
Dree : " Mereka adalah para prajurit kerajaan.... Ayahku sudah menyebarkannya keseluruh wilayah untuk mencariku, karena.... Aku.... Aku.... Kabur dari istana. " (tersenyum tipis)
Syler : " Jadi ka.... Kamu adalah seorang.... Pangeran?!! " (membungkuk hormat)
Dree : " Iya benar, aku pergi dari istana sebab ayahku selalu menyuruhku untuk terus belajar dan berlatih terus menerus. Aku dituntut harus bisa mempelajari segalanya, aku saja bahkan sudah tak pernah dibolehkan lagi keluar istana. Aku sangat tertekan.... Aku lelah dengan semua itu.... (mengerutkan kening) Jadi.... Lebih baik aku pergi saja, dan mencari kebebasan...."
Ditempat Dree tinggal, ternyata dia harus dituntut sempurna dibalik status istimewanya. Memakai jubah kebesaran, pakaian bagus, makanan yang mewah, tempat tidur yang layak, dn kekayaan yang melimpah memang tidak bisa menjamin hidup seseorang menjadi tenang, begitulah kalimat yang sering dilontarkan para orang tua.
Semua guru terbaik didatangkan untuk melatihnya, siang ataupun malam. Menghafal semua jurus dan juga menguasai berbagai macam senjata, baik yang ringan maupun yang berat, baik yang mudah maupun yang sulit, sekalipun harus bisa dia kuasai.
Bahkan sampai-sampai, dia tidak memiliki teman untuk tempatnya bermain. Larangan bahwa dia tidak boleh memiliki teman dari luar dan selalu berlatih didalam istana terus menurus membuat dia jenuh. Dia juga ingin merasakan bagaimana rasanya kasih sayang dari orang terdekatnya.
Dree : " Aku juga merasa beruntung, dan berterima kasih kepada Raja Altergust karen, masih memberiku kesempatan, walaupun.... Aku belum menyampaikan alasanku, tapi semoga.... Saat aku sudah siap buat menyampaikannya, raja bisa menerimaku untuk tinggal sementara.... " (menunduk)
Eter* [Cihh....! Kau pikir aku bisa menerima kehadiranmu disini?] (menguping dari balik tembok)
Dree : " Tapi setelah ku pikir-pikir sepertinya itu mustahil, apalagi mengingat adanya hubungan buruk antara bangsaku dengan bangsa air.... "
Syler : (terdiam) " Pantas mereka mencarimu.... Kalau begitu.... (berpikir) Akan kubantu nanti bicara dengan Paman.... Anggap saja sebagai balas budiku padamu.... (tersenyum) "
* * * * * *
__ADS_1
Keesokan paginya, Syler dan Dree menemui Yang Mulia Raja dan Ratu di aula takhta. Seluruh anggota keluarga inti kerajaan berkumpul disana, mereka masing-masing menduduki kursi singgasananya, termasuk Eter dan Kak Lyan.
Dengan bantuan Syler, Dree menjelaskan alasan yang sama seperti apa yang sedang ia alami. Ketika Dree selesai, Yang Mulia Raja angkat bicara.
" Maafkan aku pangeran, tetapi aku masih belum bisa menerimamu untuk tinggal disini, walaupun kau sudah berhasil menyembuhkan Syler dan kita sudah bersepakat, tetapi untuk permintaanmu yang satu ini, maaf aku tidak bisa membantumu. Kau bisa mengajukan permintaanmu yang lainnya. "
Syler : " Maaf menyela paman, tetapi dia cuma.... " (berusaha membantu)
Eter : " Syler....! Kau pun membela orang asing? " (tidak terima)
Syler : " Eter....! Dalam pandanganmu mungkin dia adalah orang yang asing atau mungkin seorang musuhmu, tetapi bagiku tidak!! Dia adalah temanku sekaligus penyelamatku. (menatapnya serius) Dree... Tak masalah bagiku, jika kamu tidk mendapat tempat, kamu bisa tinggal dirumahku kan.... Bagaimana? "
Dree : (Memegang tangan Syler sambil menggelengkan kepala) " Tak apa-apa Syler, (tersenyum) jika kehadiranku disini tidak diterima.... Aku bisa mencari tempat lainnya. Tetapi kedatanganku disini, bukan hanya sekedar untuk mencari perlindungan.... Namun ada hal lainnya yang sejujurnya sangat berat untuk aku katakan. " (menatap Syler)
Syler : " Apa itu Dree.... Katakan!! Katakan saja!! " (antusias)
Dree berpikir kembali, ini mungkin sebuah rahasia yang tidak bisa dibeberkan, karena ini menyangkut masalah pribadi kerajaan. Tetapi jika ini bisa menolong, setidaknya dia bisa memberitahu secukupnya saja.
" Sebelum aku pergi, malamnya aku tak sengaja mendengar ayahku berbicara dengan dua orang pria. Salah seorang pria mengatakan jika anaknya dan teman-temannya mengalami luka serius akibat ulah seseorang.... "
" Setelah di periksa, diantara mereka ada yang mengalami luka bakar ringan dan juga berat. Mereka ditemukan dalam keadaan pingsan, dan seluruhnya mengalami hilang ingatan, jadi saat ditanyai mengenai pelakunya mereka tak mengingat apapun. Sejak kejadian itu mereka hanya diam tak berbicara sama sekali. "
__ADS_1
" Dari hasil pemeriksaan kedua, luka bakar mereka bukan disebabkan oleh api. Hanya ada tiga penyebab terjadinya luka bakar. Pertama, yaitu apapun yang berhubungan dengan api, dan luka mereka bukan berasal dari api. Kedua, karena bahan kimia, setelah diselidiki, disekitar pasar juga tidak ditemukan adanya keberadaan bahan kimia. Dan yang terakhir adalah listrik, hanya ada beberapa kemungkinan saja yang bisa terjadi.... "
" Bisa saja mereka terkena segatan listrik oleh benda-benda yang memang bisa menghantarkan listrik. Tetapi mereka ditemukan ditengah lapang yang disekitarnya hanya ada pepohonan. Cuaca pun sangat terik saat itu, sangat mustahil untuk kemunculan energi listrik. " (terdiam sejenak)
" Mereka awalnya mencurigai adanya kemunculan bangsa petir, tetapi mereka pun tahu bahwa mereka telah lenyap bertahun-tahun yang lalu. Tapi tak ada potensi lagi munculnya energi listrik selain dari mereka. Berarti sudah diputuskan, dugaan pertama yang menyerang mereka adalah seseorang yang bisa mengendalikan listrik. "
Semua orang yang ada didalam ruangan takhta terkejut dengan cerita logis Pangeran Firedree. Ratu Yinya semakin yakin bahwa sang pengendali listrik itu adalah orang yang pernah disinggung oleh peramal yang saat itu ia temukan dipasar.
" Hari itu, ayah juga memerintahkan kepada seluruh pasukannya dan beberapa master spirit level tinggi, untuk mencari keseluruh penjuru, dan mencari orang yang dicurigai dan berpotensi berasal dari bangsa petir itu. Mereka nantinya akan dibawa ke penjara istana, untuk di selidiki. "
" Bukan karena peristiwa hari itu saja penyelidikan dilakukan, ayah juga ingin mencari tahu tentang keberadaan kakakku yang menghilang bersama kabar binasanya seluruh bangsa petir. Kakak di laporkan terakhir dilihat berada di kawasan bangsa petir. "
" Ayah masih sangat yakin bahwa kakak masih hidup, apalagi pedang yang pernah ditemukan, tak jauh dari letak istana bangsa petir, yang sudah rata dengan tanah, juga masih utuh. Apalagi ayah pernah berkata bahwa kakak pernah menyimpan sebagian kekuatan energi spiritnya di dalam pedangnya. " (sedikit gugup menjelaskannya)
" Pedang tersebut disimpan ditempat khusus yang sangat dirahasiakan. Pedang itu selalu bersinar saat bulan purnama terjadi. Itu menandakan, bahwa pedang tersebut bisa merasakan energi spirit yang sama, seperti yang dimilki kakak. "
" Mendengar seluruh rencana ayah, aku akhirnya memutuskan untuk pergi dengan membawa pedang kakak. Aku menyembunyikannya dan mengendap-ngendap keluar dari wilayahku. Aku awalnya yang tersesat sampai ke wilayahmu Yang Mulia, juga tak menyangka jika pedang kakak bisa bersinar dengan sendirinya disini, walau saat-saat itu bukan bulan purnama. " (senang)
" Aku jadi semakin yakin akan keberadaan kakak, dan aku juga memutuskan untuk mencarinya sendiri di wilayah ini. Tapi aku perlu menyamar agar tak diketahui oleh orang-orang ayah, dan sampailah hingga detik ini aku telah berada di istanamu. "
* * * * * *
__ADS_1