SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Kedatangan Kaisar.


__ADS_3

Setelah berhasil menyerap Teratai tujuh warna Lun xiang langsung pergi ke halaman belakang untuk melihat seberapa kuat kekuatannya saat ini.


Siing.....


Lun xiang mengeluarkan Pedang Naga Api dan menebaskan pedang tersebut dengan kekuatan benuh.


Syuut.......


Boom.......


Duuar.......


Tempat itu hancur dan terbakar oleh kuatnya serangan yang di lepaskan.


Lun xiang yang melihat terkejut, sungguh kekuatan yang besar. Selain itu juga pedang yabg di gunakan juga bukanlah sembarang, membuat kekuatan serangannya bertambah kuat.


Lun xiang kembali mwngayunkan pedangnya, membuat gerakan berlatih pedang dan melepaskan kekuatannya membuat ledakan berulang kali terjadi dan menggema.


"Tubuh mu kini sudah semakin kuat."


"Ya dan aku tidak sabar untuk menjelajahi reruntuhan itu." Pria tua mengangguk, tidak lama lagi mereka pasti akan pergi kereruntuhan itu.


Setelah lelah berlatih Lun xiang kembali kelediamnnya, melepas pakaiannya dan akan membersihkan doirnya yang penuh dengan keringat. Perlahan tangannya melepaskan pakaiannya, berbicara teronggok di lantai begitu saja.


Rambutnya tergerai indah dan masuk dalam bak mandi, merebahkan tubuhnya disana. Matanya terpejam menikmati hangat air dan wangi oleh bunga mawar yang di taburkannya.


Setelah selesai, Lun xiang menanjak mengambil pakaiannya dan merebahkan tubuhnya di ranjang untuk istirahat. Tapi baru saja dirinya memejamkan mata, pria tua mengatakan jika ada seseorang yang menuju ke arahnya. Lun xiang yang mendengar langsung bangkit dan bersembunyi tak lupa juga mengeluarkan Pedang Naga Api untuk berjaga-jaga siapa tahu orang tersebut adalah musuhnya.


"Bangun, ada seseorang yang datang," 


"Siapa?"


"Aku tidak tahu. Tapi aura ini sedikit akrab."


Lun xiang mematikan lilin di kamarnya dan setelah itu bersembunyi di balik sebuah pintu, menunggu siapa seseorang yang datang pada malam-malam hari seperti ini di kediamananya.

__ADS_1


Wuus….


Dua orang muncul di dalam kamar Lun xiang dan melihat sekeliling, tidak ada seorang pun disana.


Lun xiang yang berada di balik pintu mengernyitkan dahinya melihat dua orang datang ke kamarnya. Siapa dua orang itu? Kenapa datang ketempatnya? Mungkinkah seseorang yang ingin membunuhnya.


"Yang Mulia,"


"Biarkan saja." 


Kaisar duduk di ranjang mengibaskan tangannya meminta Yan Chen pergi meninggalkannya dan Yan Chen mengangguk meninggalkan kaisar, menunggu di tempat tak jauh dari kediaman tersebut. Dan kini tinggallah kaisar dan Lun xiang yang berada dalam satu ruangan.


"Apa kamu akan tetap bersembunyi?" 


Lun xiang yang mendengar mengerutkan kening. Bagiamana bisa Pria itu menyadari keberadaannya. Tunggu! Suara itu. Suara yang di kenalnya. Sial! Kaisar. Jadi kaisarlah yang datang ke tempatnya. Bagaimana dia bisa secepat ini menemukan keberadaannya.


Lun xiang mendengus dan keluar dari persembunyiannya, duduk di kursi sambil menyilangkan kakinya. Ada apa kaisar itu datang menemuinya?


"Apakah ada hal penting yang membuat kaisar jauh-jauh datang menemui ku?"


"Apakah kau tidak mengharapkan kehadiran ku?"


"Aku tidak mau,"


"Akan ku paksa."


Lun xiang menatap tajam kaisar, kesal. Kenapa kaisar ini menganggu waktunya. Tidak bisakah dia membiarkan dirinya menikmati waktunya tanpanya. Setidaknya jangan menganggunya sampai dia menjadi kuat.


"Jangan harap anda bisa memaksa ku, Yang Mulia. Saya tidak ingin kembali ke istana. Saya masih ingin berada di luar untuk melihat seperti apa dunia ini."


Mata Kaisar menyipit, apa maksud selirnya itu.


"Di luar terlalu berbahaya untuk mu, aku tidak mengizinkan nya."


"Terserah anda mengizinkan atau tidak, saya tidak peduli. Jika anda tetep kukuh ingin membawa saya kembali untuk saat ini, saya tidak segan untuk melawan anda." Jawab Lun xiang dengan nada dingin penuh perlawanan.

__ADS_1


Kaisar menyinggingkan senyumnya. Selirnya ini di lihat semakin berbeda tidak seperti terakhir kali mereka bertemu. Kaisar beranjak dari tempatnya dan menghampiri Lun xiang, mengukungnya dan mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Lun xiang.


Tik…


Kaisar menjentikkan jarinya, membuat lampu di ruangan itu menyala semua, hingga terlihat jelas wajah Lun xiang yang cantik dengan pakaian malam nya.


Lun xiang menatap mata itu, mata yang menurutnya indah. Tapi secepatnya dia menggelngkan kepala takut terpesona dengan wajah tanpan suaminya.


"Menjauhkan. Kenapa anda begitu dekat seperti ini." Lun xiang mendorong dada Kaisar. Bisa-bisa sesak nafas melihat ketampanan yang sempurna itu.


Bukannya menjauh, kaisar malah menarik dagu Lun xiang, memintanya menatap ke arahnya.


"Kau semakin berani selir ku. Membuat ku semakin menginginkan mu."


"Apa?" Lun xiang terkejut dan menatap kaisar yang menurutnya aneh. Tersenyum lagi. Kaisar menyunggingkan senyumnya saat melihat Lun xiang menatapnya dengan aneh.


"Kembalilah bersama ku,"


"Tidak."


"Kenapa?"


"Kau tidak perlu tahu."


"Apa begitu inginkan kamu menjadi kuat hingga kau tidak ingin kembali ke istana? Aku bisa melindungi mu,"


Aku bukan wanita lemah yahg perlu di lindungi. Aku bisa melindungi diri ku sendiri."


Lun xiang menatap kaisar. Tentu saja seperti itu, apalagi jika bukan. Dia tidak ingin menjadi lemah. Di dunia baru nya ini dia ingin menjadi kuat dan membuktikan bahwa hidupnya lebih baik dari sebelumnya. 


Lun xiang tidak menjawab, mendorong tubuh kaisar agar menjauh. Ia berdiri dan menuju jendela menatap langit yang bertaburan bintang. Apapun yang terjadi dirinya harus menjadi kuat.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2