
Brak.....
"Dasar ja-lang sialan! Aku tidak akan membiarkanmu senang karena mengambil hati kaisar. Akan ku buat kau menyesal karena merebutnya dari ku."
Kebencian yang dari dulu kepada Lun xiang, kini semakin menjadi kala melihat Kaisar yang dekat dengan Lun xiang. Dia tidak terima. Dirinya juga selirnya, tetapi kenapa hanya Lun xiang saja yang mendapatkan perhatian, kenapa tidak dengannya.
Dadanya naik turun karena marah, tangannya terkepal. Bagaimanapun caranya dia harus menyingkirkan Lun xiang secepatnya dan mendapatkan kaisar, menjadikannya satu-satunya selir kesayangan kaisar.
"Kamu pergilah. Terus awasi wanita ja-lang sialan itu."
"Baik, nyonya,"
Orang itu pergi dari hadapan Mey Ling. Mey Ling mengetuk-ngetukkan jarinya di meja, berpikir bagaimana caranya menyingkirkan selir sialan itu.
Jika sebelumnya selalu gagal untuk memberi pelajaran pada Lun xiang karena menurutnya dirinya dan selir lainnya lemah, kini Mey Lin berpikir, bagaimana caranya membunuhnya tanpa menyentuh. Mey Ling memanggil selir lainnya untuk membahas rencananya menyingkirkan Lun xiang. Semakin cepat menyingkirkan selir pertama, semakin cepat pula mereka menjadi kesayangan kaisar.
Kini semuanya telah berkumpul bersama, mengitari meja, menatap satu persatu "Apa rencana mu?" Tanya Luo Qingyi membuka suara.
"Ku harap kita tidak bertindak sendiri, karena aku yakin bukannya berhasil tapi malah sebaliknya kita yang akan babak belur dan gagal di tangnnya." Sambung Shi Ling yang mengingat setiap kali ingin membuat Lun xiang menyesal, malah mereka yang apes.
"Aku memang tidak berniat melakukan nya sendiri." Jawab Mey Ling
"Lalu?" Tanya Xiao xiao ingin tahu maksud yang di katakan selir kedua itu.
"Kalian pasti tahu bagaimana kaisar sekarang. Kaisar selalu mengunjungi dan memperhatikan selir sialan itu," Semuanya mengangguk, memang benar adanya karena kaisar akhir-akhir ini selalu mengunjungi kediaman Lun xiang dan mengabaikan mereka. "Aku mengumpulkan kalian samua karena ingin mengatakan rencana yang akan ku buat. Aku ingin menyingkirkan Lun xiang selama-lamanya."
"Bagaimana caranya, kau tahu sendiri bukan bagaimana dia bisa mengajar kita. Dan aku yakin dia tidak selemah sebelumnya."
__ADS_1
"Ya aku tahu. Maka dari itu aku ingin melakukanya tanpa harus bertindak."
"Maksud mu?" Tanya Shi Ling mengeritkam kening, bingung.
"Biarkan orang lain yang mengurusnya, membunuh wanita itu."
Ketiga selir lainnya saling tatap. Itu berarti mereka harus menyuruh seseorang untuk menghabisi nyawa Lun xiang.
"Lalu dimana kita harus mencari orang mau membunuhnya?"
"Kalian tidak perlu memikirkan nya, biar aku yang mengurusnya."
"Baiklah, aku percayakan semuanya pada mu. Asalkan wanita sialan itu mati secepat nya."
Semuanya mengangguk tak sabar melihat Lun xiang mati. Senyum seringai muncul di bibir mereka masing-masing. Ingin melihat secepatnya wanita yang mereka benci mati mengenaskan.
"Kita percayakan semuanya pada mu. Ku harap rencana kita kali ini berhasil," sambung Xiao xiao dan semuanya mengangguk.
Mey Ling sudah menyiapkan semuanya. Dia meminta bawahannya untuk mencari orang yang bisa membunuh Lun xiang. Hari ini dia sudah mendapatkan informasi dari bawahannya tentang sebuah kelompok pembunuh bayaran.
Mey Ling dengan di temani bawahannya kini pergi keluar istana. Mereka meminta izin untuk kembali kekerajaan dengan alasan merindukan keluarganya. Ibu suri yang mendengar menyetujui, memang sudah lama selir kedua putranya tidak kembali ke kekeluarganya, jadi wajar jika Mey Ling merindukan mereka.
Mey Ling yang telah mendapatkan izin tentu saja senang. Sesuai rencana, saat menuju ke kerajaannya, Mey Ling akan mampir ke suatu tempat. Tempat yang tak lain adalah tempat para kelompok pembunuh bayaran yang dapat dia sewa.
Mey Ling adalah seorang putri raja dari kerajaan tetangga, sebuah kerajaan yang di kalahkan oleh Kaisar Yu Feng. Dia adalah gadis tebusan yang di berikan ayahnya kepada kaisar karena tidak ingin kerajaannya di hancurkan oleh Kaisar Yu Feng yang kejam terhadap lawan.
Awal mula Mey Ling menolak dan tidak mau menjadi gadis tebusan. Namun saat melihat betapa gagah dan tampannya Kaisar Yu Feng, Mey Lin pun langsung jatuh cinta dan mencoba menguasai serta menjadikan dirinya satu-satunya istri kaisar, menginginkan posisi permaisuri.
__ADS_1
Namun saat tiba di kerajaan Tianwhu, Mey Ling terkejut, karena ternyata Kaisar sudah memiliki seorang selir yang wajahnya begitu cantik, hanya saja selir itu bodoh dan lemah, tidak berguna, Selir Lun xiang, putri dari seorang Jenderal.
Melihat itu, Mey Ling tidak terima. Dia tidak ingin berbagi dan akhirnya sejak saat itu ia berniat untuk menyingkirkan selir pertama dari istana, membuang selir pertama Lun xiang di istana dingin dan akhirnya berhasil membuatnya terabaikan dan mati, hingga suatu jiwa dari dunia modern datang menempati tubuh wanita bodoh, lemah dan tidak berguna itu.
Mey Ling berpikir dengan membuang Lun xiang semuanya selesai. Namun siapa sangka wanita itu berubah menjadi pemberani. Bahkan perangainya pun berbuah menjadi dingin dan datar. Tidak penakut dan bodoh lagi. Dan inilah yang membuatnya semakin membenci hingga akhirnya dirinya harus berada di tempat sebuah Markas kelompok pembunuh bayaran hanya untuk membunuh selir pertama kaisar.
"Aku membutuhkan bantuan kalian,"
"Katakan, apa yang nyonya ingin kami lakukan?"
"Membunuh seorang wanita. Wanita itu adalah selir pertama Kaisar Yu Feng,"
Jawaban Mey Ling sungguh membuat mereka terkejut. Selir pertama? Bukankah itu berarti mereka harus membunuh orang kerajaan? Mereka diam, berpikir. Sungguh perintah yang berat. Andai saja itu tidak menyangkut orang kerajaan, apalagi ini selir pertama kaisar, mungkin mereka akan langsung menyanggupi. Tapi ini.
Melihat keraguan mereka, Mey Ling mengeluarkan sekantong koin emas di depan mereka.
"Jika kalian berhasil, tak hanya ini saja. Aku akan memberikan dua kali lipat dari ini,"
Tergiur dengan upah tersebut, mereka langsung menyanggupi dan tidak memikirkan bahaya apa yang akan mereka hadapi nanti.
"Baiklah, tugas ini akan kami terima. Anda tunggulah kabar baik dari kami,"
"Hm, aku tunggu kabar baiknya. Dan aku tidak ingin mendengar kegagalan,"
.
.
__ADS_1
.
Bersambung