SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Ular Naga Terbang.


__ADS_3

REVISI


Glek….


Lun xiang menelan ludah saat melihat ular itu sudah berada di dekatnya. Matanya yang besar kini menatap Lun xiang dengan tajam seolah ingin menelannya hidup-hidup.


Lun xiang tidak menyangka ular itu dengan cepat berada di dekatnya. Padahal barusan di lihatnya ular itu masih bertarung dengan beberapa pendekar. Mungkin karena tubuh ular itu yang sangat besar, membuat ular itu dengan cepat menyusulnya.


"Sial! Aku ketahuan."


Lun xiang perlahan bergerak, melangkah dan mencoba kabur. Tapi sebelum itu dia harus mengambil Bunga Naga Terbang, tidak ingin usahanya sia-sia.  


Ular Naga Hitam terus menatap, matanya bergerak sesuai langkah Lun xiang yang mundur. Tidak ada pergerakan bahwa ular itu akan menyerang. Lun xiang yang melihat dengan cepat mengambil bunga itu dan setelah itu berlari dengan kencang


Goar...


Boom….


Lun xiang melompat saat kepala itu menyerangnya dengan kuat. Dia berlari dengan cepat menghindari setiap serangan ular raksasa. Ular itu mengejar kemana Lun xiang berlari karena Lun xiang berani membawa Bunga NagaTerbang. 


Goooar….


Ssst….


Boom….


Tempat yang di lewati menjadi hancur. Semburan api dan hantaman kepala ular membuat tempat itu rusak dan terbakar.


Lun xiang tidak berhenti, terus berlari menghindari. Sesekali dia juga menyerang melemparkan beberapa bom ke arah Ular raksasa. Namun serangannya sama sekali tidak mempan. Ular itu bahkan malah menerima Bom-Bom itu meledak di tubuhnya, terus mengejar dan mengambil miliknya.


Lun xiang terkejut karena Ular itu sama sekali tidak terluka. Bahkan malah menerima bom yang di lemparkannya.


"Kulitnya keras sekali."


Gooar….


Boom…..


Lun xiang terpental menabrak beberpaa pohon akibat terkena hantaman ekor.


Bugh....


Braak....

__ADS_1


Braak....


Pohon itu langsung patah oleh tubuh Lun xiang yang menabraknya dengan keras. Darah langsung muncrat karana kuatnya hantaman tersebut.


"Uhuk....Uhuk...Sialan!" umpatnya sangat kesal karena berulangkali ular raksasa itu melukainya.


"Apa yang harus ku lakukan? Apakah tidak ada benda yang dapat melukainya?"


"Ambil ini, mungkin ini dapat melukainya walau kemungkinan hanya kecil."


Sebuah Meruam muncul dan Lun xiang langsung memfokuskan, membidik Meriam dan setelah itu melepaskannya.


Dug...


Wuus....


Boom....


Duuuar.....


Kepala Ular itu terkena ledakan, membuat Ular itu oleng dan roboh. Tapi itu tidak membuat Ular itu mati. Ular Naga Hitam kembali bangkit dan mengejar Lun xiang.


Sedangkan Lun xiang setelah menembakkan Meriamnya, dia langsung kabur karena yakin tidak akan bisa membunuh Ular tersebut.


Lun xiang melempar beberapa botol bensin dan menyiramkannya di tanah, dan setelah itu melemparkan api membuat tempat itu terbakar.


Gooar....


Ular itu tidak peduli, menerjang api itu dan kembali mengejar. Lun xiang melompat dari pohon satu ke pohon lain. Nafasnya memburu karena sejak tadi berlari tanpa henti.


"Sial! Sepertinya raksasa ini tidak akan berhenti mengejar ku. Mungkin karena bunga ini ada bersama ku,"


Lun xiang mengambil Bunga NagaTerbang, menatapnya. Pikirannya bagaimana caranya menyingkirkan ular raksasa itu. Mungkinkah jika bunga ini di buang Ular itu akan berhenti mengejarnya.


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Sepertinya ular itu akan berhenti jika aku membuang bunga ini."


"Apa kau gila? Kau sudah bersusah payah mendapatkannya, tapi kau akan membuangnya begitu saja. Tidak! Aku tidak mengizinkan."


Lun xiang tidak peduli. Dia melempar bunga itu ke sebuah jurang yang ada di depannya. Seringai muncul di bibirnya dan setelah itu melompat dengan tinggi, menyebrangi jurang yang lebar. Beruntung Lun xiang berhasil menyebrangi.


Ular Naga Hitam yang melihat berhenti, menatap Lun xiang yang sudah berada di sebrang jurang.

__ADS_1


Goaar....


Ular itu berbalik meninggalkan Lun xiang, membuat Lun xiang merasa lega. Terlentang masih dengan nafas memburu karena lelah.


Tidak ingin mengulur waktu, Lun xiang beranjak, melihat ke arah jurang dengan menyipitkan mata.  


"Apa yang akan kau lakukan setelah ini? Bagaimana cara mu mendapatkan kembali bunga itu?"


"Kita tunggu sebentar," 


Lun xiang duduk bersila, menunggu sesuatu. Pria tua yang melihat bingung, kenapa Lun xiang malah diam.


Lama menunggu, akhirnya yang di tunggu muncul juga. Perlahan Bunga yang terbungkus sesuatu kini muncul, melayang di depan mereka. 


Sebelumnya, sebelum Lun xiang melempar bunga itu, dia membeli sebuah benda balon udara kecil dan juga pembungkus kecil untuk menyimpan Bunga tersebut. Dan setelah itu melemparkan bunga, berharap bunga itu tidak jatuh ke dasar jurang. Dan benar saja, bunga itu kini melayang di hadapannya. 


Lun xiang mengambil sebuah tali dan melemparkannya, menarik balon udara kecil dan kini ada di genggamannya. Selain dapat selamat dari Ular raksasa itu, kini Lun xiang dapat menyelesaikan misi yang di berikan Sistem padanya.


"Selamat, misi berhasil di selesaikan. Mendapatkan Bunga Naga Terbang dan selamat dari kematian. Misi rahasia pun berhasil anda selesaikan. Anda berhak mendapatkan hadiah dari sistem. Silahkan ambil hadiah dan semangat untuk menjadi kuat."


"Misi rahasia? Apa maksudnya?" Tanya Lun xiang bingung saat Sistem X menjelaskan dirinya berhasil menyelesaikan misi rahasia.


"Itu misi bertahan hidup. Bukankah kau berhasil selamat dari ular itu. Maka kau berhak mendapatkan hadiah tambahan."


"Ternyata begitu," Lun xiang mengangguk-anggukkan kepala. "Berapa poin yang ku miliki saat ini?" Tanyanya pada Sistem. 


"Poin yang anda miliki saat ini 2500 poin. Anda bisa membeli beberapa barang yang ada di Shop. Dan mendapatkan potongan sebesar 30%,"


"Potongan 30%, maksudnya?"


"Poin mu sudah lebih dari 1000 poin. Maka dari itu Sistem memberikan potongan harga setiap kali kau membeli barang di Shop."


"Oh begitu. Oh ya, lalu bunga ini, bagaimana?"


"Itu milik mu. Sistem hanya membantumu. Saat kau semakin kuat maka itu akan berguna untuk Sistem dan aku,"


Lun xiang memicingkan mata. Apa maksudnya? Pria tua yang melihat rasa penasaran Lun xiang, mengalihkan pembicaraan, takut Lun ziang bertanya tentang apa yang di katakannya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


 


__ADS_2