Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Teman Yang Perhatian


__ADS_3

Selagi menunggu petugas kesehatan memberikan laporannya, Faren keluar untuk mencari minum dan beberapa makanan untuk Eter dan yang lainnya. Dia sangat mengetahui kalau kondisi Eter yang sudah terkuras energinya pasti akan memerlukan asupan energi untuk pemulihan tubuhnya.


Dia berlari untuk mempersingkat waktu, dan saat berada di koridor dia bertemu dengan anak yang ditabraknya tadi pagi. Dia berlari menyusulnya saat dua orang itu sudah menaiki tangga. Anak laki-laki itu juga masih bersamanya.


Faren : "Hei....!! Hei.... Tunggu....!! " (berjalan cepat)


(kedua anak yang dipanggil tidak menyadari)


Faren : " Heyy!! Kau anak yang tadi!! " (berhenti)


Si anak gadis : " Mm?.... (menoleh)


Si anak cowok : " Bukankah dia adalah anak yang menabrakmu tadi pagi?. Kenapa dia ada disini....?. "


Si anak gadis : (cuma terdiam, memandang)


Faren : " Heyy!! (melambaikan tangan) Aku mau mengembalikan gelang mu yang jatuh....!! Ini....!! (menunjukkan) " (wajahnya ceria sekali)


Si anak gadis* [Gelang....?! (berpikir) Itu memang seoerti gelangku.... (lalu mengecek tangan kirinya)]


Si anak gadis : (menuruni tangga dengan semangat) Wahhh....!! Itu memang milikku.... (semringah) Terima kasih banyak yaa!! (mengambilnya) Untunglah tidak hilang....! (melihat wajahnya) Siapa namamu?.... Darimana asalmu?..... " (tersenyum lebar)


Faren* [IMUT.... IMUT.... IMUT SEKALI!! Aku tak tahan....!!! Kenapa dia bisa begitu imut sih....!!)]


Faren : " Na.... Namaa....? Emm.... Nama.... Namaku.... (berusaha stay cool) Faren!! Panggil saja Faren!! " [*Kenapa sekarang aku jadi gugup?!! Perasaan apa ini?!! (kesal)]


Si anak gadis : " Salam kenal Faren.... :) Namaku Voltha.... Senang bertemu denganmu.... Terima kasih juga yaa! Untuk gelangnya.... " (tersenyum lega)


Faren* [Voltha....? Namanya Voltha....? Keren....(terkagum)]


Voltha : " Dahh.... (melambaikan tangan, dengan senyuman manisnya)


Faren : (hanya terdiam melihat Voltha semakin menjauh)


Faren* [Haaa.... Makhluk seperti apa dia.... Cant.... (melamun lalu tersadar sesuatu) HEIIHHH!! Apa yang kulakukan disini!! Aku harus bergegas membeli makanan....! Untuk Eter!! (berlari) Bisa-bisanya aku sampai teralihkan.... Ahhh.... Maafkan aku Eter.... (berlari cepat)]

__ADS_1


Faren berlari keluar gerbang dimana ada banyak penjual makanan dan minuman disana. Sekarang dia mulai berpikir makanan apa yang dapat memulihkan energi dengan cepat. Setelah berpikir dan mengamati beberapa kedai, dia akhirnya memilih untuk membelikan makanan laut kesukaan Eter, yaitu udang goreng.


Datanglah faren ke kedai makanan laut yang posisinya lumayan jauh dari pintu gerbang. Tapi tidak apa-apa baginya, asalkan Eter bisa memulihkan energinya seperti sedia kala. Dikedai itu Faren memesan semangkuk kertas udang goreng yang berisikan lima potong udang goreng berukuran sedang dengan tambahan acar mentimun. Sang penjual juga menambahkan saus tomat dan taburan keju diatas udang goreng yang masih panas.


Disebelah kedai makanan laut, ada kedai unik yang menjual minuman sari buah. Penjualnya adalah seorang kakek tua yang tengah mengobrol dengan seorang anak kecil yang terlihat seperti seusia dengan Faren. Dengan santainya dia menikmati minuman sari anggur sambil mengemil camilan kentang baladonya.


Faren memesan kepada kakek tua itu, empat minuman sekaligus, yang masing masingnya terdiri dari sari buah alpukat, semangka, jeruk, dan mulberry. Gelas minumannya berbentuk gelas kemasan, jadi Faren tidak khawatir jikalau tumpah. Selagi minumannya dibuat, Faren beralih ke depan kedai yang menjual makanan manisan.


Dia juga membeli beberapa makanan ringan dan beberapa coklat untuk Dezyl dan Syler. Lalu saat Faren kembali ke kedai sebelumnya, minuman sari buah yang dipesan telah jadi. Faren kemudian memberikan uang kepada kakek tua itu dan pergi. Saat dia berjalan kembali, dia tidak sadar jika anak kecil yang berada dikedai kakek tua itu mengikutinya.


" Aku tahu kau.... (Faren terkejut mendengar suaranya) Kau pasti salah satu teman pangeran itu kan?! Makanan yang kau beli banyak sekali.... Ada apa kawan?! Apa teman pangeranmu itu terluka parah?, lalu dia kalah dalam pertandingan?! Sehingga kau harus membelikan asupan untuknya sebanyak ini?!! Haahh.... (tertawa menyeringai) Dia memang seperti penampilannya, tidak berguna yaa.... Hahah!! "


Faren menghentikan langkahnya, emosinya sempat terpancing, tapi dia tak ingin mencari ribut dengan siapapun. Dia sempat melihat kearah wajahnya, lalu pergi begitu saja. Anak itu masih mengikutinya sampai Faren melewati gerbang. Jujur saja Faren merasa risih, tapi dia tetap jalan tanpa memperdulikan.


" Heii!! Sombong sekali kau ini.... Aku berbicara padamu.... Tapi kau diam saja.... Memang kumpulan orang yang cuma sombong saja ya.. He.. Hem... "


Faren : " Terserah saja kau mau bilang apa orang asing....! Kau juga hanya pandai bicara saja ya.... " [*Ini adalah cara bicara yang aku telah kenyang mencemilinya tiap hari.... Haha... Rasakan....]


" Hahaa.... (tertawa lepas) Unik juga kau ini.... Dasar aneh.... Siapa namamu.... Orang aneh sepertimu pasti punya nama yng berbeda.... Kan....?! " (tersenyum menyeringai)


Faren : " Faren!! Nama aneh dari sosok yang eksotik!! " (acuh) [*ahh... Aku terlalu malas untuk menanggapimu...]


" HEII...!!! XINOO... !! BARANGMU KETINGGALAN....!!! XINO!! " (kakek itu berusaha berteriak)


Xino : (menoleh kebelakang) " AHHH.... IYA KAKEK....!! AKU KESANAAA....!!! Nanti kita bicara lagi! "


Faren : (menyaut cepat) " Semoga tidak akan pernah!! Dasar anak norak....!! " (melirih)


Faren segera berlari menuju ruang kesehatan akademi, takutnya teman-temannya sudah menunggunya. Saat sampai disana, Eter sudah sadarkan diri, tetapi tubuhnya, apalagi wajahnya masih lemas dan pucat. Sementara Syler sudah berada di sana, begitu melihat Faren masuk, Syler langsung mendekat. Tatapannya masih sama tajamnya saat sedang mengincar mangsa.


Faren : " Ke... Kenapa?! Jangan melihatku seperti itu!! Iya aku tahu aku telat! (was-was jikalau tiba-tiba, dia diamuk Syler. Tapi dia sudah menyiapkan kata-kata manis) Tapi aku juga membawakan makanan juga untuk kalian semua.... Jadi harap wajar kalau lama...."


Syler : " Bukan apa-apa... "


Faren : " Begitu saja....?! "

__ADS_1


Syler : " Lalu....? Aku harus bagaimana....?. " (mengambil barang bawaan Faren)


Faren : " Aku pikir kau akan mengatakan sesuatu yang seperti biasanya. Soalnya wajahmu itu seperti ingin mengatakan sesuatu tahu.... Jangan bohong.... Aku bisa tahu itu.... atau.... "


Syler : " Sebenarnya iya.... Tumben kau bisa perhatian pada semua orang.... Sampai-sampai ingat untuk membelikan makan. " (mengeluarkan satu-satu barang dan membukanya.)


Faren* [Memang tak ada yang bisa diharap manis dari mulutnya.... Hehh....]


Faren : " Kalian kan memang belum makan sejak pagi tadi, jadi aku berpikir sekalian saja aku membelikannya.... Ini Eter.... Aku membelikanmu udang goreng kesukaanmu, makanlah agar energimu kembali lagi.... "


Dezyl : " Lalu pakai uang siapa, kau membeli semuanya....? " (menerima minuman dari Faren)


Faren : " Jelas pakai punyakulah.... Mau pakai uang siapa lagi?. "


Dezyl : " Ini.... Ambilah anggap aku menggantikan semuanya.... "


Faren : " Tidak usah Dezyl.... Itu juga kelebihan banyak tahu!! "


Dezyl : " Kau itu sudah kabur dari rumah dapat uang dari mana?! Jangan seperti orang asing aja Faren....!! Ambillah, kau itu sudah kami anggap seperti saudara sendiri.... Ini.... Ambilah buat uang makanmu.... "


Faren : " Sebenarnya ini uang dari tabunganku, aku masih punya banyak sih.... "


Dezyl : " Tapi cepat atau lambat juga akan habis kan?! Ini sudah terima saja!! Kau mau tabung atau apakan juga terserahmu.... Kalau kau butuh apa saja katakan pada kami.... Nanti akan dibantu.... " (memaksa dan memasukkan uangnya ke dalam tas Faren)


Faren : (matanya berair) " Huaaahh.... Terima kasih Dezyl.... Terima kasih banyak.... (memeluknya) Kalian memang teman terbaikku.... Aku tidak tahu harus membalas apa.... Padahal aku hanya orang tak dikenal yang bahkan berasal dari kalangan musuh, tetapi kalian memperlakukanku seperti keluarga sendiri....(Dezyl melepaskan pelukannya) Terima kasih.... Terima kasih banyak.... (mengusap air matanya yang menetes) Aku belum pernah diperlakukan seperti ini.... Aku sangat berterima kasih.... "


Eter : " Tak perlu membalas apapun.... Cukuplah bersama kami saja selalu. Dan terima kasih juga untuk makanannya ya Faren, (tersenyum) kau sangat memperhatikan apa yang aku suka ya!! Aku sekarang jauh lebih baikkan. "


Syler : (memandangi Faren) " Dasar sok kuat, kalau susah bilang saja.... Kayak tidak punya teman saja.... "


Faren : (mukanya merengut, tetapi dia menghampiri Syler dan memeluknya) " Terima kasih juga, sudah mau menerimaku dan meminjamkan tempat tinggal untukku Syler.... "


Syler : " Berhenti memelukku cengeng.... Sebenarnya aku cuma kasihan kepadamu tidak lebih.... (faren menatap Syler) Hahaa.... Bercanda.... Sudah tak usah pedulikan apapun.... Kau cukup mencari saja kakakmu dan fokus pada misi yang diberi raja.... "


Faren : " Iya... Aku akan melakukan yang terbaik. "

__ADS_1


Sikapnya pada teman-temannya sudah seperti seorang bayi yang merengek meminta mainannya. Terkadang sifatnya benar-benar manja dan menggemaskan. Karena itulah Syler sangat suka menjahilinya dan mempermainkannya.


* * * * * *


__ADS_2