SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Misi Mencari Pedang Naga Api


__ADS_3

"Dasar wanita sialan!" Umpat beberapa dari mereka yang kini wajahnya gosong akibat benda yang lempar tadi. Lak lupa, wajah mereka terdapat bintik merah karena yang di lempar adalah bom serbuk gatal. 


Perlahan mereka menggaruk wajah dan tubuhnya, terasa gatal. Entah apa yang di berikan wanita itu hingga membuatnya seperti ini.


"Bos, kenapa tubuh ku menjadi semakin gatal?" 


"Iya, bos."


"Ini pasti ulah wanita setan itu! Entah apa yang di lempar tadi, sampai membuat kita gatal seperti ini. Awas saja jika bertemu lagi, aku akan memberikan pelajaran padanya." Kesalnya sambil tangannya menggaruk tubuhnya. 


Baru saja di terima menjadi murid, kini Lun xiang sudah memiliki musuh. Tapi untuk kali ini bukan kesalahanya, melainkan merekalah yang mencari masalah dengannya.


Lun xiang dan Bai Qianyu kini berada di dekat sungai, membasuh wajah dan membersihkan tangannya setelah bertarung dengan mereka tadi. Bai Qianyu terus mengumpat karena mereka barani membuat masalah dengannya.


"Adik, maaf membuat mu mendapat masalah,"


"Tidak masalah, aku sudah terbiasa.


"Kau tidak marah, gara-gara kakak mengajak mu ke sini kamu kini memiliki musuh?"


"Aku bukan pengecut, tidak perlu di khawatir. Aku akan menghadapinya jika mereka mencari masalah dengan ku,"


Bai Qianyu menatap Lun xiang dengan diam. Setelah itu menggelengkan kepala. Adik seperguruannya sangatlah berbeda. Dia menyukainya, tapi sikap dinginnya tidak di sukai olehnya, terlalu kaku dan menyebalkan.


"Mulai hari ini kita akan berlatih disini. Kakak akan mengajari mu beberapa teknik. Ku harap kau cepat menguasainya. Setelah itu kita akan berburu hewan spiritual untuk menjadi bahan latikan kita."


Lun xiang mengangguk. Dan sejak saat itu Lun xiang terus berlatih pagi siang malam bersama dengan Bai Qianyu tanpa lelah. Lun xiang mempelajari beberapa teknik jurus untuk dapat melindungi dirinya saat bertemu dengan lawan.


Pelatihan itu terus berlangsung. Lun xiang dan Bai Qianyu terus berlatih. Mereka juga saling bertarung berharap Lun xiang dapat dengan cepat meningkatkan kekuatannya. Dan benar saja selama satu bulan, kini kekuatan Lun xiang meningkat pesat berada di Bumi Yuan Pertengahan.


Selain berlatih Lun xiang juga menggunakan pil untuk meningkatkan kekuatan nya, dan itu pun ada campur dari sistem yang memberi arahan padanya. Dan sejak saat itu Bai Qianyu mengetahui bahwa adik seperguruannya adalah seolah Alkemis.


Boom.....


Duuar.......


Dua kekuatan saling bertubrukan saat Lun xiang dan Bai Qianyu melepaskan kekuatan mereka.


"Hm, bagus. Peningkatan mu cukup cepat. Aku tidak menyangka kau akan mudah mempelajari Tehnik-tehnik yang ku ajarkan. Jika guru tahu, aku yakin dia pasti akan senang."


Lun xiang hanya diam tidak menyahuti, membuat Bai Qianyu mendengus. Kenapa adik seperguruannya itu begitu datar dan dingin. Ingin sekali mengusek wajah itu agar tidak terlalu kaku lagi.


"Lebih baik kita kembali. Kita lanjutkan layihannya esok lagi," ucap Lun xiang dan pergi meninggalkan Bai Qianyu, membuat Bai Qianyu mendengus dan berteriak.


"Dasar muka dingin dan datar,"


Sial sekali dirinya tiap hari harus bertemu dengan wajah menyebalkan itu. Tapi walaupun tahu seperti itu, tetap saja Bai Qianyu akan bersamanya membantunya agar semakin kuat, karena hanya Lun xiang dan gurunya yang di miliki di Puncak Petian nya.


...----------------...


"Adik aku ingin memberitahu mu tentang sesuatu. Dua hari lagi kita akan peegi ke suatu tempat. Apa kah kau mau?"

__ADS_1


"Kemana?" Tanya Lun xiang dengan kening bekerut.


"Gunung yang berada di luar akademi. Tempatnya sangat jauh dari Akademi. Beberapa hari lalu kakak mendengar rumor bahwa akan ada barang berharga yang muncul di gunung itu. Tapi untuk pastinya kakak tidak tahu barang apa itu. Kakak hanya berharap itu sesuatu hal yang penting, yang dapat membantu kita,"


"Baiklah."


"Kakak akan menunggu mu di tempat biasa. Jangan sampai lupa." Lun xiang mengangguk. Untuk satu hari ini Lun xiang ingin berlatih tertutup tidak ingin di ganggu. Bai Qianyu mengerti dan setelah itu meninggalkan Lun xiang untuk berlatih tertutup.


Setelah kepergian Bai Qianyu, Lun xiang meminta Sistem untuk menunjukan beberapa teknik berlatih dan juga misi-misi. Terpampang jelas layar lebar di hadapan Lun xiang. Ia menggeser satu persatu. Matanya menangkap sesuatu yang unik, FORMASI KURUNGAN ILAHI.


"Apa ini?" Lun xiang membaca apa itu FORMASI KURUNGAN ILAHI, dan ternyata sebuah formasi yang dapat di gunakan untuk mengurung lawannya. Formasi itu tidak akan mudah di hancurkan oleh kekuatan yang yang berada di tingkat Nirwana. Maka dari itu formasi itu bisa di katakan sebuah Formasi tingkat atas.


"Sepertinya ini menarik,"


"Ya, jika kau bisa menguasainya kau bisa mengalahkan musuh dengan mudah menggunakan Formasi KURUNGAN Ilahi." Jawab Pria tua


"Aku akan mengambilnya."


Klik....


"Pembelian berhasil. Tehnik Formasi Kurungan Ilahi akan di kirim kepada anda."


Ting.....


Dalam sekejap, gulungan berisikan tehnik Formasi itu ada di hadapannya. Lun xiang mengambilnya dan membukanya. Sebuah gambar berbentuk Formasi rumit terlihat jelas di matanya. Keningnya berkerut. Bagaimana caranya mempelajari formasi yang sangat rumit itu.


Pria tua yang mengetahui kebingungan Lun xiang menjelaskan bagaimana cara mempelajari dan menggunakan Formasi tingkat atas itu. Lun xiang keluar dari kediamannya dan pergi ke halaman belakang untuk mempelajari Formasi tersebut.


Lun xiang duduk bersila di atas batu dan mulai membentuk, mengukir pola menggunakan jari nya. Tapi itu tidaklah mudah. Beberapa puluh percobaan tetap saja gagal. Lun xiang sempat mengeluh, tapi mengingat dirinya harus kuat dia tidak pantang menyerah, terus mencoba. Hingga malam tiba Formasi yang di buat akhirnya berhasil.


Lun xiang yang melihat usahanya tidak sia-sia tersenyum kecil. Akhirnya dia berhasil.


.


.


.


Waktu untuk pergi ke gunung di luar Akademi pun tiba. Lun xiang dan Bai Qianyu sudah siap berangkat.


"Apa kau sudah siap, adik?" Lun xiang mengangguk. "Baiklah kita pergi sekarang."


Bai Qianyu mengeluarkan pedangnya, dan menyalurkan kekuatannya, membuat pedang itu menjadi besar. Mereka naik di atas pedang dan setelah itu meraka berdua pergi meninggalkan Akademi Lan Jian menuju gunung tinggi yang berada jauh di luar Akademi.


Saat mereka terbang, mereka juga melihat beberapa orang juga terbang mengarah ke arah yang sama, yakin jika tujuan mereka juga Gunung tersebut.


"Sepertinya tidak hanya kita yang datang ke tempat itu,"


"Memang benda apa sampai bisa menarik perhatian banyak kultivator?"


"Aku tidak tahu. Kita lihat saja nanti."

__ADS_1


Bai Qianyu menambah kecepatan nya agar segera sampai di gunung tersebut. Setelah sampai di lihatnya banyak orang sudah berada berdiri di sana. Mereka berdua mendarat dan turun, menyimpan kembali pedangnya dan ikut bergabung bersama rombongan lainnya.


"Banyak sekali yang datang," gumam Lun xiang melihat jumlah para pendekar yang hadir disana.


Pria tua keluar dan melayang di samping Lun xiang. Tidak ada satupun yang mengetahuinya, hanya Lun xiang saja yang bisa melihatnya.


"Aku merasakan sesuatu yang kuat di balik formasi itu."


"Apa kau tahu apa itu?"


"Jika tembakan ku tidak salah, itu adalah Teratai tujuh warna."


"Teratai Tujuh warna?"


"Teratai tujuh warna adalah teratai yang terbentuk dari aura langit. Di bagian teratai itu terdapat biji teratai sebanyak 7. Dan masing-masing di antaranya memiliki 7 warna. Jika bisa mendapatkannya, dan menyerapnya bisa meningkatkan kekuatan dengan cepat. Namun semua itu tidaklah mudah, karana aku yakin, Teratai itu pastinya ada yang menjaganya."


Lun xiang menganggukkan kepalanya. Jika dirinya bisa mendapatkannya, apakah kekuatannya akan meningkat dengan pesat? Jika memang itu benar adanya, bagaimanapun caranya dia harus memilikinya walaupun harus berhadapan dengan banyak nya para pendekar.


"Aku harus mendapatkannya,"


Beberapa orang memiliki kelompoknya masing-masing.  Masing-masing Ketua dari itu maju satu persatu, berdiri di depan formasi tersebut. Dan setelah itu mengeluarkan kekuatan mereka, mengarahkan ke arah Formasi tersebut untuk di hancurkan.


Wuus….


Beberapa kekuatan menghantam Formasi tersebut. Cukup lama mereka mencoba menghancurkan, perlahan formasi itu retak dan akhirnya pecah.


Pyyar…


Setelah berhasil di hancurkan, semuanya langsung bergegas masuk untuk mencari banda berharga yang berada di gunung tersebut.


"Ayo kita masuk."


Lun xiang mengangguk dan masuk. Mereka bergerak cepat. Menyusuri lorong dalam gunung itu. Entah lorong itu menuju akhir dimana, berharap mereka menemukan sesuatu yang berharga.


"PEMBERITAHUAN. MISI DI BERIKAN. DAPATKAN PEDANG NAGA API,"


"Pedang Naga Api? Pedang apa itu?" Tanya Lun xiang bingung. Bukankah hanya ada Teratai tujuh warna,  kenapa dia diberi tugas untuk mendapatkan Pedang Naga Api.


Saat sampai di sebuah tempat yang terdapat banyak lorong, mereka semua yang ada di sana kebingungan untuk menentukan pilihan lorong mana yang ingin mereka masuki. Jangan sampai mereka salah memilih lorong.


"Kita pergi ke lorong mana? " Tanya Bai Qianyu yang juga bingung. Takut pilihannya salah dan membahayakan nyawa mereka.


Lun xiang meminta bantuan pada pria tua untuk mencari lorong yang benar.


"Pergilah ke lorong sebelah kiri nomor 3, lorong di aura itu tidak sebahaya lorong lainnya."


"Baiklah. Kak, kita pergi kelorong sebelah kiri nomor 3," Bai Qianyu mengangguk. Tidak pertanya apapun itu benar atau salah. Karena yakin setiap lorong pasti akan ada bahaya nya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung 


__ADS_2