Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Asrama Kwon (4)


__ADS_3

Sesampainya di depan Asrama Star,


Dezyl : " Ahhh.... Hari ini hari yang menyebalkan.... "


Eter : " Sudahlah Dezyl, ini yang terbaik untuk kita.... "


Dezyl : " Aku harus punya pembiasaan baru lagi untuk hidup disekitar mereka! " (kesal)


Faren : " Apa memang mereka seburuk itu?! Seharusnya kau bersyukur dapat tempat yang bagus! "


Dezyl : (mendekat) " Kenapa?! Apa kau iri...?! Huhh?!! "


Faren : " Aku tidak minat iri denganmu! "


Dezyl : " Jangan tersipu malu seperti itu, kalau memang benar!! Mengakulah...!! Dasar Faren sialan!! "


Faren : " Hey! Hey! Tolong jaga perkataanmu Tuan Putri!! " (tidak terima)


Voltha : " Tuan Putri....? " Apa kamu seorang putri kerajaan....? " (terkejut)


(semua anak melihatnya)


Voltha : " Benarkah itu....? "


(Vingent sepemikiran dengan Voltha)


Eter : " Iyaa Voltha.... (tersenyum mewajarkan) Dezyl memang seorang Putri.... "


Voltha : " Wahhh.... (berseri-seri, ia mendekat pada Dezyl, lalu menggenggam tangannya sembari menatap dalam wajahnya. Lalu ia membungkuk hormat, ala gaya kerajaan persis) Salam hormat untukmu Putri.... Aku benar-benar tidak menyangka berhadapan langsung dengan seorang Putri....! " (sangat senang)


Dezyl yang takjub dengan rona keindahan wajah Voltha, membuat ia tersipu. Wajahnya memerah. Ia bergerak mundur, memalingkan wajahnya, dan membuang tatapannya kearah lainnya. Tangannya yang masih digenggam Voltha dengan kedua tangannya, dapat ia rasakan, begitu lembut dan halusnya tangannya. Vingent pun, ikut-ikutan membungkuk hormat. Namun ia tidak seagresif Voltha.


Vingent : " Suatu kehormatan bisa berbicara dengan anda, Putri.... "


Faren : " Oh ya, kalian melewatkan seseorang juga loh, dia itu Pangeran.... "


Voltha : " Siapa.....? Ada disini....? "


Faren : " He... Hemm.... " (mengangguk)


(Voltha melihat dua anak, yang satu terlihat cuek, dan yang satunya lagi ramah selalu tersenyum. Dan akhirnya ia menunjuk....)


Voltha : " Apa dia.... (menunjuk Syler) Dia jarang sekali berbicara.... "

__ADS_1


Faren : " Hmmphh!! Pftt!!... Jawabanmu salah!! Dia jarang berbicara, karena memang seperti itulah sifatnya, hahaha.... "


(Syler hanya meliriknya)


Voltha : " Ahhh.... Jadi kamuu? (berseri-seri) Kamu Pangerannya? Iya??!! " (voltha ingin melakukan hal yang serupa dengan Dezyl)


Eter : " Benar! Seratus poin untukmu....! " (namun dihentikan oleh sikap Eter yang menirunya, memberikan sapaan hormat ala kerajaan)


Vingent : (hanya ikut membungkuk)


Voltha : " Apa ada lagi, apa jangan-jangan kalian semua adalah orang dari kerajaan....?! "


(yang mendengarnya pasti akan berpikiran ucapannya itu benar, namun mungkin maksudnya adalah status seperti Eter dan Dezyl)


Faren : " Tidak.... Hanya mereka saja. Ayolahh!! Jangan bersikap terlalu formal seperti itu, itu tidak asik! "


Eter : " Dia benar, kita sekarang teman. Jadi saling memanggil nama saja.... Lupakan soal kami berasal darimana, ya.... " (tersenyum)


Voltha : " Baiklah!! "


Syler : " Ayo masuk, kita tidak bisa berlama-lama disini. "


Eter : " Syler benar, kalau begitu kami pergi ya! Dahh.... Sampai jumpa besok....! "


Faren : " Syler, kau duluan saja. Tunjukkan kamarnya pada Vingent.... Aku akan mengantar Voltha. "


Syler : " Kau pandai sekali mencari celah, langsung kembali begitu kau sudah mengantarnya! Jangan mampir!! "


Faren : " Iya... Iya... Posesiff....! "


Begitu sampai di lantai paling atas, tepatnya lantai 4. Ternyata kamar Voltha berada di paling ujung lorong. Dan ada sebuah jendela kaca yang besar di ujung lorongnya. Bahkan cahaya bulan bisa masuk menembus gorden-gorden yang bergerak terhembus angin di sana.


Faren : " Nah, kita sudah sampai. Benarkan nomor 30? (melihat papan nomor di pintu) "


Voltha : " Ahh, benar. Terima kasih banyak Faren sudah membantuku. "


Faren : " Bukan masalah, kapanpun yang kau butuhkan. Kalau begitu aku pergi dulu.... Sampai jumpa besok.... Dahh.... "


Segitunya Voltha masuk kedalam kamarnya, ia menghampiri sejenak jendela kaca besar yang berada diujung kamar Voltha tersebut. Angin nya sangat sejuk, dengan pemandangan kolam buatan yang memantulkan cahaya biru bulan, dibelakang asrama. Namun ia dikejutkan dengan bayangan hitam yang bergerak melompat berpindah, dari lampu jalan yang satu ke yang lainnya.


Matanya berusaha menangkap sosok itu namun gagal. Tetapi, akhirnya sosok hitam itu berhenti, berdiri di sana, lalu bayangan itu terlihat seperti duduk diatas lampu jalan. Semakin Faren memandang, semakin besar rasa penasarannya.


Melompat ia dari jendela kaca yang ditahan dengan penyangga besi. Ia bergelantungan dari pinggiran bangunan. Satu per satu lantai berhasil ia jangkau. Tepat dilantai dua ia melompat pada sebuah pohon yang besar. Menuruni pohon itu dan berjalan mengendap-endap pada semak-semak.

__ADS_1


Saat ia semakin dekat dengan sosok itu ia bisa melihat jelas, jikalau sosok itu adalah seorang anak laki-laki. Namun karena ia kurang menjaga ketenangan. Bunyi-bunyian di semak-semak, membuatnya waspada.


" SIAPA DISANA?!! " (berdiri)


Tetapi justru dibalas langsung oleh Faren dengan kekuatan spiritnya, ia melempar serangan bola api dadakan padanya. Namun anak laki-laki tersebut berhasil mengeluarkan sebuah serangan yan mampu membuat serangan Faren tertelan begitu saja. Setelah itu ia hilang dalam sekejap, bak asap hitam yang menyatu dengan kegelapan.


Faren : (berdiri, keluar dari tempat persembunyiannya) " AHH!! SIALAN!! Sedikit lagi aku mendapatkannya!! Apa yang dia lakukan malam-malam seperti ini?! Lalu siapa dia?! Pencuri?!! AHHH....!!! (kesal, berjalan kembali kedalam asrama) SIALLL!! Apa yang perbuat dengan seranganku!! (tak terasa ia sudah berada didepan kamar) SIALAANN!! Lain kali tidak akan ku lepas diaa!!! " (jengkel, lalu terkejut menjumpai seseorang dihadapannya, orang itu pun sama terkejutnya)


Faren : " Tunggu! Mengapa kau bisa ada disini....?! Bocah narsis yang menjengkelkan, Xino!! "


Xino : " Justru aku yang bertanya! Mengapa kau tidak pulang dan berkeliaran disini, tesnya telah usai, kau boleh pulang, norak!! "


Faren : " Hei!! Aku disini, ya berarti aku lulus tesnya!! Anak sekolah dasar aja bisa menyimpulkan! "


Xino : " Hahh?!! Tidak salah dengar?!! Atas dasar apa?!! Bukannya kau sudah kalah dengan kaka... (mengalihkan) Dengan kekuatan ku!! Sudahlah kau harus tabah jika kalah!! " (melepas sepatunya)


Faren : " Tunggu....!! (menarik jaketnya) Warna jaket ini sama seperti warna yang digunakan anak yang diatas lampu jalan tadi! "


Xino : (Xino mencurigai) " Tunggu! Apa maksudmu?!! (memutar badannya)


Faren : " Apa jangan-jangan, kaulah orangnya!! Kau kan orangnya!! Yang tadi ada di pinggiran kolam itu kan?!! (semakin erat mencengkeram jaketnya) Mengakulah!! Benarkan?!! Aku tidak ada akan melepasmu!! Apa yang kau lakukan disana?!! " (menatapnya)


Xino* [Ohhh.... Jadi dia orang yang menyerangku?! Kekuatan spiritnya kan api. Sialan! Mengapa dia menyerangku diam-diam seperti itu?]


Xino : " Kau salah orang! (menepis tangannya) Aku lelah, jangan ganggu aku!! " (berusaha masuk, tetapi ditahan oleh Faren)


Faren : " Hey!! Jangan berusaha kabur untuk kedua kalinya!! Jawab dulu pertanyaanku!! Itu benar kan?!! "


Xino : (sudah habis kesabarannya, ia mendorong keras Faren hingga ia menubruk pintu Syler dengan suara keras) " SUDAH KU PERINGATKAN, JANGAN MENGGANGGUKU! AKU LELAH!! ATAU KU HABISI KAU JUGA SAAT INI!! URUS SAJA URUSANMU!!


(Syler keluar kamar, memastikan apa yang terjadi didepan pintu)


Faren : " Aku hanya bertanya baik-..... " (terputus)


Xino : " JIKA KAU IKUT CAMPUR LAGI, AKAN KU BUAT KEPALAMU HILANG!! DETIK ITU JUGA!! MENJAUHLAH SEJAUH-JAUHNYA DARIKU!!! " (masuk kamar)


BLAMM!! (suara bantingan pintu)


(Faren masih terpaku dengan perkataan Xino, jantungnya berdegup kencang)


Syler : " Buat masalah apa lagi kali ini? " (datar)


* * * * * *

__ADS_1


__ADS_2