teknik penyerangan yang pernah ayah ajarkan padaku. Ayah bilang, kalau sekiranya kita mendapatkan lawan yang sangat unggul didalam tipe spiritnya karena bertolak belakang tipe spirit sendiri, kita bisa membuat jebakan untuk membuatnya lengah meski hanya sebentar, itu adalah peluang yang cukup bagi seorang kesatria elemen]
Dezyl* [Atau bisa juga menggunakan titik lemah lawan. Titik lemah lawan ini bisa menggunakan kelemahannya atau menggunakan titik serang yang rendah. Dimana lawan sangat sedikit mengeluarkan potensi penyerangannya saat berada di titik kurang itu.]
Dezyl* [Dengan begitu kita bisa kembali mendominasi alur permainan lawan hanya dengan memanfaatkan kekurangan lawan, baik dari segi internal maupun eksternal. Ketangguhan saja tidak cukup untukmu merebut alur permainan, tetapi bila diimbangi dengan kecerdasan menganalogika itu, adalah poin plus sendiri untuk kekalahan lawan. Itulah sedikit dari banyaknya strategi penyerangan yang pernah ayahku ajarkan kepadaku selama ini.]
__ADS_1
Dezyl* [Aku memang tidak bersekolah seperti Eter, dan yang lainnya. Tetapi ilmu yang aku dapatkan ini sudah diibaratkan sama seperti jika aku bersekolah. Ayah melatihku dan memacuku agar bisa menyaingi anak yang bersekolah, ataupun bahkan bisa lebih jauh lagi. Harapan ayah, minimal aku bisa menjadi seorang gadis yang tangguh. Bukan hanya dalam bertahan maupun menyerang. Tetapi juga tangguh dalam menggunakan akal.]
Wasit lalu menghitung mundur, untuk memastikan tidak ada lagi perlawanan yang menjadi tanda bahwa sang penantang sudah menyerah. Wasit lalu mengangkat satu tangan Dezyl keatas sebagai bukti, bahwa dia lolos dalam tes uji cobanya, dalam sesi pertama. Sorakan para penontong menyoraki nama Dezyl, juga berpadu bersama tepukan tangan penonton yang meriah.
Ada yang kagum akan taktik bertarungnya yang tenang dan mengejutkan. Ada pula yang tidak percaya atas kemenangannya. Ada juga yang terpesona akan kecantikan dan ketangguhannya dalam bertarung. Dan ada pula yang menggunjingnya bahwa dia memakai cara kotor, licik, curang, dan pastinya memakai orang dalam.
Tapi Dezyl sangat tak menghiraukannya, dan menikmati kepuasannya atas usahanya selama ini, dan juga latihan kerasnya yang terbayar lunas. Dezyl pun berpindah tempat kembali, ke tempat dimana dia duduk semula. Begitu juga dengan ketiga anak yang menjadi lawannya.
Ketika dia muncul di sisi teman-temannya, dia langsung memeluk ketiga sahabatnya itu, dan melompat kegirangan. Dezyl terus mengulangi kata-katanya 'Aku Berhasil ' berulang kali. Mereka berempat juga mengeluarkan toss unik ala mereka, yang mereka buat khusus hanya untuk berempat. Eter mengatakan kalau dia sangat terkesan dengan serangan kejutan yang Dezyl lakukan tadi.
Lain halnya dengan Faren yang mencari masalah dengan mengatainya bahwa Dezyl hanya beruntung karena mendapatkan lawan yang mudah. Dezyl menyangkalnya dan berdebat dengan Faren, memberitahukannya bahwa mereka itu cukup tangguh untuk menjadi lawan dari jenis tipe spirit seperti miliknya. Lalu Syler mendekat, dan mengusap rambutnya seraya memberi ucapan selamat kepada Dezyl.
Syler : (mengacak rambut Dezyl ) " Selamat ya, kau hebat tadi! " (singkat)
Dezyl yang terkejut dengan perlakuan Syler yang spontan itu membuatnya salah tingkah, pipinya juga memerah. Lalu matanya dipalingkan kearah bawah. Karena dia tidak tahan, dan sangat malu dengan yang baru saja terjadi, dia langsung mengincar Faren dan mengubah topik pembicaraannya. Dia menanyakan perihal kebenaran traktiran makan siang yang dia ucapkan saat ditengah tes tadi.
Yang pasti Faren sangat menolak, karena dia hanya sembarang berkata dan hanya bercanda. Tentu saja Dezyl tidak akan membiarkannya membatalkan janji yang telah ucapkan itu. Eter berusaha menjadi pendukung Dezyl yang mengaku menjadi saksi atas ucapan bodohnya. Syler hanya bisa terdiam dan tersenyum melihat tingkah konyol teman-temannya yang sangat aktif dan juga cukup berisik itu.
* * * * * *
__ADS_1