SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Kakak Senior.


__ADS_3

Plaaak….


Satu tamparan menghantam wajah orang itu membuatnya kesakitan dan mengaduh karena kerasnya Lun xiang menampar.


Sedangkan orang yang bersama dengan orang yang di tampar Lun xiang cekikikan di belakang melihat keberanian wanita tersebut. Pertama kali bertemu sudah mendapatkan cap lima jari.


"Kenapa kau menamparku?" Tanya Tetua yang ditampar tiba-tiba oleh Lun xiang karena salah target.


Sebenarnya yang mengagetkan Lun xiang bukan Tetua tersebut, melainkan satu murid Tetua tersebut. Hanya saja karena keterkejutannya tangannya meleset, menampar calon gurunya dan akhirnya salah sasaran.


"Maaf, saya tidak tahu bahwa itu anda,"


Wajah Tetua Yu Wang memerah ingin sekali marah dan memukul murid barunya. Tapi dia menahan dan mengontrol emasinya, menghela nafas dengan panjang dan melupakan kejadian yang barusan di alaminya.


"Maaf, adik seperguruan. Sebenarnya aku lah yang membuatmu terkejut. Aku hanya ingin menyapa mu, tapi siapa sangka itu membuat mu kaget dan akhirnya......"


Tetua Yu langsung menatap tajam satu muridnya, memintanya untuk tidak melanjutkan apa yang ingin di katakannya. Kenapa muridnya satu ini sangatlah bobrok dan menyebalkan. Tetua Yu berharap murid barunya tidak seperti murid laki-lakinya.


Tetua Yu tidak memiliki banyak murid, hanya memiliki satu murid di Puncak Petian dan kini bertambah Lun xiang yang berarti kini dia memiliki dua murid berharap murid barunya tidak sebodoh murid satunya, Bai Qianyu.


"Tidak masalah." Jawabnya singkat membuat Bai Qianyu dan Tetua Yu Wang saling pandang. Irit sekali bicaranya.


"Ehem, baiklah kalau begitu mulai sekarang kau resmi menjadi murid di Puncak Petian. Yang ada di samping ku ini adalah murid bodoh ku, dia adalah Bai Qianyu."


Bai Qianyu cemberut di katakan sebagai murid bodoh oleh Gurunya. Tidak bisakah tidak berbicara seperti itu di dapan adik speerguruan barunya, sungguh membuatnya sangat malu.


"Bai Qianyu,"


"Lun xiang,"


"Karena kalian sudah saling kenal, aku percayakan Xiang'er pada mu," ucap Tetua Yu pada Bai Qianyu dan setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua. 


"Aku akan membawamu ke tempat tinggal mu, ikuti aku."


Bai Qianyu membawa Lun xiang menuju tempat yang akan menjadi tempat tinggal Lun xiang nantinya. Lun xiang melihat sekeliling. Selama berjalan, kenapa tidak menemukan satupun murid disana. Kemana mereka?


"Apa murid disini sedang berlatih di luar, aku tidak melihat mereka ada disini?"


"Murid?" Bingung Bai Qianyu mendengar pertanyaan Lun xiang. Ah ya, Lun xiang tentu saja belum mengetahui bahwa hanya ada mereka di Puncak Petian.


"Hehe….tidak ada yang lainnya, hanya ada kita disini,"

__ADS_1


Lun xiang menatap bingung. apa maksudnya. Tunggu, tidak mungkin hanya ada mereka berdua kan.


"Ya, guru tidak pernah mendapat murid baru. Mereka tidak ada yang mau bergabung dengan Puncak Petian. Entah apa alasannya aku tidak tahu. Mungkin karena guru yang lemah."


"Lemah?"


"Ya, jika saja guru adalah Tetua yang kuat seperti Tetua lainnya, aku yakin banyak murid yang akan bergabung di Puncak Petian. Tapi nyatanya tidak ada satupun, bukankah itu berarti Guru adalah terlemah di antara tetua lainnya."


"Aku tidak merasa seperti itu."


"Kenapa? Apa kau berpikir guru itu kuat?"


Lun xiang tidak menjawab, melanjutkan langkahnya menuju tempat tinggalnya. Dan tak lama kemudian, Lun xiang dan Bai Qianyu kini sampai di tempat sebuah bangunan, tempat yang akan menjadi tempat tinggal Lun xiang nantinya. Sebuah bangunan yang di bangun menggunakan bambu.


"Nah, kita sudah sampai. Mulai saat ini tempat ini akan menjadi tempat tinggal mu." Lun xiang hanya diam menatap tempat tinggal barunya, sungguh buruk. Tidak adakah yang lebih baik lagi, pikirnya. "Ku harap kau betah." Sambung Bai Qianyu.


.


.


Pagi hari. Bai Qianyu datang mengunjungi adik seperguruan. Namun sampai disana terlihat masih sepi, tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Lun xiang berada.


Tok….Tok….Tok….


Cukup lama Bai Qianyu menhetuk pintu tetap saja yang penghuni kediaman tidak membukakan pintu dan itu membuatnya sangat kesal, kemana adik seperguruannya itu.


Bai Qianyu pun masuk tanpa permisi, mencari keberadaan Lun xiang dan ternyata wanita itu masih menikmati tidurnya di pagi hari. Bai Qianyu menggelengkan kepala sambil bersedekap dada, menatap Lun xiang yang pulas.


"Xiang'er….!"


Merasa nama nya di panggil Lun xiang perlahan membuka mata dan terkejut saat di hadapannya berdiri kakak seperguruannya. Tanpa berkata satu patah kata pun, Lun xiang mengangkat kakinya dan menendang Bai Qianyu hingga terpental ke luar.


Bugh.....


"Mesum,"


Adik seperguruan apa yang kau lakukan, kenapa kau menendang ku?" Teriaknya di luar sambil memegang perutnya yang nyeri.


Jika kau berani masuk, aku akan membunuh mu," jawab Lun xiang dengan ancaman dengan nada mengerikan, membuat Bai Qianyu menelan ludah.


Setelah Lun xiang membersihkan tubuhnya, Bai Qianyu membawa Lun xiang ke hutan. Hutan milik Akademi Lan Jian.  Disana tidak hanya ada mereka saja, banyak murid dari Tetua yang lain juga ada disana untuk berlatih.

__ADS_1


Kedatangan mereka berdua membuat perhatian semua murid dan menatap ke arah mereka. Tatapan yang merendahkan. Lun xiang yang melihat tatapan itu, mengernyitkan kening. Ada apa dengan tatapan itu. 


"Abaikan saja. Jangan pedulikan mereka."


Namun tidak semudah itu Lun xiang mengabaikannya. Mereka tiba-tiba datang dan mencari masalah dengannya.


"Yo…Yo….apakah ini murid dari Tetua tidak berguna itu? Oh, ternyata bertambah satu lagi muridnya yang tidak berguna." tatapnya pada wanita yang berada di samping Bai Qianyu


Lun xiang yang mendengar menatap dingin. Beraninya pemuda itu menghinanya.


Beberapa orang pemuda dari Tetua lain dengan seragam bersama hijau menatap remeh. Seolah mereka adalah manusia paling kuat di muka bumi. Lun xiang tanpa berkata sedikitpun melesat dan setelah itu menampar orang tersebut, membuat pria itu langsung terpental dan menabrak pohon.


Plaaak.....


Bugh.........


"Sialan! Dasar wanita busuk!" Teriak pemuda itu geram saat merasakan sakit di wajahnya. Beraninya wanita itu menamparnya. "Kau…!" Tunjuknya pada Lun xiang dan Bai Qianyu. 


"Ada apa dengan kami?" Tanya Bai Qianyu menyebalkan pura-pura tidak tahu bahwa adik seperguruannya adalah pelakunya. Padahal dia sangat jelas melihat pergerakan itu.


"Akan ku bunuh kau sialan!"


"Hm, masalahnya apa kau mampu," ejek Bai Qianyu membuat rahang pemuda itu mengeras dan giginya bergemerutuk karena marah.


"Kurang ajar! Kau meremehkan ku?"


"Kalau iya kenapa,"


"Bunuh dia," perintahnya pada bawahannya tidak ingin melihat wajah menyebalkan Bai Qianyu dan wanita yang memukulnya barusan.


Pertarungan pun terjadi. Suara dentingan pedang, pukulan dan ledakan menggema di tempat itu membuat murid lainnya datang karena penasaran apa yang terjadi. Dan ternyata kelompok Geng Yi Lao dan Murid Tetua Yu Wang sedang bertarung.


Boom


"Kita tinggalkan tempat ini." Lun xiang menarik tangan Bai Qianyu dan mengajaknya pergi setelah melemparkan Bom asap pada mereka. 


.


.


.

__ADS_1


Bersambung 


  


__ADS_2