SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Dewa Iblis, Su Muyu


__ADS_3

Di suatu tempat yang sangat jauh, seorang pria dengan mata merah, memiliki wajah yang tampan rupawan sedang duduk disinggahsananya. Dia adalah seorang pemimpin dari dunia hitam, Ras Iblis, dewanya para iblis, bernama Su Muyu yang saat ini berusia ratusan juta tahun dan berada di Tingkat KEHIDUPAN YANG MENAKJUBKAN tahap Pertengahan.


Dalam Tingkatan Kultivasi terdiri dari beberapa bagian.


Body Tempering Qi: Lvl 1-9


Bumi Yuan: Awal - Pertengahan - Puncak


Langit Yuan: Awal - Pertengahan - Puncak


Yuan Dan: Awal - Pertengahan - Puncak


Bentuk Penciptaan: Awal - Pertengahan - Atas - Sempurna


Penciptaan Qi: Awal - Pertengahan - Atas - Sempurna


Manifestasi: Awal - Pertengahan - Atas - Puncak - Sempurna.


Nirwana: Pengembangan - Sempurna - Setengah mendalam kehidupan ( Setengah Dewa)


Kehidupan yang menakjubkan: Awal - Pertengahan - Atas - Sempurna Sempurna- Sempurna. (Abadi)


Su muyu merasakan sesuatu yang sangat di kenalnya, sebuah kekuatan yang bisa membuat bangsanya terancam jika tidak berpihak padanya. Namun jika berpihak, akan sangat menguntungkan untuk bangsa iblisnya.


"Perintahkan untuk mencari keberadaan titisan Dewa Shura di dunia manusia dan bawa padaku." Perintahnya pada Mu Yan, tangan kanan nya/orang kepercayaan.


"Baik Yang Mulia," jawab Mu Yan dan menghilang, menemui para bawahan iblis dari berbagai ras untuk mencari keberadaan titisan Dewa Shura termasuk makhluk mengerikan yang pernah di temui oleh Lun xiang waktu itu.


Di Kerajaan Tianwhu, kaisar Yu Feng juga merasakan sesuatu. Sesuatu yang sama di rasakan oleh Dewa Iblis, aura dari Dewa Shura.


"Kenapa aku merasakan adanya aura dari Dewa Shura? Mungkinkah Dewa shura bangkit kembali?" Gumam Kaisar Yu Feng menatap langit.


Kaisar Yu Feng sebenarnya bukanlah seorang putra kandung dari Ibu Suri. Melainkan dia seorang yang saat bayi ditemukan dan di bawa oleh kaisar terdahulu saat kembali dari medan perang. 

__ADS_1


Setelah dewasa Kaisar Yu Feng tumbuh menjadi pemuda yang kuat, membuat Kaisar Yu Feng lebih menjanjikan menjadi pemimpin di kekaisaran dan ibu suripun sebagian ibu angkat tidak keberatan menjadikan Yu Feng sebagia kaisar di kerajaannya, karena menurutnya Yu Feng lebih baik ketimbang putra kandungnya sendiri, Yu Zhun. Apalagi kekuatan nya pun lebih tinggi dan menjanjikan. Berada di Tingkat Nirwana Setengah Mendalam Sempurna. Namun kekuatan asli itu di sembunyikan olehnya dan hanya menunjukankam bahwa diirnya hanya berada di Tingkat Nirwana Pengembangan.


Ibu suri tidak mengetahui asal dari mana Yu Feng berada. Yang saat ini dia tahu Yu Feng adalah putranya. Tanpa di ketahui oleh semua orang, Kaisar Yu Feng sebenarnya seorang yang berasal dari dunia atas, para Dewa Abadi.


"Dimana aku harus menemukan keberadaan Dewa shura berada."


Yu Feng tidak mengingat bahwa dirinya berasal dari dunia atas sebab ingatan itu di kunci saat dirinya tiba di dunia manusia. Jika saja dia mengingat, mungkin dia akan kembali ke dunia asalnya dan tidak akan bersama dengan Lun xiang. Hanya saja jika ingin naik ke dunia atas kekuatan yang harus di capai adalah Kehidupan Yang Menakjubkan tahap Awal. Melewati ujian guntur langit sempurna.


Saat dirinya masih berpikir tentang kemunculan Aura dari Dewa shura, pintu di ketuk dari Luar. Dan ternyata itu para selir yang datang untuk mengajak Kaisar makan bersama dengan mereka, termasuk Selir Mey Ling yang beberapa hari lalu di beri hukuman kurungan dan menyalin buku etika sebanyak 20 buku.


"Hormat kami Yang Mulia,"


"Hm, apa yang membuat kalian datang ke tempat ku?" Tanyanya dengan wajah dingin.


"Maaf, mengganggu waktu anda Yang Mulia. Kami berempat hanya ingin menyapa anda dan mengundang anda makan malam bersama. Sudah lama kita tidak berkumpul dan makan bersama Yang Mulia. Kami harap anda tidak menolak permintaan kami," ucap Xiao Xiao mewakili mereka karena tidak mungkin untuk Mey Ling yang berbicara, tahu kaisar sedang tidak senang dengan nya karena ulah yang di perbuat sebelumnya.


Kaisar diam, memang benar selama ini dia tidak pernah memperdulikan para selirnya. Kaisar menatap mereka, wajah memohon untuk di setujui terlihat jelas di setiap wajah mereka. Hah, kaisar menghela nafas. 


Mendengar jawaban itu membuat mereka senang dan dengan cepat mereka mengangguk, pergi untuk menyiapkan semuanya agar makan malam bersama dengan kaisar tidak mengecewakan.


"Aku tahu, kaisar sekarang pasti sudah membuka hati untuk kita. Buktinya dia mau menerima permintaan kita." Ucap Shi Ling percaya diri.


"Ya, kau benar."


Salah. Apa yang mereka pikirkan salah. Kaisar melakukan itu bukan karena dia menerima keberadaan dan mengakui mereka. Dia hanya tidak ingin terus di ganggu dengan permintaan mereka yang aneh karena itu sungguh sangat membuatnya muak dan kesal.


Perjamuan makan malam berjalan lancar. Semua Selir tidak ada yang menuntut untuk ini dan itu. Mereka melakukan hal yang sewajarnya, tidak membuat kaisar marah sedikitpun. Hanya saja mereka tetap dengan rencananya, menyingkirkan Selir pertama untuk selama-lamanya.


Acara makan malam bersama akhirnya usai. Kaisar kembali kekediamannya dan para selir berkumpuk, membahas sesuatu yang menurut mereka sangat penting.


"Bagaimana, apa kau sudah mendapatkan kabar tentang wanita itu?" Tanya Selir Shi Ling pada Mey Ling. 


"Tidak, bahkan sampai sekarang aku tidak mendapatkan kabar tentang keberadaan wanita itu. Entah dimana dia bersembunyi, sampai anak buah kakak ku dan juga suruhan ku tidak berhasil menemukan keberadaan nya."

__ADS_1


"Mungkinkah dia sudah mati?"


"Aku yakin tidak. Terakhir mereka merasakan aura itu masih berada di kekaisaran ini. Tapi setelah itu aura itu menghilang, sepertinya dia tidak ada di kekaisaran ini lagi,"


"Jadi maksud mu dia sudah berada di luar kekaisaran?


"Ya," angguk Mey Ling.


"Jika seperti itu akan susah untuk menemukannya."


"Kau tenang saja. Semua bawahan ku akan terus mencari sampai ketemu, sekalipun dia berada di ujung dunia."


"Ku harap secepatnya dia di temukan. Aku tidak sabar melihat kematiannya dan setelah itu tidak menjadi hambatan untuk kaisar mencintai kita," Semuanya mengangguk. 


Sedangkan yang dibicarakan oleh mereka, kini Lun xiang sudah berada di Puncak Petian. Lun xiang melihat sekeliling. Sepi, seperti tidak berpenghuni.


"Apa benar ini tempat Puncak Petian?" Gumamnya melihat sekeliling, tidak ada satu pun murid di sana.


Tiba-tiba dari arah belakang dia di kejutan oleh seseorang yang membuatnya kaget.


Ba….


Plaaak….


Satu tamparan menghantam wajah orang itu membuat wajah itu merah terdapat calon jari lima, kesakitan karena kerasnya Lun xiang menamparnya.


.


.


.


Bersambung 

__ADS_1


__ADS_2