Si Merah Part Liontin

Si Merah Part Liontin
Kejutaan! (1)


__ADS_3

" Dezyl buka matamu!! Jangan tidur!! (menepuk pelan pipinya) Hey...! Dengarkan aku!! Kau tak boleh tidur!! Bangun Dezyl... !! " (Syler berusaha membangunkannya)


" Dezyl jika kau tidur, keadaanmu akan semakin memburuk. " (Eter khawatir)


Dezyl yang semula merangkul Eter, seketika melepaskannya dan memeluk Syler erat-erat. Syler terkejut dengan sikap spontan Dezyl.


" Syler.... kenapa kau sangat hangat? " (tanya perlahan)


" Hmm?... " (Syler memandang Eter seolah-olah bertanya, ada apa? )


" Bagaimana perasaanmu, apa masih kedinginan? " (Eter bertanya sambil menatap mukanya)


" Yah... Jauh lebih.... Baik.... Seka....Rang.... " (melirihkan suara, memejamkan mata)


Eter tidak ingin ada kejadian yang jauh lebih buruk dari ini, dia harus segera bertindak, melakukan apapun untuk menghindari semaksimal mungkin marabahaya yang mencoba datang, meskipun harus melanggar perintah ayahnya.


" Eter...!! Lindungi Dezyl!! Sementara itu, akan ku gunakan bola energi spiritku untuk menjadikannya pusat dari jatuhnya hujan. Kalian tidak akan terkena hujannya karena akan terhisap ke dalam bola energiku. " (bersiap)


" Bola energi...! Pusatkan....! " (mengayunkan tangannya, lalu mengarahkannya ke depan dadanya)


Syler* [Eter membuat sebuah bola energi?! Itu setara dengan kepalan tangannya. Wah.... Ini sangat luar biasa, aku tidak pernah melihatnya melakukan ini sebelumnya. Kekuatan bola energinya sangat kuat sekali. (takjub) Aku bahkan tidak terkena setetes pun air. (Memandang kesekeliling)]


Eter memang belum pernah menggunakan teknik ini sebelumnya, karena pada saat umur lima tahun ada seorang temannya yang tidak bisa mengendalikan bola energi. Dia berlatih didekat Eter, setelah beberapa menit berlalu, bola energi itu membesar dan membesar hingga anak itu tak bisa lagi menahannya dan Eter yang berada tepat didepannya harus terkena serangannya.


Setelah kejadian itu Eter harus beristirahat dirumah hingga empat hari tidak masuk sekolah. Ayahnya langsung berpesan kepadanya untuk tidak meniru perilaku temannya, karena memang belum masanya untuk melatih bola energi diumur yang masih dibawah dua belas tahun.


Tapi untuk masa ini, hanya keselamatan teman-temnnya sajalah saja yang mampu menenangkan hatinya. Tak peduli berapa kali ayahnya akan melarangnya untuk menggunakan teknik ini, tapi hanya teknik ini saja yang dia bisa. Berhasil apa tidak, dia akan terus mencoba.

__ADS_1


Syler* [Eter sudah melakukannya selama tujuh menit, mau sampai kapan dia akan bertahan seperti itu? (Khawatir)]


" Eter....!! Jangan terlalu memaksakan diri...!! " (Syler berusaha mendekat)


Energi yang dikeluarkan bola energi semakin melemah,dan mengecil. Tangannya pun bergetar. Cahaya yang dikeluarkan bola energi juga mulai meredup, dan beberapa tetesan hujan sudah tidak bisa dia kendalikan lagi.


" Eter jangan berlebihan....!! Kau terlalu keras pada dirimu.... Hentikan saja, aku masih bisa melindungi Dezyl dari hujannya. "


DUAARR!!! (suara petir yang memekakkan telinga)


Setelah suara petir menyambar, Eter seketika itu juga menghentikan pembentukan bola energinya. Tapi tidak disangka....


" Berhenti saja Eter, kau pasti kelelahan.... ". (meraih bahunya)


Eter terdiam sejenak, matanya terpejam, lalu badannya terhuyung, Syler spontan berusaha menangkapnya, namun ia kehilangan keseimbangan dan akhirnya mereka bertiga jatuh diatas tubuh Syler.


Syler* [Jika ada sesuatu yang lebih buruk terjadi pada diri mereka, aku tak akan memaafkan diriku sendiri....! (menyesal) Kondisi Dezyl sudah sedikit lebih baik, suhu tubuhnya juga sudah normal, tapi Eter? Hembusan nafasnya saja bisa kulihat, mukanya pucat sekali, bahkan lebih pucat dari Dezyl. Apa yang harus ku lakukan....? (berpikir) Andai saja aku memiliki tipe spirit ku!! Pasti aku bisa sedikit membantu. Tapi sekarang....? Bahkan hawa dingin ini sudah melemahkan tubuhku. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa bertahan ]


Syler mendekat Eter dengan Dezyl, ia memeluk sahabatnya erat-erat ia tak bahkan tidak menyadari jikalau dirinya sendiri meneteskan air mata. Hanya dia seorang saja lah yang masih membuka matanya, tapi tetap saja dia tidak tahu bagaimana menolong teman-temannya.


Tubuhnya saja bahkan jauh terasa lebih berat dari sebelumnya, badanya juga ikut menggigil kedinginan. Merasa paling lemah diantaranya, membuatnya selalu mengutuk dirinya sendiri


" Kalian tidak akan kenapa-kenapa.... HIKSS...!! PERCAYALAH PADAKU... !!! " (memandangi mereka berdua)


" AKU YANG LEMAH!! (berdiri) MENGAPA AKU HANYA MENJADI BEBAN UNTUK TEMAN-TEMANKU....?!! (berteriak) MENGAPA TUHAN?!! MENGAPA?!! Huhuu... (air matanya bercucuran). Aku selalu bersembunyi.... (melirihkan suara) Dibalik perlindungan teman-temanku.... (menundukkan kepala) Mereka juga yang selalu menjagaku dari ancaman dan ejekan orang lain. Bahkan bahaya pun selalu mengincar mereka!!!.... "


" TAPI SEKARANG.... (kembali memandang langit) MENGAPA!! MENGAPA HANYA AKU SAJA YANG TUDAK BERGUNA!! (berteriak) TUHAN!!... Hiks!.... Apa kau tahu.... Aku hanya ingin seperti mereka yang bisa melindungi orang yang mereka sayangi!! " (terdiam sejenak)

__ADS_1


(Menggertakkan gigi) "WALAUPUN SEKALI....!!! Aku mohon.... Aku mohon tuhan... AKU SANGAT BERMOHON, AGAR AKULAH YANG AKAN MENEMPATI POSISI ITU SAAT INIIIII.... !!! " (berteriak memandang langit dengan penuh amarah)


Tiba-tiba kilauan cahaya muncul memancar dari tubuh Syler. Matanya tiba-tiba berubah kembali menjadi kuning, dan rambutnya juga seperti memancarkan cahaya. Setelah memandang langit cukup lama, dia membalikkan badan dan memeluk kedua temannya itu. Mendekapnya sangat erat.


Lalu sebuah lingkaran cahaya yang sangat silau mengelilingi mereka bertiga membentuk perisai setengah lingkaran. Perisai cahaya itu melindungi tubuh mereka dari hujan. Bahkan perisai itu memancarkan panas yang dapat membuat suhu didalam perisai sangat hangat.


Perisai itu mengeluarkan uap, seperti ingin mengumpulkan enegi dalam jumlah yang besar disisi atasnya. Dan tak butuh lama, perisai itu meledakkan sebuah cahaya panas yang sangat menyilaukan ke arah langit. Energi panas dari cahaya itu langsung menyebar keseluruh langit yang tertutupi awan tebal nan gelap. Seluruh wilayah disekitar Kerajaan Laut dapat menyaksikan kejadian yang begitu luar biasa dan jarang sekali untuk dilihat.


Energi panas itu seperti membentuk untaian panjang yang menggerayai awan tebal kesana-kemari. Hingga beberapa menit kemudian, awan tebal nan gelap tadi perlahan menghilang bersama tetesan hujan yang begitu lebat dan hawa dinginnya yang menusuk.


Ledakan energi cahaya yang dikeluarkan Syler sekarang perlahan menghilang dan benar-benar lenyap. Dan Syler pun berakhir jatuh pingsan dipelukan teman-temannya. Walaupun dia pingsan namun perisai itu masih ada melindunginya. Lalu sebuah tato berwarna kuning terbentuk dari sepanjang mata hingga ke dagu kirinya.


Kedua sang raja, yang sedari tadi memperhatikan mereka dari atas, salah satu balkon di ruangan lantai tiga istana, tampak puas dengan apa yang baru saja dilihatnya. Kekuatan yang sangat luar biasa hebat dan besar sedang menghibur pandangan mereka. Keduanya saling tak percaya bahwa Syler memiliki potensi tipe spirit yang sangat mengagumkan.


Raja Dust : " Apa ini yang kau tunggu, dan ingin memperlihatkannya kepadaku selama ini? " (menebak)


Raja Altergust : " Iya, benar! Akhirnya terbayar sudah usahku untuk menunggunya.... Hah... Hah... " (tersenyum lega)


Raja Dust : (melihat Raja Altergust) " TERBAYAR APANYA.... !! Kau sudah menggunakan putriku juga dalam hal ini!! Kalau sampai terjadi sesuatu padanya akan kubuat kau kembali membayarnya!! " (buang muka)


Raja Altergust : " Hahaha.... Dust... Dust!! Lagipula kau yang menyetujuinya sendiri kan?!! Tapi lihatlah.... Ini tidak sia-sia begitu saja kan?!. Kau akan menemukan perubahan tingkat spirit juga pada putrimu.... Lihat saja.... Wilayah disekitar istanaku ini memang cocok sebagai tempat pelatihan spirit. " (bangga)


Raja Dust : " Hmmm... Baiklah... Baik!.... Tapi, ketahuilah.... (terdiam sejenak) Bahwa... TEMPAT PELATIHAN TERBAIK YANG KUMILIKI JUGA JAUH LEBIH BANYAK DIBANDINGKAN DENGAN WILAYAHMU....!! HAHAHA.... " (nada mengejek)


" Terserah apa katamu Dust,... Dust... " (menggelengkan kepala atas sikap kekanakannya)


* * * * * *

__ADS_1


__ADS_2