SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Bertarung Dengan Murid Baru


__ADS_3

Duuar...


Duuar...


Suara ledakan kekuatan yang saling bertubrukan.


Lun xiang berdiri dengan tatapan dinginnya, melihat Biawak Kaca yang telah membelah tubuhnya menjadi beberapa bayangan yang mengelilinginya.


Lun xiang mengganti senjatanya, sebuah senjata laras panjang kini sudah ada di tangannya. Senjata yang di dapat dari sistem. Lun xiang memegang dengan kedua tangannya dan setelah itu membidikkan nya.


Drrrrtttt......


Drrrrtttt......


Tembakan beruntun mengarah ke arah beberapa bayangan Biawak kaca, membuat bayangan Biawak itu perlahan hancur dan menghilang. Lun xiang menyeringai kini hanya ada satu buah Biawak kaca yang asli.


Biawak kaca sangat marah saat Lun xiang berhasil menghancurkan beberapa bayangan dari tubuhnya. Mulutnya terbuka dan menyemburkan kekuatan nafas dinginnya membuat tanah yang di lewati oleh nafas itu membeku.


Lun xiang yang melihat langsung menggerakkan tangannya, menyimpan kembali senjatanya dan dengan cepat membuat sebuah penghalang dan menahan dengan kedua tangannya.


Kraak....


Kraak....


Boom....


Duuar....


Penghalang yang di buat retak dan pecah membuat ledakan besar, beruntung Lun xiang dengan cepat menghindar. Melompat dengan gerakan cepat.


Lun xiang berdiri menatap dengan dingin. Cih, sungguh sangat merepotkan. Biawak itu berlari dengan cepat mengarah ke arah Lun Lun xiang. Lun xiang yang sudah jengah bertarung cukup lama, mengeluarkan Piringan Artnya, memutar piringan tersebut dengan menggunakan kekuatannya, membuat Piringan Art berputar dengan cepat dan kencang.


Siiiiiiing......


Piringan itu berputar begitu cepat. Lun xiang juga berlari ke arah Biawak kaca sambil membawa piringan Art dan setelah itu melempar dengan kekuatan penuh, membuat Piringan melesat dengan kecepatan penuh.


Siiiiiing.......


Biawak Kaca langsung mengeluarkan pertahanannya, menahan serangan Piringan Art.


Siiiiing.........


Kraak.....


Kraak.....


Pertahannya mulai retak dan sedetik kemudian.....


Pyaaar......


Craaaaas......


Tubuh Biawak kaca langsung terbelah menjadi dua, mati dalam sekejap.


Lun xiang yang melihat Biawak kaca telah mati, menarik kembali Piringan Artnya dan menyimpannya. Setelah itu mendekati Biawak kaca mengambil Inti Spiritual nya dan setelah itu menyimpan di Plat miliknya.


Setelah mendapatkan satu Inti spiritual, Lun xiang hendak pergi. Namun sebelum melangkah 3 pemuda memakai pakaian kuning datang menghadangnya.

__ADS_1


"Hei, kau serahkan Inti Spiritual itu!"


Lun xiang yang mendengar langsung menoleh. Siapa mereka, beraninya menghadangnya dan menginginkan Inti Spiritual nya. Lun xiang malas melayani, mengabaikan nya dan pergi.


Seorang dari mereka yang melihat begitu kesal, beraninya wanita itu mengabaikan. Pemuda itu melesatkan kekuatannya ke arah Lun xiang. Lun xiang yang melihat menghindar dengan cepat, membuat ledakan itu berhasil di hindari.


Lun xiang berdiri menatap tajam 3 pemuda yang membuat ulah padanya.


Sing....


Lun xiang mengeluarkan 2 pistolnya, berani mencari masalah dengannya berarti bersiaplah mati di tangannya.


"Serahkan Inti Spiritual itu maka kau akan kami biarkan hidup."


"Cih, percaya diri sekali kalian mampu membunuh ku," jawabnya dengan nada dingin. Sikap yang selalu di tunjukkan sejak dulu saat berhadapan dengan musuhnya.


Ketiga pria yang mendengar jawaban Lun xiang geram saat mendengar seolah mereka bertiga tidak mampu membunuh satu wanita yang hanya berada di Body Tempering Qi. Mereka langsung menarik senjatanya, pedang panjang yang menjadi senjata mereka.


Siiing....


"Wanita lemah jangan pikir kami tidak mampu membunuh mu. Membunuh itu adalah hal yang sangat mudah apalagi kau hanya berada di Body Tempering Qi." ucapnya meremehkan.


Lun xiang tidak menghiraukan nya, lebih baik menunjukkan siapa yang lemah dan siapa yang kuat. Lun xiang mengangkat tangannya, membidikkan senjatanya ke arah mereka yang berani lancang.


Door.....


Satu tembakan melesat dengan kecepatan penuh berhasil menembus kepala seorang yang berkata lancang padanya.


Dua rekannya langsung menoleh ke arah temannya yang keningnya berlubang dan darah mengalir di wajahnya. Perlahan tubuh itu ambruk, terkulai lemah di tanah dan mati. Apa yang terjadi? Itulah pertanyaan yang ada di benak mereka.


"Apa yang kau lakukan?" teriak rekan dari pemuda yang tertembak itu.


Bug...


Bug...


Tubuh mereka terpukul dan membuat mereka terhuyung. Gerakan cepat Lun xiang tidak bisa mereka lihat, sungguh kecepatan yang sangat cepat.


"Dimana dia?"


Mereka mencari keberadaan Lun xiang.


Door....


Argh....!


Teriak seorang yang mendapatkan tembakan tepat di kaki, membuatnya menjerit kesakitan.


Benda apa itu yang mampu menyerang dengan jarak jauh dan mampu menembus tubuhnya.


"Sialan! Wanita ini sangat licik. Jangan lengah sedikitpun."


Hm, temannya mengangguk masih dengan sikap waspadanya karena belum melihat keberadaan wanita yang ingin di bunuhnya. Sedangkan Lun xiang sendiri kini sedang menatap mereka di atas pohon sambil mengganti sejatanya, sebuah Sniper sudah berada du tangannya siap membidikannya ke arah dua pria yang tersisa.


"Berani kalian mencari masalah dengan ku, bersiaplah mati di tangan ku,"


Lun xiang membidik, menargetkannya. Tangannya perlahan bergerak menarik pelatuk dan

__ADS_1


Syuuut.....


Satu peluru melesat dengan cepat mengarah ke arah target yang sudah di kunci dan....


Jleb.....


Peluru itu menembus kepala membuat pemuda itu langsung roboh dan mati. Satu pemuda yang melihat teman satunya lagi mati begitu marah. Dia berteriak keras, meminta Lun xiang untuk keluar. Jangan bersembunyi seperti seorang pengecut.


"Keluar kau wanita sialan! Hadapi aku dan jangan bersembunyi seperti seorang pengecut."


Lun xiang yang mendengar menyeringai. Apa dia pikir dia bodoh. Dia bukanlah wanita bodoh yang akan terpengaruh dengan omongan itu. Lun xiang kembali membidikan senjatanya, menargetkannyan untuk di bunuh selanjutnya.


Syuut.....


Satu peluru kembali melesat ke arah pemuda tersebut. Namun kali ini gagal, peluru tidak menembus tubuh targetnya karena pemuda itu menyadari ada serangan dari arah belakang.


Ting.....


Peluru berhasil di tangkis dengan pedangnya, membuat pemuda itu menatap arah tembakan berasal. Jadi wanita itu bersembunyi disana.


"Keluar kau!" serunya menunjuk dengan pedangnya ke arah Lun xiang berada.


Lun xiang yang ketahuan menyunggingkan senyumnya. Hm, lumayan ternyata masih ada orang yang pintar dari ketiga pemuda tersebut.


Lun xiang meletakkan senjata Snipernya di bahu, terlihat keren.


"Kau!" Tunjuknya menggunakan jari telunjuknya. "Menyerahlah," ucap Lun xiang.


"Jangan harap."


Pria itu maju terbang ke arah Lun xiang untuk membunuh wanita sialan itu, menebaskan pedangnya, mengeluarkan dan meeleaatkam kekuatannya ke arah Lun xiang tang berdiri di pohon.


Wuuus.....


Boom.......


Duuuar.....


Lun xiang menangkis dengan kekuatan nya pula, membuat dua kekuatan itu saling bertubrakan hingga membuat ledakan yang nyaring di telinga.


Lun xiang menyimpan Snipernya dan kini beralih dengan pisau pendeknya, melompat dan saling bertarung.


Taaang.....


Taaang.....


Pedang dan Pisau saling beradu, membuat dentingan senjata terdengar nyaring. Pertarungan menggunakan dua senjata tajam membuat pertarungan itu cukup sengit. Tendangan dan pukulan tak lupa mereka layangkan untuk saling menyerang agar bisa melukai lawannya. Membuat pertarungan itu menarik perhatian beberapa murid baru yang mengikuti ujian.


.


.


Bersambung 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2