SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Beberapa Orang Berpakaian Hitam


__ADS_3

Malam harinya, kaisar tidur di tempat Lun xiang. Walaupun sudah di usir tapi tetap saja pria itu ngotot berada disana, tidak tahu malu. Tengah malam Lun xiang menyeringai melihat Kaisar yang tertidur pulas setelah tadi di beri obat tidur yang di beli dari Sistem X.


Lun xiang melakan hal itu karena ingin kabur dari istana. Jika dia tidak melakukan hal itu pastilah kaisar akan menghentikan niatnya dan mengurungnya di istananya. Lun xiang sudah siap. Rambutnya di kucir kuda, tak lupa di tambah hiasan pengikat berwarna emas, menambah kesan cantiknya.


Merasa sudah waktunya untuk pergi, Lun xiang keluar lewat jendela, tak lupa matanya melihat sekeliling, melihat ke arah anak buah bayangan kaisar yang berjaga di sekitar. Lun xiang bersembunyi di tempat-tempat yang aman, mengeluarkan tembak bius untuk membuat mereka pingsan.


Jleb...


Jleb...


Jleb...


Beberapa tembakan berhasil tepat sasaran, membuat mereka yang bersembunyi di setiap tempat yang gelap langsung roboh tak sadaekan diri setelah mendapatkan tembakan bius dari senjata Lun xiang.


Maaf, membuat kalian seperti ini."


Lun xiang berlari keluar dari kediamannya. Tak lupa selalu waspada terhadap para penjaga di istana. Setelah dengan hati-hati bertindak, Lun xiang akhirnya berhasil keluar dari Istana. Menatap dingin tempat yang menjadi tempat pertama tinggal saat dirinya berada di dunia barunya. Tanpa berkata sedikitpun Lun xiang begerak cepat meninggalkan istana kerajaan.


"Selamat tinggal," 


Lun xiang berpikir, ini akan menjadi akhir dia berada di istana. Tapi apa yang terjadi belum tentu seperti apa yang di inginkannya. Karena tidak mungkin sang kaisar akan melepaskan Lun xiang. Dan tentunya pasti akan mencari selir bodoh yang sekarang menjadi nakal itu.


"Apa kau siap berpetualang untuk meningkatkan kekuatan?" Tanya Pria tua.


"Tentu saja," jawab Lun xiang senang.


"Apa kau tidak ingin membuat kaisar jatuh cinta lebih dulu dengan mu?"


"Aku tidak memikirkannya untuk saat ini,"


"Baiklah. Jika itu keputusan mu." Jawabnya tidak ingin memaksa.


Mereka pergi peninggalan istana, melewati berbagai tempat yang menarik. Tak Lupa Lun xiang juga terus meningkatkan kekuatannya, tidak pernah bermalas-malasan sedikit pun.  


Lun xiang saat sampai di pasar dia membeli seekor kuda untuk mempermudah perjalan nya. Tidak mungkin dia akan berjalan kaki menempuh perjalanan jauh, itu akan membuat kakinya lelah dan membuang waktu.


"Apakah akan banyak misi yang akan ku terima untuk menjadi kuat?"

__ADS_1


"Tentu saja. Tidak hanya menjadi kuat, kau juga harus membuka setiap misi-misi agar mendapatkan banyak bonus. Kau juga bisa menjual beberapa barang berharga untuk di jual di Sistem dan bisa kau gunakan untuk menukar barang yang ada di Shop Sistem."


"Baiklah. Kalau begitu apa misi pertama ku?"


"Membunuh beberapa orang yang kini sedang mengikuti mu,"


Lun xiang terkejut. Benarkah ada yang mengikutinya. "Apakah orang-orang itu ingin membunuh ku?"


"Yang jelas seperti itu. Bersiaplah menerima misi,"


"PEMBERITAHUAN. Beberapa orang berpakaian hitam mengarah pada anda. Dari kekuatan mereka berada di Tingkatan Langit Yuan pertengahan dan Tingkat Yuan Dan puncak. Silahkan selesaikan misi level C maka anda akan menerima hadiah dari sistem."


Penjelasan Sistem X membuat Lun xiang terkejut. Ternyata benar bahwa ada yang mengikutinya.


Lun xiang memacu kudanya lebih cepat, membawa mereka ke tempat sepi. Bersyukur mereka berada di tahap itu, ada sedikit keyakinan untuk mengalahkannya. Yah walaupun sedikit sudah untuk melawan musuh di Tingkat Yuan Dan Puncak.


Walaupun sebelumnya dirinya pernah melawan hewan spiritual Tingkat Epik, berbeda dengan manusia yang memiliki kecerdasan dan tubuh yang kecil, tidak seperti hewan spiritual yang besar. Dan itu pastinya akan sedikit susah untuk mengatasinya. Tapi Lun xiang percaya akan kekuatannya, bahwa mampu mengalahkan mereka semua.


"Baiklah, kalian akan menjadi bahan latihan ku,"


Beberapa orang berpakaian hitam mengejar Lun xiang yang menjadi target untuk di bunuhnya. Lun xiang semakin mempercepat laju kudanya, mencari tempat yang sepi untuk mereka bertarung.


Boom…


Duuar…


Sebuah kekuatan di lepas dan melesat ke arah Lun xiang.


Lun xiang yang melihat melompat dari kudanya menghindari serangan tersebut. Beruntung dirinya berhasil menghindari. Jika tidak sudah di pastikan dirinya akan menjadi daging panggang yang gosong.


Lun xiang berdiri menatap mereka yang kini muncul berbaris tak jauh darinya. Tatapan Lun xiang begitu dingin dan datar. Beraninya mereka menyerangnya tanpa meminta izin terlebih dahulu, apakah dirinya mengizinkan atau tidak dan tiba-tiba menyerang begitu saja.


"Siapa kalian?" Tanya nya dengan nada begitu dingin, membuat mereka sedikit terintimidasi apalagi melihat tatapan Lun xiang yang tajam. Semua orang yang menghadangnya memakai topeng, membuat Lun xiang tidak dapat mengenali satu persatu wajah mereka.


"Kau tidak perlu tahu siapa kami. Kami hanya di tugaskan untuk membunuh mu,"


"Membubuh ku? Heh, jika kalian mampu,"

__ADS_1


Lun xiang dengan gerakan cepat maju dan menyerang, tanpa memberikan mereka kesempatan untuk menyerang lebih dulu. Pisau pendek yang digunakan menebas, menyayat mereka satu persatu. Gerakan aneh yang di lakukan Lun xiang membuat mereka bingung dan susah menghadapinya.


"Sialan! Kenapa wanita ini sangat Licin?"


Mereka begitu kesusahan dengan serangan jarak dekat yang di lakukan Lun xiang. Saat mereka menebaskan pedang dan senjata lainnya, Lun xiang dengan gerakan yang cantik, mengahalaunya. Bahkan kaki nya tidak tinggal diam, ikut bergerak menendang tubuh mereka.


Lun xiang menggunakan seni beladiri modern. Mengayunkan tangan, menghalangi serangan pedang dari beberapa orang yang menyerangnya secara bersamaan. Bahkan tubuhnya begitu Lincah, bergerak dengan lemas menghindari serangan demi serangan.


Lun xiang menangkis serangan itu dengan pisaunya,  membuat dentingan suara benda saling beradu begitu nyaring.


Ting.....


Ting.....


Lun xiang mendorong pria bersenjata itu dengan kekuatan penuh dan menghindari serangan pria lainnya juga. Membuat pertarungannya begitu sengit. 1 Lawan 6, benar-benar tidak seimbang. Namun Lun xiang masih dapat mengimbangi mereka semua.


Mereka juga mengeluarkan beberapa jurus kekuatan mereka untuk membunuh Lun xiang. Bola-bola api dan jurus lainnya menghantam ke arahnya membuat Ledakan-ledakan besar dan menghancurkan tempat itu.


Lun xiang meminta Sistem X memberikan sebuah senjata api untuk mempermudah membunuh mereka. Sistem X menunjukkan semua macam dari senjata api dari harga terendah dan termahal. 


Lun xiang membeli dua buah pistol dan beberapa peluru. Di Shop Sistem, dan sistem pun menyetujui.


"Aku pilih ini. Berikan aku dua beserta peluru nya,"


"Sistem menerima pesanan. Pembelian berhasil. Selamat berhasil membeli senjata api Pistol Otomatis."


Lun xiang kini menerima dua pistol di tangannya. Siap untuk digunakan membunuh mereka semua dengan cepat  


.


.


.


Bersambung 


Revisi

__ADS_1


Maaf baru Update. Tadi ada acara, jadi tidak bisa menulis cerita. Tidak sempat🙏🙏🙏🙏


__ADS_2