Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Sang Penyelamat (1)


__ADS_3

Kemarin.... Pada Wilayah yang berbeda. Ada seorang ayah dan anak yang tinggal pada rumah bekas pembuatan roti. Rumah nya tidak begitu besar, terbuat dari kayu, dan cat nya yang sudah memudar. Hidup dalam kesederhanaan juga keseharian yang sibuk. Ayahnya adalah seorang jenius dalam merakit apapun. Ia bekerja dirumah sebagai teknisi /memperbaiki barang-barang yang rusak.


Rumah yang mereka tempati hanya memiliki empat ruangan dilantai bawah dan dilantai dua. Lantai bawah sudah mencakup ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Sedangkan dilantai dua terdapat dua ruangan yang keduanya digunakan sebagai laboratorium dan ruang uji coba. Ada juga ruang kerja yang berada dibawah tanah.


Ayahnya bernama Virdalt Desja, dengan anak laki-laki tunggalnya bernama Vingent Karel Desja. Ayahnya merupakan seorang ilmuwan yang sangat dikenal banyak orang. Tapi sejak tujuh tahun yang lalu, saat istrinya meninggal, ia memutuskan untuk pindah ke sebuah kota kecil, tinggal disana, dan juga membesarkan anaknya seorang diri. Dan sekarang anaknya berumur sembilan tahun.


Kota kecil tersebut bernama Bingla, dan berada di Negara EliveTrivall. Sebuah negara yang memiliki dua bangsa, yaitu satu bangsa dengan elemen dasar (Bangsa Api), dan satu bangsa lagi dengan elemen turunan (Bangsa Cahaya).


Kota Bingla sendiri merupakan salah satu kota yang ramai pengunjung. Bahkan setiap harinya ada saja pengunjung yang datang kemari. Ada datang hanya untuk sekedar berkeliling kota. Ada pula yang menikmati indahnya panorama kota yang masih terjaga. Ataupun melakukan bisnis maupun berbelanja kebutuhan.


Banyak orang-orang yang juga melakukan perjalanan ke kota pusat. Kota pusat hanya bisa diakses, setelah melewati Kota Bingla ini. Karena hanya Kota Bingla sajalah yang menjadi jalan penghubung satu-satunya untuk ke kota pusat, yaitu Kota Fervent. Di kota Fervent itulah sebuah istana yang sangat besar dan megah berdiri.


Istana itu tidak lain milik seorang Raja Lava, bernama Raja Delpha Fire Burn. Seorang raja yang sangat tegas dan berwibawa. Raja memiliki 2 orang putra, namun yang masih ada hingga kini adalah Pangeran Kedua, Firedree Phoenix Burn. Pangeran pertama dikabarkan menghilang sejak umurnya baru tiga tahun, dan belum ditemukan hingga kini.


Setelah itu, semenjak tinggal di Kota Bingla ini, mereka memalsukan identitas mereka. Ayahnya pernah mengatakan bahwa cara inilah yang terbaik agar orang-orang yang pernah memiliki hubungan dengan mereka, tidak mencari mereka lagi.


Karena suatu alasan tertentu, yang memaksa mereka untuk mengucilkan diri.


Dan bagi mereka inilah cara untuk menenangkan diri, dan juga hidup normal seperti kebanyakan orang pada umumnya. Tak ada lagi yang memanggil mereka dengan sebutan 'Keluarga Jenius', ataupun pujian-pujian omong kosong yang tiada henti-hentinya.


" Vingent...!!! Cepatlah pergi ke pasar!!. Semuanya sudah ku tulis dalam kertas yang ada di atas meja!!. " (nada keras)


" Dimana kertasnya ayah, aku sudah mencarinya. Tapi tidak ada. " (bingung)


" Mana mungkin kertas itu punya kaki!! Cari yang benar...!! "

__ADS_1


Vingent* [Sudah kucari.... Disekitarnya juga tidak ada. Huuuh (menghembuskan nafas) kemana juga perginya itu kertas?]


" Tetap tidak ada ayah.... (menyerah) Jendelamu saja bahkan terbuka. Mungkin sudah tertiup angin...."


" Ya sudahlah, kalau begitu, bawa saja kertas cetak biru ayah diruang kerja. Dengan begitu, kau tahu apa yang harus dibeli kan?! "


" Iyaa... Itu sudah pasti.... "


Vingent* [Lucu sekali kalau aku tak bisa membaca kertas cetak birumu... Lagi pula, yang selalunya mengecek persedian barang-barang kan aku...]


" Bawa saja itu, tapi ingat! Jaga baik-baik. Jangan sampai hilang, apalagi dilihat oleh orang lain. " (menunjuk)


" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, dahhh.... ayah. " (berlari)


" Hati-hati...!!! Pulanglah sebelum matahari terbenam!!! "


* * * * * * *


Pasar yang Vingent tuju lumayan jauh. Dia harus melewati jembatan yang terpasang dipinggiran lembah yang curam. Jembatan ini terpasang mengelilingi lembah, hingga menurun ke bawah. Di Kota Bingla ada dua cabang kota, kota atas dan kota bawah. Vingent yang bertempat tinggal di kota atas harus menuruni lembah ini agar sampai ke pasar yang letaknya di kota bawah.


Tak terasa, Vingent sudah memasuki kawasan pasar. Ditempat inilah semua barang tersedia. Baik yang berguna, barang antik, ataupun barang bekas dijual. Di Pasar ini juga menyediakan banyak sekali macam-macam makanan, sayuran, buah-buahan, berbagai jenis pakaian, obat-obatan, bahan tambang mentah, ataupun peralatan mesin dan perang. Semua dijual mulai dari harga yang murah, sampai harga yang sangat tinggi sekalipun.


Pasar ini sudah seperti kebanggaan Kota Bingla, pengunjung dari luar kota pun banyak yang berdatangan. Pasar ini juga disebut sebagai 'Pasar Terlengkap' di negara ini. Para penjual disini pun ramah-ramah.... Kecuali.... Para anak-anak bangsawan yang sering duduk-duduk didepan restaurant cepat saji itu.


Mereka selalu membuat keributan, apalagi jika mereka melihat ada seorang anak yang membawa barang banyak dan terlihat mencolok. Biasanya mereka mengincar barang-barang bagus yang dibawa oleh anak-anak yang lemah. Mereka juga sering menggoda, dan tak segan-segan untuk menganggu anak gadis yang berparas cantik.

__ADS_1


" Akhirnya aku sampai juga.... (mengelap keringat) Melelahkan sekali.... (membungkuk) Pasar hari ini sangat ramai! (melihat dari kejauhan) Tapi tunggu dulu.... Aku harus memikirkan cara agar bisa memasuki pasar tanpa ada hambatan. "


Vingent memeriksa sekeliling, ia melihat sebuah pohon besar dan rindang yang tak jauh dari posisinya, ia berfikir untuk memikirkan cara di sana agar ia tidak bertemu dengan anak-anak pengganggu itu.


" Ahh ada pohon besar, (berjalan sambil menoleh kebelakang ) Aku bisa istirahat sebentar dan memikirkan cara...."


BRUKK!!! " (menabrak seseorang) Aduh!! "


Tiba-tiba saja ada seseorang yang menghadang jalannya, dan membuat Vingent terjatuh ke tanah.


" Oh... Haloo.... Haloo.... (Menggerombol).... Vingent kecil, kau mau kemana? (Mengelilingi Vingent) Pasar yang kau tuju ada disebelah sana... Hahaha... Apa kau tak mau kami menyambut mu? Hahaha!!! "


Salah satu anak dari mereka, yang tengah berdiri didepan Vingent, dengan tubuh berisi dan tinggi, serta mengenakan pakaian selayaknya para bangsawan, menatap dengan tajam. Rambutnya acak-acakan. Dan tampangnya sangat sangar dengan kulitnya kecoklatan. Mereka juga memanggilnya dengan sebutan 'Bos', dan dia lah ketua dari kumpulan bocah-bocah pengganggu tersebut.


" Hahaha!!! " (Mereka semua menertawai Vingent)


Vingent* [Bagaimana ini, mereka sudah menemukanku, mereka pasti ingin merampas sesuatu yang kubawa. Dan juga....(terkejut) Aku membawa kertas cetak biru milik ayah (was-was) Bagaimanapun caranya.... tidak akan ku biarkan mereka mengambilnya.] (ketakutan)


" Mari kita lihat hadiah apa, yang Vingent ku bawa untuk kita semua. Hahaha..! " (sambil menarik kerah baju Vingent)


" Benar bos, aku harap sesuatu yang menarik, dan bukan yang seperti biasanya. Benar kan teman-teman...! "


(Bos itu tersenyum jahat kepada Vingent) " Berikan itu sekarang Vingent...(mendekatkan mukanya pada Vingent) Aku sudah tak punya banyak waktu lagi untuk mengurusi mu!! (bicara perlahan) Jadi cepatlah.... berikan itu!!! (Membentak), atau aku akan... " (mengambil ancang-ancang)


" ATAU KAU AKAN APA?!!! ATAU KAU AKAN MEMUKULIKU, SEPERTI BIASA KAN?!!.... DENGAR!!... Walaupun aku dipukuli..., aku tidak akan memberikannya pada kalian!!! " (ketakutan)

__ADS_1


* * * * * *


__ADS_2