
"Naga?" gumam mereka tidak percaya muncul seekor Naga raksasa di hadapan mereka. Mungkinkah Naga itu hewan peliharaan wanita yang akan di bunuhnya? Jika itu benar akan susah untuk membunuh wanita tersebut dan sangat mustahil untuk mereka mampu melakukannya.
"Bagaimana ini?" Tanya salah satu di antara mereka. Ingin tetap melanjutkan niatnya membunuh wanita itu atau tidak.
"Aku tidak tahu. Jika sebelumnya yakin bahwa bisa membunuh wanita itu karena dia lemah, tapi tidak dengan sekarang. Hewan pelindungnya saja sungguh sangat mengerikan dan kuat."
"Lalu apa yang akan kita lakukan? Tetap menjalankan perintah dari Tuan Gu atau____"
"Tidak mungkin untuk kita melawan hewan itu, lebih baik kita pergi dan jangan mencari masalah dengannya. Aku tidak ingin mati."
Semuanya mengangguk, tidak ingin mati di bunuh oleh Naga Api. Walaupun sebelumnya telah berjanji kepada Tuan Gu akan membunuh Lun xiang di tempat reruntuhan kuno, tapi sepertinya rencananya di urungkan. Lebih baik menyayangi nyawanya dari pada mati sia-sia.
"Lebih baik kita pergi sekarang,"
Mereka semua berbalik dan pergi. Lun xiang yang melihat menyeringai. "Bunuh mereka semua, jangan sisakan satupun yang hidup," perintahnya pada Naga Api.
Naga Api langsung menggepakkan sayapnya terbang ke arah mereka yang saat ini berlari sangat kencang.
Wuus.....
Naga Api menyemburkan nafas apinya dan membuat Api menyala tepat di depan mereka. Mereka yang melihat langsung menghentikan langkahnya dan Naga Api turun berdiri di hadapan mereka menghadangnya.
"Mau lari kemana kalian?" ucapnya dengan suara menggelegar.
"Sial! Apa yang harus ita lakukan sekarang?"
"Tidak ada jalan lain. Terpaksa kita harus melawan. Naga raksasa ini,"
Semuanya mengangguk dan maju mengerahkan dan melepaskan kekuatannya, menghantamkan ke tubuh Naga Api. Naga Api yang melihat membiarkan begitu saja tubuhnya terkena serangan beberapa pemuda itu.
Boom....
Boom....
Duuar....
Duuar.....
Asap mengepul setelah ledakan kekuatan itu terjadi.
__ADS_1
Goaar.....
Naga Api menyemburkan kekuatan api ke arah mereka. Api besar menghantam kearah meraka membuat mereka langsung melompat menghindari setiap Api besar itu. Tapi tidak semudah itu Naga Api membiarkan mereka lolos. Naga Api menghentakkan kakinya dalam sekejap tanah tersebut perlahan menjadi lautan Lava dan sebuah bola api berberukuran besar muncul dari atas dan perlahan bergerak ke arah mereka.
Mereka yang melihat di bawah ada lautan Lava dan di atas ada bola api besar bingung bagaimana caranya menyelamatkan diri, benar-benar tidak bisa menghindari kematian.
"Manusia rendahan seperti kalian beraninya ingin membunuh Tuan ku. Rasakan akibat nya,"
Bola api turun dan langsung menghantam ke arah mereka dan meledak dengan kuat.
Booom.....
Duuuar.....
Ledakan besar dari kekuatan itu menyebar dengan luas membuat tempat itu langsung hancur dan terbakar.
Beberapa pemuda yang semula sombong ingin membunuh Lun xiang kini tergeletak mati dengan tubuh terbakar dan terluka parah. Namun ada seseorang yang masih bertahan, mungkin sia menggunakan sebuah artefak untuk melindunginya, tapi tetap saja tubuhnya mendaptakan luka yang serius.
Naga Api yang melihat melangkahkan kakinya dan setelah itu menginjak pemuda tersebut. Pemuda itu yang melihat mencoba menahan dengan kedua tangan dan sisa kekuatannya, tapi karena kuatnya Naga Api akhirnya pemuda itu tidak bisa menahannya lagi dan berakhir dengan mati.
Setelah berhasil membunuh para pemuda itu Naga Api berubah menjadi kecil dan terbang menuju Lun xiang, duduk di bahunya dan mengatakan bahwa dia telah berhasil menerus para begundal-begundal kecil itu.
"Kerja bagus. Setelah ini jaga aku, aku akan menyerap pil buatan ku ini. Jangan biarkan siapapun mendekat di sekitar sini."
"Baik Tuan,"
Lun xiang menelan pil tersebut, berharap kekuatannya semakin meningkat. Namun saat pil itu berhasil di telan tidak ada reaksi sama sekali dengan tubuhnya. Lun xiang yang merasakan bingung, apa yang terjadi.
"Eh, kenapa aku tidak merasakan apapun?" gumamnya sambil melihat tubuhnya yang tidak terjadi apa-apa.
Pria tua dan Naga Api yang melihat juga bingung. Bukankah seharusnya akan terjadi efek yang kuat setelah menelan pil tersebut, kenapa ini tidak terjadi sesuatu.
"Aneh, mungkinkah pil yang ku buat salah? Sistem apakah cara dan bahan yang ku gunakan salah sehingga pik itu tidak memiliki reaksi sedikitpun?"
"Bahan dan Pil yang anda buat benar. Tidak ada kesalahan apapun dalam pembuatan Pil barusan. Namun ada sesuatu di dalam tubuh anda yang menyerap efek dari Pil tersebut," jelas Sistem membuat Lun xiang diam. Sesuatu? Mungkinkah sesuatu itu.
Lun xiang memejamkan mata masuk dalam Lautan Spiritualnya melihat benarkah apa yang di katakan Sistem padanya. Dan benar saja. Kekuatan dari pil tersebut kini di sedot oleh sesuatu itu. Lun xiang yang melihat bingung. Sebenarnya sesuatu itu apa, kenapa bisa berada di Lautan Spiritual nya?
Lun xiang menyipitkan mata ke arah gumpalan asap yang mengelilingi sesuatu itu. Tiba-tiba sebuah kekuatan besar menyebar dengan kuat membuat tubuh Lun xiang terdorong oleh kekuatan itu.
__ADS_1
"Apa ini?"
Lun xiang mencoba menahannya, tapi tetap saja kekuatan itu terus membuatnya kewalahan. Perlahan kakinya bergerak mundur karena tidak bisa menahan kuatnya Aura kekuatan tersebut dan berakhir diirnya terlempar dari Lautan Spiritual.
Hah....Hah....Hah....
Nafas Lun xiang memburu. Pria tua dan Naga Api yang melihat bingung. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa tunnya itu seperti sedang kelelahan.
"Katakan pada ku apa yang terjadi?" Tanya Pria tua
"Aku tidak tahu. Hanya saja sesuatu yang ada di Lautan Spiritual ku semakin bertambah kuat. Bahkan aku tidak bisa menahan kekuatan itu,"
"Sepertinya kita harus secepatnya menemukan Kristal Klan Neter. Mungkin sudah waktunya sesuatu itu bangkit dari tubuh mu."
"Tapi dimana kita mencarinya? Kita tidak tahu apakah Kristal itu ada di sini atau tidak,"
"Apa maksud mu Kristal Zamrud Darah?" Tanya Naga Api yang mengenal Kristal dari Klan Neter.
"Ya, bagaimana kau bisa mengetahuinya? Apa kau pernah melihatnya?" Tanya Lun xiang dengan antusias, berharap bisa menemukan petunjuk untuk mempermudah pencarian.
"Tentu saja. Kristal Zamrud Darah adalah simbol dari Klan Neter tidak ada yang tidak mengetahuinya."
"Lalu apa kau tahu di mana tempatnya?"
"Aku tidak tahu apakah Kristal itu ada atau tidak. Tapi aku bisa menunjukkan tempat dimana Klan Neter berada."
"Baiklah, kita pergi sekarang. Aku ingin secepatnya mendapatkan Kristal itu."
"Naiklah kepunggung ku, aku akan membawa mu kesana."
Naga Api berubah menjadi besar dan Lun xiang melompat naik ke atas tubuh Naga Api dan setelah itu mereka pergi menuju wilayah Klan Neter sebelumnya tinggal.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1