
Kehadiran Pangeran Dree dalam ruangan sangat tidak diterima Eter. Entah karena alasan apa, Eter sangat membenci semua orang yang berasal dari Bangsa Api, terutama jika orang itu memiliki kedudukan di sana. Dia menganggap semua orang yang ada di istana itu adalah musuhnya dan tak peduli apakah orang itu ingin berniat baik atau buruk, baginya musuh tetaplah musuh.
Eter : " Siapa kau?!! (marah) Apa kau yakin kau bisa? Apa jangan-jangan kau mau berniat buruk? (mencurigainya) Kau sedang tidak mencari muka kan?! Tingkat spiritmu saja masih setara denganku. " (tidak percaya)
Dree : " Yah.... Apa yang kau katakan ada benarnya. Tapi bukankah temanmu ini sedang mengalami Hipotermia berat? Mungkin ia sedang berjuang untuk tidak sekarat, dan saat ini.... (lebih mendekat ke arah Syler) ia hanya memerlukan apiku (mengepal tangan) Untuk menaikkan dan memanaskan suhu tubuhnya. " (menatap Eter dengan sangat yakin)
Raja Altergust : " Eter....! Jangan ganggu dia, biarkan dia mencobanya. " (serius)
Eter hanya terdiam, perasaannya sangat tak menerima kehadiran Pangeran Firedree. Tetapi dia juga menganggap bahwa kehadiran pangeran itu bisa dimanfaatkan untuk kesembuhan Syler. Pangeran Firedree memulai aksinya, ia memegang tangan kiri Syler, memejamkan mata, dan berusaha untuk fokus berkonsentrasi.
Disekujur tubuhnya mengeluarkan uap panas yag dapat dilihat, uap panas itu merambat perlahan keseluruh tubuh Syler. Keringat mulai membasahi tubuhnya, wajahnya tampannya juga memperlihatkan usaha yang kuat untuk melawan kesulitan yang sedang dia hadapi. Uap panas yang dikeluarkannya semakin lama semakin bertambah banyak.
Tak sampai beberapa detik kemudian seketika kobaran api muncul membara keseluruh tubuh Syler. Eter terkejut, rasa panik dan cemas berlebih membuat dia ingin menarik baju pangeran itu dan menyeretnya keluar. Tapi ia mengurungkan niatnya pikirannya berusaha berpikir positif. Raja Altergust mendekatinya, dan memperhatikan Pangeran Firedree dengan serius, seperti ingin menebak taktik apa yang digunakannya.
Raja Altergust* [Kalau aku tidak salah Pangeran Firedree ini hanya berada ditingkat spirit yang sama dengan putraku. Kekuatan yang ia keluarkan setidaknya setara di tingkat spirit tahap kelima.Mengalirkan energi spiritnya untuk orang lain, disaat ia masih berada di tahap kedua, itu akan sangat mustahil.]
Raja Altergust* [Apalagi ia harus menekan kobaran api liarnya, yang menjadi keistimewaan bagi tipe spirit api, agar tak melukai Syler. Ini adalah kemampuan unik yang langka. Lagi-lagi aku menemukan seseorang yang sangat berbakat.]
Menit demi menit, akhirnya Pangeran Firedree telah selesai. Ia sangat kelelahan, nafasnya tak beraturan, keringat masih mengalir membasahi tubuhnya. Energi yang ia gunakan sudah habis, rasa lelah menyelimuti, ia hanya bisa terduduk dengan kepala merebah di kasur, dengan tangan yang menyilang menutupi wajahnya.
Syler yang semula tak berdaya dengan detak jantung yang melemah, sekarang terjadi peningkatan dari tubuhnya. Suhu tubuh dan detak jantungnya sudah menormal, wajah pucatnya perlahan menghilang. Ia juga menunjukkan pergerakan di kelopak matanya. Eter yang sadar akan hal itu, seketika bahagia dan mendekatinya. Ia terus memanggil nama Syler, supaya dia bisa segera membuka matanya.
Pangeran Firedree : " Yang Mulia.... Penyakitnya sudah berhasil aku sembuhkan. Sekarang dia hanya perlu istirahat untuk memulihkan tenaganya. " (nafasnya sedikit tersengal-sengal)
Raja Altergust : " Terima kasih atas kerja kerasmu, pangeran.... Kau berhasil menyembuhkan Syler.... Sesuai kesepakatan, apa yang kau inginkan....? "
Pangeran Firedree : (berbicara dengan mendekup wajahnya pada kasur) " Aku hanya ingin.... Yang Mulia mengizinkanku.... Untuk tinggal disini selama beberapa waktu... " (ia berkata dengan cepat, sangat pelan dan lirih)
Walaupun dengan suara pelan seakan berbisik, tetapi Raja Altergust masih bisa mendengarnya.
Raja Altergust : " Apa bisa memberitahuku apa alasannya?. "
(Tak ada jawaban)
Raja Altergust : " Pangeran?.... Tolong jawab pertanyaanku.... (menepuk pelan bahunya) Pangeran....?! " (membalikkan tubuhnya)
Ratu Yinya : (terkejut) " Ya ampun suamiku.... Ada apa dengan nya? "
Raja Altergust : (berpikir) " Mmm.... Dia hanya tertidur, mungkin dia sangat kelelahan. Perdana menteri!! Suruh beberapa pelayan untuk menyiapkan kamar dan membawanya kesana. "
__ADS_1
" Baik Yang Mulia, segera. "
Para pelayan yang diperintahkan untuk menyiapkan kamar khusus untuk sang pangeran, telah selesai dibersihkan dan dirapikan. Kamar tersebut bersebelahan dengan kamar Eter dan Syler. Pangeran lalu dibawa ketempat tidur yang lebih nyaman agar ia bisa beristirahat dengan baik.
Akhir yang ditunggu-tunggu pun terjadi, Syler membuka matanya perlahan, memerhatikan apa yang ada di depannya. Ia menyipitkan matanya, mengedipkan dengan cepat. Setelah beberapa hari tidak membuka mata, pandangannya seakan dipenuhi cahaya yang sangat menyilaukan.
" Syler....!!! Syukurlah kau sudah sadar.... (memeluknya) Kau tahu aku sangat khawatir tahu!!. Kau membuat semua orang menunggu selama berhari-hari. Aku.... Hiks! (menangis) Aku akan membuat perhitungan padamu...! Hiks! " (matanya mengeluarkan air mata, tapi wajahnya seperti ingin balas dendam)
(tersenyum) " Ee... (terbata-bata) Eter.... (Suara yang lemah) Maa...Maaf... " (menoleh perlahan)
Aratasun : " Nak.... (berjalan mendekat) Syukurlah.... (memeluknya) Sekarang kau sudah membaik.... (mencium dahinya, lalu memeluknya kembali) Ayah sangat senang... Melihat mu kembali lagi.... " (mengelus kepala anaknya)
(menoleh ke kiri) " Aa.... Ayah.... (terbata bata) Memangnya... Apa aku sudah mati... ? (polos) "
Aratasun* (terkejut) [Entah bagaimana lagi aku mau menjawab pertanyaannya yang satu ini. Padahal baru saja sadarkan diri. Mulutnya memang tidak pernah mau melihat waktu dan tempat...:( Tapi sudahlah....!! Anakku lebih baik mulutmu yang seperti ini, daripada mulutmu yang tertutup rapat...huhu]
Raja Altergust dan Ratu Yinya ikut merasa bahagia, mereka tak sia-sia mempercayakan Pangeran Firedree. Raja Altergust mendekat kearah Eter, dan menepuk bahunya seakan memberitahunya untuk tidak khawatir lagi.
Malam harinya tiba, pangeran terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa sangat berat seakan menompang belasan batu besar. Terduduk dan melihat ke sekeliling, ia merasa tempat ini sangat asing dari sebelumnya. Ruangan ini juga sangat gelap, dimana letak sakelar lampunya?
Pandangannya teralihkan oleh sebuah jendela besar. Ditutupi gorden panjang, dengan cahaya bulan yang menembusnya, memberikan penerangan sedikit untuknya. Pangeran bangkit dari tempat tidur dan berjalan mendekati jendela tersebut, ia bermaksud untuk membuka jendelanya.
Ketika dibuka, KLEEK...! Ia takjub dengan pemandangan Kerajaan Laut yang bersebelahan dengan lautan luas yang memancarkan bayangan bulan yang sangat indah. Ditambah dengan pesona taman bunga di sekitar halaman istana, membuat malam hari ini menjadi malam terbaik dalam sepekan terakhir.
Ia memejamkan mata, menikmati bunyi-bunyian air yang menjernihkan pikiran serta benaknya. Angin semilir sedari tadi memainkan rambutnya dan gorden-gorden yang menggantung.
" Pangeran.... Anda sudah bangun?, bagaimana keadaanmu? Apa sudah lebih baik sekarang?. " (seorang pelayan wanita bertanya ramah)
(Menoleh)
Pangeran Firedree* [Ciihhh....!! Mengganggu saja]
(Hanya mengangguk)
Pelayan : " Ahh... (Tertawa kecil), itu bagus.... "
Pangeran Firedree* (Menghiraukan, dan berjalan keluar) [Dasar perusak suasana, pergi saja sana!!]
Pelayan : " Pangeran Firedree, anda belum diperbolehkan banyak bergerak, lebih baik jika anda.... "
__ADS_1
(Menghentikan langkahnya lalu berbalik dengan tatapan tajam.)
" Urus saja urusanmu!! " (pergi menjauh)
(Tersentak terdiam)
Pangeran berjalan di sepanjang lorong istana. Tak tahu kemana ia akan terus berjalan. Kebetulan Syler juga keluar dari kamar Eter. Dia melihat seseorang yang berjalan sendirian di malam yang sudah larut seperti ini. Di ikutinya lah orang tersebut, hingga ia berhenti pada balkon di ruang tengah.
Syler* [Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya disini?]
(Berjalan mendekat)
Syler* [Dan mengapa ia masih berkeliaran ditengah malam? Apa yang sebenarnya dia lakukan. Terlebih tubuhnya lebih pendek dari Eter? (heran)]
Syler : " Permisi.... Apa yang kau lakukan disini?. Ini sudah larut, mengapa masih belum beristirahat? " (tanyanya singkat)
Pangeran Firedree : (Menoleh) " Ohh.... Kau Syler.... Kan?! Aku sudah beristirahat sejak siang tadi, jadi sudah waktunya aku bangun. " (semringah)
Syler : " Darimana kau tahu namaku, Syler? "
Syler* [Siapa anak ini? Baru kali ini ada orang yang mengenalku sedangkan aku tidak mengenalnya?]
Pangeran Firedree : " Ahh... Aku yang menyembuhkanmu tadi, tentu aku mengetahui namamu. " (tersenyum, lalu kembali melihat pemandangan)
Syler : " Jadi kau orangnya? (terkejut) Wahh.... Terima kasih.... Aku sangat berterima kasih padamu (senang). Aku pikir, aku tidak akan melihat dunia lagi.... (ternyata dia masih berpikiran kalau dia sudah mati) Tunggu.... Darimana kau berasal? Kau pasti datang dari jauh kan? "
Pangeran Firedree : " Iya benar! Aku dari Negara EliveTrivall. Aku tinggal di Kota Fervent, Namaku Firedree Phoenix Burn, panggil saja aku Dree yah.... Aku kemari.... Karena aku tersesat. Hehe... Aku baru menyadari wilayah ini, adalah wilayah bangsa air, sejak ketika aku menemukan postermu. Poster yang disebar pihak kerajaan untuk mencari seseorang yang dapat menyembuhkan penyakitmu. " (menatap langit)
Pangeran Firedree : " Lalu aku memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari tempat persembunyian dan perlindungan dari orang-orang yang sedang mencari ku. "
Syler : " Siapa orang-orang itu? Dan kenapa mereka mencarimu?. " (semakin penasaran)
Eter : " Syler....!!! Syler. (memanggil berkali-kali) Dimana dia? kenapa dia lama sekali mengambil air minum di dapur? (keluar kamar). Apa jangan-jangan ia tertidur di dapur?.... Huft.... (Menghela napas) Meresahkan sekali kau Syler, sudah kuingatkan berkali-kali jangan tidur disana. (mendekati seorang pengawal disudut lorong) Pak penjaga.... Apa kau melihat Syler? "
Pengawal : " Yang Mulia Muda, (membungkuk sesaat) saya melihatnya berjalan ke arah balkon di ruang tengah. "
Eter* [Balkon tengah? Sedang apa dia disana?.] " Ahh... Terima kasih.... Ya. " [Syleeer....!! Apa dapurnya sudah pindah di balkon?!!]
Ketika sudah berada di ruang tengah, Eter mendengar ada seseorang yang sedang berbicara. Arahnya dari balkon yang ada diluar. Ia berjalan mengendap-ngendap mendekatinya. Eter mengintip dari balik tembok dan mendengarkan percakapan mereka.
__ADS_1
Eter* [Nahh!! Ketemu juga kau. Jadi kau memang disini ya.... (melihat-lihat) Tunggu, kenapa Syler bicara dengan pangeran itu, sampai sangat serius? Apa bocah itu ingin menghasut Syler?]
* * * * * *