
REVISI
Bunga Naga Terbang kini sudah berada di tangannya. Lun xiang menyimpannya dan setelah itu melangkah pergi.
Tapi saat baru saja melangkah beberapa langkah, terdengar suara mengerikan dari arah dasar jurang. Baik Lun xiang dan Pria tua berbalik.
"Suara apa itu?" Tanya Lun xiang.
"Aku tidak tahu."
Mereka kembali mendekat dan melihat ke arah dasar jurang. Tidak ada apapun disana. Mereka saling pandang, mungkinkah mereka salah mendengar.
"Sepertinya kita memang salah mendengar." Ucap Lun xiang.
Baru saja berkata bahwa mereka salah mendengar, mereka kembali mendengar suara aneh dari dasar jurang.
"Suara apa itu?"
Terdengar seperti suara jeritan yang sangat mengerikan menggema. Rasa penasaran tentang apa yang terjadi, membuat Lun xiang tidak melanjutkan perjalanannya, lebih memilih mencari tahu tentang suara itu.
Tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang. Aura yang sangat kuat berwarna merah menguar keluar dari dasar jurang membuat sekitar tempat itu menjadi sangat menyesakkan.
Uh, Lun xiang menahan aura kuat tersebut menggunakan kekuatannya. Tak berselang lama, aura itu perlahan hilang beserta suara mengerikan itu.
"Sebenarnya apa yang ada di bawah dasar jurang ini?" gumamnya. Namun karena rasa penasarannya Lun xiang melompat turun ingin mengetahui apa itu.
Lun xiang menggunakan parasut agar mempermudah dirinya turun di dasar jurang. Saat kakinya menampakkan di tanah, Aura kuat kembali menguar, menerjang tubuhnya.
"Seperti nya aura kekuatan ini berasal dari sana," tunjuk pria tua ke arah asal aura tersebut.
Lun xiang mengangguk, berjalan menuju asal aura tersebut. Saat sampai di sana, Lun xiang melihat sesuatu, seperti seorang sedang duduk menunduk. Kening Lun xiang bekerut, apa itu? pikirnya dalam hati.
Perlahan Lun xiang berjalan mendekat ke arah orang yang sedang duduk itu. Saat dekat dan mencoba memegang tubuh orang tersebut, sebuah kekuatan menghantam tubuh Lun xiang membuat Lun xiang terpental.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya pria tua begitu khawatir.
Aku tidak apa-apa, hanya saja kenapa orang ini tiba-tiba mengeluarkan kekuatannya."
"Aku juga tidak tahu." Jawabnya Pria tua menyentuh dagunya, berpikir.
Lun xiang yang sangat penasaran, akhirnya mencoba dengan cara halus, bertanya dengan sangat sopan. "Permisi, bisakah saya bertanya kenapa anda berada disini?" Tanya Lun xiang para orang tersebut. Hening, tidak ada jawaban sedikitpun yang keluar dari mulutnya.
"Kenapa dia diam?" Tanya Lun xiang dan mendapatkan gelengan dari pria tua, tanda dia tidak tahu.
__ADS_1
Pria tua yang juga merasa penasaran mendekati tubuh orang itu, melihat sebenarnya ada apa dengan orang tersebut, kenapa diam saja sejak tadi. Saat tangan itu ingin menyentuhnya, Jubah yang menutupi kepalanya jatuh dan terlihatlah hanya tubuh tengkoraknya.
"Dia sudah mati,"
Lun xiang mendekat ingin menyentuh tengkorak itu, tapi dengan cepat Pria tua melarangnya. Entah kenapa dia merasa aneh dengan tubuh tengkorak itu. Dan benar saja, dari tubuh itu keluar seperti asap berwarna merah dan merasuk kedalam tubuh Lun xiang.
Aaaaa.......! Teriak Lun xiang sangat keras saat kekuatan besar itu perlahan masuk dalam tubuh nya.
Pria tua yang melihat tentu saja panik dengan apa yang terjadi, mencoba membantu Lun xiang, tapi gagal. Kekuatan besar itu melarang siapapun menganggunya memasuki tubuh Lun xiang. Mata Lun xiang terbuka lebar, perlahan berubah menjadi merah. Kekuatan yang besar terus merasuk kedalam tubuh yang menurutnya cocok untuk singgahi. Lun xiang tidak bisa mengontrol dirinya, sekaan kesadarannya perlahan mulai di ambil oleh kekuatan itu.
"Dasar kurang ajar! Beraninya kau menganggu nya. Keluar kau! Lun xiang sadar jangan sampai dia merasuki mu dan mengambil kesadaran mu," Teriak Pria tua mencoba menyadarkan Lun xiang.
Tapi tepat saja gagal, kekuatan itu tetap saja masuk dan perlahan masuk dalam lautan jiwanya.
Di lautan jiwa, kekuatan yang merasuk tadi perlahan berubah, mencoba menguasai lautan jiwa milik Lun xiang. Tapi sebelum itu terjadi, muncul tubuh raksasa dengan tangan berjumlah 6 berdiri di depan gumpalan kekuatan berwarna merah.
"BERANINYA KAU MEMASUKI LAUTAN JIWA INI," ucap wujud yang memiliki tubuh raksasa .
"Siapa kau?"
"KAU TIDAK PERLU TAHU SIAPA AKU. KARENA KELANCANGAN MU, JANGAN SALAHKAN AKU JIKA AKU AKAN MEMAKAN MU,"
"Kau pikir akan mudah untuk mu mengalahkan ku,"
Boom....
Tanpa bisa berkutik sedikitpun, gumpalan kekuatan itu kini berada di cengkraman raksasa tersebut membuat gumpalan kekuatan itu meronta minta di lepas.
"Lepaskan aku,"
"INI AKIBAT JIKA KAU BERANI MASUK DALAM LAUTAN JIWA PENERUS KU,"
"Ampuni aku," teriaknya meronta.
"TERLAMBAT."
Raksasa 6 tangan itu membuka mulutnya dengan lebar, mencoba menelan gumpalan kekuatan berwarna merah. Tapi sebelum masuk dalam mulutnya, gumpalan kekuatan itu memohon, meminta untuk di ampuni.
"Saya mohon jangan telan saya."
Di luar, Pria tua mencoba membangunkan Lun xiang yang pingsan. Entah apa yang terjadi sampai membuat Lun xiang tak sadarkan diri seperti ini.
Tiba-tiba Lun xiang membuka mata. Mata nya merah dengan tatapan kosong. Seperti bukan Lun xiang. Perlahan tubuh Lun xiang melayang. Tubuhnya di selimuti aura merah dengan niat membunuh.
__ADS_1
Pria tua yang melihat mengerutkan kening, sebenarnya apa yang terjadi dengan Lun xiang.
Tiba-tiba....
Wuuuus......
Duuuar......
Tebing jurang hancur oleh hantaman kekuatan Lun xiang, membuat seorang yang bersembunyi disana langsung terluka. Tatapan Lun xiang menatap dingin orang yang memiliki tubuh berkabut hitam itu. Dalam hal ini Lun xiang dalam keadaan tidak sadar, karena kesadarannya sedang diisi oleh gumpalan kekuatan berwarna merah tadi.
"Bagaimana bisa kau mengetahui keberadaan ku?"
Tidak ada jawaban sama sekali dari mulut Lun xiang. Tangannya terulur ke depan, bergerak menjengram, tiba-tiba tubuh pria berkabut itu seakan di ikat dengan kuat. Membuatnya memberontak dan mengeluarkan kekuatannya agar lepas dari cengkraman kekuatan wanita yang ada di depannya.
Dengan sekuat tenaga, akhirnya berhasil melepaskan diri. Tatapan pria berkabut dan mengerikan itu sangat tajam menatap Lun xiang.
"Beraninya kau muncul di sini," ucap Lun xiang dengan suara menggema atau yang tak lain adalah kesadaran gumpalan kekuatan dari tengkorak tadi yang merasuki.
Pria bertubuh kabut itu mengerutkan kening. Ho, jadi sesuatu yang ingin di ambilnya kini bersemayam di tubuh wanita itu. Tidak menyangka jika dia akan memilihnya.
"Kau akan menjadi milik ku, menjadi bagian dari kekuatan ku. Menyerahlah atau kau akan menyesal."
"Hahaha....lakukan jika kau bisa makhluk biadap,"
.
.
.
Bersambung.
Maaf terpaksa ceritanya aku rubah, karna tahap Revisi. Jika tidak nyambung dengan bab selanjutnya mohon di maklumi.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1