Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Asrama Kwon (1)


__ADS_3

Hingga tibalah masa saat keduanya telah siap untuk menjalankan misi klan. Si adik (Xino) menjadi yang pertama kali menjalankannya. Ia ditunjuk, karena petinggi Klan Rykor menanggap, bahwa kekuatan spirit miliknya lebih cocok untuk misi itu, ketimbang kakaknya, Xion. Padahal, petinggi Klan Rykor sama sekali tidak tahu jika anak-anak itu adalah anak dari salah satu petinggi disana pula. Bahkan status ayah si kembar tersebut, lebih tinghi pangkat dan wewenagannya daripada si penunjuk Xino itu.


Xino ditugaskan, sekaligus bersekolah di Akademi Nonu dengan membawa misi rahasia klan. Dan seiringnya waktu, kira-kira sekitar 2 bulan telah berlalu ia bersekolah di Akademi Nonu. Xino telah berhasil menghentikan serangan skala besar maupun kecil yang ditujukan kepada seorang anak kerajaan (klien yang harus ia lindungi) tanpa bantuan siapapun.


Karena dirasa Xino mampu menjalankan misi seorang diri. Sedangkan petinggi klan belum mendapatkan perintah arahan misi selanjutnya. Xion sang kakak, diputuskan untuk bersekolah terlebih dahulu di akademi yang berbeda. Yaitu akademi yang jauh dari Akademi Nonu, dan ialah Akademi Kwon. Di sanalah ia memulai perjalanan pendidikan pertamanya.


* * * * * *


Xino : " Hei Xion!!! (mengejar) Hei.... Kerja bagus, hahaha.... Kau memang sarkas seperti biasa!! Keren sekali ekspresi kalahnya, hahaha.... "


Xion : " Hei, Menapa kau tidak memberitahuku jika kau menemukan kartuku. " (menatap serius)


Xino : " Kau sendiri yang membuangnya, Jangan berpikir aku tidak memperhatikan dengan cermat ulahmu. "


Xion : (memalingkan wajah)


Xino : " Lagi pula, kau sudah mengikuti seleksi di jurusan lain kan, kenapa menyelesaikan yang ini juga?! "


Xion : " Aku mendapat tantangan dari senior untuk melawan kumpulan anak dari bangsawan kerajaan itu. Aku tidak yakin akan mendapatkan lawan di antara mereka karena nomorku terakhir. "


Xion : Aku berpaling ke jurusan lain karena ada satu orang yang menarik perhatianku. Aku ingin mencari tahunya. Dia memiliki sesuatu yang sangat unik. Apalagi kurasa masuk di jurusan itu sepertinya lebih baik daripada terus-terusan berlatih di jurusan LTE. Terutama, untuk tipe spiritku yang masih kurang dalam ilmu teori. "


Xino : "Seniormu dari Klan Pembantai itu pasti!! Kenapa sih mereka tak jera-jera....!! Kau pun bisa menghabisi mereka langsung ditempatkan, memuakkan. "

__ADS_1


Xion : " Berpikirlah lagi ke depan, itu cuma akan menarik masalah yang lebih besar. "


Xino : " Iya.... Iya. Jikalau aku jadi kau, mending ku selesaikan saja sampai-sampah itu bukanlah juga tandingan bagiku....!! "


Xion : " Mereka sudah tak menggangguku lagi. Utangnya sudah lunas. Tapi, ada kesalahan. Nama yang ku gunakan untuk tes PTE, adalah namamu. Dokumen yang ku palsukan salah. "


Xino : " HAH!!! (terkejut) Hey.... Hey!! BAGAIMANA BISA BEGITU!! (menarik kerah baju Xion) JANGAN MAIN SEMBARANGAN!! (tidak terima) KAU BISA MERUBAH RENCANA PETINGGI KLAN!! KAU TAHU....!!! "


Xion :" KENAPA?!! (menghempas tangan Xino dan menaikkan nada suaranya) BIARKAN....!! KITA JUGA INGIN BEBAS!! SUDAH CUKUP PENDERITAAN INI!! "


Xino : " Terus Kau Mau Bagaimana?!! (mendorong) KALAU KAU BEGITU JUGA AKAN SEMAKIN MENAMBAH PENDERITAANMU!! (berteriak) SUDAHLAH.... Kita tidak akan mendapatkan kebebasan yang kau mau!! MENGERTILAH!! selagi kontrak itu belum putus, KITA AKAN TERUS BEGINI....!! "


(tersengal-sengal)


Xion : " MENJALANINYA TERUS-TERUSAN?!! YANG BENER SAJA....!! KALAU KAU TIDAK BERANI, AKU YANG AKAN MEMULAINYA. AKAN KU REBUT KEBEBASAN YANG SEHARUSNYA MENJADI MILIK KITA!! " (menatapnya tajam lalu pergi)


Xion* [Kau tidak tahu Xino, apa yang mereka rencanakan melalui perantara kita. Kita hanya alat! Itulah yang tertanam dalam diri kita sejak dulu!! Kita tidak akan baik-baik saja dengan ini kedepannya.... MENGERTILAH....]


* * * * * *


Tes pembukaan penerimaan siswa baru Akademi Kwon resmi ditutup. Seluruh calon yang berhasil dengan tes mereka dipersilahkan menuju asrama sekolah. Yang nantinya akan menjadi tempat tinggal mereka selama bersekolah di Akademi Kwon. Asramanya terdiri dari lima lantai. Di mana, bagian Putra berada di lantai 1 dan 2, sedangkan Putri berada di lantai 4 dan 5. Lantai 3 hanya khusus digunakan sebagai tempat rapat dan tempat ibadah.


Di lantai 3, terdapat pula aula besar yang biasanya digunakan sebagai tempat perkumpulan ataupun rapat. Lalu juga ada tempat ibadah dan dapur umum. Setiap lantai memiliki 85 kamar, 8 kamar mandi, dan 6 ruangan besar untuk tempat mencuci dan menjemur pakaian.

__ADS_1


Asrama yang megah dan besar tersebut dinamakan Asrama Star (bintang). Anak-anak di dalamnya berasal dari keluarga yang beragam. Dominasinya adalah golongan keluarga menengah ke bawah. Disitu tidak ada perbedaan dan diskriminasi, meski terkadang anak-anak dari Asrama Star mendapatkan tindakan kasar. Hingga tindak kenakalan remaja oleh anak-anak dari golongan keluarga ke atas yang seluruhnya berstatuskan bangsawan, konglomerat, sampai kepala pemerintahan.


Ya, anak-anak tersebut tinggal di asrama yang berbeda, yaitu di Asrama Mille. Penghuninya serba berpunya. Baik harta, tahta, kekuasaan, hingga wewenangan hak asasi manusia sekalipun. Tidak menerima perbedaan, hanya rasa persamaan status sosial yang menjadi motto Abadi.


Rasa persamaan segolongan dan sederajat pangkat serta status, ibarat paket hadiah. Mereka mempunyai tradisi ketika akan menjalin hubungan pertemanan. Selanjutnya, mereka akan mengadakan jamuan dan pesta meriah, hanya untuk golongan mereka.


Selama ini tidak ada anak-anak dari golongan kerajaan yang mendaftar di akademi selama belasan tahun. Meski Akademi Kwon termasuk 2 terbaik dan masuk dalam akademi elit di benua ini, setelah Akademi Nonu. Hingga sampai detik inilah yang menjadi sebuah topik hangat diantara kalangan pelajar Akademik Kwon, mengenai Pangeran Sherk dan Putri Dust (nama marga kerajaan).


Hanya keduanya lah yang menjadi sepasang anak berdarah biru yang memiliki status tertinggi di Akademi Kwon termasuk kasta tertinggi di Asrama Mille. Keduanya sempat menolak masuk di Asrama Mille, karena Faren dan Syler tidak bisa berada di sana. Namun peraturan sekolah tetap mutlak dipatuhi. Demi keamanan yang menjadikan prioritas utama sistem sekolah akademi tersebut.


Sekolah memberikan fasilitas spesial untuk anak-anak menengah ke atas. Awalnya sebagai bentuk penghormatan untuk keluarga murid yang berjasa. Karena telah membantu membangun negeri ini. Namun seiringnya waktu berjalan hal ini menjadi sesuatu yang kontra di setiap kalangan menengah kebawah.


Kalangan menengah ke bawah mempermasalahkan sistem keadilan yang dianut sekolah tersebut. Hingga tidak ada lagi dari pihak sekolah yang menggubris masalah ini. Dan berakhirlah seperti kasus yang ditelantarkan. Tidak ada lagi yang membahas perihal ini karena telah dianggap wajar oleh seluruh siswa dan masyarakat sekitar.


Saat melihat kedua gedung mungkin terlintas seperti sama ukurannya, baik dari segi luasnya gedung, maupun desain bangunannya. Namun, isi didalamnya sungguh berbeda. Jika Asrama Star diisi sekitar 340 siswa maka di Asrama Mille hanya berisikan sekitar 60-an siswa.


Kira-kira seperti ini gambarannya, dalam satu kamar di Asrama Mille kira-kira setara dengan luas 5 kamar yang ada di asrama Star. Kamar Eter dan juga Dezyl menjadi pemilik kamar terluas berstatuskan VVIP dalam asrama Mille. Kamar VVIP bukan hanya setara dengan 5 kamar lagi, tetapi menjadi seluas 7 kamar di asrama Star.


Eter : " Dezyl.... Aku tidak mau berada di sini. Aku tidak suka dengan semua yang ada di asrama ini. " (raut wajahnya sedih)


Dezyl : " Aku juga Eter.... Penghuninya juga seram-suram, dan sangat tanggu. Aku benci mereka. Sepertinya akan menyenangkan bila tinggal di asrama yang sama dengan Faren dan Syler, bukan?!! (semangat) Apa perlu kita mengajukan surat pindah asrama kepada kepala sekolah?. Pasti akan mudah, ya kan Eter?!! " (menggenggam tangan Eter)


Eter : " Kalau itu maumu, malam nanti kita bertemu di depan ruang Kepala Sekolah setelah acara perjamuan makan malam bersama.... Oke ?!!" (mengisyaratkan dengan tangan)

__ADS_1


Deyzl : " OKEE!! " (sangat antusias)


* * * * * *


__ADS_2