SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Serangan Di Wilayah Klan Neter.


__ADS_3

Lun xiang dan Naga Api kini pergi menuju tempat dimana Klan Neter semula berada. Setelah sampai Lun xiang melompat turun dari punggung Naga Api dan melihat sekeliling, tampak tempat yang hancur dan tinggal puing-pung peninggalan Bangsa Neter.


Naga Api merubah tubuhnya memakai kecil terbang menemani kemana pun Lun xiang berada.


"Sepertinya dulu terjadi pertarungan hebat di tempat ini?"


"Ya, sepertinya seperti itu." Jawab Pria tua yang melihat kacaunya dan hancurnya tempat di sekitarnya.


Mereka menyurusi tempat tersebut, tapi tiba-tiba Lun xiang merasakan hal yang aneh. Muncul banyak tengkorak hidup dengan mata dan aura hijau menyelimuti tubuh mendekatinya.


Lun xiang yang melihat tentu saja terkejut. Dari mana datangnya para tengkorak itu. Lun xiang mengeluarkan Pedang Naga Apinya bersiap untuk menghancurkan para tengkorak yang perlahan bergerak ke arahnya.


Syuut....


Boom....


Duuar....


Hantaman kekuatan Pedang Naga Api melesat ke arah para tengkorak tersebut. Asap mengepul dengan tebal menghalangi penglihatannya. Tapi saat kabut itu perlahan menghilang, tengkorak-tengkorak merata merah itu masih utuh tidak ada yang hancur sama sekali.


"Bagaimana bisa?"


Lun xiang berlari dan menyerang para tengkorak, menebas dan mengayunkan pedangnya membuat tubuh tengkorak itu hancur dan berserakan di tanah. Tapi keanehan terjadi, tulang-tulang itu kini menyatu kembali membentuk tubuh mereka.


Lun xiang yang melihat mengerutkan kening. Jika seperti ini terus hanya akan membuang tenaganya tanpa bisa mengatasi para tengkorak itu.


Syuut....


Syuut....


Boom.... Boom....


Duuar.... Duuar....

__ADS_1


Lagi-lagi tengkorak itu hancur dan menyatu kembali. Setiap kali menghancurkan, maka kali itu juga parw tengkorak bersatu.


"Sial!" kesalnya.


"Biar aku membantu mu." ucap Naga Api dan berubah ke tubuh besar, menyemburkan kekautan apinya.


Wuus....


Kekuatan semburan api besar menerpa para tengkorak dan membuatnya hangus. Namun keanehan lain terjadi. Angin berhembus dengan kencang membuat abu dari tengkorak terbawa oleh angin dan berubah menjadi gumpalan hitam besar dan perlahan terbentuk mahluk lain, sebuah raksasa dengan tubuh kabut abu.


Suara dari mahluk itu sangat mengerikan, menggema di sekitar membuat angin semakin kencang dan langit menjadi gelap. Tiba-tiba muncul sesosok lain, sesosok pria dengan wajah yang tertutup jubah hitam dan memegang sebuah tongkat.


"Serang manusia hina itu?" perintah sosok pria misterius itu pada raksasa kabut abu dan juga tengkorak lainnya. Ya, sesosok pria itu adalah Tuan dari mahluk tersebut.


Para tengkorak kembali menyerang menyerang begitu pun raksasa kabut abu.


Lun xiang bertarung dan terus menebaskan pedangnya tanpa henti. Melompat, berguling dan meledakkan tengkorak-tengkorak itu. Begitupun juga dengan Naga Api yang terus menyenburkan apinya menghancurkan tengkorak-tengkorak itu.


Lun xiang mendongak sungguh makhluk yang sangat besar.


"Siapa kau?" tunjuknya pada sosok berjubah.


"Berani menginjakkan kaki di tanah para iblis maka bersiaplah mati di tempat ini," Jawabnya dengan suara menggema dan memberi perintah pada raksasa tersebut menyerang Lun xiang.


perlahan kabut itu membentuk sebuah tangan besar dan muncul sebuah senjata setelah itu menebaskan senjata tersebut ke arah Lun xiang membuat ledakan begitu besar.


Boom....


Duuar....


Lun xiang melompat dan berguling menghindari serangan pedang tersebut dan membuatnya selamat.


Naga Api yang melihat tentu saja marah, dia melepaskan kekuatannya dan menghantamkan ke raksasa kabut abu. Tapi sia-sia raksasa itu tidak terluka sedikitpun karena raksasa itu sendiri kenyataannya tidak memiliki tubuh, membuat serangan itu melewatinya begitu saja.

__ADS_1


Lun xiang yang melihat semua itu diam. Sepertinya akan sia-sia melawan raksasa tak bertubuh itu. Matanya melihat ke arah Pria misterius, sepertinya hanya dengan membunuh pria itu maka semuanya akan berakhir.


Lun xiang meminta Sistem memberikan alat untuk dirinya dapat terbang tanpa harus menggunakan karpet terbang. Sistem pun memberikan, sepatu bersayap yang dapat menopang dan membawanya tubuhnya terbang.


"Permintaan anda di terima. Sepatu Bulu Peri di berikan kepada anda."


Secara otomatis sepatu itu langsung terpasang di kaki Lun xiang. Perlahan sayap kecil di sepatu tersebut menggepak dan membawa Lun xiang terbang melayang dan menghampiri pria misterius tersebut.


"Jangan pikir aku takut pada mu makhluk menjijikan. Walaupun kekuatan ku jauh di bawah mu, tapi aku tidak akan menyerah dan ku pastikan aku akan membunuh mu."


"Nyali mu sungguh berani manusia."


Pria misterius itu mengangkat tongkatnya ke atas, sebuah pusaran hitam muncul di langit dan dari portal itu perlahan muncul binatang iblis yang sangat mengerikan.


Lun xiang menggenggam pedangnya dengan kuat. Aura yang di rasakan sungguh sangat kuat. Jantungnya berdetak sangat cepat dan darahnya menjadi panas seakan sedang mendidih.


"Bagaimana bisa ada mahluk seperti itu di dunia ini?" gumamnya dalam hati.


"Lawan anak buah ku. Jangan sampai membuat anak buah ku bosan karena diri mu yang lemah."


Para binatang iblis kini langsung melesat ke arah Lun xiang dan menyerangnya. Pertarungan sengit pun tidak bisa di hindari. Lun xiang menyerang dan membalasa setiap serangan dari binatang tersebut, menghantamkan semua kekuatannya. Menebaskan pedang untuk melukai dan memnunuh binatang iblis.


Sedangkan Naga Api kini bertarung dengan Kabut Abu yang tidak bisa di kalahkan. Mulutnya di buka lebar-lebar, berharap dengan cara menyedot, menelan dalam mulutnya Kabut itu akan menghilang dan selanjutnya membuatnya bisa membantu Tuannya.


Brak.....


Tubuh Lun xiang terlempar dengan kuat mengahantam puing-pung, membuatnya memuntahkan darah dari mulutnya. Tapi Lun xiang tidak menyerah, dia kembali bangkit dan menyerang binatang iblis tersebut. Serangga Bilah Hijau.


.


.


Bertarung.

__ADS_1


__ADS_2