
Faren* [Kalau kau tidak mau memulainya, aku akan mulai dengan pemanasan saja.... Supaya dia bisa mengeluarkan, setidaknya sedikit saja clue tentang tipe spiritnya. Apa dia sebenarnya memang sengaja menutupi....? Kita akan mengetahuinya, setelah dia menerima ini....]
Orang-orang sedari tadi menunggu apa yang ingin mereka lihat, akhirnya tibalah juga. Faren memulainya dengan membuat lingkaran semburan api disepanjang panggung arena yang melingkar. Dia juga menaikkan suhunya menjadi dua puluh persen. Bahkan para juri yang bertugas sebagai penilai tes, bisa merasakan hawa panas yang luar biasa walau hanya beberapa langkah saja dari arena panggung.
Padahal disekitar arena tes sudah diselimuti oleh perisai pelindung untuk menjaga keamanan selama tesnya berlangsung, dan Faren hanya mengeluarkannya dua puluh persen saja. Ini membuktikan bahwa kekuatan Faren bisa membuat lawannya menguras energi spiritnya hanya dengan teknik sederhana ini.
Teknik ini dia kuasai atas bimbingan kakaknya sebelum saat kakaknya itu menghilang. Diri sendiri tak perlu mengeluarkan energi, kita lah yang harusnya bisa memanfaatkan keadaan, dengan menggunakan energi yang telah tersedia disekitarmu. Itulah kata-kata epik OronDa yang dia pegang sampai sekarang. Entah caranya menyerap ilmu dan cara mempraktekkan ilmunya itu sudah benar apa tidak, yang terpenting baginya hanya bisa melakukannya saja.
Xino* [Aku tidak ingin menggunakan tipe spiritku saat ini.... Tapi sepertinya dia terus mendesakku agar aku menggunakannya. Bukannya aku tak bisa mengalahkannya, tapi.... Aku hanya menunggu momen yang tepat.... (cemberut). Tipenya bisa digunakan untuk menyerang, sedangkan milikku lebih berperan ke sebagai pendukung saja. Kalaupun untuk menyerang, sedikit beresiko sih....]
Xino* [Jangan.... Lebih baik jangan dulu.... Kita bermain adu ketahanan saja, (tertawa singkat) kalau untuk yang seperti ini aku sudah terbiasa lohh.... Kau mau mengurungku seberapa lama juga, tak akan mampu membuatku melemah.... Apalagi sampai harus membuatku kehabisan energi spirit.... Haha.... (merubah ekspresinya spontan, ke mode serius) Itu lelucon yang cukup bagus kawan....]
Xino : " Itu cuma akan sia-sia.... Faren!! " (bahagia)
Faren* [Apa ini belum cukup berefek untuknya....? Aku sudah mengeluarkan dua puluh persen!! Ini pencapaian terbesarku yang berhasil kudapatkan hanya dalam latihan tiga hari!! Menaikkan suhu api itu lumayan rumit.... Karena energi yang terkuras juga akan banyak, jika kemampuan fisikku belum mampu untuk mengolahnya dengan baik.... Aku juga akan berpikir dua kali untuk menggunakan teknik ini]
__ADS_1
Faren* [Tapi pada kenyataannya fisikku belum sepenuhnya stabil untuk menggunakan teknik yang satu ini, karena itu setiap aku menggunakannya, lima puluh persen energiku akan terkuras cepat.... Kalau begitu, akan ku variasikan seranganku.... ]
Xino* [Aku sudah di didik sedari kecil bersama api, adu ketahan bukan masalah bagiku. Aku tahu bahwa teknikmu ini belum seberapa, kau bisa saja menaikkannya menjadi lebih tinggi lagi kan?! Aku sudah mempelajari semuanya.... Semuanya.... Mengenai para pengendali dan elemen yang mereka kendalikan. Semua teknik terkenal hingga terasing yang jarang sekali orang gunakan.... Aku sudah mempelajarinya bersama Xion.... Hahah.... Jadi.... Pertimbangkan kembali sebelum mengeluarkan semua kekuatanmu.... Yaa Faren....]
Faren membuat semburan apinya menjadi lebih besar, tinggi, dan lebih bertekanan. Sehingga oksigen yang berada didalam arena panggung akan berkurang karena arena panggung yang bertutupkan semburan api, akan membuat siapa saja yang berada didalamnya akan kesusahan bernafas.
Pertarungan sengit ini sangat menggugah semangat para penonton untuk menyaksikannya. Terutama para juri dan wasit yang tak bisa mengalihkan pandangan mereka. Seakan yang sedang mereka lihat adalah sebongkah berlian terbaik yang akan menjadi dalam genggaman. Kemampuan unik yang luar biasa, dan lawan dengan pengalaman menariknya, bisa membuat semua mata terkagum kagum.
Pertarungan yang tiada habis-habisnya, baik dari Faren yang tak menyerang secara langsung dan terus memojokkan lawannya. Baik Xino juga yang masih tak mau mengeluarkan kekuatannya dan terus-terusan bertahan dalam tekanan Faren. Menjadikan berita hebat ini berhasil terdengar sampai keluar gedung olahraga satu. Bahkan para pedagang di luar Akademi Kwon, sampai dibuat penasaran oleh kehebatan dua anak yang tak mereka ketahui.
Percobaan pertama gagal, begitu pula yang kedua dan seterusnya. Hingga sampai percobaan ketujuh, dia berhasil masuk dan sudah berada didalam gedung. Karena posisinya saat masuk berada dibarisan kursi kosong paling belakang, Xion harus mendekat. Jikalau perlu dia harus berada dibarisan kursi paling depan agar bisa melihat pertandingan secara jelas.
Tapi itu pasti mustahil, kursi paling depan adalah incaran setiap anak, tidak mungkin ada anak yang merelakan untuk mengorbankan kursi terbaiknya demi anak lain. Tapi hal itu tak membuat Xion pasrah dengan keadaan, dia melihat dengan cermat satu per satu anak yang duduk dibarisan paling depan.
Seelah menemukan satu target, dia memfokuskan serangan pada tubuh anak itu. Dia memanfaatkan seorang anak perempuan itu yang memiliki racun gigitan ular yang tertinggal dibetis kirinya. Xion lalu mengubah satu gen didalam tubuh anak itu dan memanfaatkan racun yang tertinggal untuk mengambil alih matanya.
__ADS_1
Lalu dia juga menyerang satu titik pada otak agar anak itu pingsan tanpa mengetahui bahwa dia sedang dikendalikan. Hal itu membuat seluruh bagian tubuhnya dapat dikendalikan sesukanya. Ini dia lakukan agar Xion bisa melihat pertandingan tanpa harus maju kedepan. Sangat merepotkan baginya bila harus mengganti dan menjadi orang yang berbeda, tanpa ada tujuan jelas. Apalagi bila ada teman yang dikenalnya berada disekitarnya.
Setelah berhasil menguasai seluruh tubuh anak perempuan itu, akhirnya Xion bisa melihat dengan jelas siapa saja dibalik kehebatan anak-anak yang dibacarakan itu. Setelah melihat dengan jelas, alangkah terkejutnya saat dia mengetahui bahwa salah satu dari 'Anak-anak Hebat' itu adalah kembarannya sendiri. Antara setengah tak percaya dan sudah tidak bisa heran lagi saat mengetahui, bahwa pelakunya adalah Xino.
Xion tidak mengetahui bagaimana caranya Xino bisa masuk kedalam arena tapi, Xion sudah menebak-nebak. Jika Xino lah yang mengambil kartu nya saat dia membuangnya. Karena merasa tidak adil, katena seharusnya yang berada didalam arena adalah dirinya, Xion berniat untuk menukar tubuhnya.
Dia yang mendaftar tapi bukan dia yang ada disana kan, pasti akan membuat perasaan aneh. Meski Xion menyadari, bahwa dia tetap salah karena telah membuang kartunya. Lantas tak membuat Xion untuk diam dan melihat cara Xino yang melawan anak itu dengan bertele-tele. Diputuskan sudah, Xion akan menukar tubuhnya dengan Xino. Tapi sebelum itu, Xion mengirimkan sinyal melalui kemampuan telepati mereka.
Xion* || Bertukarlah denganku, bukankah aku sudah janji padamu kalau akulah yang akan bermain dengan kelompok mereka?!! ||
Xino tersentak saat mendapati sinyal dadakan dari kembarannya. Dia sejujurnya masih ingin berada lebih lama diatas panggung arena, tapi dia sangat mengerti perasaan saudaranya itu, dan memilih untuk mengalah. Lagi pula sepuluh menit itu termasuk momen yang lumayan untuk menunjukkan kebolehan yang dimilikinya.
Xino* || Huuhh....!! Padahal aku masih ingin menyelesaikannya.... Yasudah!! Pakai perpindahan ruang milikku saja.... Aku tidak ingin nanti tubuhkulah yang harus menerima luka-luka yang kau perbuat, apalagi dampaknya akan kurasakan juga saat kau mengembalikannya....!! ||
* * * * * *
__ADS_1