Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Teka Teki (2)


__ADS_3

Melalui temuan yang ditemukan Vingent dirumah Voltha, Paman Paman Vir menjadi lebih mengerti, semua kebingungannya terjawabkan sudah. Kejadian aneh yang telah berlalu, kini terpecahkan dan terjelaskan satu persatu. Namun sekarang, teka-teki baru dengan alurnya yang lebih rumit mungkin akan mereka hadapi dikemudian hari.


Kepastian sudah ada, begitulah yang dipikirkan Paman Vir untuk mencari jalan terbaik. Untuk menaikkan dan memulihkan kembali bangsanya, ia berusaha keras untuk mewujudkannya. Melihat bahwa dialah, salah satu harapan terakhir yang diharapkan oleh banyak orang dibangsanya, untuk menjadi menyelamatkan dan pemulih bangsa yang dulu pernah menjadi bangsa yang sangat disegani.


Cahaya yang sudah dia temukan belum cukup untuk bisa menerangi seluruh benua. Karena itu perlu bahan bakar dan juga wadah yang terbaik untuk bisa memancarkan cahayanya lebih jauh dan lebih terang lagi. Maka dibutuhkan asupan yang layak untuknya bersinar lebih dan lebih terang benderang. Begitulah Paman Vir mengumpamakannya.


Tanpa berpikir panjang, Paman Vir memutuskan untuk menyekolahkan Vingent dan Voltha di sekolah yang berkualitas. Memberinya bekal untuk melewati rintangan-rintangan yang akan dia hadapi kelak. Paman Vir lalu mengambil sebuah peta wilayah negara kerajaan api. Disitu juga tercetak tiga gambar sekolah dasar element. Dan ketiganya bahkan sama-sama merupakan sekolah terunggul dan sangat mumpuni.


Di bagian selatan ada Akademi Xian yang terkenal dengan kelompok pengguna elemennya yang terkuat, yaitu Alvracker. Dibagian barat juga ada Akademi Nonu yang tak kalah dengan akademi lainnya, yaitu melahirkan generasi yang selalu menjadi incaran para akademi elite menengah bergengsi diseluruh benua. Dan terakhir ada Akademi Kwon, yang terkenal karena mempertahankan pengajaran lama yang sangt khas, tetapi tetap melahirkan para master elemen terhebat.


". Sebentar lagi akan ada pendaftaran sekolah dari banyak akademi dibuka. (berpikir) Ayah ingin agar kau bisa masuk disalah satu akademi terbaik. (menunjuk) Letaknya berada pada perbatasan bangsa api dan bangsa air, kau tahu kan?! "


(mengingat-ngingat) " Akademi Kwon?!! " (terkejut)


Vingent tidak menyangka, ayahnya bisa mengajukan Akademi Kwon sebagai pilihannya. Akademi itu memang terlihat terlalu sederhana, baik dari infrastruktur bangunannya maupun pengajarannya. Pihak akademi sangat menjaga metode pengajaran mereka yang sudah dilakukan sejak berdirinya akademi tersebut.

__ADS_1


Tapi akademi tersebut selalu menjadi akademi terfavorit karena selalu melahirkan para master-master maupun kesatria spirit yang hebat. Akademi yang hampir selalu menjadi pilihan pertama dalam setiap list pendaftaran para calon siswa, mampu bersaing dengan akademi yang jauh lebih modern dan lengkap fasilitasnya. Namun untuk bisa masuk disana harus sesuai dengan reputasi keahlian mereka.


" Ayah!! Ayah tidak bercanda kan?!! (heran) Orang yang berbakat, cerdas, dan memiliki segala kemampuan saja belum cukup untuk menjadi syarat penerimaannya. "


" Ajukan saja, ayah hanya mau kau dan Voltha masuk disana. Ikuti saja seleksinya sesuai dengan apa yang dirimu yakinkan. " (penuh percaya diri) Kalau tidak salah juga, mereka akan membuka pendaftarannya seminggu dari sekarang. Kau dan Voltha bisa mulai mempersiapkan barang-barang serta mempelajari materi yang akan diuji. Berjuanglah!! " (antusias)


" Baiklah ayah, aku akan pergi menemui dan memberitahu Voltha tentang perihal sekolah, kami akan berusaha keras agar bisa masuk disana. " (pergi)


Paman Vir hanya menjawab dengan anggukan kecil yang disertai senyuman tipis. Vingent meninggalkan ruangan ayahnya dan kembali menemui Voltha dimeja makan dapur. Voltha masih memakan makanannya, tetapi pandangannya terpaku pada satu titik. Begitu melihat vingent, Voltha langsung menanyakan kembali kabar orang tuanya. Mau tidak mau, Vingent sedikit berterus terang.


Lalu Vingent mengalihkan topik dengan menjelaskan kabar baik untuknya, yang akan bersekolah dalam waktu dekat. Vingent juga memberitahunya bagaimana cara dan ketentuan apa saja yang harus Voltha ketahui. Mendiskripsikan bagaimana bentuk, rupa, serta kemampuan para pelajar yang akan dia temui nanti saat sudah sampai di akademi tersebut.


Voltha terdiam, tetapi Vingent paham bila dia sedang berpikir. Seperti sulit mengutarakan pemikirannya, akhirnya Voltha pun menyetujuinya. Voltha juga penasaran dengan Akademi Kwon yang terkenal hebatnya itu. Bahkan dia sudah membayangkan bagaimana kemampuan hebat orang-orang yang belajar disana. Dia juga sangat senang saat pertama kali mengetahui dia akan bersekolah, terlebih akademi ' hebat ' itu adalah sekolah pertamanya.


Sore harinya, Voltha mengikuti Vingent untuk turun ke pasar di Kota Bawah. Namun perjalanan kali ini sedikit lebih beresiko dari yang sebelumnya. Mereka tidak lupa akan kejadian tak terduga yang mempertemukan mereka saat pertama kali. Dan kali ini Voltha tidak mau mengambil resiko itu apapun bentuknya. Karena pasti mereka sudah melaporkannya pada orang yang melatar belakangi dari ' Posisi Bangsawan ' mereka.

__ADS_1


Voltha menemani Vingent yang akan membelikan semua kebutuhannya nanti, seperti pakaian harian dan formal. selain itu ada alat tulis dan beberapa kebutuhan pendukungnya, sekaligus membeli beberapa buku-buku yang bisa dijadikan referensi untuk persiapan mereka sebelum pendaftaran dibuka.


Mereka pun berangkat pergi, Vingent membawa tas ransel untuk membawa barang belanjaannya nanti agar tidak terlihat mencolok dan banyak. Vingent menggunakan uang tabungannya untuk membantu Voltha menyiapkan keperluannya.


Mereka berdua juga memakai pakaian yang tertutup dengan jubah hitam lengkap dengan sarung tangan, hal ini mereka gunakan untuk penyamaran. Mulailah perjalanan mereka dengan menuruni lembah, melewati perkebunan warga dan pemukiman penduduk hingga akhirnya sampai pada gerbang Kota Bawah.


Dari kejauhan sudah bisa dilihat bahwa kondisi pasar sedang sepi pengunjung. Ada dua orang yang berpakaian layaknya para bangsawan, tengah mengobrol tepat di gerbang masuk ke pasar. Lagaknya sedikit mencurigakan, terlebih salah satu dari mereka memakai gelang lengan berbentuk kain, yang bersimbolkan lambang dari Kerajaan Api.


" Kak Vingent,.... Itu orang-orang disana (menunjuk mereka) Salah satu dari mereka berasal dari kerajaan. Lihat... Gelang yang dia kenakan, kalau tidak salah, itu menjadi penanda bahwa dia adalah seorang prajurit yang bertugas diwilayah luar kerajaan. "


" Kamu kok bisa tahu Voltha? " (takjub)


" Aku pernah diusir oleh mereka saat aku ingin masuk ke sebuah toko manisan. Mereka juga mengatakan bahwa pihak kerajaan tidak akan main-main jika ada yang tidak mengikuti perintahnya. Huhhh!! (kesal) Ingin rasanya ku tendang mereka hingga tak bisa berkata-kata!!. " (memasang muka cemberut)


Vingent* [Puftt!!... (tertawa kecil) Voltha imut banget kalau lagi kesal sama seseorang. Pipinya jadi lebih tembem dan merah dari biasanya.]

__ADS_1


* * * * * *


__ADS_2