SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Reruntuhan Kuno


__ADS_3

Revisi


Di istana Kerajaan Tianwhu, kaisar yang mengetahui selir pertamanya kabur begitu murka. Beraninya selirnya itu melarikan diri dan pergi darinya. Entah apa yang di pikirkan selirnya itu hingga pergi meninggalkan istana. Mungkinkah selirnya tidak menyukainya.


"Beraninya dia pergi dari ku."


Di depannya berdiri beberapa bawahannya yang memiliki kekuatan Tahap Penciptaan Bentuk dan Penciptaan Qi. Semuanya menunduk melihat kemarahan kaisar karena ulah selir pertamanya.


Mereka tidak berani berkata, bahkan untuk bernafas saja seakan susah karena melihat wajah gelap Kaisar. Keringat mengalir di punggung mereka. Mereka hanya tidak menyangga akan menghadapi hal seperti ini dan semua itu karena ulah salah satu selir.


"Temukan dia dan bawa pada ku," perintahnya dengan nada yang tidak ingin di bantah.


"Baik Yang Mulia," jawab mereka semua kompak, akan melakukan tugas yang di berikan tuannya, mencari selir yang tidak tahu dimana keberadaannya saat ini.


Sedangkan seorang pria baya lengkap dengan pakaian jenderal nya berlari kecil dengan tergesa-gesa saat mendengar kaisar sedang murka akibat ulah putrinya. Jenderal Lun Pao ayah Lun xiang sangat panik. takut putrinya membuat ulah yang berlebih hingga mengakibatkan kemuliaan kaisar.


Dalam hati, Jenderal Lun Pao berdoa, semoga yang di pikirnya tidaklah benar.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan putri ku?"


Jenderal Lun Pao membuka pintu tanpa mengetuk pintu, membuat semua yang ada di dalam langsung menoleh ke arah pintu, melihat siapa yang datang tanpa permisi. Dan ternyata itu adalah Jenderal Lun Pao ayah dari selir yang membuat kaisar marah.


Melihat semuanya menoleh, dengan cepat Jenderal Lun Pao sadar akan kesalahannya.


"Maaf atas kelancangan saya, Yang Mulia." Jenderal Lun Pao menunduk memberi hormat, dengan perasaan was-was, takut membuat kaisar semakin marah akan sikapnya.


" Sepertinya kau melupakan sesuatu, Jenderal Lun Pao?"


"Ampuni saya, Yang Mulia. Saya mengaku salah. Saya hanya sedang khawatir dan takut Yang Mulia."

__ADS_1


"Apa yang membuat mu sampai ketakutan seperti itu, hingga mengabaikan sikap mu pada ku,"


"Saya....saya sedang mengkhawatirkan putri saya, Yang Mulia. Saya mendengar bahwa putri saya membuat masalah dengan anda,"


Apa yang kau khawatirkan memang benar, Putri mu memang membuat masalah dengan ku. Dan saat ini ingin sekali aku memberikan pelajaran padanya karena telah mempermainkan ku," jawabnya dengan nada dingin, membuat semua yang ada disana diam, termasuk Jenderal Lun Pao yang semakin takut jika putrinya mengalami masalah.


Selama ini Putrinya tidak pernah membuat masalah dengan Kaisar, tapi sekarang! Entah apa yang di lakukan gadis itu pada kaisar. Jenderal Lun Pao berpikir keras, kira-kira masalah apa yang di buat oleh putrinya yabg bodoh itu.


"Yang Mulia, saya sebagai seorang ayah meminta dan memohon kepada anda untuk memaafkan putri saya. Saya tidak tahu apa yang di lakukan putri saja kepada anda, tapi saya memohon dengan sangat kepada anda, ampuni putri saya dan jangan menghukum nya, Yang Mulia." mohon Jenderal Lun Pao tidak ingin melihat putrinya terluka.


"Apakah dengan diri mu meminta maaf aku akan memaafkannya, tidak. Sampai dia tidak kembali ke istana lagi, aku tidak akan memaafkan nya."


Deg,


Jantung Jenderal Lun xiang seakan berhenti berdetak. Ini sungguh masalah yang besar. Jika kaisar tidak memaafkan putrinya, sudah pasti putrinya akan mati di tangan kaisar.


"Yang Mulia..."


Jenderal Lun Pao menghela nafas, tidak bisa membantu putrinya lagi. "Dimanapun kau berada semoga kau akan baik-baik saja Putri ku. Dan ayah harap kaisar tidak secepatnya menemukan mu,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lun xiang yang di bicarakan kini berada jauh dari kerajaan. Tiba-tiba hidungnya terasa gatal dan bersin-bersin. Berulah lali dia menggosok hidungnya hingga memerah.


"Ada apa dengan ku?"


Lun xiang memasuki sebuah kota. Matanya melihat sekeliling, terlihat ramai. Untuk saat ini Lun xiang akan mencari rumah makan terlebih dahulu karena perutnya begitu lapar setelah melakukan perjalanan jauh.


Matanya mencari kesana kesini untuk menemukan rumah makan. Dan setelah berhasil, Lun xiang masuk dalam rumah makan itu duduk sendirian di dekat jendela.

__ADS_1


"Sepertinya kota ini sudah berada jauh dari kerajaan Tianwhu." Gumamnya melihat arah luar, melihat ramainya orang di jalan.


Lun xiang berharap kaisar tidak secepatnya menemukan keberadaannya dan semoga saja pilihannya untuk pergi adalah hal benar. Lun xiang yakin kaisar tidak akan tinggal diam. Dia yakin pasti kaisar akan mencari keberadaannya. tapi dia hanya berharap semoga tidak secepat itu suaminya menemukannya.


"Ku harap kau tidak secepatnya menemukan ku,"


Seorang pelayan pria datang, menanyakan ingin pesan apa. Lun xiang mengatakan menu apa yang tersedia dan memintanya untuk menyediakan di hadapannya. Pelayan itu mengangguk dan pergi untuk mengambil pesanan yang di pesan nya. Saat dirinya menikmati pemandangan luar, telinganya mendengar pembicaraan orang yang berada di meja sebelahnya, membuatnya tertarik untuk mencuri dengar.


"Aku dengar besok akademi Lan Jian akan membuka pendaftaran untuk murid-murid baru, apakah benar?"


"Aku dengarnya sih seperti itu. Bahkan aku juga mendengar, siapa yang memiliki kualifikasi tinggi akan langsung menjadi murid langsung dari ketua akademi."


"Tak hanya itu saja aku juga mendengar, katanya akademi akan membuka suatu jalan rahasia menuju reruntuhan kuno. Tapi itu berlaku untuk murid-murid inti yang memiliki kekuatan tinggi. Andai aku memiliki, aku ingin mendaftar dan ikut dalam penjelajahan reruntuhan kuno itu. Pasti akan banyak barang berharga di sana. Tapi sialnya, itu hanya anganku saja."


Kasak kusuk pembicaraan itu di dengar oleh Lun xiang. Reruntuhan kuno. Sepertinya itu hal yang menarik. 


"Apa sebaiknya aku mendaftar di akademi itu." gumam Lun xiang. Sepertinya hal bagus jika menjadi murid di Akademi tersebut.


"Apa kau ingin mendaftar menjadi murid akademi itu?"


"Bagaimana menurutmu?"


"Menurut ku tidak masalah. Lagian tempat itu bisa mejadi tempat berlindung untuk mu selama kau pergi meninggalkan kaisar. Dan untuk reruntuhan kuno, aku harap itu tempat menjadi keberuntungan mu. Siapa tahu sisa-sisa keberadaan Klan Neter berada di sana."


Lun xiang mengangguk, semoga apa yang di cari ada disana. Reruntuhan kuno, ya tempat itu menjadi tujuan utamanya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung 


__ADS_2