SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Bunga Naga Terbang


__ADS_3

Revisi


Lun xiang terbang menggunakan karpet merahnya, begitu santai menikmati perjalanan nya. Saat melewati suatu tempat, Sistem X tiba-tiba memberikan misi padanya, mengambil Bunga Naga Terbang, sebuah bunga berwarna ungu, yang memiliki kelompok bunga panjang-panjang berjumlah 30 buah. 


"Misi di berikan. Terdeteksi Bunga Naga Terbang. Bunga itu berada sekitar 200km dari tempat kita berada. Dapatkan dan ambil hadiahnya."


Lun xiang yang mendengar langsung mengintip di balik karpet terbangnya, melihat ke arah bawah. Apakah benar ada sesuatu hal yang berharga di bawah sana. 


"Baiklah, ayo kita turun dan dapatkan Bunga Naga Terbang," 


Lun xiang begitu semangat. Dia yakin setelah berhasil, Sistem akan memberikan hadiah yang berharga seperti sebelumnya. Oleh sebab itu, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan.


Karpet Merah meluncur menuju tempat yang di tunjukkan Sistem. Saat sampai disana, Lun xiang yang masih berada di atas karpet merahnya menatap arah bawah yang ternyata ada pertarungan yang di lalukan beberapa orang.


"Mungkinkah mereka bertarung karana bunga itu?" Gumamnya melihat pertarungan itu.


Lun xiang menyentuh dagunya, apa yang akan di lakukannya. Menunggu mereka atau langsung ke tempat bunga itu berada. Setelah lama berpikir, akhirnya dia memutuskan untuk langsung menuju le tempat bunga itu berada.


Pertarungan itu sungguh sengit. Beberapa kelompok pendekar bertarung untuk memperebutkan Bunga Naga Terbang, yang khasiatnya bunga itu dapat di gunakan untuk meregenerasi tubuh jika tubuh terluka parah. Bisa juga dapat menghidupkan kembali apabila pemilik tubuh sekarat dan masih menyisakan satu nafas.


Lun xiang tidak peduli dengan pertarungan itu, dia memilih langsung ke tempat itu, melesat dengan karpet merahnya.


"Tunjukkan dimana bunga itu berada. Aku akan mengambilnya." Tanyanya pada Sistem


"Bunga itu berada di jarak 100m dari tempat anda berada."


"Baiklah. Kita mulai saja misinya." Lun xiang menyeringai, mengambil kesempatan di saat yang lain sedang berusaha.


Lun xiang memberi perintah pada karpet merah untuk menuju tempat yang di tunjukkan sistem. Dan tak membutuhkan waktu lama, Lun xiang akhirnya sampai di tempat tersebut, tepat berada di depan sebuah gua yang cukup besar.


Lun xiang melihat sekeliling, benarkah ini tempat nya. Matanya menatap ke arah pintu gua, terlihat sebuah bunga bersinar tepat berada di depan pintu gua. Aura yang terpancar sungguh begitu kuat, pantas saja jika beberapa pendekar tadi menginginkannya.


Lun xiang melompat turun dan melihat sekitar, semoga saja tidak ada bahaya yang menghampirinya. Dia perlahan melangkah dengan pelan agar tidak menimbulkan suara. Saat berada tak jauh dari bunga tersebut, sepasang mata yang sangat besar berada di dalam gua menatap dengan tajam.


"PERINGATAN! PERINGATAN! Ada bahaya mendekat!"


Sistem mendeteksi ada bahaya besar mengintai Lun xiang. Lun xiang yang mendengar tentu saja terkejut, bahaya apa itu.


Saat Lun xiang ingin menghindar dan bersembunyi dari bahaya tersebut, seekor Ular berukuran raksasa muncul di hadapannya. Ular itu memiliki tubuh yang sangat besar dan di punggungnya terdapat duri-duri panjang berwarna hitam, terlihat Ular itu sangatlah kuat dan berbahaya.

__ADS_1


Boom….


Ular besar itu menyerangnya, mencoba menelannya. Namun dengan cepat Lun xiang menghindar berguling dan berlari sehingga kepala itu membentur, menghancurkan batu besar di sekitar dan langsung hancur berkeping-keping.


Lun xiang berdiri di atas sebuah batu besar, menatap Ular raksasa yang ada di hadapannya. "Aku benar-benar tidak percaya jika ada hewan besar seperti ini,"


"Itu adalah Ular Naga hitam. Umurnya mungkin sudah sekitar ratusan ribu tahun. Di lihat dari tubuhnya, Ular itu sepertinya akan menjelma menjadi Naga."


"Menjadi Naga? Bagaimana bisa?"


"Tentu saja bisa. Jika dia menginginkannya dia harus melewati petaka guntur langit. Tapi itu tidaklah mudah, karena jika sampai gagal tubuhnya akan hancur oleh guntur itu. Dan mungkin itulah alasannya dia saat ini berada di sini, menunggu waktu yang pas untuk menelan bunga tersebut."


"Jika seperti itu bukankah aku harus melawan dan mengalahkan Ular raksasa ini jika ingin mengambil bunga itu?"


"Kau tidak perlu membunuhnya. Ambil saja bunga itu maka misi mu akan selesai, entah bagaimana cara mu melakukannya,"


"Tapi tetap saja itu tidak akan mudah,"


"Terserah bagaimana cara mu melakukan nya,"


Huh, Lun xiang menghela nafas dengan berat. Belum juga memiliki cara untuk mengalahkan Ular besar itu, Lun xiang sudah di serang kembali, membuat Lun xiang terpaksa harus menghindar dan berlari, melompat menghindari setiap serangan dari Ular Naga Hitam.


Boom....


Boom....


Ssst…..


Ular itu mendesis, terus mengejar kemana pun Lun xiang berlari.


Dari arah tak jauh dari tempat itu pertarungan beberapa pendekar langsung berhenti saat mendengar suara ledakan dan raungan mengerikan. Mereka melihat ke arah sumber suara dengan mata menyipit, suara apa itu. Dan saat Lun xiang serta Ular itu semakin dekat betapa terkejutnya mereka melihat seekor Ular dengan tubuh raksasa mengarah ke arah mereka.


"Lari...!!! teriak seorang di antara mereka untuk menghindari ular tersebut.


Boom.....Duuar.....


Tubuh mereka terpental karena terlambat untuk menghindar. Begitu pun dengan Lun xiang yang berguling-guling karena serangan tersebut.


Cih, Lun xiang meludah, mengusap mulutnya yang mengeluarkan sedikit darah karena serangan tersebut. Matanya menatap tajam ke arah Ular besar itu dan setelah itu kembali lari.

__ADS_1


Ular Naga Hitam meraung dengan suara keras menggelegar. Ular itu tentu saja marah karena tahu mereka ingin mengambil sesuatu yang di jaganya selama ini.


Gooar….


Raung ular itu marah dan bergerak ke arah mereka, kembali menyerang.


"Sial! Kita harus kabur. Ular ini bukanlah lawan kita." Teriak seorang dari mereka. 


Mereka hendak melarikan diri. Namun Ular Naga Hitam tidak memberikan kesempatan. Ular itu mengayunkan ekornya yang besar dan menghantamkan ke arah mereka, membuat mereka semua terpental dan terluka.


Bugh.....


Uhuk…. Uhuk….


Mereka terpental dan terluka, memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


Sssst……


Ular itu berdiri, menatap dengan mata besarnya. Niat membunuh menguar membuat mereka semua tertekan dan sesak.


Mereka semua mengeluarkan kekuatan mereka, menahan tekanan niat membunuh dari ular itu. Tapi karena kekuatan mereka di bawah Ular Naga Hitam, membuat mereka roboh dan memuntahkan darah dari mulutnya.


"Sial! Apakah akan mati disini?" gumam mereka dalam hati tidak bisa menghindar dari Ular Naga Hitam.


Ular itu menyenburkan nafas apinya, membuat api berkobar dan melesat ke arah beberapa pendekar itu, membuat tubuh mereka terbakar dan langsung meleleh, hancur dalam sekejap.


Aaaaa.......!!!!


Lun xiang menoleh ke arah Ular tersebut. Di lihatnya mereka terbunuh dengan mudah oleh Ular raksasa itu. Lun xiang tidak ingin membuang kesempatan. Saat ular itu sibuk dengan para pendekar itu, dia berencana untuk mengambil Bunga Naga Terbang. Dengan gerakan dan langkah cepat, Lun xiang pergi menuju gua.


Setelah sampai di depan Bunga tersebut, Lun xiang menatap dengan wajah datar. Hanya karena bunga ini dia harus berurusan dengan Ular raksasa mengerikan itu. Lun xiang perlahan mendekati dan mengulurkan tangan untuk memetik Bunga tersebut. Tapi sebelum dia berhasil memeriksa, setetes cairan kental jatuh dari atas. Lun xiang yang melihat lanbsung mendongak, betapa terkejutnya dia melihat Ular itu sudah berdiri dibelakangnya.


Glek….


.


.


Bersambung 

__ADS_1


__ADS_2