Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Pejuang Tercepat


__ADS_3

Xion* [Apa-apaan mereka itu.... (tidak percaya) dari seratus soal, mereka bisa menyelesaikan keseluruhannya?! Padahal dalam waktu setengah jam!! Bagaimana.... Bagaimana, mereka bisa melakukannya....?! Luar biasa, padahal lima belas diantaranya soal cerita nalar yang lumayan panjang.]


Xion* [Berapa lama persiapan yang mereka lakukan....?! Apa dua orang kakak beradik itu terlalu jenius?! Aku jadi penasaran dari mana asal mereka....]


Xion terkagum hampir tak percaya saat dia melihat gadis yang dia ikuti mampu mengerjakan soal yang sebegitu banyak, bahkan mampu ia kerjakan dalam waktu singkat, bahkan setelah selesai mengerjakan dia masih punya sekitar empat menit tersisa. Sedangkan laki-laki yang mungkin kakaknya itu, juga sama dengannya, hanya saja dia lebih cepat tiga menit.


Bisa dibayangkan seberapa cepat otak mereka mengolah soal dan menemukan jawannya. Beradu bersama waktu, saling berkompetisi untuk memperebutkan kuota masuk. Keduanya sangat menikmati peraduan nasib seakan saling menantang satu sama lain untuk menjadi yang tercepat dan tertepat.


Begitu tangan sang kakak terangkat, menyatakan kalau dirinya sudah selesai, tiga menit kemudian sang anak gadis itu menyusulnya. Begitu selesai, lembar soal dan jawaban diambil oleh panitia yang selanjutnya akan di scan agar bisa langsung mengetahui skor yang didapatkan. Saat lembar jawaban sang kakak selesai discan, sang juri memeriksa kolom identitas dari si peserta.


Lalu mengumumkan nilainya, sang kakak berhasil menembus nilai sempurna dengan waktu pengerjaan lima puluh tiga menit dengan kriteria jawaban terbaik. Lalu disusul lembar sang adik, ternyata dia juga mendapatkan nilai sempurna dengan waktu pengerjaan lima puluh enam menit dan masuk dalam kriteria jawaban terbaik.


Mereka berdua secara otomatis langsung mendapatkan bangku utama, sebagai calon siswa yang layak lulus seleksi pendaftaran. Dan masuk kedalam kategori siswa paling dirokemendasikan oleh kepala sekolah se-Akademi Kwon. Ini adalah kali pertamanya bagi Akademi Kwon mendapatkan pendaftar yang mampu mengerjakan soal tes masuk itu dengan begitu tepatnya.

__ADS_1


Bahkan sampai mendapatlan nilai sempurna dengan waktu yang terbatas, adalah salah satu kebanggaan tersendiri apalagi termasuk kedalam rekor pertama yang pernah dicapai. Selama berdirinya bangunan sekolah itu, sampai saat inilah baru ada yang berhasil menembus nilai sempurna. Ini adalah kabar yang mengejutkan dan menggembirakan.


Pihak kepala sekolah juga sangat senang karena baru kali ini ada yang berhasil menjawab keseluruhan soal secara benar dan tepat. Karena semua orang tahu tes tertulis ini sangat tidak mudah. Tes ini ditulis oleh mendiang istri kepala sekolah yang ditulis sebelum beliau meninggal, tepat sekitar lima belas tahun yang lalu.


Dikatakan tes ini tak pernah diubah itu memang benar, tetapi setiap orang yang ingin berbuat curang seperti mencari tahu isi soal sebelum tes, itu tidak akan bisa terwujud. Apalagi jika ada yang bertanya kepada siswa yang sudah mengikuti tesnya, ingatan mereka akan hilang saat sudah mengerjakan soalnya, meskipun mereka berusaha keras untuk mengingatnya.


Jadi kesimpulannya soal tes yang berumur lima belas tahun ini berhasil dijawab sempurna oleh kakak beradik yang bahkan tidak terlihat kesusahan saat mengerjakan, malah terlihat seperti sedang bermain ' Siapa Cepat Dia Dapat '. Seluruh peserta dan para guru yang berada didalam gedung sangat takjub akan kemampuan kedua anak itu.


Penonton bertepuk tangan riuh saat juri mengumumkan nilai mereka. Ada juga yang sudah pasrah dengan keadaan karena saking mustahilnya mereka untuk menyaingi kakak beradik itu. Meskipun beberapa anak sudah menurun semangatnya, tetapi tes tetap dilanjutkan karena hanya tersisa empat nomor lagi.


Sekarang Xion hanya bisa pasrah, berharap soal yang diujikan benar-benar tidak sesuai dengan ekspetasinya. Ketika sang juri sudah menyatakan aba-aba mulai, lembaran soal dan jawaban yang sudah ada dimeja boleh dibuka. Disana Xion memulainya dengan mengisi identitasnya dengan nama adiknya secara tidak segaja. Karena saat itu juga, entah darimana asalnya dia jadi mengkhawatirkan adiknya yang keluyuran di akademi ini.


Selanjutnya soal pertama dikerjakan, dia langsung bisa menjawabnya. Tapi disitu dia masih berpikir positif, mungkin karena soal pertama biasanya masih mudah-mudah, maka dilanjutkannya lah mengerjakan soal-soal selanjutnya dengan cepat. Hingga tak terasa sudah hampir menuju dua soal terakhir. Dan soal terakhir pun diselesaikan dengan usahanya, tapi dia sama sekali tidak mengerti, mengapa soalnya begitu mudah?.

__ADS_1


Xion langsung mengacungkan tangannya tepat satu menit terakhir. Salah seorang guru mengambil dan menyescan lembar jawabannya. Beberapa raut wajah anak-anak yang memperhatikannya mulai khawatir, jikalau dialah anak lainnya yang akan menjadi seperti dua anak beruntung sebelumnya. Tapi tak sedikit juga yang berprasangka bahwa Xion hanya mengerjakan secara asal-asalan, demi mendapat sorotan, sebagai siswa yang tercepat lainnya, seakan ikut-ikutan meniru kakak beradik tadi.


Tapi prasangka itu semuanya salah saat sang juri mengumumkan nilai dari hasil tes Xion. Dari pengumuman itu guru-guru dan para murid dikejutkan kembali oleh hasil yang diperoleh Xion. Dia mendapatkan nilai dengan total salah tiga, dan masih termasuk kedalam kategori terbaik kedua.


Xion sendiri masih mempertanyakan, bagaimana bisa dirinya mendapat nilai setinggi itu padahal ekspetasinya dia hanya mampu menjawab dua puluh lima soal, yang berarti lima puluh persen dari setengahnya. Ternyata itu jauh melebihi ekspetasinya, apakah keberuntungan tuhan sedang berpihak kepadanya ataukah dia sesungguhnya mampu mengerjakan, itu semua masih belum terpecahkan dibenaknya.


Tapi saat namanya disebut sekali lagi diakhir, dia sangat terkejut, nama yang dia masukkan adalah nama adiknya. Mau tidak mau dia harus mengikuti alur tes ini. Karena kalau dia sampai membiarkan semuanya tahu, kalau itu adalah nama yang salah, akan jadi panjang lagi masalahnya.


Xion kembali ke tempat duduknya semula, ekspresinya masih terdiam tak percaya. Gadis yang diikuti Xion, alias Voltha, diam-diam memperhatikannya. Voltha juga tak percaya bahwa anak sepertinya ternyata sangat pintar juga, sangat tidak mencerminkan sama sekali dari tampangnya yang tampak seperti anak nakal.


Menurut Voltha anak itu berperawakan tegas, tapi mukanya juga sangat tampan. Kulit putih bersih, rambut yang agak panjang, tubuhnya sedikit lebih tinggi dari Vingent, yang juga lebih tinggi dari Voltha. Mungkin karena pakaian yang ia kenakan, membuatnya terkesan seperti anak nakal.


Voltha* [Aku semakin penasaran, sebenarnya dia itu seperti apa yah orangnya.... Sepertinya menarik.... Tapi mukanya membuatku jadi berpikir dua kali untuk berteman dengannya. ]

__ADS_1


* * * * * *


__ADS_2