SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan
Puncak Petian


__ADS_3

Dari banyaknya murid yang mendaftar, hanya seperempat yang berhasil lolos dalam ujian tiga tahapan. Termasuk yang lolos adalah Lun xiang.


Di tempat Aula, dimana para Tetua berada mereka langsung melesat terbang ke arah para murid berada. Berdiri melayang di hadapan mereka semua.


Semua murid mendongak menatap para tetua. Semuanya terkagum-kagum pada Tetua yang akan menjadi guru mereka masing-masing.  Tapi tidak dengan Lun xiang, dia masih dengan wajah datar dan tanpa ekspresi.


Beberapa Tetua memperkenalkan diri mereka masing-masing dan dari puncak mana mereka berasal. Para murid sangat antusias untuk segera memilih menentukan akan bergabung dengan puncak mana.


Di Akademi Lan Jian terdiri dari beberapa puncak diantaranya.


Puncak  Xiao Qiong


Puncak Petian


Puncak Xiao Ling


dan masih ada puncak lainnya.


Dari banyaknya murid, mereka memilih Tetua yang sudah terkenal dan memiliki murid yang banyak. Tidak berniat memilih seorang tetua yang terlihat seperti malas dan lemah.


Satu persatu murid menetukan pilihannya masing-masing. Sedangkan Lun xiang kini sedang menatap seorang Tetua yang sama sekali tidak di pilih oleh seorang pun. Tatapannya penuh menyelidik, berpikir Kenapa tidak ada satupun yang menjadikan memilih tetua tersebut. Ada apa dengan tetua itu.


"Apa kau bisa melihat berada di tingkat apa Tetua yang ada disana itu?" Tunjuknya pada Tetua tersebut.


Pria tua melihat ke arah Tetua tersebut. Namun saat ingin melihat sejauh apa kultivasi tetua itu. Tetua itu mengetahui dan memblokir penglihatannya saat merasakan ada yang mencoba melucuti kekuatannya. 


"Dia menyedarinya,"


"Benerkah, bagaimana bisa? Seharusnya dia tidak akan merasakan jika yang melihat itu kau. Tapi ini.....Sepertinya tetua itu tidak lah sesederhana yang di lihat."


"Ya, aku juga merasa seperti itu. Tidak seperti Tetua yang lain yang mudah ku ketahui berapa tinggi kekuatan mereka."

__ADS_1


Sedangkan Tetua tersebut kini menatap Lun xiang dengan diam. Dia merasakan sesuatu yang mengintai tadi berasal dari arah Lun xiang berada. "Siapa wanita itu," gumamnya dengan tatapan tak lepas dari Lun xiang.


"Bagaimana apa kau sudah menentukan pilihan mu?"


"Sudah"


"Siapa?"


"Tetua itu," tunjuknya yakin dengan pilihannya?" Tanya Pria tua penasaran.


"Kau yakin?" Lun xiang mengangguk


"Baiklah jika itu pulihan mu. Aku juga merasakan Tetua itu tidaklah sesederhana seperti yang terlihat."


Seorang Tetua kini kenatap ke arah Lun xiang yang tidak berkata satu patahpun, ingin tahu pilihannya berada di puncak mana.


Wuuus…


Seorang Tetua terbang menuju ke arah Lun xiang berada, berdiri tepat di depanya. Ingin tahu siapa yang menjadi pilihannya.


"Saya sudah menentukannya. Saya ingin bergabung dengan Puncak Petian," jawab Lun xiang membuat semua orang menatap Lun xiang.


Pilihan yang di pilih Lun xiang membuat semua orang terkejut, karena kenyataannya selama beberapa tahun ini tidak ada seorang pun yang menginginkan bergabung dengan puncak Petian. Tapi kali ini seorang wanita yang di juluki wanita iblis tiba-tiba ingin bergabung dan tentu saja membuat semua terkejut.


"Kamu benar-benar ingin bergabung dengan Puncak Petian?" Tanya seorang Tetua lainnya memastikan dan Lun xiang mengangguk.


"Selamat Tetua Yu, anda mendapatkan murid baru di puncak Petian." Ucap Semua Tetua memberi selamat pada Tetua Yu Wang. Dan Tetua Yu Wang hanya mengangguk saja. Gadis yang memiliki Puncaknya tidaklah sederhana seperti yang terlihat.


Masing-masing Tetua mengumpulkan murid baru mereka masing-masing dan membawa mereka ke puncak mereka masing-masing. Sedangkan Tetua Yu Wang yang di pilih Lun xiang kini menghampiri, dan berkata.


"Semoga kau tidak menyesal dengan pilihan mu anak muda,"

__ADS_1


"Apa anda tidak senang jika saya memilih puncak anda?"


Hahaha......


Tetua itu tidak menjawab malah tertawa dan setelah itu pergi. "Ikuti aku," Tetua itu terbang kembali ke tempatnya, tempat yang tidak di ketahui Lun xiang, meninggalkan Lun xiang di tempatnya.


Lun xiang menatap kepergian Tetua Yu yang terbang . "Tidak seperti yang lainnya." Lun xiang mengeluarkan karpet terbangnya dan menyusul Tetua tersebut.


Tetua Yu Wang menoleh, melihat ke arah Lun xiang. Hm, ternyata wanita itu memiliki sesuatu yang bisa di buat terbang. Cukup menarik.


Tetua Yu mempercepat terbangnya, begitu pun dengan Lun xiang. Tidak ingin kehilangan jejak Tetua Yu yang mulai hari ini akan resmi menjadi gurunya di Akademi Lan Jian.


.


.


Di lain tempat, Mey Ling yang masih tidak mendapatkan kabar tentang selir pertama semakin murka. Padahal sudah jelas dia menyebar banyak orang suruhan, tapi tetap saja tidak menemukan keberadaan Lun xiang.


Nafasnya memburu sangat marah dan kesal karena sampai saat ini belum berhasil menyingkirkan selir pertama. Wajahnya memerah karena menahan amarah. Kenapa orang suruhannya tidak ada yang berguna. padahal hanya mencari satu orang saja tapi tetap saja mereka tidak lekas menemukan nya.


Brak…..


"Kenapa susah sekali menemukan keberadaan wanita sialan itu. Dimana sebenarnya dia saat ini?"


Mey Ling berpikir keras dimana selir pertama bersembunyi. Mungkinkah Jenderal Lun Pao yang menyembunyikan nya? Mungkinkah Jenderal Lun Pao mengetahui ada yang mencari keberadaannya putrinya? Tidak, sepertinya tidak. Jika Jenderal Lun Pao yang menyembunyikan selir pertama pasti bawahannya sudah menemukannya sejak lama.


"Tidak, tidak mungkin Tua bangka sialan itu menyembunyikan wanita sialan itu. Di lihat dari gerak-geriknya sepertinya dia juga tidak mengetahui keberadaan wanita sialan itu. Lalu dimana sebenarnya dia berada?" Gumamnya berpikir keras.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung 


__ADS_2