SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Menjadi Tuan Pedang Naga Api


__ADS_3

Wuuus.....


Booom…..


Kekuatan itu menghantam Menara kematian. Asap mengepul mengeliingi, yakin Menara itu hancur. Tapi kenyataanya Menara itu tetap utuh tidak sedikitpun hancur. Lun xiang yang melihat terkejut, sungguh menara yang kuat.


Naga Api yang melihat sangat terkejut. Benda apa itu? Bagaimana bisa Menara itu tidak hancur sedikitpun oleh kekuatannya. Naga Api kembali menyerang melancarkan serangannya bertubi-tubi ke Menara Kematian, tapi tetap saja tidak berefek, Menara utu tetap.kokoh berdiri dengan aura ketian yang pekat mengelilinginya.


Perlahan Menara itu membesar. Kabut hitam keluar dari Menara tersebut. Asap yang memiliki kepala tengkorak terbang mengelilingi membuat semua yang melihat terkejut. Benda apa itu sampai bisa membuat mereka merinding Dan ketakutan.


Bai Qianyu yang ada di bawah menatap Lun xiang. Sebenarnya siapa adik seperguruannya itu, bagaimana bisa memiliki benda mengerikan itu. Mungkinkah Lun xiang berasal dari kelompok hitam. Bai Qianyu menggelengkan kepala, tidak boleh berpikiran negatif terhadap juniornya.


"Tidak, aku harus percaya dengannya." gumamnya dalam hati.


Wuuuung......


Perlahan muncul bayangan besar dari Menara tersebut, sisa dari jiwa pemilik Menara Kematian.


"Naga Api, aku tahu kau sedang menjaga sesuatu milik Tuan mu. Tapi jika kau berani ingin membunuh Tuan ku, maka aku tidak akan segan menghancurkan mu."


"Siapa kau beraninya mengancam ku? Apapun yang terjadi aku akan tetap melindungi apa yang menjadi milik Tuan ku," jawab Naga Api dengan suara menggelegar.


"Kau cukup keras kepala,"


Sebuah tekanan langsung keluar menekan Naga Api, membuat Naga itu menahan sekuat tenaga tekanan yang menghantam tubuhnya. Sedangkan semua orang yang ada di bawah juga merasakan hal yang sama, ada yang yang langsung pingsan karena tidak kuat menahan tekanan itu dan ada pula yang sekuat tenaga menahan tubuhnyanagar tidak tumbang. Padahal mereka hanya merasakan sebagian tekanan tersebut, sedangkan tekanan yang lebih parah besar langsung menghantam Naga Api secara langsung.


Lun xiang hanya berdiri menatap saja, bingung mau melakukan apa. Ah iya, dirinya harus membantu. Lun xiang pun membuat sebuah gerakan jurus di tangannya, membuat sebuah FORMASI KURUNGAN ILAHI yang di pelajarinya beberapa waktu lalu.


Sisa jiwa pemilik Menara kematian yang merasakan Sebuah Formasi tingkat atas menatap diam. Ternyata pilihan orang tersebut memang tidak salah. Wanita ini sungguh sangat menarik.


"Sepertinya aku tidak perlu ikut campur." gumam sisa jiwa pemilik Menara Kematian.


Perlahan Formasi tersebut terbentuk dan perlahan muncul tepat di bawah tubuh Naga Api. Naga Api yang melihat tentu saja terkejut, bagaimana bisa ada Formasi tingkat atas di tempat ini. Naga Api menatap Lun xiang, jadi pelaku pembuat Formasi adalah wanita itu.


"Wanita sialan! Akan ku bunuh kau,"


"Jika kau bisa lepas dari Formasi ku. KURUNG,"


Perlahan Formasi itu membentuk sebuah kurungan Bunga, membuat Naga Api panik. Naga Api menyenburkan kekuatan apinya untuk menghancurkan penghalang yang perlahan ingin mengurungnya. Tidak berhasil. Penghalang itu tidak rusak bahkan tidak bisa di tembus sedikitpun oleh kekuatan Naga Api.


Naga Api menyerang menggunakan cakarnya, mencoba menghancurkan. Lagi-lagi tidak berhasil, membuat Naga Api sangatlah marah.


Naga Api menarik nafasnya, mengeluarkan sekekuatannya dan setelah itu melepaskan, menghantamkan ke Formasi tersebut.


Booom....


Lun xiang sekuat tenaga menahannya. Tapi entah kenapa kekuatan Naga Api tiba-tiba melonjak tinggi membuat Lun xiang sedikit kewalahan untuk mempertahankan Formasi tersebut.


"Pria tua, apa kau memiliki cara untuk mengalahkan dan membunuh Naga ini?"


"Tunggu sebentar, aku akan mencarikan di Sistem. Siapa tahu ada sesuatu yang bisa kita gunakan untuk mengalahkan Naga itu."


Syuut….Syuut….Syuut….


Boom….Boom….


Duuar….

__ADS_1


Duuar….


Bunyi ledakan terus menggema saat Naga Api terus melancarkan serangannya, mencoba menghancurkan Formasi Kurungan Ilahi.


"Apa belum menemukan nya?"


"Sudah, hanya saja aku perlu merakitnya."


"Baiklah."


Lun xiang percaya dengan Pria tua. Pastinya pria tua melakukan yang terbaik untuknya. Cukup dirinya menahan sebentar lagi sampai Pria tua selesai dengan tugasnya.. 


Sisa jiwa pemilik Menara kemayian menawarkan diri, apakah perku bantuan untuk membunuh Naga itu. Lun xiang menolak, dia ingin melakukannya sendiri, yakin bahwa dirinya mampu mengalahkan Naga tersebut.


Setelah cukup lama menunggu, pria tua akhirnya berhasil menyelesaikannya. Sebuah Rudal yang siap membunuh dan menghancurkan Naga itu beserta gunung-gunungnya.


"Kau harus keluar dari gunung ini jika ingin melukainya."


"Baiklah." Lun xiang dan pagoda dewa melesat kabur. Tak lupa juga membawa Bai Qianyu keluar dari dalam gunung. 


Sedangkan beberapa pendekar yang masih hidup bingung. Kenapa wanita itu kabur? Mungkinkah sudah menyerah?


Naga Api yang melihat Lun xiang pergi langsung memecahkan Formasi itu dan mengejar Lun xiang.


"Jangan harap kau bisa lari dari ku,"


Lun xiang tidak peduli, dia terus keluar dari gunung itu dan berhenti cukup jauh dari Naga Api. Naga Api menggepakkan sayapnya, menatap Lun xiang dengan niat membunuh. Cukup sudah di permainkan oleh gadis kecil itu.


Cling.


Sesuatu yabg di rakit oleh Pria tua kini muncul di samping Lun xiang, sebuah Rudal yang memiliki pengendali otomatis untuk menyasar tepat ke targetnya.


Naga Api menatap benda aneh di samping Lun xiang. "Apa kau pikir aku takut dengan benda aneh yang mu itu? Aku akan menghancurkannya sekarang juga."


"Jika kau bisa."


Sebelumnya, Pria tua sudah melapisi Rudal itu dengan sebuah penghalang, agar sewaktu Naga Api menyerang dan ingin menghancurkannya Rudal itu tidak mudah di hancurkan.


"Bersiplah."


Lun xiang mengunci target, melepaskan Rudal itu. Dan secara otomatis Rudal melesat ke arah Naga Api. 


Naga Api yang melihat benda aneh itu melesat cepat ke arahnya langsung melesatkan kekuatannya, mengarahkan ke arah Rudal tersebut. Namun kekuatannya tidak bisa menghancurkan nya membuat Naga Api terkejut. 


Naga Api terus melesatkan kekuatannya berbentuk bola bola api besar menuju Rudal. Tapi sia-sia. Penghalang itu sungguh sangatlah kuat sampai Naga Api di tingkat Nirwana tidak bisa menembus dan menghancurkan nya.


Rudal tersebut melesat  kearah Naga Api. Menuju targetnya.


Saat Rudal itu semakik dekat, Naga Api membuat penghalang dari kekuatannya untuk menahannya. Namun semuanya sia-sia.  Perlahan penghalang itu retak dan akhirnya.


Pyaar…..


Booom….


Duuuar….


Ledakan yang sangat-sangat besar terjadi di tempat itu. Sampai-sampai bunyi ledakan itu menggema terdengar dimana-mana, menggerakkan tanah dengan jarak yang sangat jauh.

__ADS_1


Gunung yang semula ada kini hancur dan rata. Para pendekar yang masih ada di dalam gunung langsung mati seketika saat Rudal itu meledak. Lun xiang tidak peduli sama sekali dengan nyawa mereka, yang dia pedulikan nyawanya selamat dari Naga Api.


Ledakan yang di buat oleh Lun xiang menarik perhatian banyak pendekar Tingkat tinggi, mereka langsung bergegas menuju asal ledakan. Ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi.


Naga Api yang di ledakan menggunakan rudal tergeletak di tanah. Tubuhnya terluka, namun masih saja bisa bertahan, tidak mati.  Lun xiang yang melihat sungguh takjub, ternyata memiliki kekuatan Nirwana sungguh luar biasa.


Perlahan sesuatu yang sembunyi di dalam gunung keluar. Banyak harta berharga keluar melayang, tak terkecuali Pedang Naga Api dan Teratai tujuh warna yang di inginkan Lun xiang. 


Bai Qianyu yang melihat terkejut. Ternyata selain Pedang Naga Api masih banyak harta berharga lainnya yang tersembunyi di dalam gunung.


"Teratai tujuh warna?  Ternyata benda ini ada di dalam gunung ini juga. Aku tidak menyangka akan melihatnya."


"Itu milik ku. Jika kau berani mengambilnya, tubuh mu akan ku hancurkan seperti Naga itu." Ucap Lun xiang dengan nada yang sangat dingin, membuat Bai Qianyu menelan ludah dengan kasar. Sungguh menakutkan.


Bai Qianyu langsung bungkam, menelan ludah dengan kasar. Tidak berani. Jika dirinya yang mendapatkan serangan dari benda mengerikan itu, yakinlah tulangnya akan hancur seketika.


"Aku tidak berani. Semua itu milik mu," Lebih baik mengalah dari pada nyawa yang melayang. 


Lun xiang memunculkan sistemnya, dan menyedot semua benda berharga termasuk Teratai tujuh warna,  tapi tidak dengan Pedang Naga.


Bai Qianyu yang melihat semua habis di ambil Lun xiang, menghela nafas lemas.


"Apa aku tidak mendapatkan satu pun? Padahal aku yang membawanya. Sungguh sial sekali nasib ku," gumamnya dalam hati, iri.


Lun xiang yang melihat hanya menatap datar. Dia mendekati Pedang Naga Api dan perlahan tangannya masuk dalam penghalang yang menyelimuti pedang tersebut. Dengan sangat hati-hati, namun sebuah kekuatan tiba-tiba menolak membuat Lun xiang mengerutkan kening.


"Apa yang terjadi?"


"Biar kakak yang mencoba."


Bai Qianyu mencobanya. Namun sama, penghalang itu menolak. Tidak mengizinkan mereka berdua menyentuh pedang tersebut.


Naga Api yang masih hidup membuka mata, melihat ke arah Lun xiang dan Pedang Naga Api. 


"Kau tidak akan pernah bisa memilikinya,"


Lun xiang yang mendengar menatap tajam. Naga itu ternyata belum mati. Tidak peduli dengan ucapan Naga Api. Lun xiang tetap memaksa tangannya masuk untuk mengambil Pedang Naga Api.


Uh…..


Sekuat tenaga Lun xiang berusaha. Tetap saja tidak berhasil dan malah membuatnya terluka. Lun xiang memuntahkan setegus darah dari mulutnya, menyembur mengenai pedang tersebut dan darah lainnya menetes di kalung hijau yang di pakaiannya.


Tes….


Kalung itu bersinar terang. Kalung yang membuatnya memiliki sistem dan membawanya ke dunia paralel.  Perlahan Kalung hijau dan Pedang Naga Api saling terhubung. Menandakan bahwa pedang itu menemukan pemilik barunya. 


Naga Api pun juga terkejut, ternyata jodoh pedang itu adalah wanita tersebut. Yang berarti wanita tersebut akan menjadi tuan barunya.


Pyaar.


Penghalang di pedang itu hancur. Pedangpun melayang, mengeluarkan kekuatan api yang berkobar sangat kuat.


Lun xiang mengambil pedang itu. Seketika, bayangan besar dan memiliki tangan banyak muncul kembali dalam pikirannya. Secepatnya Lun xiang mengusir bayangan itu.


"Sebenarnya bayangan apa itu? Kenapa selalu muncul di pikiran ku?"


Di tempat lain, lagi-lagi Dewa Iblis Su Muyu merasakan sesuatu. Dia tersenyum menyerigai. Tidak salah lagi, akan ada kemunculan Dewa Shura. 

__ADS_1


 


__ADS_2