SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Janji Untuk Kembali


__ADS_3

Kaisar Yu Feng melihat ke arah seseorang yang melempar pisau ke arahnya dan ternyata itu seorang wanita cantik dengan rambut putih panjang tergerai indah di bahunya.


Kaisar menyipitkan mata, siapa wanita itu? Kenapa dirinya bisa muncul di hadapan wanita asing itu dan tidak muncul di depan selirnya? Kaisar menatap Lun xiang dengan mata tidak berkedip sedikitpun. Wajah wanita di depannya hampir mirip dengan selirnya hanya saja yang membedakan adalah rambut dan postur tubuhnya yang kini berubah, lebih berisi dari sebelumnya.


"Kenapa wajah ini hampir mirip dengan Xiang'er? Tapi aura di tubuhnya bukanlah milik Xiang'er. Aura wanita ini lebih hitam dan pekat." gumam Kaisar dalam hati dengan mata tak lepas dari Lun xiang.


Lun xiang yang melihat hanya diam, dalam hati bertanya-tanya ada apa dengan kaisar, kenapa hanya diam di tempat dengan pandangan tak lepas darinya. Bukankah biasanya kaisar akan langsung menghampirinya dan menempel denganya, tapi untuk saat ini kenapa tidak.


"Sepertinya dia tidak mengenali mu." ucap Pria.


"Maksud mu?"


"Kau sekarang sudah tidak seperti sebelumnya dan Aura mu pun telah berubah. Kau seperti Dewi kematian yang penuh dengan aura kematian yang banyak membunuh nyawa." jelas Pria tua.


Lun xiang diam. Benarkah seperti itu dirinya. Jika seperti ini akan banyak yang tidak mengenal dirinya termasuk suami yang selalu mesum dengannya.


Lun xiang dalam hati senang, berpikir suaminya tidak mengetahui bahwa ini dirinya. Namun kesenangannya tidak berlangsung lama, ternyata kaisar menyadari bahwa dirinya adalah selir pertama di ketahui dari cincin dan kalung yang di pakenya.


Wuus....


Kaisar berdiri tepat di depan Lun xiang, memegang bahu dan menatap selir pertamanya yang telah berubah. Lun xuang yang melihat tentu saja terkejut, matanya menatap mata suaminya yang indah. Mata yang selalu membuatnya tertarik ingin terus melihatnya.


"Apa dengan merubah penampilan kamu pikir aku tidak akan mengenal mu, selir ku,"


"Maaf, sepertinya anda salah orang tuan," jawab Lun xiang menepis tangan kaisar dari tubuhnya.


Kaisar menyunggingkan senyumnya. Selirnya ingin bermain drama dengannya. selirnya pikir dia tidak akan mengenalinya dengan penampilan barunya. Salah, dirinya tidak akan pernah bisa melupakan selir yang selalu membuatnya tertarik dan memenuhi pikirannya.


"Benarkah aku salah orang?" tanyanya menatap punggung putih yang membelakanginya.

__ADS_1


"Tentu saja. Sekarang pergilah atau anak buah saya akan membunuh anda."


Kaisar tersenyum, sungguh selirnya sekarang sangat berubah. Bahkan kini berani mengancamnya dengan terus terang. Kaisar melangkah mendekat dan memeluk Lun xiang dari belakang.


"Jangan kamu kira aku tidak mengenal mu dengan penampilan mu ini. Aku adalah kaisar, tidak mungkin pandangan ku salah tentang selir ku."


"Lepas! Anda sungguh sangat lancang!"


Lun xiang melepas paksa tangan yang berada di pinggangnya dan setelah itu menatap tajam kaisar yang malah menunjukkan senyum manisnya. Lun xiang yang melihat membuang muka. Apa-apaan suaminya itu, kenapa malah memberikan senyum anehnya padanya.


"Jika anda tidak pergi sekarang juga saya pastikan anda akan menyesal," ucap Lun xiang dengan nada dingin.


Kaisar tidak menjawab membuat Lun xiang kesal dan akhirnya Lun xiang maju menyerang Kaisar, berharap kaisar percaya bahwa dirinya bukanlah Selir pertama.


Pertarungan di dalam sebuah kamar tidak disadari oleh bawahannya, para iblis. Mereka sibuk bertarung namun tidak membuat mereka saling membunuh. Hanya melayangkan tendangan dan pukulan serta saling menangkis.


Kaisar yang tidak ingin melukai selirnya hanya bisa menangkis setiap serangannya dan itu semakin membuat Lun xiang sangat kesal.


Kaisar mencekal lengan dan memeluk pinggang Lun xiang dengan erat, menatap wajah yang semakin ayu di pandang. Rambut yang tergerai panjang berwarna putih semakin membuat Lun xiang terlihat menawan.


Cup.


Satu kecupan mendarat di bibir ranum Lun xiang, membuat Lun xiang yang merasakannya melototkan matanya dengan lebar. Apa-apaan kaisar beraninya mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Apa yang kau lakukan?"


"Tentu saja memberikan ciuman untuk selir ku yang telah lama pergi meninggalkan ku,"


Lun xiang mendengus kesal dengan jawaban Kaisar. Lun xiang memberontak mencoba lepas dari pelukan kiasar, namun tidak semudah itu kaisar melepaskannya malah sebaliknya kaisar semakin mempererat pelukannya, tidak membiarkan selirnya lepas dari nya untuk saat ini.

__ADS_1


"Kembalilah, kamu sudah terlalu lama berada di luar, selir ku,"


"Tidak."


"Kenapa selir ku ini sangat keras kepala sekali. Apa kamu benar senang tinggal di tempat ini, hm...?"


"Bukan karena ini, aku hanya ingin mencari sesuatu. Lepaskan tangan mu, kau memeluk ku terlalu erat," Lun xiang memberontak ingin lepas dari suaminya yang pastinya sebentar lagi akan kumat mesum nya.


Dan benar seperti dugaannya. Tubuhnya dalam sekejap kini melayang dalam gendongan kaisar dan di bawanya ke atas ranjang.


"Selalu berakhir seperti ini," gumamnya dalam hati.


Malam itu keduanya kembali melepas rindu. Kaisar memberikan banyak cinta untuk selir pertamanya. Sedangkan Lun xiang kini sudah terkapar lemas dalam pelukan kaisar yang tidak ada lelahnya.


"Butuh berapa lama lagi kamu akan kembali?"


"Setelah aku berhasil mendapatkan apa yang ku inginkan."


"Disini sangat berbahaya. Aku takut terjadi sesuatu dengan mu."


"Setelah aku berhasil mendapatkan apa yang ku cari aku akan kembali."


Kaisar diam, ingin sekali dia tidak mengizinkan. Namun saat melihat sifat kukuh selirnya akhirnya dia mengangguk mengizinkan. Tapi dengan syarat setelah mendapatkan apa yang di inginkannya harus kembali ke kekerajaannya.


Keesokan harinya, Lun xiang mengumpulkan para pemimpin iblis. Dia akan bertanya tentang keberadaan Kristal Zamrud Darah, berharap mereka mengetahui dimana kristal itu berada.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2