SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Julukan Wanita Iblis.


__ADS_3

"Apa kalian mendengar sesuatu?"


"Ya, aku mendengarnya. Seperti suara pertarungan."


"Ayo kita lihat siapa yang bertarung itu,"


Mereka para murid bari yang mendengar suara pertarungan langsung pergi menuju tempat asal suara. Sesampainya disana mereka melihat seorang wanita sedang bertarung sengit dengan seorang pemuda. Sepertinya pertarungan itu cukup seimbang. Tapi saat mengetahui kekuatan gadis itu lebih rendang dari pemuda tersebut, mereka terkejut karena wanita itu dapat mengimbangi kekuatan lawannya.


"Apa kalian tahu siapa wanita itu?"


"Tidak. Aku tidak mengenalnya."


Mereka terus menonton pertarungan sengit itu. Entah kenapa mata mereka tak lepas dari setiap gerakan Lun xiang. Menurutnya gerakan pertarungan wanita itu cukup rapi dan lincah.


"Aku tidak menyangka seorang yang berada di Body Tempering Qi bisa mengimbangi kekuatan Bumi Yuan."


"Ya, aku juga cukup terkejut."


Craaaas.....


Satu sayatan pisau berhasil mengenai lengan pemuda tersebut, membuat pemuda itu geram. "Kurang ajar, ku bunuh kau wanita sialan!"


Wuuus....


Syuuut....


Duuuar....


Sebuah kekuatan mengarah dan menghantam ke arah Lun xiang. Lun xiang juga mengeluarkan kekuatannya, mengarahkan kekuatan tersebut dan saling bertumbrukan membuat ledakan besar.


Duuar.....


Pemuda itu sudah tidak aabaran lagi, geram dan marah karena Lun xiang tidak mudah untuk di kalahkan. Lun xiang menyunggingkan senyumnya. Mengeluarkan senjata laras panjangnya dan setelah itu membidikkan senjatanya, menarik pelatuk.

__ADS_1


Door....


Satu tembakan melesat dengan cepat menembus bahu tersebut membuat pemuda itu kesakitan. "Sialan!" kesalnya menatap tajam. Sesuatu yang menembus bahunya itu sangat sakit. Entah benda apa yang menembus, tapi benda itu cukup tajam sampai bisa menembus daging tubuhnya.


Pemuda itu membuat sebuah gerakan dengan kedua tangannya, seperti membuat sebuah jurus. Dari atas kepalanya muncul sebuah pedang besar dan perlahan bergerak mengarah pada Lun xiang, Lun xiang menatap dingin pedang besar yang siap melesat ke arahnya dan dalam sekejap pedang itu langsung bergerak menghunus ke arah Lun xiang.


Lun xiang mengeluarkan sebuah pertahanan yang di beli dari Sistem, Tempurung Baja. Lun xiang langsung membungkus tubuhnya dengan tempurung tersebut saat pedang itu menghantam ke arahnya.


Wuus......


Dooom....


Ujung pedang menghantam tempurung itu. Pemuda tersebut menambah kekuatannya agar dapat memecah pertahanan Lun xiang. Perlahan tempurung baja retak, tanda tidak kuat menahan serangan tersebut.


Kraaak....


Kraaak....


Booom....


Duuuar....


Semuanya sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Wanita itu, wanita itu tidak mati. Bagaimana bisa?


Pemuda yang bertarung dengan Lun xiang lebih sangat terkejut, bagaimana bisa serangan yang kuat darinya tidak melukai sedikitpun wanita yang hanya memiliki kekuatan Body Tempering Qi. Aneh sangat aneh.


Lun xiang tidak peduli dengan keterkejutan mereka. Tatapannya sangat dingin, matanya seolah memancarkan kegelapan. Bahkan Aura yang keluar tidak seperti sebelumnya, kini menjadi mencekam penuh dengan niat membunuh membuat semua orang yang ada disana bingung. Apa yang terjadi, apalagi saat melihat langit tiba-tiba berubah gelap.


Wuus......


Lun xiang melesat dalam sekejap ada di hadapan pria tersebut dan mencekik leher pemuda tersebut dengan kuat dan setelah itu melempar dengan kuat, membuat Pemuda tersebut terpental dan menabrak beberapa pohon hingga tumbang.


Uhuk....

__ADS_1


Uhuk....


Lun xiang menyusul dan memendang dengan kuat, membuat pemuda itu kembali terpental ke atas. Lun xiang tidak berhenti begitu saja, dia menyusul ke atas setelah itu menendang kembali membuat tubuh pemuda tersebut menghantam tanah hingga berlubang.


Bugh.....


Lun xiang kini berdiri di depan pemuda tersebut. Menginjak kepalanya dengan kuat, membuat pemuda itu meronta, marah karena Lun xiang berani kepadanya.


"Tidak berguna," itulah kata yang keluar dari mulut Lun xiang dan itu berhasil membuat pemuda tersebut mengepalkan tangannya dengan kuat. Jika dia masih hidup nanti akan membuat wanita itu menyesal karena telah mengalahkan dan mempermalukannya. Tapi sepertinya Lun xiang tidak akan melepaskan nya begitu saja. Dan benar saja Lun xiang mengeluarkan pistolnya, membidikkan senjatanya ke arah kepala pemuda itu.


Door...


Door...


Satu tembakan langsung menembus kepala pemuda tersebut, membuat pemuda itu langsung mati mengenaskan.


Lun xiang mencari sesuatu di tubuh 3 mayat itu, siapa tahu ada benda berharga yang di miliki mereka yang telah di bunuhnya. Setelah mengambilnya dan menyimpannya, Lun xiang dengan gerakan cepat menoleh ke arah beberapa orang yang menontonnya sejak tadi. Tatapan itu begitu dingin, membuat mereka semua yang bersembunyi menelan ludah dengan kasar, sungguh sangat mengerikan.


Lun xiang tidak peduli dengan mereka. Dia pergi dari tempat itu membuat mereka semua yang melihat langsung menghela nafas dengan lega. Tatapan wanita itu sungguh sangat mengerikan, seolah mampu merobek tubuh mereka.


Huh,


"Wanita itu sangat mengerikan."


"Iya aku juga merasakan hal seperti itu. Seolah tubuh ku handak di robek paksa oleh tatapan matanya."


"Dia layaknya iblis yang ingin memangsa mangsanya. Padahal kekuatan wanita itu hanya berada di Body Tempering Qi, tapi mampu membuat ku merasa tertekan dengannya apalagi aura yang di milikinya sangat-sangat membuat ku sesak."


"Kita semua main-main atau membuat masalah dengannya. Aku yakin dia tidak sesederhana itu, apalagi wanita itu memiliki beberapa benda aneh ditangannya."


Semua mengangguk setuju, tidak akan membuat masalah dengan Lun xiang.


Rumor tentang Lun xiang seperti wanita iblis menyebar di semua murid baru yang sedang menjalankan ujian. Mereka tidak berani berurusan dengan wanita itu. Di tingkat Body Tempering Qi, dia sudah mampu membunuh 3 orang yang berada di tingkat Bumi Yuan, membuat mereka tidak berani menyinggung,, takut mati di tangan wanita iblis tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Lun xiang sendiri tidak tahu julukan yang di berikan para murid baru padanya. Saat ini Lun xiang fokus dengan ujiannya, menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Tetua pengawas ujian.


__ADS_2