
Museum senjata replika spirit elemen, didalamnya terdapat berbagai macam replika senjata yang digunakan dalam perperangan maupun senjata pribadi yang terkenal akan kemampuannya yang luar biasa. Museum ini memiliki beberapa mitos-mitos yang sangat membingungkan. Mengenai teka-teki bak puzzle yang tak pernah terpecahkan, membuat beberapa murid yang penasaran, berdatangan secara diam-diam dan tanpa izin pihak guru ataupun penjaga kemanan disana.
Ini mengenai senjata pedang kuno warisan klan kuno Velia. Pedang itu dikatakan merupakan pedang buatan asli dari klan, yang ditempa khusus oleh seorang pembunuh bayaran yang memiliki level spirit tingkat tinggi. Karena pedang itu adalah pedang bekas yang digunakan seorang pembunuh, aura gelap dan membunuh dalam dirinya ikut terserap ke dalam pedangnya.
Ditambah lagi, dia pernah menggunakan teknik terlarang asal klannya, yaitu Electric Embezzlement. Teknik ini dikatakan terlarang karena, setelah seseorang menggunakannya, akal pikirannya akan dikendalikan oleh roh suci kuno, Auci, bentuk kegelapan dan murka dunia. Tidak ada yang akan mampu menahan aura kehancuran milik Roh Auci. Meskipun ada yang berhasil keluar dari auranya, efek sampingnya akan berdampak pada ingatan otaknya.
Orang tersebut akan beresiko terkena amnesia ataupun luka parah pada organ dalam, bahkan sampai-sampai lumpuh permanen. Selain berdampak pada diri sendiri, teknik ini pastinya lebih berdampak besar pada sekitarnya. Orang yang sudah dirasuki Roh Agung Auci tidak akan memikirkan sekelilingnya ataupun orang-orang yang disayangi.
Yang akan dipikirkan hanya menghancurkan, menghancurkan, dan merusakkan apa saja disekelilingnya. Sebagai hasil perwujudan dari hukuman tuhan, dan murka dunia atas sikap manusia yang tidak bisa dimaafkan. Lalu, setelah teknik itu digunakan, sebagai akibat, akan semakin mempergelap aura pedang, sedangkan Roh Auci sangat menyukai kegelapan hati, dan hasrat ingin membunuh. Itu adalah makanan yang paling disukainya dan selalu menjadi incarannya.
Maka semakin gelap jugalah kekuatan yang dikeluarkan pedang tersebut, dan semakin besar pula efek serangan yang dihasilkannya. Jika dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan akan semakin memperparah keadaan dan membahayakan pemilik pedang. Hingga akhirnya, sang tetua klan memberikan titahnya, untuk segera menyegel dan menyimpannya disuatu tempat yang hanya diketahui oleh sang raja dan beberapa orang terpecayanya.
Juga menyebar luaskan kepada seluruh negeri mengenai berita baik ini, bahwa sang raja telah berhasil menyegel kekuatan terlarang dari Pedang Roh Auci. Kabar ini sengaja disebarluaskan agar para warga dan seluruh masyarakat dalam negeri, maupun diluar negeri bisa tenang, dan tidak khawatir lagi mengenai bahaya yang ditimbulkan Roh Auci.
Siswa pertama : " Apa kau sudah mendengar bahwa, replika dari pedang terlarang Roh Auci ada didalam museum?. Katanya desain dan bentuknya sangat mirip dengan aslinya. Luar biasa sekali yahh.... Pembuat replika itu!. "
Siswa kedua : " Benarkah....?! Wahh... Berarti bentuknya sangat menakjubkan, aku jadi semakin penasaran ingin segera melihatnya secara langsung dan memegangnya. Pasti terlihat sangat keren sekali!. " (berbinar-binar)
Siswa pertama : " Namanya juga untuk edukasi.... Pasti pihak sekolah sangat ingin muridnya mengetahui tentang sejarahnya. Makanya pihak sekolah mungkin memajang replika yang sengaja di desain sangat mirip. Ini bisa juga digunakan sebagai antisipasi bukan?! Jika sewaktu-waktu yang tidak terduga, pedang itu kembali lagi. Jadi para muridnya sudah bisa bersiap-siap menghadapinya. "
__ADS_1
Siswa kedua : " Kau benar sekali... Ahh... Aku jadi semakin penasaran ingin menyentuhnya.... "
TUK!!.. TAK!!.. TUK!!..TAK!! TRIING!! Suara langkah kaki kuda terdengar sedari kejauhan diikuti suara bel yang mengakhiri akhir perjalanan Eter dan rombongannya. Ketiga kereta berhenti tepat didepan gedung Akademi Kwon. Seperti dugaan Faren, kereta kerajaan yang tampak glamor dan mewah memang selalu mengundang perhatian.
Untungnya Faren dan Syler sudah turun dari kereta, sebelum kereta mereka memasuki kawasan Akademi Kwon. Begitu kereta Eter berhenti sempurna, dua orang pengawal dari kereta depan membukakan pintu untuk mereka. Disitu, Faren dan Syler sudah berjarak beberapa meter dari keretanya, dan saat kedua anak bangsawan itu turun, seluruh mata langsung tertuju pada mereka berdua.
Seluruh orang yang berada disekitar gedung heboh dan membicarakan kedua anak yang sangat menarik mata itu. Tampilan yang benar-benar mencerminkan kalau mereka memang berasal dari keluarga bangsawan. Sangat terlihat jelas sekali pada pakaian yang mereka kenakan, sungguh anggun dan juga elegan. Apalagi simbol Kerajaan Bawah Laut terpampang jelas pada kereta yang mengantarkannya.
" Wahhh!! It... Itu... Itu.... Kereta dari Keluarga Kerajaan Laut. Dan LIHAT ITU!!. (histeris menepuk-nepuk bahu temen disampingnya) Itu Pangeran muda mereka.... Wahhh tampan sekali yahh!! "
" Lihat!! Siapa itu yang berada disamping Pangeran Sherk... Gadis itu sangat cantik sekali.... Aku ingin berteman dengannya.... Dia beruntung sekali bisa satu kereta dengan pangeran yah!!. " (seorang anak perempuan yang terpesona dengan Dezyl)
" Bisa saja kan dia tunangan mudanya pangeran.... Itu bisa jadi kan?!! " (temannya menyaut)
" HAHH?! BENARKAH?!!.... " (keduanya terkejut)
" Pantas saja dia bisa bersanding bersebelahan dengan pangeran.... Sungguh beruntung.... Aku jadi iri dengannya. "
" Iya! Pantas saja dia memiliki aura seperti seorang penerus kerajaan, ehh... Ternyata memang benar anak seorang raja yah!. " (menggelengkan kepala)
__ADS_1
Sang pangeran dan Dezyl berjalan memasuki lorong gedung untuk bertemu dengan pihak sekolah yang sudah menunggu kehadiran mereka. Faren dan Syler hanya mengekor dari belakang, tetapi karena banyaknya anak-anak yang penasaran dengan kehadiran mereka berdua, sempat membuat Faren Syler kewalahan mengikuti Eter dan Dezyl. Mereka akhirnya terpisah dengan Eter dan Dezyl, mereka juga tersesat didalam gedung yang sangat besar dan luas itu.
Tetapi seorang prajurit yang bertugas menjaga dan mengawal Faren dan Syler secara diam-diam itu, menuntun mereka kembali ketempat Eter dan Dezyl berada. Lalu masuklah mereka ke ruangan kepala sekolah, disana Eter dan Dezyl sudah duduk berbincang santai dengan kepala sekolah.
Kepala sekolah : " Wahh.... Wahh.... Apa ini, dua orang lagi yang mengisi kuota untuk pihak kerajaan?. " (mendekati Faren dan Syler)
Eter : " Iya, benar pak kepala sekolah. "
Kepala sekolah : Hahah.... Kau pasti anak yang dimaksud Yang Mulia bukan?! (menunjuk) Namamu adalah Sylersun kan?!. Lalu.... Siapa ini.... " (menatap Faren)
Faren* [Aku harus jawab apa.... Bagaimana ini.... Apa aku harus bilang kalau aku anak kerajaan sama seperti mereka?.... Tidak.... Tidak.... Itu berbahaya... Sangat beresiko.... Bagaimana ini.... Jawablah! Apa aku jawab ini saja....?]
Syler : " Dia adalah saudara tiri saya pak!. "
Faren* [(menatap Syler).... Wahhh.... Terima kasihh.... Syler.... (berkaca-kaca) Kau menyelamatkanku....]
Kepala sekolah : " Ahhh.... Saudara tiri yaa.... Hahah....!! Kalau dilihat lebih dekat kalian memang sedikit mirip.... Jadi begitu.... Ayo... Duduk dulu. Mari kita berbincang lebih dalam. " (mempersilahkan)
Syler* [Fuuhhh.... (menghela nafas) Syukurlah pak kepala sekolah mempercayai ucapanku. Ternyata tak sia-sia juga rambut Faren kubuat sedemikian mirip denganku. Ini bisa dijadikan bahan untuk semakin memperjelas kalau Faren seakan-akan adalah saudara tiriku.]
__ADS_1
Syler* [Tapi.... Apa memang benar aku semirip itu sama orang aneh itu.... (memandang Faren, dan Faren juga memandangnya seakan-akan ingin mengungkapkan terima kasih, apalagi dengan ekspresi terharu dan mata yang berkaca-kacanya). Lihat tuh.... Benar kan!! (Syler memandangnya ngeri) Dasar muka aneh!]
* * * * * *