
REVISI
Lun xiang masuk ke dalam Akademi tersebut. Banyak peserta yang hadir dalam pendaftaran murid baru. Di lihatnya begitu ramai, banyak dari kalangan yang ingin bergabung dengan Akademi Lan Jian.
Lun xiang terus melangkah masuk menuju tempat pendaftaran, berharap dirinya bisa menguti pendaftaran murid baru dan di terima.
Saat berada di depan seorang petugas menerima pendaftaran, Lun xiang tahu bahwa batas maksimal usia yang boleh mendaftar menjadi murid baru adalah 18tahun. Beruntung dirinya masih bisa mengikuti.
"Biaya pendaftaran 10 koin emas," ucap seorang petugas dan Lun xiang langsung menyerahkan 10 koin mas. Petugas itu menganguk dan berkata, "Letakkan tangan mu disini," tunjuknya pada sebuah kristal berwarna biru. Sebuah kristal yang bisa mengetahui usia seseorang lewat tangannya.
"Usia sesuai. Silahkan langsung masuk untuk mengikuti ujian pertama."
Lun xiang mengangguk dan masuk ke tempat dimana ujian pertama akan di mulai. Disana sudah ada beberapa orang menunggu, menunggu sampai ujian pertama di mulai. Dan tak lama setelah itu, seorang Tetua datang dan berdiri di hadapan mereka semua.
Ehem….
"Perkenalkan, saya Su Lao. Saya tetua pengawas tahap pertama ini. Saya yakin kalian semua sudah tahu peraturan awal menjadi murid di akademi ini, yaitu diwajibkan berada Tingkat Body Tempering Qi level 5. Jika kurang dari itu maka kalian akan gagal menjadi murid dari Akademi Lan Jian."
"Di samping saya ada sebuah alat untuk melihat berapa tinggi kekuatan kalian. Silahkan ulurkan tangan kalian, keluarkan kekuatan kalian agar bisa merangsang alat tersebut untuk mengetahui berapa tingkat kekuatan kalian. Apakah kalian paham?"
"Paham....." Seru mereka kompak.
Satu persatu maju, menyalurkan kekuatan mereka pada alat itu, agar alat tersebut dapat merespon seberapa tinggi kekuatan mereka saat ini. Ada yang gagal dan ada pula yang lolos. Bagi yang lolos mereka sangat senang, sedangkan yang tidak wajah mereka begitu sedih dan lesu.
Kini giliran Lun xiang yang maju. Tangannya di letakkan di alat tersebut, matanya terpejam, menyalurkan kekuatannya dan Perlahan alat itu bersinar dan bergerak. Tingkatan kekuatan pun muncul, terlihat jelas, Body Tempering Qi level 5.
Tetua Su Lao menganggukkan kepala. Setelah itu berkata keras, mengumumkan siapa saja yang lolos dalam ujian pertama.
"Bagi yang lolos silahkan kalian semua menuju tempat ujian kedua. Di sana akan ada tetua yang memandu kalian. Dan bagi yang tidak lolos jangan berkecil hati, kalian bisa mencobanya tahun depan,"
__ADS_1
Semuanya mengangguk dan pergi menuju tempat ujian kedua. Mereka saling berbisik, ujian apa yang akan mereka hadapi nanti.
"Menurut mu ujian kedua seperti apa?"
"Aku tidak tahu, semoga saja tidaklah berat,"
Semua murid sudah berada di tempat ujian kedua. Di sana berdiri dua tetua, mungkin mereka adalah tetua yang memandu ujian kedua.
"Perkenalkan, kami berdua. Saya bernama Yan Riu dan di sebelah saya adalah Tetua Dai Gu. Kamu berdua adalah pengawal untuk ujian kali ini."
"Di depan sana kalian akan menjalani ujian selanjutnya. Bertahan hidup selama 3 hari. Dan selain bertahan hidup kalian harus membunuh banyak hewan spiritual. Kami harap kalian melakukan yang terbaik."
Tetua Dai Gu melempar sebuah benda berbentuk persegi kecil. Benda itu berguna untuk menyimpan hasil buruan dan bisa juga untuk menyematkan diri.
Selain hal itu para siswa baru juga bisa memburu plat buruan dan merampas hasilnya. Menjadikan rampasan itu miliknya. Bagi siapa yang berhasil lolos dan juga memiliki hasil buruan yang cukup banyak dan sesuai syarat yang di tentukan, maka mereka berhak melanjutkan ujian babak ketiga.
"Apa kalian semua mengerti?"
Setelah dua Tetua memberi arahan pada mereka, semuanya langsung melesat masuk kedalam hutan untuk menjalankan ujian, bertahan hidup dan mengumpulkan inti hewan spiritual selama tiga hari penuh.
Ujian kedua tidaklah mudah karena mereka, karena mereka harus bertahan dari serangan hewan spiritual dan juga tentunya murid lainnya. Jika mereka lemah maka mereka akan menjadi santapan empuk untuk yang lainnya.
Semuanya bergegas dan mencoba menyelesaikan ujian itu dengan cepat. Berbeda dengan Lun xiang, dia berjalan santai masuk dalam hutan tersebut, sama sekali tidak terburu. Asal cukup mengumpulkan Inti hewan spiritual dan dapat bertahan hidup selama tiga itu sudah cukup baginya, tidak perlu melakukan hal lainnya.
Setelah memasuki hutan tersebut, Lun xiang langsung mendengar suara pertarungan. Dia melompat menuju arah pertarungan itu, melompat ke atas pohon untuk melihat apa yang terjadi. Di lihatnya dua orang murid baru sedang bertarung dengan hewan spiritual. Lun xiang memperhatikannya, bagaimana cara mereka mengalihkan hewan spiritual tersebut.
Setelah cukup lama, murid baru itu akhirnya dapat membunuh hewan spiritual tersebut dan mengambil intinya, memasukkan inti hewan spiritual dalam Plat berwarna coklat dan muncul angka satu bahwa mereka telah memiliki jumlah satu inti hewan spiritual.
"Jadi seperti itu caranya," gumam Lun xiang kini mengerti bagaimana cara menggunakan Plat berwarna coklat.
__ADS_1
.
.
.
Di tempat Kaisar Yu Feng berada, dia begitu marah dan kesal karena sampai saat ini selirnya belum di temukan juga keberadaannya. Ingin sekali dia membunuh bawahannya yang tidak berguna itu. Bagaimana bisa mencari satu orang saja mereka tidak bisa, benar-benar tidak becus.
"Dasar tidak berguna!"
Yan Chen yang mendengar hanya menunduk, membiarkan tuannya itu meluapkan amarah dan kekesalannya lantaran bawahan yang di perintah belum menemukan keberadaan selir pertama.
"Selir Lun xiang benar-benar cerdik sampai tidak bisa di temukan oleh mereka. Sebenarnya kemana beliau pergi?" Gumam Yan Chen dalam hati.
Di luar pintu, Mey Ling yang ingin menemui kaisar tak sengaja mendengar kemarahan Kaisar yang membahas tentang selir pertama. Mey Ling begitu marah. Kenapa kaisar masih saja memikirkan dan mencoba mencari keberadaan Selir pertama. Padahal sudah jelas, di sekitarnya masih ada selir lainnya yang siap setia mendampinginya. Tapi kenapa selalu saja selir pertama dan selir pertama, seakan keberadaan selir lainnya tidak lah berarti apa-apa baginya.
Tangannya terkepal, marah itulah yang di raskaannya.
"Sialan! Kenapa wanita itu selalu saja membuat masalah. Apa tidak cukup dirinya ada di istana membuat masalah, di luar pun dia tetap membuat masalah. Dasar Ja-lang sialan! Semoga saja dia cepat di temukan oleh kakak dan pembunuh bayaran itu, agar kaisar tidak menemukannya,"
Mey Ling juga tahu bahwa orang-orang kelompok bayaran juga belum menemukan keberadaan Lun xiang. Mey Ling semaoat marah dan menganggap mereka tidak berguna. Tapi saat mendengar kaisar juga belum menemukan keberadaan Lun xiang, kini Mey Ling percaya bahwa selir pertama memang sangat merepotkan.
"Akan ku cari kau sampai ujung dunia, wanita sialan! Sampai mati pun aku tidak akan melepaskan mu."
Mey Ling begitu berambisi, ingin memiliki kaisar seorang diri. Dia tidak ingin berbagi, apalagi dengan Lun xiang yang kenyataannya begitu diinginkan oleh kaisar. Apapun yang terjadi Mey Ling harus membunuh nya, bagaimana pun caranya.
..
..
__ADS_1
..
🤗🤗🤗🤗🤗