
Taman Kerajaan Laut memiliki lahan yang sangat luas dan juga megah. Ditumbuhi dan dihiasi banyaknya pohon-pohon yang menjulang, serta bermacam macam jenis bunga yang indah bermekaran. Disana juga terdapat beberapa tempat suci yang sangat dikenal seperti, Kolam Suci, Goa Agung, dan Air Terjun 4 Mata Air. Di Sana juga merupakan rumah bagi para Monele atau biasa disebut Monster Element.
Dan pastinya keberadaan tempat suci mengundang banyak kisah dan rumor-rumor yang terkenal dan berkembang di masyarakat. Salah satu rumor yang terkenal adalah, bahwa jika seseorang telah memasuki Gerbang Suci, maka orang itu akan melihat keindahan sepertiga keindahan surgawi dunia. Maka tak heran bila tempat-tempat suci tersebut sering dimasuki oleh orang-orang yang tidak memiliki izin dari Raja.
Makanya, Raja telah menyiapkan Pasukan Hantu yang siap bersedia menjaga keamanan tempat-tempat suci tersebut agar para Monele tidak keluar dari wilayah nya, serta melindunginya dari orang-orang yang ingin mencurinya.
Dan inilah rumor kedua yang sering dikatakan banyak orang, setelah mereka mengatakan rumor yang pertama. Yaitu jika seseorang tersebut tak memiliki akses kunci khusus, dan izin dari pihak Raja maupun keluarga kerajaan, maka bersiaplah menuju kematian ditangan para Prajurit Hantu. Karena tempat itulah yang akan menjadi tempat terakhirmu di dunia.
Namun dalam buku sejarah kerajaan yang pernah aku baca, saat Eter menawarkan beberapa buku bacaan padaku, keberadaan tempat suci ternyata sudah ada sejak puluhan ribu tahun silam. Atau berumur sekitar 65.000 tahun lamanya. Namun berbeda dengan ATEMA (Air Terjun Empat Mata Air) yang disalah satu air terjunnya terdapat sebuah pintu yang mengakses ke suatu tempat. Namun apa yang ada didalamnya belum diketahui hingga saat ini, bahkan Yang Mulia Raja sekalipun.
Dan yang lebih mengejutkan dari ATEMA, ternyata ATEMA baru berumur sekitar 6 tahun. Kemunculannya menjadi topik hangat, yang diperbincangkan diberbagai penjuru wilayah kekuasan White syllfe hingga ke beberapa wilayah negeri tetangga. Mereka juga selalu menanyakan bahwa 'siapa penemu dari tempat tersembunyi tersebut? '.
Ternyata yang menemukan 'pintu rahasia' tersebut adalah kakak perempuan Eter. Aku biasa memanggilnya Kak Ryan, Nama panjangnya ialah Flate Ryan Sherk Zheya, nama 'Sherk' sendiri pasti selalu ada di setiap anggota keluarga kerajaan, sekaligus menjadi tanda bahwa ia berasal dari marga kerajaan.
Sedangkan nama 'Flate' berasal dari marga ibunya Eter, Flate Yinya Sherk Erkla. Marga Flate sendiri, ternyata terkenal juga loh. Dikenal sebagai marga terkuat, dalam Suku Elf, salah satu suku yang sudah tidak pernah lagi terlihat, ataupun diketahui keberadaan nya, serta bagaimana cara mereka bertahan hidup. Banyak pertanyaan seputar Suku Elf yang tiada habis-habisnya. Bahkan mereka dikatakan sebagai 'Suku yang Menghilang dari Kehidupan'.
* * * * * *
" Hari yang panas.... "(memandang ke langit)
Syler membuka buku catatan yang ayahnya berikan, dibukanya halaman yang telah ditandai. Dalam catatan tersebut tertulis :
Persiapan penyambutan kedatangan Raja Gristha Dust II beserta Puteri Dezyl Grown Dust dan pasukan lainnya:
- Menyiapkan ruang pertemuan raja, dan segala kebutuhannya.
- Memeriksa keamanan dan kelayakan kamar tamu.
- Menyajikan makanan terlezat dan makanan kegemaran sang raja dan puteri.
- Menyiapkan dan membersihkan kamar tamu beserta toiletnya.
- Pembersihan dan merapikan taman beserta halaman depan istana. Seperti memotong rumput yang panjang, menyirami tanaman, membentuk tanaman, menanami tanaman hias yang baru saja didatangkan, memeriksa persediaan pupuk, pot bunga dan alat-alat penunjang lainnya dan memberi makan ikan di kolam.
__ADS_1
Syler* [Ternyata banyak juga... Tetapi.... Ayah hanya menyuruhku untuk mengurusi bagian halaman saja. Baiklah kita mulai yang mana dulu.... (melihat sekeliling, dan perhatiannya tertuju pada seorang pria paruh baya, Syler menghampirinya)]
" Halo Pak Tua. Bisakah aku meminta waktumu sebentar. Aku ingin menanyakan sesuatu. Sejak kapan pupuk-pupuk yang ada disamping gudang (menunjuk) ada disitu?. "
" Owhh.... Pupuk yang di sana itu, pagi tadi baru saja sampai. Dan mereka tidak punya tempat untuk menaruhnya, dan akhirnya mereka hanya menumpuknya di sana karena gudang nya terkunci. "
" Apa yang didatangkan hanya tiga karung?. Biasanya mereka mendatangkan sepuluh karung?. " (sembari menulis)
" Iya, benar. Mereka mengatakan kalau persediaan
pupuk mereka, hanya tersisa tiga karung. Karena pabrik pusatnya tengah mengalami masalah, jadi produksi pupuknya sementara terhambat. "
" Hmm.... Jadi seperti itu. Baiklah... Terima kasih ya pak tua, telah membantuku. Aku akan meminta kunci gudang, agar pupuk-pupuknya bisa dibawa masuk. Ohhh... Iyaa! Aku lupa, Pak Tua.... Apa ikan yang ada di kolam sudah dikasih makan?. "
" Kalau yang disebelah kanan itu, sudah di kasih makan, tetapi untuk yang disebelah kiri sana (menunjuk) belum sama sekali. "
" Baiklah... Aku saja yang memberi makan. Sekali lagi terima kasih banyak telah membantu pekerjaanku Pak Tua... " (tersenyum)
" Hahaha.... (Tertawa) Sama-sama Nak Syler, kau selalu giat membantu tugas ayahmu ya!. Kau memang anak baik, jikalau kuncinya sudah ada aku akan menyuruh beberapa orang untuk membawanya masuk ke gudang. Aku sudah tak kuat untuk sekedar membawa karung yang berat itu... Haha... "
Kemudian Syler berdiri, menutup wadah makanan ikan. Dan ketika ingin membalikkan badan, tiba-tiba....
" HUUAAAA... !!! " (berteriak kencang dan menepuk bahu Syler dari belakang)
" WAAAAAA!!! " (Syler terkejut dan kehilangan keseimbangan)
Syler yang sangat terkejut, hampir saja kehilangan keseimbangannya apabila tangan nya tidak ditangkap Eter. Jika saja Eter tak menangkap tangan Syler, mungkin Syler sudah menyebur kedalam kolam. Ekspresi kaget Syler ternyata membuat Eter gemas, karena pipinya berwarna merah.
" HAHAAHAA...!!! Syler... Kau serius sekali sampai terkejut seperti itu... Hahaha...!!! (tertawa terbahak-bahak) Lihatlah.... Lihatlah wajahmu itu.... Membuatku ingin mencubit pipimu... Hahaha..... Jarang-jarang loh aku melihat wajahmu yang seimut itu bila terkejut. Haha!!! Aduuhh.... (memegang perut) Perutku... sampai sakit... Hahhaa!!! "
" Sudah puas tertawa?. " (sorotan mata tajam, muka datar, dan rasa kesal)
" Tentu saja... Ekspresimu itu tadi sangat langka tahu! . Hmpphh.... (menahan tawa). Habisnya kau.... Selalu saja memasang muka jutek yang menakutkan. " (membalikkan badan) Bahkan, kucing pun akan lari bila bertemu dengan mu. "
__ADS_1
" Terserah apa katamu. " (menghiraukan)
Syler berjalan meninggalkan Eter.
" Syler, apa kau tahu... (membalikkan badan) Heyy... Tunggu aku, (menyusul Syler) Hey... Dasar tidak punya sopan santun, aku belum selesai bicara. Kau mau pergi kemana? "
" Mengambil kunci gudang. " (singkat)
" Aku mau cerita tahu, ini tentang disekolah tadi.... " (memandang wajah Syler)
" Ya Sudah, cerita lah. "
" Tadi di sekolah, aku berbicara sebentar dengan guru. Dan ternyata, guru sudah mengetahui siapa aku. Jadi aku.... "
(memotong pembicaraan) " Memberitahukan, identitasmu kan!"
" Hahh... Bagaimana kau tahu. " (tidak percaya)
(Berhenti berjalan, lalu memandang wajah Eter dengan wajah meledek)
" Sangat mudah ditebak tahu! (mendekatkan mukanya) Apalagi.... Dengan sikapmu yang tak bisa menjaga diri, wajar saja, kalau kau tak bisa menjaga nama baikmu! " (lugas)
Eter* [ Hahh ! (Tersentak) Kata-katamu itu.... Sungguh menusuk.... Seperti biasa :( ]
" Tap... Tapi aku cuma... " (berusaha membela diri)
(memotong) " Cuma.... bisa pasrah... (menatap sebentar) Karena semua yang dikatakan gurumu itu.... (Memalingkan wajah) Memang benar kan?!. " (melanjutkan jalannya)
Eter semakin tersudut, terpuruk.... dan tersuntuk. Kata-kata mematikan dari Syler bagaikan ribuan pisau yang menusuk bertubi-tubi dan hanya meninggalkan luka yang sangat dalam. Mungkin inilah maksud dari arti pepatah 'Sudah Bermulut Pedas, Menimpakan Tangga Pula'.
Eter* [ Hmmm.... Judul hari ini... Adalah.... 'Balas Dendam dari Sang Mulut Pedas'.... Untungnya aku sangat bersyukur.... Sekali.... Mempunyai teman sepertimu :) ]
Syler pergi tanpa mempedulikan siapapun, seakan akan tak melakukan apapun. Sementara.... Eter hanya termenung.... meratapi ucapan-ucapan manis Syler. Meskipun ia sudah kenyang dan terbiasa dengan ucapannya.
__ADS_1
* * * * * *