
Sehari setelah kejadian penuh kejutan itu, Faren tinggal dirumah Syler seperti saudara sendiri. Dia mulai terbiasa, saat pagi-pagi sudah tidak ada orang yang berada dirumah. Paman Vir pergi untuk bekerja di istana. Dan Syler membantu ayahnya disana. Dan yang tertinggal hanya dua piring nasi serta lauk pauk untuknya sarapan di meja ruang tamu.
Faren sadar bahwa sekarang, dia bukanlah lagj seorang tamu yang wajib diperlakukan layaknya seorang raja. Mulai dari itu, dia sedikit demi sedikit melakukan pekerjaan rumah agar tidak memberatkan sang tuan rumah. Pekerjaan sederhana seerti, membersihkan rumah, mencuci piring, bahkan sampai merapikan seluruh ruangan yang ada.
Tidak ketinggalan, dibagian teras dan seluruh halaman rumah juga dibersihkan. Sampai-sampai, saking aktifnya Faren keluar masuk untuk bersih-bersih, para tetangga pun menanyakannya karena tidak pernah melihat sebelumnya. Faren pun mengatakan bahwa dia adalah adik tiri dari Syler.
Sampai sore tiba, Syler pulang kerumah membawa sekotak barang-barang dari istana yang sudah tidak terpakai lagi. Tetapi baginya itu masih sangat berguna. Lalu dia memberitahukan Faren kalau sebelum pukul tujuh malam, dia akn pergi bersama Syler untuk menemui raja. Raja ingin menginformasikan sesuatu hal penting baginya.
Setelah waktu yang ditentukan sudah datang Syler dan Faren bersiap menghadap raja dan berangkat menggunakan sepeda. Jarak yang mereka lalui sekitar satu setengah kilometer, dari rumah menuju istana. Jadi mereka harus bergantian untuk mengayuh sepeda.
Sesampainya di istana, saat Syler ingin menuju kamarnya, ayahnya menyuruhnya agar segera ke ruangan kerja prinadi milik sang raja. Didepan ruangan, sudah menunggu seorang Perdana Menteri yang menerima tas Syler, dan mempersilahkan mereka berdua masuk.
Ternyata didalam ruangan sudah berkumpul keluarga inti raja, sudah termasuk Ratu Yinya, Kak Lyan, dan juga Eter. Mereka berdua datang tepat sebelum waktu yang ditentukan. Segera mereka merapat untuk membicarakan sesuatu penting itu.
Raja Altergust : " Terimakasih untuk Syler dan.... (mengingat namanya) Faren... Sudah meluangkan waktunya sebentar. Kenapa aku memanggil kalian kemari.... Untuk membahas rencana pendidikan lanjutan untuk Eter dan Syler.... "
Syler terkejut, mengapa dia juga perlu untuk bersekolah? Dan Eter sangat menantikan kebenaran dari isu-isu yang menyebar dikalangan para pembantu kerajaan, mengenai sekolah lanjutannya. Dia memasang telinga dengan baik dan benar, agar seluruh informasi yang diucapkan ayahnya mengenai sekolahnya nanti, tidak ada yang tertinggal, walau hanya satu kata pun.
Ratu Yinya : " Kami juga sudah berdiskusi dengan Raja Dust mengenai hal ini. Dan dari pihak Kerajaan Bumi, mereka telah setuju untuk menyekolahkan putrinya, Dezyl... Di satu sekolah yang sama dengan Eter dan juga Syler.... "
Ratu Yinya : " Dan sekolah terbaik pilihan kami, adalah Akademi Kwon... Yang berada di wilayah perbatasan.... " (mantap menjelaskan)
__ADS_1
Syler* [Apaa!! Akademi Kwon?! Sekolah bergengsi... (tidak menyangka) Sekaligus sekolah terkeren itu....!!! (sangat senang, tapi juga ragu) Yang Mulia berniat ingin menyekolahku....? Sampai-sampai mau memasukkanku kesekolah terbaik itu!! Apa Yang Mulia sangat perhatian seperti ini padaku... Seperti kata pembantu itu...?]
Eter* [Wahhh!! Tidak main-main.... Itu sekolah yang terkenal sampai ke negara tetangga karena melahirkan para master spirit elemen terhebat.... Wahhh...!! Apalagi Syler dan Dezyl juga satu sekolah nanti.... (senang)]
Ratu Yinya : " Tapii.... Tapii.... (mengacungkan jari telunjuk, dan menggoyangkannya kekanan dan kekiri) Ini bukan hanya sekedar sekolah juga lhooh... (tersenyum manis) "
Raja Altergust : " Itu benar!! Selain bersekolah, kalian juga akan mendapatkan misi yang sangat.... Sangaaat... Teramat penting, untuk kalian kerjakan!! Misi ini juga bersifat sangat rahasia.... "
Faren* [*Misi?!... Serahasia apakah misi itu sampai-sampai sang raja mengirim anak-anak seperti mereka untuk menjalankannya.... Apalagi dengan dalih untuk melanjutkan pendidikan mereka? (berusaha menebak*)]
Ratu Yinya : " Kalian berempat juga harus bisa bekerja sama dan saling kompak satu sama lain.... " (menepuk tangan sekali)
Eter : " Berempat....?! Yang satu lagi siapa?. "
Raja Altergust : " Yahh.... Kalian akan menjalankan misinya berempat.... Karena, kami berpikir bahwa Pangeran.... (melihat ke arah Faren) Juga akan menjalankan misinya, sekaligus bersekolah bersama kalian juga....(tersenyum rekah) Pangeran tidak keberatan kan?!... "
Faren* [Orang yang keempat ternyata aku?! (Menyangkal) Tidak.... Mungkin.... Mengapa raja juga ingin aku....]
Ratu Yinya : (meluruskan prasangka salah Faren) " Faren.... Ini bukan pasal misi juga. Teruntukmu kami tidak begitu memberatkan masalah misi padamu. Tapi kami hanya ingin, kamu lebih memprioritaskan pendidikan mu selagi kamu menyamar.... Bisa kan.... " (menatap penuh kasih)
Raja Altergust : " Selain itu... Kami bisa melihat banyak potensi yang bisa kamu kembangkan lebih jauh lagi. Potensi tipe spiritmu juga bisa menjadi yang terhebat jika kamu sering melatihnya. Maka dari itu manfaatkan peluang ini untuk menjadi yang terkuat.... Lalu.... " (terputus)
__ADS_1
Pipi Faren seketika terbasahi oleh tetesan air mata yang bercucuran penuh haru. Dia tidak menyangka sama sekali, bila raja bisa sebaik itu padanya. Bahkan mau mengeluarkan biaya yang banyak agar dia bisa bersekolah dan membuat dirinya menjadi lebih baik lagi.
Sungguh hal yang diluar ekspetasi, Faren berpikir bahwa kedatangannya diruangan ini hanya untuk mendengar putusan mengenai beberapa perjanjian kemarin. Tapi malah, hal itulah yang tidak dia dengarkan hari ini. Justru Faren malah dibuat terkejut dengan hadiah yang sangat menggembirakan ini.
Padahal kalau dipikir dia dan raja hanyalah orang asing, atau bahkan bisa dibilang sekutu. Tetapi memberinya hal sangat istimewa bahkan yang belum dia rasakan seumur hidupnya membut Faren sangat bersyukur sekali.
Teman... Itulah yang dia inginkan. Sebuah lingkup pertemanan, yang dimana didalamnya hanya ada orang-orang yang akan saling membantu, jika ada lainnya yang kesusahan. Saling bercanda, berbagi suka maupun susah dan saling berbagi kenangan indah bersama. Disukai, dipuji, dan persahabatan... Itulah hal yang sangat dia rindukan dari yang namanya 'berteman'.
Spontan Faren tertunduk, menghormat kepada Sang Raja dan Ratu Yinya, tangannya mengepal erat didepan dada, bentuk penghormatan sempurna dia berikan kepada keduanya yang sudah memberinya banyak hal menggembirakan.
Faren : " Tee... TERIMA KASIH....!! (membungkuk) Yang Mulia Altergust dan Yang Muliaku, Ratu Yinya.... Ak... Akuu sungguh sangat.... Sangaat terhormat atas pemberian kalian.... (menangis) Hiks!... Terima kasihh.... Terima kasihh... Hiks! (mengusap pipinya)
Raja Altergust : " Hahaha.... Bukan apa-apa Faren. Manfaatkan dengn sungguh-sungguh yaa! "
Faren : " Siap!! Akan ku manfaatkan sebaik mungkin!! " (tegap dan membalikkan badannya)
Syler : " WOOOAAHH!! Keren!! (memeluk Faren kegirangan) Wahhh bisa satu sekolah kita... Hebatt!! " (kesenangan)
Eter : " Hee... Selamat ya, semoga kita bisa jauh lebih akrab.... (mengulurkan tangan)
Faren : (mengangguk mantab) " Yahh!! Pasti!! (masih meneteskan air mata) Kita harus bersama-sama terus nanti...!! (memeluknya)
__ADS_1
Eter merakan perasaan damai saat dipeluk Faren, dia merasa bahwa Faren bukanlah musuh yang buruk juga. Mungkin dari sinilah, awal kedekatan dan pertemanan mereka. Teman yang akan sama-sama berjuang dalam mendapatkan kekuatan terhebat mereka.
* * * * * *