Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Akademi Kwon ku (3)


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang dengan kepala sekolah selesai, mereka pun dituntun untuk keruangan uji coba. Diruang itu, semua calon siswa yang sudah mendaftar akan dikumpulkan semuanya di lapangan olahraga. Mereka berjalan dilorong yang dipenuhi anak-anak yang saling berbicara ditempat, ataupun yang tengah berlalu lalang kesana kemari.


Tak jarang juga mereka mendengarkan perbincangan anak-anak yang mereka lewati sambil menyebutkan nama mereka. Apalagi tatapan yang diarahkan ke Syler dan juga Faren, adalah tatapan heran bercampur risih. Beberapa dari mereka juga memperhatikan dari ujung ke ujung, seperti akan menilai kepantasan mereka berjalan dibelakang para anak kerajaan itu.


Syler : (berbisik) " Mungkin mereka menganggap kita, sebagai anak yang mencari muka agar bisa dekat dengan Eter, padahal aku adalah sahabatnya dan kau.... (meniru cara melihat anak-anak yang mengatai mereka) Entah siapa kau.... Tak terkenal....!! (kata-katanya yang satu ini membuat Faren tersentak) Mungkin karena kaulah mereka berpandangan seperti itu... Ha. Hah... " (tersenyum menyeringai)


Faren : (mendekat dan berbisik) " Heh!! Jangan asal bicara ya, anak desa!! Andai saja mereka tau siapa sebenarnya aku, dan mengetahui kalau aku juga anak seorang raja. Maka kaulah yang akan terasingkan disini....!! " (menyeringai)


Syler : " Kau hanya membela diri dibalik kata, andai saja.... Andai kan.... Kalau saja mereka tahu.... Tak bisa kah kau melihat kenyataan?, mereka semua tak ada yang mengenalmu!!. Kita berbicara soal kenyataan disini (tambah memperlebar senyuman jahatnya) Coba lihat saja.... (menunjuk deretan anak-anak disepanjang lorong yang memperhatikan mereka) Adakah mereka memanggil namamu? Tak ada kan?!. " (kesenangan menjahili Faren)


Faren : " Kau sendiri! Adakah juga yang memanggil namamu?! Sama saja kan.... Kau jauh tidak terkenal tahu!!. "


Syler : " Yaa.... Wajarlah. Kan aku anak desa.... Mana ada golongan anak kota seperti mereka mengetahuiku.... Ya kan?! " (tersenyum sambil mengangkat alisnya)


Faren : (mengkerutkan dahi, kesal)


Faren sudah tidak bisa berkata-kata. Ucapannya dimakan habis dan dilemparkan kembali padanya. Ibarat memancing mulut harimau yang tertidur, dia dibuat kalah telak. Faren yang keasyikan berdebat dengan Syler, tidak memperhatikan sekelilingnya, dia terus berjalan tanpa peduli disekitarnya. Matanya menatap tajam dan mulutnya beradu argumen dengan Syler, sedangkan kakinya terus melangkah, hingga secara tidak sengaja dia menabrak seseorang yang berlalu lalang.


BRUUK!! BRUUK!! (sebuah buku terlempar jauh beberapa meter darinya). Dengan respon cepat Faren segara membantu seorang gadis itu, untuk berdiri. Syler mengambilkan buku milik gadis itu yang terjatuh. Seorang anak laki-laki disebelahnya membersihkan pasir-pasir yang menempel pada lututnya dan juga menanyakan keadaannya.


Gadis itu memiliki rambut berwarna putih tetapi didekat telinga kanan, rambutnya berbeda. Warna merah yang sangat serasi dengan kombinasi warna putih, dan menyatu dengan model rambutnya itu menambah kesan elok pada rupanya. Syler lalu memberikan bukunya kembali, seraya Faren membungkuk meminta maaf karena sudah menabraknya.


Faren : " Maaf.... (membungkuk) Aku minta maaf, aku sungguh tidak sengaja. Maaf karena sudah menabrakmu, aku tidak memperhatikan jalan tadi karena keasyikan berbicara dengan temanku. Aku minta maaf yaa.... Apa kamu terluka " (memperhatikan)

__ADS_1


Gadis itu : (tersenyum) " Haha (tertawa kecil) Tidak apa-apa! Bukan masalah kok!.... Aku tidak kenapa-kenapa.... Terima kasih ya! " (tersenyum manis)


Gadis itu : " Ayo kak! (menarik tangan anak laki-laki disebelahnya) Nanti kita terlambat.... " (berjalan menjauh)


Faren* [Anak ituu, mukanya sangat indah, sangat sejuk untuk dipandang. (tersenyum) Anak laki-laki itu pasti kakaknya, tapi kok tidak ada kemiripan sedikitpun ya!]


Faren memperhatikan gadis itu berjalan menjauh, tetapi seperti ada yang keluar dan jatuh dari tasnya. Dia memungutnya, ternyata itu sebuah gelang. Dia ingin mengejar gadis itu dan mengembalikannya, tetapi Syler yang sadar Eter sudah semakin jauh dari mereka, spontan menarik tangan Faren dan berlari menyusulnya.


Faren : " Syler!! Barang gadis itu ada yang terjatuh!! Berhenti menarikku!!.... " (berlari terpaksa)


Syler : " Nanti saja!! Gampang itu, kita masih bisa mencarinya!!. "


Faren : " Ahhh....!! " (berlari pasrah sambil melihat ke arah belakang)


Dezyl* [Tenang Dezyl.... Tenanglah.... Anggap tak terjadi apa-apa.... Dinginkan pikiranmu.... Rileks.... (semakin dia menghindar semakin keras pula suara mereka terdengar ditelinga Dezyl) AHHH!! RIBUT SEKALI MEREKA.... AKU TIDAK TAHAAAN!!]


Dezyl : (mendekati ketiga anak yang adu mulut) " TAAAK BISAKAH KALIAN DIAM?!! (mengepalkan tangannya, membuatnya mengeluarkan tanah yang mampu memerangkapkan mereka bertiga ditempat) SUARA KALIAN ITU SANGAT MEMUSINGKAN KEPALA!! Kalau kalian tidak ada yang mau diam.... AKAN KU KUBUR KALIAN BERTIGA, HIDUP-HIDUP!! KALIAN MAU?!!. " (muka nya jadi memerah karena marah)


Semuanya seketika terdiam terkejut, begitu pula dengan kepala sekolah dan juga anak-anak disekitar mereka yang sedari tadi memperhatikan mereka. Beberapa diantaranya ketakutan dengan sikap Dezyl yang spontan. Tetapi kepala sekolah berhasil menjadi titik tengah diantara keempat anak itu.


Kepala sekolah : (menghancurkan tanah yang memerangkap Eter, Syler dan Faren) " Anak-anak sudah yaa.... Kalau kalian ingin menunjukkan kekuatan kalian, keluarkanlah saat kalian sudah berada di arena uji coba nanti. Sepertinya kalian terlalu bersemangat hari ini.... Yasudah, jangan bertengkar lagi. Selesaikan masalah kalian saat bertarung dalam arena.... Ayo anak-anak!!. Kita harus pergi sekarang.... " (berjalan mendahului)


Eter : " Baik pak kepala sekolah.... " (tertunduk, melirik Syler, lalu berjalan mengekor)

__ADS_1


Faren : " Maaf pak kepala sekolah.... " (sambil berjalan)


Dezyl : " Huuh! Dasar kekanak-kanakan sekali kalian ini!. "


Meski mereka sudah meninggalkan tempat tadi, anak-anak disitu masih membicarakan mereka. Ada yang ketakutan bahkan sampai-sampai menghina Syler dan Faren yang menyebabkan para anak anggota kerajaan tersebut marah. Tak disangka juga ternyata ada beberapa anak kelas dua dan tiga, yang juga menyaksikan ulah ribut mereka.


Anak kelas dua : " Hah! Dasar para anak bangsawan! Sukanya cari masalah dan ribut sana-sini.... Masalah kecil juga dipeributkan!!. "


Temannya : " Dasar anak-anak kelas satu yang menyusahkan. Sangat jarang anggota kerajaan masuk di akademi yang bisa dibilang tidak menarik dimata bangsawan ini. Ternyata anak kerajaan seperti mereka malah disekolahkan disini... Apa karena sikap mereka yang seperti itulah, orang tua mereka akhirnya membuang mereka di akademi rendahan ini. Hahaha... Benarkan Xion?! " (melirik)


Temannya : " Kau adalah calon anak kelas satu juga seperti mereka, ayoo kalahkan anak-anak bangsawan brengsek itu saat tes uji coba....!! Buktikan kalau kelompok kita ini yang paling berbahaya.... Hahaha....!! Terutama dua anak dibelakang pangeran sombong itu... Sepertinya mereka hanyalah orang desa yang hanya dekat untuk mencari muka saja. Bahkan kelihatannya mereka juga sangat lemah untuk standar rata-rata penerimaan disini. " (ucapnya penuh percaya diri)


Xion : " Jangan samakan kelompokku dengan kelompok rendahanmu itu!! (menepis tangannya yang menyandar pada bahunya) Kita ini jelas berbeda!! (menatap sinis) Aku tidak mau menimbulkan masalah hanya karena kalian menyebut aku juga bagian dari kalian!! Jangan lagi berhubungan denganku!!. " (membalikkan badan)


Anak kelas dua : " Owhh.... Kau berani mulut besar ya?!!. " (menjambak rambutnya sambil memelototinya)


Temannya : " Tunggu!! (melepaskan tangan temannya) Baik!... Baiklah Xion.... Baiklah.... Aku tidak akan mengganggu, dan menyebutmu lagi bagian dari kami, asalkan kau menerima tantanganku tadi. Kalau kau berhasil mengalahkan salah satu dari mereka, kau akan bebas dari kami, dan kami tidak akan mengganggumu lagi. Tapi jikalau kau gagal.... Kau akan selalu bersama kami, dan tanggung sendiri akibatmu. Mengerti kan?! Kau terima bukan?!. " (menyeringai)


Xion : " Baik!! (dingin) Jangan lupakan janji kalian!!. " (pergi menjauh)


Anak kelas dua : " Huh!! Dasar anak-anak kelas satu sekarang.... Banyak yang angkuh dan bermulut besar. Seberapa besar juga kemampuan mereka sampai berani sesombong itu!!. "


* * * * * *

__ADS_1


__ADS_2