
Mereka berdua masuk ke dalam lorong sebelah kiri nomor 3. Sedangkan beberapa orang yang melihat mencibir, yakin bahwa Lun xiang dan Bai Qianyu akan salah jalan dan tidak akan menemukan apapun
"Lihatlah mereka lewat sana."
"Abaikan saja. Mereka tidak akan mendapatkan apapun."
Semuanya mengangguk dan memilih lorong yang menurut mereka benar.
Semua orang yang datang ke tempat itu karena ingin mencari benda pusaka yang di kabarkan muncul di gunung tersebut. Pedang Naga Api. Mereka tidak mengetahui jika selain Pedang Naga Api ada benda berharga lainnya yaitu Teratai tujuh warna. Jika mereka mengetahui, yakin mereka pasti akan mencari dan berlomba mendaptakan Teratai tujuh warna.
"Temukan Pedang itu. Jangan biarkan kelompok lain menemukannya lebih dulu." Perintah setiap ketua di kelompok masing-masing.
Sedangkan Lun xiang dan Bai Qianyu berjalan menyusuri lorong sambil melihat sekeliling. Terlihat dinding lorong yang terdapat beberapa kristal berwarna merah yang dapat menerangi lorong gelap yang di lewatinya.
"Apakah benda yang senior maksud itu Pedang Naga Api?" Tanya Lun xiang.
"Dari mana kamu tahu?"
"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan orang-orang itu, bahwa mereka datang karena Pedang Naga Api."
"Ya. Sepertinya. Tapi aku tidak tahu apakah benar adanya pedang itu disini."
Lun xiang mengangguk mengerti. Jadi jelas kakak seniornya tidak yakin akan kebenaran Pedang Naga Api itu ada. Mereka berdua terus menyusuri tempat itu. Saat sampai di tempat yang lebih luas, tiba-tiba tanah bergetar, membuat mereka panik dan bersiap siaga. Melihat sekeliling, tak lupa mengeluarkan senjata mereka untuk menjaga-jaga .
Sebuah batu tiba-tiba bergerak, berkumpul menjadi satu, membentuk sebuah patung batu raksasa yang cukup besar. Setelah itu meraung keras, membuat angin berhembus sangat kencang menerpa tubuh mereka berdua.
Lun xiang dan Bai Qianyu mendongak melihat patung batu yang kini berdiri di hadapannya. Tidak hanya satu, tapi ada beberapa patung batu besar yang mengelilingi mereka.
Lun xiang dan Bai Qianyu bersiap untuk pertarungannya. Mereka berdua bersiap untuk melawan beberapa patung batu besar itu. Jangan biarkan patung itu mengalahkannya.
"Kita harus secepatnya menghancurkan patung-patung ini. Jangan biarkan para kelompok lain lebih dulu mendapatkan apa yang kita cari." Ucap Bai Qianyu.
Lun xiang mengangguk. Memang bermain cepat lebih bagus, dan mempercepat pencarian tentang Pedang Naga Api. "Baiklah,"
Lun xiang menyeringai. Matanya sekejap tiba-tiba bersinar berwarna merah. Setelah itu melesat, melompat ke tubuh Patung batu itu sambil mengeluarkan sesuatu. Sebuah bom peledak yang di dalamnya sudah ditambah oleh kekuatannya, membuat bom itu dua kali lipat lebih besar kekuatan ledakannya.
Lun xiang menempelkan beberapa bom peledak di tubuh patung batu, sambil sesekali menghindari setiap serangan dari patung batu tersebut. Setelah merasa cukup, Lun xiang melompat menjauh. Di lihatnya kakak seniornya sedang melawan Manusia batu lainnya, mengeluarkan kekuatannya, membuat kekuatan itu melesat dan menghantam Manusia batu.
Syuut….
Syuut….
Boom….
__ADS_1
Boom….
Duuar..... Duuar.....
Kekuatan Bai Qianyu menghantam tubuh Patung Batu membuat ledakan dan menghancurkan bagian tubuh Patung batu.
Sedangkan Bom peledak yang di tempelkan ke tubuh Pating Batu perlahan terdengar bunyi tanda Bom aktif dan siap meledak.
Tit…Tit…Tit…
Boom…Boom…Boom…
Duuar….Duuar….Duuar….
Tempat itu bergetar hebat karena ledakan yang di buat Lun xiang dan ledakan itu sampai membuat lorong lainnya juga ikut bergetar karana kuatnya ledakan tersebut, membuat manusia batu langsung hancur seketika, berhamburan berserakan di tanah.
Bai Qianyu yang melihat mulutnya menganga dengan lebar saat melihat beberapa Patung batu hancur berserskan tanpa sisa.
"Gila…apa yang dilakukannya sampai bisa menghancurkan patung batu itu dengan mudah?" gumamnya dalam hati. "Aku tidak boleh macam-macam dengan nya, jika tidak tubuh ku pasti akan di hancurkan dengan mudah." Bai Qianyu bergidik ngeri, bagaimana bisa dia memiliki adik seperguruan yang mengerikan seperti itu.
Bai Qianyu menujukkan kekuatannya. Di usapnya pedangnya menggunakan jarinya, menyalurkan kekuatannya, membuat pedang itu di selimuti oleh kekuatannya dan setelah itu menebaskan pedang tersebut ke arah Patung batu. Membuat sebuah kekuatan berbentuk sabit melesat ke arah Patung batu dan menghantamnya.
Syyuut…..
Duuuar.....
Patung batu terbelah menjadi dua dan setelah itu hancur berserakan.
"Bagaimana, apakah kakak senior mu ini hebat?" tanyanya dengan membanggakan diri, sambil menepuk dadanya.
Lun xiang hanya diam dengan wajah datarnya, menatap aneh kakak seniornya. Apakah seperti itu harus di banggakan? Jika hanya seperti itu dirinya juga mampu, bahkan dirinya bisa mengalahkan semua patung-patung dalam sekejap.
"Kau hanya membunuh dua jadi tidak perlu membanggakan diri," jawabnya dan melanjutkan perjalanannya. Bai Qianyu yang mendengar ingin sekali muntah darah dengan apa yang di katakan adik seperguruannya. Memang kenyataannya benar dirinya hanya membunuh 2 sedangkan Lun xiang lebih dari dua. Tapi tidak bisakah menjawab Iya dan menyenangkan hatinya.
"Hah, terlalu dingin dan datar." gumamnya kesal dengan adik seperguruannya yang kaku.
...----------------...
Di tempat lain pertarungan masih sangat sengit. Banyak yang mati karena tidak sanggup melawan para hewan spiritual yang memiliki kekuatan cukup tinggi dan jikapun ada yang berhasil, mereka pasti mendapatkan luka serius di tubuh mereka.
"Sial! Kenapa penjaga di tempat ini sangat kuat. Untung saja kita bisa mengalahkannya tadi," ucap seorang di antara kelompoknya.
__ADS_1
Cukup lama semuanya menyusuri lorong dan menghadapi berbagai macam rintangan. Mereka kini sampai di tempat yang sangat luas. Tempat itu, terdapat sebuah benda yang mereka cari. Di sekelilingnya terdapat magma Api yang meletup-letup.
"Lihat, itu Pedang Naga Api yang kita cari." Seru seorang sambil menunjuk Pedang Naga Api yang melayang di atas Magma Api dengan di selimuti oleh penghalang kuat berwarna Putih.
Semua mata langsung melihat ke arah dimana Pedang itu berada. Tak terkecuali Lun xiang dan Bai Qianyu yang juga telah sampai di tempat dimana Pedang itu berada.
Lun xiang yang melihat langsung berpikir. Bagaimana caranya mendapatkan Pedang Naga Api. Disana tidak ada pijakan sama sekali, akan susah mengambilnya. Lagi pula tidak mungkin Pedang itu tidak ada yang menjaganya. Yakin pasti ada yang menjaganya dan pastinya itu sangat kuat.
Saat Lun xiang dan Bai Qianyu berpikir keras kira-kira seperti apa yang menjaga Pedang Naga Api, seorang yang berada disana dan ingin menguasai sendiri Pedang Naga Api melompat dan akan mengambil. Namun saat tubuh itu baru saja melompat, dari arah magma semburan api keluar melesat san menghatam seseorang itu, membuatnya hangus dan menjadi debu.
Semua mata yang melihat terkejut, apa yang sebenarnya terjadi
"Hati-hati…" Seru seorang memperingati untuk semua berhati-hati.
Perlahan lautan magma itu bergerak, seperti ombak. Pria tua yang merasakan bahaya mendekat langsung meminta Lun xiang untuk menjauh dari tempat itu.
Lun xiang yang mendengar langsung menarik tangan seniornya, membawanya menjauh dan bersembunyi. Memantau apa yang terjadi dari kejauhan.
"Ada apa?"
"Aku merasa ada bahaya yang besar akan datang."
Dan benar saja baru saja mereka menjauh, sesuatu yang bersembunyi di bawah lautan magma muncul dalam bentuk yang sangat besar.
Semua yang melihat langsung mendongak. Dilihatnya seekor Naga raksasa dengan tubuh di selimuti magma berdiri menatap mereka dan setelah itu meraung dengan keras. Membuat angin kencang menerpa tubuh mereka.
Semuanya menahan tubuh mereka dengan kekuatannya, memfokuskan kekuatan di kaki mereka masing-masing. Ada pula yang tidak kuat dan berakhir terpental menabrak dinding bebatuan dan terluka.
"Manusia, pergilah. Kalian tidak berhak mendapatkan apa yang ku jaga," perintahnya dengan suara menggelegar.
Semua terkejut melihat Naga itu dapat berbicara. Yakin Naga itu sudah berada di tingkat Dewa.
"Sial! Ternyata penunggu Pedang itu adalah Naga tingkat Dewa. Jika tahu seperti ini aku seharusnya membawa beberapa Tetua keluarga untuk membantu ku mendapatkan Pedang itu." Gumam seorang tuan muda dari sebuah keluarga bangsawan.
Pada kenyataannya tidak mungkin Pedang Naga Api tidak di tunggu oleh hewan kuat. Karena Pedang Naga Api sendiri adalah Pedang yang pernah di gunakan oleh pendekar kuat pada masa jaya nya.
Sedangkan Naga yang menjaga tersebut adalah seekor Naga yang dulunya menjadi tunggangan dari tuannya. Selama ada yang bisa mengalahkannya maka Pedang itu akan menjadi miliknya dan dirinya pun akan menjadi binatang kontrak sang tuan baru.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung