SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Sikap Aneh Kaisar


__ADS_3

Mereka semua kini makan malam bersama dengan ibu suri dan semuanya terlihat tenang. Baik Lun xiang ataupun beberapa selir juga diam, tidak bersuara dan hanya menjawab saat mereka di tanya. Namun dalam hati ingin sekali mereka saling memaki dan membunuh.


"Oh ya Xiang'er, ibu meminta kamu meninggalkan istana dingin. Disana tidak cocok dengan mu, dan ibunda sudah menyiapkan tempat yang baik untuk mu. Istana Quanshi. Ibunda harap kamu tidak menolaknya."


Para selir yang mendengar terkejut, matanya melotot tidak percaya. Bagaimana bisa Lun xiang di pindahkan di Istana Quanshi, istana tenpat tinggal yang sangat mereka harapkan. Karena tempat itu yang terbilang sangat dekat dengan tempat kaisar berada. Jika Selir pertama benar-benar menempati tempat tinggal itu, yakin Lun xiang akan semakin besar kepala dan menganggap remeh mereka berempat. Tidak bisa, ini tidak bisa di biarkan. Ingin protes, tapi tidak bisa dan tidak berani.


Makan malam akhirnya usai juga. Mereka kembali ke kediaman mereka masing-masing. Begitupun dengan kaisar dan Lun xiang. Namun kaisar yang berada di kamar nya entah kenapa kepikiran wajah selir pertamanya. Hatinya meminta untuk mengunjungi istana dingin apalagi saat mengingat betapa dinginnya Lun xiang padanya.


"Ada apa dengan ku?" Gumamnya bingung dengan pikirannya sendiri. Merasa terganggu dengan tatapan itu. Karena terus saja gelisah, Kaisar pun menghilang dari tempat nya dan pergi ke tempat Lun xiang pada tengah malam. 


Dalam sekejap kaisar sudah berada di kamar Lun xiang. Di lihatnya selirnya itu tidur dengan begitu nyenyak. Perlahan kaki itu melangkah mendekat dan duduk di sampingnya, masih dengan mata tak lepas dari wajah Lun xiang yang begitu cantik.


Ada apa dengannya, tidak sepeeri biasa dirinya seperti ini. Perlahan tangan kaisar tanpa sadar terulur, mengusap pipi itu dengan pelan dan sedetiknya kembali menarik tangannya, takut selirnya terganggu dengan apa yang di lakukannya.


Kaisar memijit pelipisnya, akhir-akhir ini kenapa otaknya terus saja dipenuhi dengan selir pertama. Mungkinkah dia tertarik dengan selir yang dulu tidak di inginkan nya itu. 


Hah,


Kaisar melihat sekeliling, memang tidak layak selirnya berada di tempat itu. Entah kenapa bisa selirnya ada di istana dingin. Tapi kaisar yakin, semuanya pasti ulah ke empat selirnya karena dirinya tidak pernah memberi perintah untuk selir pertamanya di tempatkan di istana dingin, karena mengingat siapa ayah dari wanita tersebut.


Tanpa sepengetahuan kaisar, Lun xiang sebenarnya sudah bangun. Hanya saja dia tetap menutup mata, pura-pura tidur agar kaisar tidak tahu. Lun xiang ingin tahu apa yang membuat kaisar sampai datang ke tempatnya. Telinganya yang tajam, membuatnya menyadari jika ada yang masuk dalam kamarnya.


"Ada apa dia datang kesini?" Gumam Lun xiang dalam hati.

__ADS_1


"Mungkin dia merindukan mu," jawab pria tua. Lun xiang yang mendengar tidak peduli, mengabaikan ucapan Pria tua.


Kaisar kembali menatap Lun xiang yang sedang tidur pulas. Lun xiang yang tahu di tatap berdoa, semoga Kaisar tidak menyadari jika dirinya telah bangun.


Setelah puas menatap selirnya, kaisar menghilang dan kembali di tempatnya. Perlahan Lun xiang membuka mata, menyandarkan tubuhnya di ranjang. "Ada apa dengannya? Kenapa aneh sekali."


***


Pagi harinya, beberapa pelayan datang, menjemput Lun xiang untuk pindah ke istana Quanshi atas perintah ibu suri. Lun xiang menurut saja karena menurutnya istana dingin memang yang tidak layak untuknya.


Setelah pindah di istana Quanshi, kaisar lebih sering datang malam hari untuk melihat nya saja, tanpa melakukan apa pun. Entah apa maksud kaisar, hanya kaisar yang tahu niatnya. 


Hari-hari berlalu, Lun xiang tidak pernah bersantai. Dia selalu saja berlatih dan berkultivasi, untuk bisa cepat sampai tingkat Langit Yuan. Namun semuanya tidak lah mudah. Nyatanya untuk meningkatkan kekuatannya ternyata begitu sulit, butuh waktu san proses.


Lun xiang saat ini sedang berada di belakang hutan kerajaan, berlatih di sana karena menurutnya tempat itu begitu cocok untuknya berlatih.


"Secepatnya jika kau siap."


"Tentu saja aku siap. Aku tidak ingin lemah. Aku ingin menjajaki dunia ini, agar hidup ku disini tidak sia-sia,"


"Tapi setelah kau meninggalkan tempat ini, kau harus siap dengan semua tugas yang di berikan Sistem,"


"Tidak masalah. Aku malah semakin bersemangat dan itu akan menguntungkan ku, mendapatkan banyak poin. Selain poin, aku bisa melihat dunia luar."

__ADS_1


"Kalau begitu minta izinlah pada kaisar." goda pria tua, malah mendapatkan kata Cih, tidak perlu Lun xiang melakukan itu. Pergi ya pergi, tidak perlu meminta izin pada kaisar mengangguk.


Lun xiang kembali. Tapi saat berada di kediamannya, dia melihat kaisar berdiri menatapnya. Lun xiang memutar matanya dengan malas. Hampir setiap hari kaisar berada di tempatnya. Entah kenapa istana Quanshi sekarang menjadi tempat favorit kaisar dan itu membuat beberapa selir begitu marah dan cemburu dengan kedekatan mereka.


Kaisar sendiri tidak pernah datang ke tempat mereka. Jika ditanya pasti jawabannya sibuk. Tapi hampir setiap waktu selalu datang dan mengunjungi Lun xiang. Dan itulah yang membuat mereka semakin membenci Lun xiang dan ingin segera menyingkirkan nya.


Seorang yang menjadi mata-mata para selir langsung melapor dengan apa yang dilihatnya, bahwa kaisar kembali datang menemui selir pertama.


"Hormat hamba nyonya."


"Katakan, apa yang ingin kamu laporkan?" Tanya Mey Ling yang paling tidak senang melihat Lun xiang dekat dengan kaisar.


"Hamba melihat Kaisar kembali datang ke kediaman Selir Pertama, Nyonya."


Prang.....


"Sialan!" umpat Mey Ling kesal sambil melempar gelas yang di pengangnya, marah. Kenapa kaisar selalu saja menemui Lun xiang sedangkan dirinya tidak pernah di kunjungi sedikitpun. Bahkan walaupun meminta, kaisar selaku saja menolaknya.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung 


__ADS_2