SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Keributan Para Selir


__ADS_3

Jika di dalam kamar terjadi pergumulan penuh kenikmatan, berbeda di luar kamar, terjadi pergelutan antara pelayan dan para selir yang mencoba masuk dengan paksa karena ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi. Apakah suara itu seperti yang ada di pikiran mereka atau bukan.


"Apa yang terjadi?" Bingung mereka mendengar suara aneh. 


Jika apa yang mereka pikirkan benar, berarti Lun xiang benar-benar sudah berhasil menggoda dan menjerat kaisar. Padahal kenyataannya, Lun xiang tidak pernah menggoda atau lain sebagainya. Hanya kaisar saja yang entah kenapa menjadi gila akan dirinya.


Mereka bertiga melangkah mencoba memaksa masuk. Namun di tahan oleh beberapa pelayan wanita yang berjaga. Melarang mereka mengganggu waktu kaisar.


"Maaf nyonya, anda dilarang masuk. Kaisar sedang bersama dengan Selir pertama. Jadi kami harap anda semuanya mengerti,"


"Kami tidak peduli. Minggir dan biarkan aku melihat apa yang terjadi di dalam."


"Tidak bisa nyonya. Jika anda memaksa masuk, kaisar pasti akan marah dan membunuh anda."


Mereka diam, benar apa yang di katakan mereka. Jika sampai Kaisar merasa tergganggu karena ulahnya yakin kaisar pasti akan marah dan bisa jadi membunuh mereka tanpa segan. Tapi karena mereka sangat penasaran dengan apa yang terjadi, mereka membuang pemikiran yang mungkin saja terjadi.


Suara erangan dan desa-han kembali terdengar di telinga mereka. Dan itu benar-benar membuat darah mereka mendidih. Jantung mereka berdetak dengan cepat, tidak mempercayai apa yang mereka dengar. Ya, suara itu suara seseorang yang sedang memadu kasih.


Keributan pun terjadi di luar dan itu benar-benar mengganggu dua insan yang memadu kasih. Suara ribut itu sampai terdengar di telinga Lun xiang dan Kaisar. Kaisar yang mendengar benar-benar kesal, ingin merobek dan membunuh mereka karena tahu siapa yang membuat ulah.


Sedangkan Lun xiang bertanya-tanya siapa yang membuat keributan di luar kediamannya. Kaisar mengabaikan keributan itu, dan lebih memilih memacu kegagahannya, mengobrak-abrik milik Lun xiang.


"Yu Feng sudah. Di luar ada….Aaah…..Aaah…."


Lun xiang kembali mende,sah saat Yu Feng semakin memacu dengan cepat untuk mencapai puncaknya, seolah tidak mengizinkan Lun xiang berbicara tentang keributan di luar.


Setelah selesai dengan kegiatannya, Lun xiang mendengus kesal menatap kaisar. Waluapun dia menikmati, tapi entah kenapa setelah selesai kekesalan itu muncul kembali karena kaisar melakukan itu tanpa meminta izin darinya terlebih dahulu.


"Apa kamu marah?"


Lun xiang tidak menjawab, mengabaikannya. Masih kesal, apalagi saat ini tubuhnya sangat lelah dan remuk karena di bolik balik bagaikan tempe goreng.


Lun xiang perlahan turun dari ranjang mengambil jubahnya dan berjalan keluar karena masih mendengar keributan itu, membuka pintu dan menyandarkan tubuhnya melihat beberapa selir yang masih mengamuk di depan kediamannya. 

__ADS_1


Ehem….


Semua yang mendengar langsung menoleh. Dilihatnya Lun xiang melihat mereka dengan bersedekap dada, menunjukan wajah dingin dan datarnya.


Xiao xiao, Shi Ling dan Luo Qingyi langsung beralih menatap Lun xiang. Matanya menyalang merah dan tajam, apalagi saat melihat leher Lun xiang yang penuh dengan tanda buatan dari kaisar. Melihat itu mereka mengepalkan tangan dengan kaut, hingga membuat buku-buku tangannya memutih, semakin marah melihat pemandangan memuakkan itu.


Mereka bertiga langsung menghampiri Lun xiang, mencoba memeriksa apa benar itu perbuatan kaisar.


"Apa yang kalian lakukan?" Bentak Lun xiang pada mereka yang mencoba memeriksa tubuhnya.


"Sini, kami periksa. Apa benar ini perbuatan kaisar." 


"Lancang!" 


Lun xiang menepis tangan mereka dengan kasar, membuat mereka terhuyung. Lun xiang menatap tajam mereka bertiga dan menghampiri, setelah itu menampar wajah itu satu persatu.


Plak…


Plak…


Plak…


"Kau!" 


"Dasar wanita gila! Apa maksud kalian bertindak seperti itu, sungguh menjijikkan."


"Itu semua karena kau berani menggoda kaisar." Saut Shi Ling kesal.


"Menggoda? Heh, kau pikir ada waktu untuk ku menggodanya. Mata kalian itu sudah buta. Jika kalian ingin menyalahkan, salahkan dia, jangan mencari masalah dengan ku," kesal Lun xiang yang tiap hari berurusan dengan selir-selir gila itu.


"Itu tetap salah mu. Jika kau menolak, kaisar tidak akan seperti ini pada mu dan mengabaikan kami." Bantah Luo Qingyi yang tidak terima kaisar lebih perhatian pada Lun xiang.


Heh,

__ADS_1


Lun xiang terenyum miring. Orang yang cemburu benar-benar seperti orang gila. Memuakkan.


"Dasar wanita gila!" 


Jika Lun xiang menanggapi, dia bisa menjadi gila sama seperti mereka. Lebih baik mengabaikan dan masuk saja. Namun semua itu tidak di biarkan oleh ketiga selir itu. Mereka menahan dan menarik jubahnya, membuat Lun xiang terhuyung. 


Lun xiang yang melihat kelancangan dan keberanian mereka tentu saja marah. Lun xiang menepis dan menatap tajam setelah itu menendang selir yang berani lancang padanya. Membuat selir Luo Qingyi langsung terpental, memekik kesakitan.


Lun xiang benar-benar marah melihat keberanian mereka. Dia menghampiri dan mencekik leher Luo Qingyi. Xiao xiao dan Shi Ling mencoba menghentikan, tapi kini langsung di tendang oleh Lun xiang membuat mereka terpental. 


Lun xiang tidak bisa menahan emosinya. Mereka benar-benar keterlaluan. Kaisar yang mendengar mengabaikan, biarlah selirnya yang mengurusnya. 


Lun xiang benar-benar membuat mereka kembali babak belur. Tapi walaupun seperti itu mereka tetap tidak jera, masih terus mengganggunya dan tidak pernah kapok.


Setelah berhasil mengusir mereka, Lun xiang kembali kekamar dengan wajah gelap, kesal dan marah.


Lun xiang berkacak pinggang menatap kaisar yang santai di atas ranjangnya. Bukannya mengurus selir-selir nya tapi malah santai rebahan dan hanya mendengar keributan itu.


"Apa kau tidak mendengar keributan yang di perbuat selir-selir gila mu itu?"


"Bukankah sudah kamu urus? Bahkan kamu dengan mudah mengatasi mereka," 


Lun xiang yang mendengar begitu kesal. Dia melepas jubahnya dan setelah itu mandi, mengabaikan kaisar yang menurutnya menyebalkan. 


.


.


.


Bersambung 


Revisi

__ADS_1


 


__ADS_2