SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Wajah Yang Sama


__ADS_3

Tatapan Lun xiang sangat dingin terhadap pria misterius itu.


Wuus.....


Jubah yang menutupi wajah pria tersebut langsung terhempas memperlihatkan wajah pria tersebut. Wajah yang terlihat tampan tapi kenyataan nya semua itu palsu, bukan wajah asli yang di miliki melainkan sebenarnya memiliki wajah tengkorak yang mengerikan.


Lun xiang mengekang dan menekan pria itu hingga menunjukkan siapa jati dirinya sebenarnya. Terlihat wajah mengerikan yang menyeramkan terlihat jelas di matanya.



Iblis Tengkorak. Ar Gui


"Lepaskan aku manusia sialan!" pintanya terus mencoba melepas ikatan kekangan tersebut.


"Siapa diri mu berani memberi perintah pada ku," ucap Lun xiang dengan sangat dingin dan aura menyebar membuat Pria itu sesak dan tertekan.


Uh.....


Pria tengkorak bernama Iblis Ar Gui benar-benar merasakan kekautan yang amat besar. Bagaimana bisa manusia yang semula lemah tadi berubah menjadi kuat dalam sekejap, sungguh mustahil.


"Siapa kau sebenarnya?"


Tanpa menjawab pertanyaan Iblis Ar Gui Lun xiang membakar tubuh itu dengan kekuatannya. Sebuah kekuatan seperti api hitam perlahan membakar Tubuh Iblis Ar Gui. Tapi sebelum itu terjadi, sebuah kekuatan datang dan menghantam ke arahnya.


Wuuus.....


Syuuut.....


Booom.....


Duuar.......


Lun xiang yang menyadari kehadiran beberapa orang langsung menghalau serangan yang melesat ke arahnya hingga membuat ledakan besar terjadi di udara.


Empat Iblis berdiri tak jauh dari Lun xiang. Pandangan nya penuh tanda tanya siapa wanita itu sampai dengan mudah mengalahkan Iblis Ar Gui.


"Hai manusia, lepaskan Iblis Ar Gui maka kau akan kami ampuni."

__ADS_1


Lun xiang tidak peduli, pandangan nya tidak beralih sedikitpun pada mereka, tetap menatap tajam Iblis Ar Gui.


"Dasar manusia hina! Kami memberi pilihan pada mu tapi kau malah mengabaikan ku. Jangan salahkan aku jika akan mencincang dan membakar tubuh mu," marah Iblis Api



Iblis Api,



Iblis Naga



Iblis Hantu



Iblis Peri


Mereka menatap Lun xiang siapa manusia itu, bagaimana bisa memiliki kekuatan hitam yang amat pekat. Mereka maju ingin menyerang, namun saat dekat dan melihat wajah Lun xiang mereka seketika menghentikan langkah dan niatnya untuk membunuh.


"Hormat hamba Yang Mulia Ratu." Ucap mereka bersama memberi hormat sebagai bawahan.


Lun xiang yang melihat hanya menatap diam, apa maksud mereka memberikan hormat padanya. Dirinya bukanlah ratu, tapi kenapa mereka seolah mengenalnya. Iblis Ar Gui yang melihat terkejut saat rekannya memberikan Hormat pada wanita yang akan membunuhnya.


"Apa yang kalian lakukan. Bunuh wanita ini cepat!" perintah Iblis Ar Gui namun malah mendapatkan hantaman kekuatan dari rekannya, Iblis Naga.


"Lancang!" tatapnya marah dengan keberanian Iblis Ar Gui.


Iblis Ar Gui bingung, apa maksudnya ini? Kenapa rekannya malah membela wanita manusia ini.


"Ampuni kelancangan Iblis Ar Gui Yang Mulia Ratu. Dia tidak tahu siapa anda. Saya mohon lepaskan dia dan saya akan memberikannya pelajaran." Ucap Iblis Peri dengan rasa hormatnya.


"Siapa kalian ini?" satu pertanyaan yang membuat semuanya saling pandang. Mungkinkah Ratu mereka penguasa wilayah Demon Angel Neter melupakan mereka sebagai bawahan nya. Atau karena kejadian waktu itu membuat Ratu mereka lupa akan ingatannya.


"Yang Mulia, apakah anda melupakan kami?"

__ADS_1


Lun xiang diam membuat mereka mengerti, mungkin saja Ratu mereka benar-benar melupakannya saat kejadian mengerikan pada abad perang terdahulu.


Keempat Iblis itu menjelaskan semuanya bahwa mereka adalah sisa dari perang mengerikan di wilayah Demon Angel Neter yang sekarang di sebut sebagai Reruntuhan Kuno. Perang yang di buat oleh seorang Dewa Iblis karena di tolak oleh seorang Ratu dan berakhir menjadi kehancuran wilayah Demon Angel Neter.


Perang itu membuat seorang Ratu mati dan hanya menyisakan Iblis yang berhasil kabur dan menyelamatkan diri. Ke empat Iblis yang saat ini masih tersisa tidak mengetahui jika Ratu mereka telah mati, mereka berpikir Ratu mereka masih hidup di suatu tempat dan kini menganggap Lun xiang sebagai Ratu mereka karena memiliki wajah yang sama.


.


.


Di Kerajaan Tianwhu, Kaisar merasakan ada bahaya yang di alami selirnya. Tapi setelahnya bahaya itu menghilang dan membuatnya bingung, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan selir pertamanya.


"Apa yang terjadi dengan nya. Tadi aku merasakan ada bahaya yang mengancam jiwanya, tapi kenapa tiba-tiba menghilang seolah tidak terjadi sesuatu dengannya." gumamnya berpikir keras.


Kaisar memanggil Yan Chen memintanya untuk menyelidiki apa yang terjadi di Akademi Lan Jian. Yan Chen yang mendengar perintah tersebut langsung mengangguk dan menghilang dari tempatnya, menuju ke Akademi Lan Jian berada.


Sesampainya disana ternyata saat ini beberapa siswa sedang pergi menjelajahi Reruntuhan Kuno bangsa Iblis. Yan Chen yang mendengar tentu saja terkejut saat mengetahui Selir pertama juga ikut dalam Penjelajahan reruntuhan kuno itu. Yan Chen sangat khawatir dengan keadaan selir pertama karena tahu Reruntuhan kuno itu pastinya banyak bahaya yang mengintai.


Yan Chen yang mengetahui kenyataannya langsung kembali melaporkan apa yang terjadi dan Kiasar yang mendengar sangat terkejut. Dia tidak menyangka Selirnya akan melakukan perjalanan membahayakan itu.


"Apakah aku bisa menyusulnya?"


"Tidak bisa Yang Mulia. Di reruntuhan kuno itu tidak ada yang di perbolehkan masuk jika kekuatan mereka di atas Manifestasi. Jika ada yang melanggar maka jiwa dan tubuh mereka akan langsung hancur lebur."


"Tapi di Reruntuhan Kuno banyak sekali bahaya. Kita semua tidak tahu apakah masih ada bangsa iblis yang selamat atau tidak. Jika ternyata masih ada sisa-sisa bangsa iblis itu sungguh berbahaya untuknya."


Yan Chen diam, benar kata Kaisar. Jika benar adanya sisa bangsa iblis, bukankah murid-murid yang menjelajahi pastinya dalam bahaya semua dan itu sungguh tidak bisa di biarkan.


"Kita hanya bisa percaya kepada selir pertama Yang Mulia. Bukankah anda meninggalkan sisa jiwa di cincin selir? Jika memang selir mengalami bahaya anda bisa langsung membantunya dengan kekuatan jiwa anda,"


Kaisar mengangguk, benar kata Yan Chen dia harus percaya pada Selir pertamanya. Selir yang selalu memberikan kejutan untuknya. Berbeda dengan orang lain, mereka malah mendoakan semoga Lun xiang mati di Reruntuhan Kuno di makan hewan spiritual dan mahluk lainnya.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2