
Malam harinya....
Faren : " Apa kalian serius?! "
Dezyl : " Ya! Kenapa kami harus bercanda? "
Faren : " Kalau begitu, lakukan sendiri saja. Mengapa kami harus ikut?! "
Dezyl : " Setidaknya Kalian juga harus membantu kami.... "
Faren : " Aku sih tidak mau.... " (buang muka)
Dezyl : " Apa kau mau cari masalah denganku?!! " (menarik kerah bajunya)
Eter : " Hei cukup...! Hentikan! (memerankan suaranya) Jangan ribut di depan ruang Kepala Sekolah. "
Syler : (berjalan masuk ke ruang Kepala Sekolah) " Jadi masuk apa enggak sih....?! " (tidak memperdulikan mereka)
Eter: " Ehh.... (berjalan menyusul) Syler...!! Tunggu.... "
(akhirnya Dezyl dan Faren hanya mengikuti)
Pak kepala sekolah yang tengah asik membaca buku, melirik seseorang yang masuk. Ia memutar kursinya hingga dalam posisi yang benar. Menutup bukunya, dan menyambut anak-anak itu dengan senyum hangat.
Kepala sekolah : " Selamat malam anak-anak. Ada perlu apakah sampai beramai-ramai datang ke ruanganku? "
Eter : " Mohon maaf Pak kepala sekolah, kami kemari.... Ah.... lebih tepatnya saya dan Dezyl kemarin ingin mengajukan perpindahan asrama ke asrama Star, Pak. "
Dezyl : (mengangguk dengan muka penuh harapnya)
Kepala sekolah :" Ada apa anak-anak.... Apa Mereka mengganggu kalian? "
Eter : " Tidak Pak, tidak. Hanya saja, saya ingin memiliki kamar yang dekat dengan Faren dan Syler.... "
Dezyl: " Bener Pak! Saya setuju dengan eter saya merasa mereka.... (terdiam ketika melihat kearah eter) "
Kepala sekolah : " Yaa....?? Kenapa mereka....?? "
Dezyl : " Bukan apa-apa Pak.... "
Kepala sekolah : " Maafkan aku anak-anak, tapi peraturan pembagian asrama ini mutlak adanya. Mungkin aku belum memberitahu peraturan ini pada kalian ya.... Pembagian asrama ini dilihat berdasarkan status kalian. Jadi, itu tidak bisa diubah.... "
Dezyl : " Tapi Pak, mengapa bisa begitu.... " (kecewa)
Kepala sekolah : " Putri Dust, ini berkaitan dengan peraturan tradisi yang sudah melekat disini sejak lama, dan aku tidak bisa mengubahnya. (tersenyum meminta pengertian mereka) Peraturan ini juga tidak bisa diubah juga menggunakan status kalian anak-anak.... "
Syler : " Tidakkah terpikirkan oleh Bapak, jikalau peraturan ini bisa menimbulkan sikap arogansi terhadap pihak yang lebih memiliki kuasa? Anak-anak yang memiliki status rendah di asrama itu dapat diperlakukan dengan sikap diskriminasi yang berlebihan. "
Syler : " Aku yakin Bapak pernah atau sekilas searah dengan pendapat saya. Mungkin dilihat juga dari beberapa konflik dan cara pandang mereka terhadap kaum yang berpunya. Jika dibiarkan, lambat laun mereka yang dari kalang lebih rendah akan menghilangkan kepercayaan mereka pada yang memiliki wewenangan.
Syler : " Lambat laun juga, jika tak terobati. Mungkin akan timbul perpecahan hebat, hingga kasus pemberontakan. Atau hal-hal keji lainnya yang berusaha memutar balikkan tangga kasta di sekolah ini, Pak. "
(satu ruangan hening, menatap Syler yang lurus mengutarakan pendapatnya)
Eter : " Syler.... Apa yang membuatmu menyimpulkan seperti itu.... "
Syler : " Bukan apa-apa. Tapi ini sangat jelas sekali terbaca oleh sikap mereka, dan tutur kata mereka yang ditumpahkan pada kita saat berjalan di lorong sekolah. Kau mungkin mendengarnya bukan, apa yang dikatakan untuk kalian Eter dan Dezyl, dengan aku juga Faren, sangat berbanding terbalik. "
__ADS_1
Kepala sekolah* [Dia memperhatikan dengan betul kondisi sekitarnya selama ia berada disekolah ini. Pengamatan dan intuisinya bekerja untuk mencari tahu dari setiap hal-hal baru yang ia temui. Pemikirannya yang kritis terbuka untuk pelajaran apa saja yang ia temui. Lalu ia menyimpulkan untuk mengambil hasilnya. Anak ini hebat juga, hahaha....]
Faren : " Hei.... Hei.... Apa kau masih membawa perasaanmu saat aku meledek mu dengan sebutan tak terkenal...?! Sudahi lah, pemikiran tak berujung mu.... "
Syler : " Tidak untuk yang satu itu, bodoh! "
Kepala sekolah : " HAHAHA....!! HAHAHA....!! "
(anak-anak itu terdiam melihat kepala sekolah)
Dezyl : (berbisik) " Ada apa? "
Faren : " Tanyalah pada orang yang membuatnya jadi seperti itu! "
Kepala sekolah : " HAHAHA.... Ku akui pemikiranmu cukup kritis dalam menilai sekitarmu. Hei nak.... Aku pernah mengajukan hal sepemikiran mu itu, tetapi ditolak keras dengan seseorang yang mendirikan akademi ini. Hahaha.... Bodohnya aku saat itu, lupa jika akademi ini bukan milik pemerintah.... Tapi mau bagaimana lagi anak-anak.... "
Kepala sekolah : " Prakiraan mu itu (menunjuk Syler) mengenai masa depan kelak, tetap berada pada genggaman kita bukan?! Karena itu, aku mencegahnya dengan kekuatan!! Hanya seberapa kuatlah yang membuatmu membungkam semua orang!! Tak memandang siapa gelar yang melihatmu....!! Benar atau benar, anak-anak!! Hahaha.... "
(anak-anak hanya terdiam)
Kepala sekolah : " Jika kalian ingin melawan arus tradisi dari sekolah ini, kalian harus berusaha lebih, untuk menjadi yang terkuat!! Buktikan (melihat Syler dan Faren) jika kalian semua bisa menjadi yang terkuat di Akademi Kwon ini!! Hingga kalian tak perlu melakukan apapun untuk membungkam segalanya! "
Kepala sekolah : " Ingat anak-anak!! Jika kalian ingin meluruskan masalah, luruskan masalah dengan 2 kekuatan!! Kekuatan spiritmu dan kekuatan otakmu!! Namun!! Pejuang sejati itu.... Hanyalah dia yang benar-benar memanfaatkan otaknya pada pertempuran, ketimbang kekuatan spiritnya!! Dimana otak berusaha menyelesaikannya, tanpa menghadirkan kekerasan didalamnya!! "
Kepala sekolah : " Itu strategi terampuh dalam medan perang, anak-anak.... Wahh.... Kalian benar-benar bibit yang terlalu penasaran dengan perkembangan! Aku suka itu.... Hahaha.... " (kembali duduk, lalu melihat kearah pintu yang terbuka sedikit, ada seseorang yang canggung untuk masuk)
Kepala sekolah : " Ahh....! Kau sudah sampai ternyata.... Kemari, masuklah....! Aku pikir kalian tersesat untuk sampai kemari."
(anak-anak spontan berbalik melihat orang itu)
" Benar Pak, saya sempat tersesat. (menyerahkan surat-surat) Untungnya itu tidak begitu lama. "
Kepala sekolah : " Ahh begitu, jadi sudah berapa lama kalian ada didepan pintu.... Hahaha.... "
" Mungkin sekitar tujuh menit yang lalu. Maafkan kami pak, karena tidak bermaksud mendengar perbincangan anda. " (membungkuk hormat, temannya pun mengikutinya)
Kepala sekolah : " Ahh, hahaha.... Anak yang sopan. Tidak apa-apa. Jikalau kau mendengarnya dari awal pun, jadikan sebagai motivasi ya... Hahaha.... Ohh iya, anak-anak. (berdiri menghampiri anak itu dan temannya) Ini.... Mereka adalah.... "
Faren : " VOLTHA?!! " (pipinya memerah)
Dezyl : (menyikutnya) " Jangan dipotong Faren!! (berbisik)
(Voltha sadar, dan ia melambaikan tangan sambil tersenyum)
Eter : " Ma... Maaf Pak, anda bisa melanjutkan.... " (malu)
Kepala sekolah : " Hahaha.... Kalian sudah saling mengenal ya, bagi yang belum, ini.... (merangkul keduanya) Mereka adalah pemegang rekor dengan nilai terbaik. Mereka berhasil menyelesaikan seratus soal rumit dari Jurusan PTE (Pelatihan Teori Elemen). Mereka juga berhasil mendapat nilai sempurna untuk soal dengan tingkat kesulitan empat belas tahun lohh....!! Tepuk tangan untuk Voltha dan Vingent.... "
PLAK!! PLOK!! PLAK!! PLOK!!
Eter : " Wahh.... Keren!! Selamat ya.... " (gembira)
Faren : " Voltha!! Itu keren...!!! "
Voltha : (tersenyum) " Terima kasih Fa... Fa... (lupa namanya) "
Faren : " Faren!! Namaku Faren!! "
__ADS_1
Voltha : " Ah, maaf. Terima kasih Faren.... (tersenyum kembali)
(Faren tertegun dengan senyuman manis Voltha)
Dezyl : (mengunci lehernya dengan lengan kanannya) "Jangan menggoda gadis lain, dasar Faren sialan!! "
Kepala sekolah : " Hahaha.... Kalian memang anak-anak yang penuh semangat! Baiklah, Vingent dan Voltha.... Berkas-berkasnya akan aku urus. Kalian bisa kembali ke asrama kalian.... Beristirahatlah.... Kalian sudah menempuh hari yang panjang.... Kalian juga anak-anak.... Besok lusa adalah hari pertama kalian di sini, jadi persiapkan dengan baik-baik.... "
(semuanya serentak hormat dan mengucapkan terima kasih, lalu pergi meninggalkan ruang kepala sekolah)
Faren : " Voltha! Kau ada di asrama mana? "
Voltha : " Emm.... (berpikir) Aku belum tahu. Tapi kepala sekolah memberikan ini (sebuah kunci, disitu tertulis, Star:4(30) "
Faren : " Ahh, itu kunci kamarmu. Kau berada di Asrama Star sama seperti ku. Kamarmu ada di paling atas, lantai 4. Nomor kamarmu adalah 30. Mau ku antar? "
Voltha : " Tentu saja! Aku juga lelah kesasar terus.... "
Faren : " Ah, hahaha.... Kau bisa minta tolong padaku jika kau tidak tahu sesuatu.... "
(Faren hanya keasyikan berbicara pada Voltha, sedangkan....)
Eter : " Hey, kau berasal dari mana? " (berusaha akrab pada Vingent)
Vingent : " Aa... Aku.... Dari Bingla.... " (gugup)
Dezyl : " Bingla? Aku tidak pernah dengar nama itu.... Terdengar asing. "
Eter : " Bingla? Dimana itu.... Apa kau dari luar? "
Vingent : " Ahh, itu.... Kota ku dekat dengan Kota Fervent.... "
Dezyl : " Fervent.... Lagi-lagi nama asing.... "
Syler : " Tunggu, kau bilang Fervent? "
Vingent : " Iya... "
Syler : " Ibukota? "
Vingent : " Iya, benar! "
Syler : " Ahh... (berpikir) Bukankah itu tempat si Faren tinggal.... Ibukota itu yang memiliki istana milik Raja Lava bukan?! Berarti kau dari Negara EliveTrivall? "
Vingent : " Iya! Benar, benar sekali.... " (mengangguk)
Dezyl : " Ahhh.... Jadi itu dekat dengan kerajaan Faren.... Pantas saja terdengar asing.... "
Eter : (mengecilkan suaranya, sambil menyenggol tangannya) Dezyl!! Sssttt!! Pelankan!! "
Dezyl : (sadar, lalu menutup mulutnya)
Vingent : " Ah? Apa katamu? Apa kau bisa mengulanginya? "
Dezyl : " Emm!! Bukan apa-apa!! Lupakan saja, hahaa.... Jadi kalian cuman berdua kemari....?! Apa kalian saudara? "
* * * * * *
__ADS_1